Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Belah Duren


__ADS_3

Semua orang sudah kembali dengan rutinitas mereka, Tian sibuk dengan perusahaannya, Sementra Davina sibuk dengan pengembangan produk terbarunya.


Walau demikian keduanya tidak pernah putus berkomunikasi.


Sementara kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan, Cleo sudah mulai sekolah aktif dan mengikuti beberapa les yang dimintanya untuk pengembangan bakat nya.


Di tempat lain Panji sedang menikmati bulan madunya, tepatnya traveling, karena ia tak bisa melakukan apapun pada Sekar selama Sekar masih kedatangan tamu.


Mereka menikmati momen bulan madu menjadi momen pacaran yang tak pernah mereka rasakan.


Sudah lima hari berlalu, Panji dan Sekar makin mesra, keduanya tak malu memamerkan kemesraan mereka di muka umum karena mereka sedang di puncak jatuh cinta.


Hari ini Sekar dan Panji kembali ke tanah air, Panji memutuskan kembali ke apartemennya selama beberapa Minggu sebelum menetap di kota kelahirannya.


Seluruh keluarga hanya bisa mendukung keputusan Panji. selain itu mereka juga masih mempersiapkan tempat tinggal untuk kedua pengantin baru tersebut.


Akhirnya menjelang malam pesawat yang mereka tumpangi sampai ke tanah air.


Perjalanan yang panjang membuat keduanya kelelahan dan langsung tertidur begitu sampai di apartemen.


Namun menjelang pagi, Panji terbangun.


Ia mengingat sesuatu, sesuatu yang ia nanti-nanti akhirnya datang juga.


Panji turun dari tempat tidur lalu menuju dapur kecil yang terdapat di apartemen tersebut.


Rupanya isi dalam lemari pendingin penuh, ia menduga Davina yang mempersiapkan ya.


Walau mereka tak menjemput Panji di bandara, tapi Panji sangat senang dengan perhatian Davina dan Tian.


rasa kesalnya karena di kerjai Davina sedikit terobati.


Sekar terbangun karena alarm ponselnya berbunyi membangunkannya untuk melaksanakan sholat subuh.


Ia tak melihat Panji di sebelahnya, juga di kamar mandi.


Dengan malas Sekar keluar kamar dan mendapati suaminya sedang duduk sambil mengaduk teh manis di gelas besar


"Sayang, kamu lagi apa???"


"Eh sudah bangun? ini aku" Panji belum selesai berbicara, Sekar dengan segera meneguk teh manis tersebut


"Aku suka sekali teh hangat di pagi hari. hehehe maaf mas tinggal dikit.


ma buat lagi aja ya?? Aku mau mandi dan sholat, mas cepet ambil wudhu kita sholat berjamaah" ucap Sekar langsung melangkah masuk kembali ke dalam kamar.


Sementara Panji hanya melongo tak bisa berbuat apa-apa, ia juga tak mengucapkan sepatah katapun, seperti orang bodoh karena shock


"Aaarrrggghhh sial, kenapa Sekar main minum sih?? gimana nih jadinya?" gumam Panji menatap pintu kamarnya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.


Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Tian.


"*Penjol, loe udah nikah masih aja ganggu orang tidur" maki Tian di ujung telepon


"Bangun woi sholat, asshalaatu khairum minannaum” ucap Panji membuat Tian langsung bangun duduk


"Kampret suara loe kaya malaikat maut" ucap Tian merinding, sementara Panji tertawa terbahak-bahak


"Gue mau nanya, kalau obatnya gak sengaja terminum Sekar gimana?" tanya Tian lirih takut Sekar mendengarnya


"Bagus, loe akan melihat macan betina sesungguhnya. tapi gue yakin loe gak akan sanggup meladeni*...."

__ADS_1


"Mas panjiiiiii.... Astaghfirullah bukan mandi malah nelpon, telepon siapa sih?" teriak Sekar gemas


"Sebentar sayang, Tian lagi ngomongin pekerjaan. Emang bos rese nih" ucap Panji membuat Tian kesal.


Bisa-bisanya si ceking ini menjadikan ia alasan, padahal jelas-jelas Panji yang menelponnya


"Ya udah cepetan, salam buat kak Davina"


"Iya sayang" ucap Panji tersenyum lebar sampai pintu kamar tertutup kembali


"Panji kampret ngapain loe bawa-bawa gue. sue bener.


nanti gue pindahin bukan ke Jogja lagi tapi ke kutub Utara loe mau?"


"Maaf bro, masa iya gue bilang nelpon loe duluan, bisa panjang urusannya" ucap Panji cengengesan


"Udah lah gue mau sholat, daripada ngeladenin saitonitojim" ucap Tian langsung memutuskan panggilan telepon


"Sue gue di bilang setan hahaha, tapi bener juga sih kerjaan gue kan ganggu dia hahahaha"


Dengan usil Panji kembali menghubungi Tian


"Penjol mau apa lagi???" teriak Davina di ujung telepon


"Eh kakak ipar ku yang cantik, gemol bin demplon


tolong sampaikan pada suamimu yang pisangnya kecil itu, besok gak jadi ketemuan, Panji mau buat ponakan untuk kalian"


"Najis" ucap Davina yang di balas tawa kencang Panji di ujung telepon


"Dasar gelo" umpat Davina langsung mematikan panggilan teleponnya.


