
Panji melongo dengan mulut menganga seperti orang bodoh membuat Tian tertawa lalu menyenggolnya, menyadarkan sahabatnya itu
"Woi Panji, lap tuh iler.
Baru tahu kan loe Sekar cantik???
itu kecantikan yang murni" ucap Tian membuat Panji tersadar dan dengan teplek mengelap mulutnya
"Hahaha ileran kan loe"
"Sue loe masih aja ngerjain gue di saat kaya gini" gerutu Panji yang malu dan menunduk.
Kini Sekar sudah berada di dekatnya, kecantikannya membuat Panji bergetar dan mengumpat dalam hati, betapa bodohnya ia selama ini.
Panji makin nervous di buatnya
"Apa semua sudah siap?" tanya pak penghulu
"Siap pak penghulu" ucap semua orang serentak
"Pengantin pria siap??" tanya pak penghulu tersenyum enuh arti karena melihat Panji yang berkeringat dingin
"Pengantin pria siap banget pak" seloroh Tian membuat semua orang tertawa
"Baiklah kita mulai ya, Bismillahirohmanirohim,
Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Panji kemal mangunkusumo bin Cokro mangunkusumo raharjo dengan anak saya yang bernama Sekar Kinara binti Sigit purnomo
dengan mas kawinnya berupa mas seberat lima puluh gram di bayar TUNAI”
"Saya terima Sekar tunai!!!"
"Hahahahahaa" semua orang tertawa karena Panji salah
"Nak apa yang kamu terima tunai???
anak siapa dan maharnya mana?" ledek penghulu yang maklum jika memperlai pria nya grogi
"Kita ulang ya?" ucap pak penghulu lembut
Sementara Sekar menutup mata malu, ia berharap Panji tidak salah kali ini.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Panji kemal mangunkusumo bin Cokro mangunkusumo raharjo dengan anak saya yang bernama Sekar Kinara binti Sigit purnomo
dengan mas kawinnya berupa mas seberat lima puluh gram di bayar TUNAI”
"Saya terima nikah dan kawinnya Sekar dengan mas kawin tunai!!" ucap Panji dengan keringat membasahi dahinya dan tangannya bergetar karena nervous
"Hahahaha" tawa tersengat kembali
"Ji, udah dua kali loe salah, kalau tiga kali loe nunggu setahun lagi, apa loe yakin Sekar tetap mah sama loe?" ledek Tian berbisik pada sahabatnya itu
"Nak Panji, tarik nafas dan buang perlahan.
Ayo istighfar dulu biar tenang" ucap pak penghulu memberi jeda waktu untuk Panji
Davina datang dengan membawa segelas air putih untuk Panji, ia juga ikut panik karena Panji salah terus
"Mas yang bener sih, niat gak sih?" ucap Sekar liri
"Maaf sayang, mas grogi" ucap Panji nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Coba nak Panji wudhu dulu biar pikirannya tenang" saran pak penghulu.
Diantar Tian Panji segera mengambil air wudhu
__ADS_1
"Inget ji, kalau salah lagi wasalam loe" ucap Tian usil.
padahal itu hanya akal-akalan Tian saja
"Iye iye loe jangan nambah gue panik Napa, sue bener.
Doain gue lancar gitu"
"Amiiinnnn"
"Kapan doanya loe udah amin?" ucap Panji keki
"Lah masa gue teriak doanya penjol.
Gue doain semoga jomblo karatan kaya loe di lancarkan acara ijab qobulnya biar ga ada jomblo ngenes lagi di sekitar gue" ucap Tian lalu berjalan meninggalkan Panji
"Woi masih ada Oscar sama Gabby, sue loe emang pilih kasih" teriak Panji menyusul Tian yang cekikikan
Panji langsung duduk di samping Sekar untuk meneruskan acara ijab kobul yang tertunda
"Sudah siap?" tanya penghulu pada Panji
"Siap pak"
"Jangan salah lagi ke, malu-maluin ayah saja" ucap Cokro mengingatkan putranya
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Panji kemal mangunkusumo bin Cokro mangunkusumo raharjo dengan anak saya yang bernama Sekar Kinara binti Sigit purnomo
dengan mas kawinnya berupa mas seberat lima puluh gram di bayar TUNAI”
"Saya nikah dan kawinnya Sekar Kinara binti Sigit purnomo
dengan mas kawinnya berupa mas seberat lima puluh gram di bayar TUNAI” ucap Panji lantang
"Bagaimana saksi???
"Alhamdulillah," penghulu langsung membacakan doa setelah ijab Qabul lalu di teruskan dengan penyematan cincin di jari manis mempelai wanita dan pria, di lanjutkan dengan sedikit wejangan dan mengarahkan oleh penghulu,di tutup dengan Alhamdulillah.
Kini Panji telah resmi mempersunting Sekar sebagai istrinya. Panji dan Sekar bergantian sungkem pada kedua ornagtua mereka bergantian.
