Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Terkejut III


__ADS_3

Semua orang langsung bungkam, perkataan Dona seperti magnet yang membuat mereka sadar.


"Mama Dona, Maaf jika saya menyela, tapi saya juga punya hak kesini karena saya adalah pemilik saham di perusahaan ini" ucap Gabriel tersenyum lebar


Davina langsung menoleh menatap Gabby dengan bingung.


Ini tidak seperti skenario yang mereka susun dan soalnya itu melenceng jauh.


Gabriel tidak di libatkan dalam rencana untuk menangani perusahaan Bernard.


Lilly sudah sepakat begitu juga Elly, lalu darimana ide gila Gabby muncul???


Davina ingin sekali menendang pria pendiam di depannya ini, namun tak bisa ia lakukan


"Sa... sayang apa maksudmu???" tanya Davina sengaja menekan kalimatnya dengan penyataan tersembunyi.


jika Gabby mengacaukan rencana mereka, Davina akan membuat pria itu babak belur.


Ia sudah berusaha semalaman mempelajari karakter Elly dan berusaha semaksimal mungkin, bahkan Davina Bru saja tidur menjelang subuh demi sempurnanya penyamarannya, lalu Gabby dengan santainya mengacaukannya


"Tentu saja aku bisa, " ucap Gabby menyerahkan sebuah amplop kepada Alber.


Di mejanya Alfredo mengangguk sebagai tanda bahwa Albert bisa memeriksanya.


Semua dewan direksi terlihat tegang, mereka penasaran apa isi amplop yang di serahkan oleh Gabby


ketegangan di wajah para dewan direksi, juga terlihat di wajah Dona dan Denis, mereka saling lempar pandang


"Baiklah saya akan bacakan


Saya Elsa memberikan kuasa penuh pada Gabriel Lungu untuk mewakili saya sebagai pemegang saham yang sah karena kondisi kesehatan saya yang buruk.


saya mohon dukungan dan bantuan rekan sekalian,


atas pengertiannya, terima kasih"


Ruang meeting langsung gaduh karena surat tersebut.


mereka memang tak pernah melihat langsung bagaimana Elsa, namun selama ini wanita tua itu tak pernah muncul, walau saham Elsa hanya sepuluh persen tapi ia adalah seorang senior yang sangat di hormati karena beliaulah salah seornag perintis perusahaan ini. dia dan almarhum ornagtua Bernard mendirikan perusahaan ini dari bawah.


Plok Plok Plok


"Sebuah kejutan. ini sungguh tak terduga.


seperti yang kita tahu semua nyonya Elsa adalah seornag pendiri perusahaan dan selama beberapa dekade tam pernah muncul, namun kini ia muncul dengan di wakili oleh seseorang yang baru kita lihat dan bertepatan dengan munculnya Elly.

__ADS_1


Apa ini tidak merupakan sebuah kebetulan???


Tak ada yang pernah melihat Nyonya Elsa kecuali para senior yang sudah mengabdi selama lebih dari empat puluh tahun dan orang itu tuan Kendrick yang saat ini Tak ada disini untuk mengidentifikasi apakah tandatangan di kertas itu benar atau manipulasi demi mencapai sesuatu" ucap Dona tersenyum lebar.


Dona berusaha menggiring opini para dewan jika kedatangan Gabby mencurigakan, dengan kata lain Gabby mungkin saja memalsukan surat tersebut.


"Kau...." Gabby kesal bukan main bagaimana Dona pintar sekali bersilat lidah.


Ia menatap Davin Ayng juga terlihat sangsi.


Walau Gabriel adalah sahabat suaminya, tapi apa yang di katakan Dona masuk akal.


Jika sampai Gabby melakukan manipulasi data, itu sama saja menghancurkan Davina.


"Sial Gabby, apa yang kau pikirkan.


Mengapa tidak merundingkannya padaku.


aku akan mencekik mu setelah semua selesai" gerutu Davina menatap tajam ke arah Gabby


"Kaka.... eh sayang, apa kau juga sangsi padaku??" tanya Gabby hampir keceplosan, beruntung ia langsung ingat.


Namun hal tersebut tak luput dari perhatian Dona. Dona menatap Elly dan Gaby bergantian dengan alis sedikit diangkat


"Bodoh!!!!!!" gerutu Davina mengirimkan sinyal kesal


Davina hanya bisa memutar bola matanya malas


"Maafkan suamiku, dia sedikit...." ucap Davina menggunakan bahasa negara G dengan sangat baik.


