Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Keusilan Rose


__ADS_3

Sebatsian bermuka muram saat dokter kandungan tersebut sudah pergi.


Sementara Davina masih tidur manis setelah di beri obat dan vitamin, ia tertidur pulas seperti bayi sampai siang hari, Sebastian tak memperbolehkan istrinya turun dari kasur.


Ia tak ingin terjadi apapun pada kandungan Davina, dan Davina hanya bisa menuruti suaminya.


Sejujurnya Davina merasa dia sehat saja, namun demi membuat suaminya lega, ia hanya menurut.


"Awas kau Shandy, cari mati!!!" gerutu Davina masih merasa tubuhnya sakit-sakit akibat perbuatannya sendiri.


Ia bisa melihat ada beberapa cakaran di tangan Tian, wajahnya merona merah.


Walau samar Davina masih bisa mengingat dengan jelas apa yang sudah ia lakukan.


Sore harinya, bukan Shandy yang datang menghadapnya, tapi Rose, ia membawa infomasi tentang anak-anak dan istri Sang jendral


Davina menduga Shandy takut, dan bagus itu artinya Shandy tahu kesalahannya.


Padahal Tian sudah menanti kedatangannya, ia ingin meninju calon adik iparnya itu.


informasi yang rose bawa belum lengkap, hanya nama keluarga istri, lalu tempat asal, dan berapa anak sang jendral.


namun ada yang menarik saat Davina mengingat sesuatu


Sepertinya ia akan mulai dari yang mengenal dengan jelas lokasi tanah kelahiran istri sang Jendral.


Davina mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang, dan dalam waktu hanya lima menit orang yang di hubungi nya masuk.


rupanya orang itu adalah Berto


"Yes bos, ada yang bis saya bantu???? tanya Berto semangat.


Sejak oeprasi penangkapan Dona dan Denis.


ia merasa bosan di markas.


terlebih karena si ratu racun junior melakukan eksperimen aneh yang membuat orang di markas menjadi kelinci percobaannya.


Ada yang gatal-gatal, ada yang terus menangis, ada pula yang tertawa tanpa sebab.


Sungguh apapun yang Rose ciptakan membuat petaka buat anggota lainnya karena ia tanpa permisi membidik siapa kelinci percobaannya.


Berto sampai membuat alat untuk melindungi dirinya.


Karena Rose tidak menyukai korban nya terkena serangan jarum beracun di area wajah, ia pasti mengincar tubuh si korban.


"Berto, aku ingat kau pernah bercerita tempat ornagtua mu lahir??? apa kau bisa memandu kamu ke sana mencari informasi seseorang?


"Ok dengan senang hati, tapi setelah anda pulih" ucap Berto sopan.


Tian dan Jack serentak mengacungkan jempol.


Tenyata Berto bisa diandalkan


"What, apa kau di suap oleh dua ornagtua itu???"


"Hei sayang, kau mengatai ku????"


"Huh" Davina hanya mendengus, sementara Berto dan Rose hanya bisa bengong tak mengerti perkataan mereka.


Melihat ekspresi Tian, terlihat Tian kesal di Katai tua.


tapi Berto tak tahu berapa usia pria itu karena masih terlihat muda


"Saya berkata itu karena saya bodyguard anda"

__ADS_1


"Tuh denger, su"uzon aja kamu"


"Jack kau tak marah di Katai tua????" tanya Sebatsian yang melihat Jack anteng saja tanpa protes


"Yes, karena memang sudah tua, jangan menolah usia kita" ucap Jack seperti pakai yang menancap tepat pada sasarannya.


Sebatsian langsung diam.


Sementara Davina tertawa terbahak-bahak, begitu juga Rose dan Berto.


Karena Jack berbicara dengan bahasa Inggris.


Sehingga rose dan Berto mengerti


"Sabar ya ayank mbeb" ledek Davina masih cekikikan


"Dasar gorila tua" gerutu Tian


"baiklah, fua hari lagi kita berangkat" ucap Davina


Dua hari kemudian


Berto terlihat menghela.nafas beberapa kali, wajahnya terlihat seperti orang yang bingung.


Pasalnya pencarian infomasi ini ia baru tahu, karena memang ia tak di libatkan


Dalam hal ini Berto juga menghabiskan waktunya dengan Daffa di ruangan senjata.