"Astaghfirullah, Bismillahirohmanirohim


allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm" Sekar membaca ayat kursi lalu mengambil gelas dan menyemburkannya ke wajah Panji


"Astaghfirullah Sekaaaaaaarr, kenapa muka ma kamu sembur???" teriak Panji karena terkejut dan gelagapan karena tiba-tiba Sekar menyemburnya dengan air


"Alhamdulillah mas sudah sadar"


"Emang mas kenapa?? dari tadi juga sadar, kamu tuh yang aneh suami sendiri di sembur.


jangan bilang kamu belajar praktik penyemburan"


"Ih mas kan tadi kesurupan, buka terima kasih malah marah" ucap Sekar kesal lalu masuk ke dalam kamar


"Loh dia yang salah, dia juga yang ngambek, dasar cewek" gumam Panji lirih


"Sayang, jangan ngambek dong, mas kan yang harusnya marah" ucap Panji menyusul istrinya ke kamar


"Bodo" ucap Sekar lalu memakai mukenanya dan sholat subuh sendiri tanpa menunggu suaminya


"Yeee malah di tinggal, ya udah deh terpaksa mandi" gumam Panji lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan wudhu.


Saat kembali ia malah melihat Sekar sedang tiduran di kasur dengan memakai lingerie sexy


"Astaghfirullahaladzim, bisa gak kuat iman nih, keluar dulu lah"


"Massss, mau kemana????" tanya Sekar syahdu


"Sayang tunggu mas ya, mas sholat dulu" ucap Panji bergegas keluar kamar menuju ruang tengah

__ADS_1


"Ya Allah kuatkan hamba dari godaan asik itu, sabar Panji sabar" ucap Panji menenangkan dirinya sendiri.


ia segera melaksanakan sholat subuh.


Selesai membaca doa Panji terkejut melihat istrinya tiduran di sofa tak jauh dari tempatnya sholat dengan menopang kepalanya, sementara pakaian minimnya mengekspos kemolekan tubuh Sekar


"Sayang ngapain disini?? tanya Panji sambil menelan salivanya


"Menunggu suamiku tercinta" ucap Sekar dengan suara parau.


"Mas ganti pakaian dulu ya" ucap Panji bangkit ingin mengganti sarung dan baju Koko nya, tapi Sekar langsung menariknya hingga sarung Panji merosot


dan tawa genit Sekar keluar


"Kamu tuh usil bener" ucap Panji namun Sekar segera memeluknya, menggerakkan tubuhnya pada Panji membuat Panji panas dingin di buatnya.


Tiba-tiba Sekar loncat dan memeluk Panji seperti anak monyet, kakinya melingkar di pinggang Panji.


"****, kau membangunkan singa tidur sayang" gumam Panji langsung ******* bibir ranum Sekar.


Sementra sekar membuka baju Koko Panji.


walau Panji kurus tak masalah menggendong Sekar sambil berdiri.


keduanya hanyut dalam hasrat, akhirnya subuh itu Panji dan Sekar melaksanakan ibadah mereka yang pertama, mereka menjelajahi ruangan tersebut sambil bercinta hingga beberapa kali.


Sekar seperti kuda binal yang tak kenal lelah terus memimpin hingga ia kelelahan dan gantian Panji yang mengambil alih.


mereka hanya bangun makan dan melanjutkan aktivitas mereka lagi, seolah Tak ada kata lelah.


Panji bersyukur menikahi Sekar yang ternyata masih virgin.


Itu terbukti dari bercak darah di sofa tempat mereka memadu kasih.


Sore menyapa kedua manusia di dalam apartemen itu masih terlelap tidur tanpa busana sampai sebuah bel membangunkan mereka


"Mas Ada tamu" ucap Sekar lirih sambil menahan perih di bagian intimnya


"Sakit sayang?" tanya Panji lembut


"Gak apa-apa sakit dikit aja kok" ucap Sekar yang tak mau suaminya khawatir


"Mas bukakan pintu dulu ya" ucap Panji lalu bangkit, secepat kilat membereskan ruang tamu Yaang berantakan karena pergumulan mereka, menyemprotkan parfum ruangan dan pergi membukakan pintu


"Lama sekali, apa kau masih main?" tanya Tian dan Oscar langsung masuk ke dalam apartemen Panji


"Asik belah duren dong" goda Oscar membuat senyum Panji mengembang


"Ah kenapa kalian kesini? mengganggu saja" gerutu Panji


"Nih, dari kakak iparnya" ucap Tian menyodorkan paper bag pada Panji


"Ah kakak ipar ku tercinta memang paling sayang padaku" ucap Panji sengaja membuat Oscar iri


"Apa kalau aku menikah dengan Lilly Davina akan seperti ini???" tanya Oscar yang jelas iri pada Panji


"Enggak" jawab Panji dan Oscar serentak membuat keduanya tertawa


"Dengar cukup satu orang yang menyusahkan istriku.


lagi pula kalian kan punya istri huh menyebalkan" gerutu Tian

__ADS_1


__ADS_2