Air mata haru dan bahagia tumpah, terlebih Sekar yang tak pernah menyangka akan bersanding dengan pria pujaan hatinya.
Kini mereka telah menjadi satu dalam ikatan suci pernikahan.
Baik kedua ornagtua Panji maupun kedua orangtua Sekar, mereka memberi nasihat dan masukan untuk kedua pengantin baru tersebut
Davina sampai menangis haru melihat Panji dan Sekar akhirnya resmi suami istri, ia sangat bahagia.
"Kakak ipar terima kasih sudah mau di repotkan"
"Gak Maslah ji, kamu kan sahabat Tian, dan om nya Cleo, kita keluarga" ucap Davina tersenyum lebar
"selamat ya om penjol, gak jadi kan nunggu Cleo???" goda Cleo membuat semua orang tertawa
"Anak kecil, apa kau mau jadi istri muda om?" ledek Panji menaik turunkan alisnya
"Mmaaaaaaa" teriak Cleo bersembunyi di balik tubuh Davina membuat semua orang tertawa
"Ini kado dari kami berdua, happy wedding ya" ucap Tian menyerahkan sebuah amplop
"Kakak ipar apa nih? cek ya?" seloroh Panji yang langsung dapat cubitan gemas Sekar
"Mas, malu-maluin" ucap Sekar malu
"Udah biasa, kakak harus senang atau sedih kamu menikah sama manusia unik satu ini" ucap Davina membuat Sekar merona merah sementara Panji manyun
__ADS_1
"Kakak ipar jangan menjelak-jelekan aku di depan ayang bebeb ku dong" ucap Panji membuat Sekar makin merona merah
"Cie yang udah punya ayang bebeb, kita gak akan di susahin lagi sama om penjol yang hobbynya numpang makan ya ma?"
"Hahaha" semua orang tertawa tak terkecuali kedua ornagtua Panji"Nak Davina makasih ya sudah mau memberi makan bocah edan ini" ucap Cokro
"Ayah..." protes Catherine pada suaminya
"Nak Tian, nak Davina makasih ya.
Tante sudah dengar semua dari ayah nya Panji kalau selama ini Panji ikut kalian.
Terima kasih ya nak.
Selama ini Panji gak pernah cerita"
"Panji itu sudah seperti adik saya sendiri.
Kami pernah satu kampus dulu" ucap Tian tersenyum
"Saudara lain ibu lain bapak dan om penjol anak tiri ya kan pa?" tanya Cleo membuat Panji gemas dan mulai menciumi gadis kecil nan menggemaskan itu tapi mulutnya beracun
"Om panjiiii, Cleo udah gede bukan anak kecil. lepasin.
mama tolonggg, Tante Sekar tolong amankan suaminya", teriak Cleo membuat semua orang tertawa melihat tingkah lucu Cleo.
"Ayo kita makan dulu, kalian pasti lapar" ajak Laras dan Sigit pada menantu dan besannya
Akhirnya acara hari itu selesai dengan bahagia.
Selesai makan Panji tumbang, ia tertidur sambil duduk saat keluarga sedang berbincang-bincang
"Biar di istirahat, seharian dia tidak tidur" ucap Tian tersenyum melihat wajah tenang Panji yang terlihat lelah.
"Pindahin ke kasur mas?"
"Biar aja di sana,kasian kalau di bangunkan" ucap Sigit melihat menantunya pulas.
Akhirnya seluruh keluarga pindah tempat, mereka menemukan perbincangan mereka di ruangan lain.
Sekar kini sudah berganti pakaian, kedua ornagtua Panji dan keluarga kecil Tian juga sudah pulang.
Hampir dua jam Panji tertidur di sofa sampai ngorok kencang.
Sekar membawakan selimut untuk suaminya dan duduk diam menatap pria yang pulas tertidur di depannya. Sekar masih tak percaya bahwa ia kini sudah menjadi istri Panji.
Sekar tersenyum menatap cincin di jari manisnya, y cincin pemberian Panji sebagai mas kawin mereka.
Walau dadakan semua menggunakan uang Panji.
Sekar juga baru tahu saat mereka berbincang-bincang.
Davina menyita ATM Panji dan membelanjakan semua keperluan menikah Panji, walau beberapa memakai uang Davina. tapi untuk mas kawin murni yang Panji.
Panji terbangun karena merasa kakinya kesemutan, bagaimana tidak dua jam dalam posisi meringkuk di sofa yang kecil
Panji membuka matanya, alisnya berkerut, ia menatap langit-langit rumah yang terasa asing, lalu saat berbalik ia melihat Sekar sedang tersenyum memandangnya
"Kok ada kamu?, aku dimana?"
"ini kan rumah mama papa,dan aku anaknya" ucap Sekar kesal dengan pertanyaan Panji.
Panji duduk dengan ekspresi bengong seakan ia bingung
"Jangan bilang kamu lupa kalau kita sudah menikah" tebak Sekar
__ADS_1
"Hahaha sayang, aku gak lupa" ucap Panji menggaruk kepalanya