"Kenapa wajahmu jelek sekali, apa kau tidak bisa tidur semalam???? tanya Davina begitu mereka tiba di lokasi


"Miss, maksud saya bos.


keluarga yang anda selidiki adalah keluarga ibuku" ucap Berto lirih, Davina membulatkan matanya tak percaya


"Aku baru menerima dokumennya semalam, maaf.


aku pernah mengatakan jika nama belakang ku adalah Berto Alexandre Piere


Nama ibuku Alethea Piere .


Astaga..... Davina lngsung melihat informasi yang ia terima, matanya langsung bersinar


"Apa kau anak sang jendral???"


"Bukan, ayahku Hanaya petani bisa, thomas namnya"


"Ah sayang sekali, aku ingin mencari informasi dari keluarga besar mu, bantu aku menemui mereka.


Davina di pandu Berto menemui satu persatu keluarga Berto yang tinggal di peternakan itu .


Seperti ada yang mengganjal, ia sengaja merekam percakapan itu.


Setelah tiba di markas, Davina kembali membuka rekaman tersebut.


Dari semua orang yang di tanyai, ekspresi mereka tertekan dan takut.


Sepertinya pernyataan mereka bukan yang sebenarnya.


"Berto dari semua perkataan keluarga mu, yang mana yang menurutmu benar??" tanya Davina menguji Berto.


karena seorang yang bergerak di dunianya harus memiliki mata jernih dan otak cemerlang


"Sayangnya aku sangsi mereka berkata jujur.


Aku juga tak mengerti, hanya baru kali ini aku memperhatikan jika mereka berbohong.

__ADS_1


Hanya Bibiku Max yang terlihat tak berbohong tapi juga tak jujur.


Seolah ada kekuatan di belang mereka yang siap memusnahkan mereka


"Setelah kasus Ini selesai kau bisa mendapatkan hadiah mu.


Aku cukup terkesan dengan penilaian mu, itu karena aku baru bergabung dengan ku belum genap dua bulan.


"Bos, bukan kurang ajar, boleh aku minta hadiahku di muka.


Aku janji akan melakukan yang terbaik" ucap Berto memohon


"Baiklah katakan mau mu"


"Selamat kami di markas bos, ratu racun buat ulah.


Ia membuat eksperimen dan memandikan kami klinvinpercobaanya dengan jarumnya" adu Berto membuat Davina melongo.


bukan meminta hal besar, tapi meminta menyelamatkan rekannya dari keusilan Rose.


"Roseeeeeeeeee......"


"Siap Miss" jawab rose dengan wajah manis


"Aku dengar kau menciptakan sesuatu, racun apa yang sedang ku racik???"


"Racun tertawa, ini buat orang galau atau yang habis putus cinta.


terus ada racun menangis, karena gak semua orang bisa menangis dengan bebas.


Racun gatal.


cocok buat para istri yang suaminya kegatelan di luar, biar garuk terus tuh kulit sampai lecet" terang rose berapi-api.


"Bagus-bagus.


beri aku ketiga racun itu" ucap Davina tersenyum licik


"Rose tanpa ragu menyerahkan nya pada Davina dan


Cleb cleeeebbbb,cleebbb


Tiga jarum menempel di tangan Rose


"Bos ini gak cantik hahaha huhuhu, gatel, gatel


Jangan di tangan kalau hahahhaa lempar jarum di badan biar hasil karya cantik huhuhu"ucap rose menangis dan tertawa di sela bicaranya sambil menggaruk badannya


"Bagaimana rasanya????"


"Huhuhu, hahahaha ,ampun gatal, hahahaha hahaha, huhuhu cape, ampun hahaha gatal" ucapnya membuat siapapun tertawa juga kasian


"Mau usil lagi???"


"Enggak hahahaha ampun huhuhu" ucap rose membuat Davina kasian, ia hanya memasukan satu butir obat dan rose Kemabli ke semula.


Racun yang terkena padanya hilang


"Bos, aku harus belajar banyak, bagi obatnya lagi bos, aku ingin teliti" ucap Rose langsung tertarik meneliti


"Tangkap" ucap Davina melempar botol beling pada Rose


"Jangan jadikan rekanmu eksperimen tanpa persetujuan mereka"


"Siap bos, bye bye aku mau bertapa" ucap rose pergi sambil bersenandung

__ADS_1


__ADS_2