Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Terkejut II


__ADS_3

Dona sangat terkejut, mulutnya sampai menganga lebar melihat Elly di sana menatap penuh arti ke arahnya. Elly sudah mati, bagaimana mungkin????


mereka sudah mendapat kabar jika Elly berhasil disingkirkan lalu.....


lalu bagaimana dia masih terlihat segar bugar????


Apa Denis membohonginya????


Dona merasa darahnya mendidih, ia merasa di bohongi oleh Denis.


Dona ingin mencekik Denis hingga mati.


Bagaimana bisa menyingkirkan seorang gadis saja sulit??? Bukankah menurut laporan Elly tidak bersama kekasihnya, sehingga mereka bisa melancarkan aksinya dengan mudah, namun rencana yang Mudah begitu saja gagal. Dan laporan yang ia terima....


Dona benar-benar marah, ia mengepalkan tangannya.


Ia menoleh kearah Denis yang berdiri di belakangnya dan alisnya berkerut.


Terlihat wajah Denis pucat, seperti dirinya karena sama terkejutnya.


Dona langsung bertanya pada Denis tanpa suara.


Namun Denis masih terlihat shock.


Pasalnya ia tak pernah menyangka Elly akan selamat, karena ia mendapat laporan anak.buahnya jika kondisi Elly akan sulit terselamatkan walau ia di bawa ke rumah sakit, tapi kini.....


Denis menelan salivanya dengan sulit.


"Maaf semuanya saya datang terlambat.


pagi ini saya ingin memperkenalkan seseorang, mungkin bagi beberapa dewan direksi ada yang sudah mengenalnya.


Perkenalkan semuanya, beliau adalah nona Ellyana, putri tuan Bernard pemilik perusahaan ini"


"Perkenalkan semuanya, saya Ellyana Maria.


mohon kerjasama dan bimbingannya"


"Salam kenal Elly"


"Selamat bergabung elly"


Ruang rapat langsung ramai, ada yang berjabat tangan dan memeluk Elly, beberapa dewan direksi yng sudah lama mengenalnya merasa bahagia akhirnya Elly memutuskan bergabung meneruskan perusahaan milik papanya, namun bagi sebagian lagi masih ragu dengan pengalaman Elly.


Pasalnya mereka mendengar kabar jika Elly selama ini memilih bekerja di perusahaan lain sebagai pegawai kecil alih-alih bergabung di perusahaan milik papanya.


Davina sedikit gugup, ia tak menyangka responnya akan seperti ini.


Ia takut mereka menemukan perbedaan antar Elly dan dirinya , walau Davina sudah mempelajari gerak gerik dan kebiasaan Elly, namun waktu nya sangat singkat, hanya dalam semalam ia harus menyamar menjadi orang lain.


Dona menatap muak pada orang-orang di ruang rapat itu, beberapa waktu ia di sanjung, di puja dan banyak yang menjilatinya.


namun hanya dalam hitungan ekspresi mereka langsung berubah.


beberapa dari mereka yang tadi mendekatinya melirik dengan pandangan sulit di artikan, sementara beberapa lainnya terlihat tersenyum sinis. diantara mereka terlihat bahagia.


Dona melihat Elly, entah mengapa ia merasa ada yang aneh.


Ia memang baru beberapa kali bertemu Elly, namun sepertinya.....


Wanita di depannya ini tersenyum lebar pada Dona.


Sementara Albert di samping Elly terlihat tersenyum tipis, tapi Dona tahu di dalam hati pria tua itu pasti bersorak bahagia.


Harusnya Dona menghabisi pria itu.

__ADS_1


Soalnya dia sulit sekali mencari kesalahan Albert.


Pria itu selalu lurus dan sangat berhati-hati.


Bahkan beberapa kali jebakan Dona bisa ia lewati dengan mudah.


Albert berjalan menuju tempat Dona duduk dan membungkuk sopan.


Albert bekerja di bawah Alfredo, sementara posisi Alfredo sebagai dewan penasihat.


walaupun begitu posisinya tak bisa diremehkan,


"Maaf nyonya Bernard, sesuai aturan anda duduk di sebelah kanan" ucap Albert sopan.


Dona merasa sangat malu, darahnya mendidih, ia menahan amarahnya, ingin sekali ia membunuh pria tua itu, namun di bawah pandangan semua orang Dona harus menekan emosinya sampai tak terlihat dan dengan anggun bangkit dari duduknya


"Tentu saja, silahkan Elly" ucap Dona tersenyum.


ia berjalan dengan anggun duduk di kursi sebelah kanan sebagai pemegang saham kedua terbesar.


"Sial, tunggu saja pembalasanku.


Aku tak akan melupakan hari ini.


aku akan membunuhmu tua Bangka sialan.


tak pernah ada yang hidup lama setelah menghinaku.


Orang yang menghinaku terakhir kali sudah berkalang tanah" gumam Dona dalam hati dengan tatapan penuh kebencian.


"Terima kasih mama ku tercinta" ucap Elly dengan intonasi mengejek membuat Dona tersenyum masam, mencengkram rok nya dengan kuat agar tidak emosi.


Sementara Denis langsung menghubungi anak buahnya, memerintahkan mencari keberadaan Bruno.