"Apa kalian lupa dengan ornagtua ini????


Aku pernah menjadi asisten Elsa saat pertama bekerja" ucap Alfredo yang sejak tadi diam dan menilai situasi. Sebenarnya ia sudah menyerahkan semua pada Albert namun pria itu juga tak bisa berbuat apa-apa tentang ini.


"Astaga kami lupa, maaf tuan Alfredo, kami lupa karena sangking terkejutnya" ucap salah seorang anggota dewan.


Alfredo hanya mengangguk sambil mengangkat tangannya, Albert menghampiri Alfredo dan menyerahkan surat tersebut.


"Ini memang tanda tangan Nyonya Elsa.


Beliau sedang berada di Jerman mejalani pengobatan" ucap Alfredo yang mengenali tulisan tangan dan tanda tangan Elsa


Davina melongo, bagaimana bisa Gabby bisa menemukan wanita misterius itu, sementara teamnya masih belum menemukannya. Apa orang Gabby lebih kompeten???, Sial


Gabby terlihat menyeringai lebar, sangat lebar malah membuat Davina ingin melempar pria itu dengan kertas di depannya.

__ADS_1


Ia ingat benar jika Gabby yang dulu tidak seperti Gabby di depannya.


Apa menikah bisa merubah karakter seseorang???


Atau selama ini Gabriel terlalu menjaga image???


Entahlah..Gabby yang di depannya serasa lebih hidup dan sama gilanya dengan Oscar si playboy cap Kampak itu.


"Terima kasih tuan Alfredo. Nenek tua mengirim salam untuk anda, katanya ia rindu di omeli Aldo junior" ucap Gabby setengah berbisik namun terlihat wajah tua itu merona merah.


Ya Aldo adalah julukan Elsa untuknya, wanita tua itu selalu sedang membuat Alfredo muda marah, namun dengan didikannya yang keras kini Alfredo jadi orang yang sukses.


"Bagaimana kabar beliau???" tanya Alfredo


"Beliau sehat, jika anda punya waktu datanglah ke Jerman, nenek tua dan nenekku pasti senang.


anda sering mereka bicarakan" bisik Gabby membuat Alfredo terbentuk.


"Jadi benar itu nyonya Elsa, tidak ada keraguan


"Iya aku juga yakin, tak mungkin seorang anak miliader berbohong kan????"


"Baiklah, kalau begitu silahkan anda duduk di sebelah kanan tuan Lungu, kita akan memulai rapat" ucap Albert.


Lalu pemulihan suara di mulai, ternyata yang mendukung Dona tidak bisa di anggap sepele, sungguh dahsyat pengaruhnya, hanya butuh satu tahun dan dia sudah bisa mempengaruhi mereka.


"Baiklah, pemilihan suara akan saya umumkan.


Nyonya Bernard memilik empat lima suara, sementara Elly memiliki empat puluh suara itu artinya dia harus mendapatkan Sepuluh persen suara dari orang anggota dewan dengan saham diatas sepuluh persen.


walau Gabby sudah memberikan suara mendukung Elly, itu masih belum cukup.


Gabby sudah tahu ini akan terjadi, beruntung nya ia saat sedang membicarakan keluarga Bernard dan bantuan, Emilly memang dengan sahabatnya dalam satu komunitas yang ternyata mengenal Bernard dan mengatakan akan membantu, dan disinilah ia kini.


Davina tak menduga jika kedudukannya sebagai anak pemilik tidak menyentuh para anggota dewan, walau ia memiliki saham diatas Dona, ia tetap kalah.


Dona tersenyum lebar, ia beruntung sudah mengantisipasi semua kemungkinan terburuk.


anggota dewan pemegang saham adalah pernah yang objektif, mereka melihat hasil kerja, bukan hubungan dalam memutuskan keputusan penting.


Walau Elly anak pemilik perusahaan dan mereka tak menyukai Dona, namun selama Dona menjabat, mereka mendapatkan deviden yang meningkat lima persen dari tahun kemarin, itu cukup mendapat apresiasi dari para dewan pemegang saham.


Sementara Elly mungkin saja memiliki pengalaman, namun bisa saja itu karena Hubungannya dengan anak pemilik perusahaan, jadi kredibilitas nya masih di ragukan. Mereka tak mau mengambil keputusan yang gegabah


"Baiklah, kita akan...." ucap Albert yang langsung terhenti

__ADS_1


"Tunggu"


__ADS_2