Tapi saat video itu di kirim jelas sekali jika itu Elly dengan kondisi parah, lalu bagaimana mungkin...


Pasti ada yang salah disini.


Kini semua orang tegang dan menanti dengan cemas siapa yang akan memegang tumpuk pimpinan di perumahan ini.


Walau pun Elly memiliki saham terbesar pertama, tetap saja mereka memerlukan pengalaman.


Tak bisa begitu saja menyerahkan pada Elly yang masih awam dalam bisnis.


perusahaan ini terbesar pertama di negara ini dan sahamnya terus naik, Kan sangat berbahaya jika di kelola oleh orang yang tak punya pengalaman apapun.


Namun mereka tak tahu saja, jika Davina sudah menyiapkan semuanya, bahkan Oscar usaha mengatur semuanya


Bagaimanapun keluarga besar gabriel yang tahu jika kecelakaan Elly adalah rekayasa mama tirinya langsung geram, saat Gabriel meminta bantuan mereka untuk membalas dendam, tanpa berfikir panjang nenek serta papanya langsung meluluskan permintaan Gabriel.


Bahkan orangtuanya sampai mengirim orang tambahan untuk menjaga menantu kesayangan mereka.


"Baiklah rapat akan kita mulai.


Tapi sebelumnya nona Elly ingin memberikan sesuatu sebagai salam perkenalan" ucap Albert yang di tunjuk oleh Davina sebagai moderator.


Ia sudah merundingkan semua itu akan meminimalisir kesalahan yang akan terjadi.


Beberapa orang masuk dan mereka memberikan sebuah paperbag masing-masing satu, saat di buka semua terkejut.


di alamnya adalah produk perawatan dan suplemen yang saat ini sedang laku keras di pasaran.


"Ini apa ???"


"Anggap saja ini salam perkenalan dari saya sebagai junior tuan dan nyonya sekalian.

__ADS_1


kedepannya saya akan perlu menyusahkan kalian.


Produk ini adalah milik perusahaan Xy.


dimana saya salah satunya pemilik nya


dan jika berkenan nantinya kita akan bekerja sama secara profesional dengan perusahaan Eternity


"Astaga aku tak menyangka jika kau salah satu pemilik perusahaan itu"


"Perusahaan kita akan makin maju jika bisa bekerja sama dengan mu"


"Aku tak menyangka kau memiliki pengalaman dan jam terbang"


Suara pujian dan antusiasme datang dewan direksi yang berada di sana.


Mereka tak menyangka jika Elly pemilik perusahaan berskala internasional.


Beberapa saling pandang dan mengangguk seolah mereka sedang bertelepati hanya dari gerakan.


Mereka tak khawatir lagi jika perusahaan di pimpin oleh Ellyana.


Davina tersenyum lebar, ia sudah menduga pasti masalah kualifikasi Elly akan di pertanyakan.


Oleh karena itu ia meminta Gabby untuk membuat sebuah pernyataan resmi yang langsung di unggah oleh management perusahaan milik keluarganya yang menyatakan jika Ellyana adalah pemilik saham sekaligus istri Gabriel.


hal ini di lakukan untuk mengantisipasi apapun rencana Dona untuk membatalkan Elly jadi pemimpin.


"Bagaimana mungkin.


kualifikasi apa yang kau punya sampai jadi pemilik perusahaan Eternity yang terkenal itu??"


"Ah benar kata nyonya Bernard, bagaimana bisa hanya dalam beberapa tahun..."


"Aku membangun karirku dari bawah, lalu perlahan naik. dalam perjalan karir ku akhirnya aku dan putra pemilik perusahaan jatuh cinta dan menikah.


tapi


"Cih hanya karena menikah, pengalaman apa yang ia punya??" cibir Dona membuat beberapa dewan direksi kembali goyah.


Wanita ular ini pandai sekali bersilat lidah.


Pintu di ketuk, dan tak lama masuklah seorang karyawan, Albert mengangguk dan tak lama masuklah seorang pria diantar oleh karyawan tersebut.


"Sayang aku khawatir membiarkanmu sendirian" ucap Gabby dengan senyum lebar.


Davina melotot saat Gabby memeluknya.


Ini tak ada dalam rencananya.


"Aku datang membantumu kakak iparku sayang" ucap Gabby menyeringai lebar. Davina ingin sekali menghajar sahabat suaminya itu yang memeluknya tanpa izin, namun mereka sedang berakting.


"Maaf semuanya, perkenalkan saya Gabriel Lungu, suami Elly"


"Astaga Tuan muda Lungu" pekik beberapa orang yang tahu siapa keluarga lungu.


"Dia sangat tampan, seperti rumornya" timpal yang lainnya.


Ruang rapat kembali ramai.


"Anda tidak bisa menerobos masuk sekalipun anda suami Elly, tuan Lungu junior" ucap Dona menekankan kata etika di dalam kalimatnya


Semua orang langsung bungkam, perkataan Dona seperti magnet yang membuat mereka sadar.


"Mama Dona, Maaf jika saya menyela, tapi saya juga punya hak kesini karena saya adalah.......

__ADS_1


__ADS_2