Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Tamu Tak Tahu Diri


__ADS_3

Davina mengikuti suaminya yang berjalan menuju ruang keluarga, Sebastian menurunkan putrinya di sofa


"Sayang kita sarapan dulu lalu minum obatmu" ucap Davina mengingatkan


"Siap komandan , ayo sayang kita sarapan" ucap Sebastian mengangkat Cleo kembali.


Davina hanya bisa tersenyum melihat interaksi suaminya dan putri mereka.


Sebastian suami yang penyayang dan ayah yang sangat hangat.


Davina jadi teringat papanya, dulu Arjuna selalu memperlakukan Davina bak princess.


Davina yakin jika suatu saat Tian memiliki anak dengannya maka Sebastian akan menjadi ayah yang super.


Sebastian menggandeng istrinya, sementara anaknya dalam gendongannya, melewati Marsha begitu saja.


Betapa tak tahu malunya wanita itu pagi-pagi sudah bertamu di rumah orang dan bertingkah seperti pemilik rumah saat sang nyonya rumah DNA suaminya tak ada di rumah.


Di sediakan juice dan cemilan, betapa bahagianya hidup Marsha


"Ma, ikut kami sarapan yuk?" ucap Cleo mengajak mama nya


"Sayang, mama Marsha kayanya ga suka sarapan deh, itu mbok inem sudah siapkan juice dan cemilan" ucap Davina menunjuk meja keluarga di mana juice dan cemilan Marsha berada


"Itu .."


"Owh Iya ya udah kamu sarapan dulu ya ma" ucap Cleo lalu Sebastian dan Davina menuju ruang makan


"Sial, wanita sialan. Dia sengaja menjaukan ku dari Cleo dan mas Tian.


Semua gara-gara makanan ini.


kau ingin bermain cerdik??? baiklah ku ladeni" ucap Marsha tersenyum licik


"Papa memangnya sakit apa tadi ke rumah sakit pagi-pagi???" tanya Cleo sambil menyuap nasi gorengnya


"Maag akut papa kambuh sayang" ucap Tian lembut


"Kok pulangnya udah sembuh aja??


Memang bisa ya karena mama Davina jadi sembuh??


kok kemarin Cleo sakit sembuhnya lama??" tanya Cleo kritis membuat Sebastian dan Davina saling pandang, bingung menjelaskannya.


Pasalnya s Bastian yang sakit otaknya, lebih tepat ke mesuman nya jadi obatnya memang Davina, tapi Cleo....


Davina menutup wajahnya dengan satu telapak tangan, menyerah menjelaskan,


"Itu karena sakit papa gak parah sayang,"ucap S Sebastian buru-buru mencari alasan yang masuk akal.


Cleo anak yang sangat cerdas, sedikit saja mereka mengatakan yang masuk akal, ia akan mencari jawaban yang bener.


"Iya juga sih, kaki Cleo aja masih sering sakit.


Kepala juga masih suka pusing"


"Apa sering seperti itu sayang??" tanya Davina terlihat khawatir lalu berjalan mendekati Cleo, pasalnya dokter Sean sudah kembali ke negaranya untuk operasi pasien nya disana.


"kadang-kadang aja kok ma" ucap Cleo lirih


"Sayang, apakah ini normal??" tanya Sebastian juga khawatir

__ADS_1


"Kita akan melakukan cek up siang ini" ucap Davina tak mau menunggu lama.


"Aku gak mau di suntik ma" Cleo langsung terlihat ingin menangis


"Enggak kok sayang, ini CT scan dan gak sakit.


Mama dan papa akan mendampinginya sampai proses pemeriksaan selesai" ucap Davina menangkup wajah putri sambungnya


"Terima kasih ma, pa, Cleo sayang kalian" ucap Cleo terharu


"Anak pintar" ucap Sebastian mengecup kening putrinya.


"Sarapan apa nih???" tanya Marsha tiba-tiba datang


"Ye ulet keket ngapain ke sini???" gumam Davina lirih namun mampu bisa di dengar oleh Marsha


"Apa kamu bilang????" tanya Marsha mendelik kesal


"aku??? aku gak ngomong apa-apa kok, itu perasaan kamu aja kali atau....


kapan terkahir kali kamu ke dokter THT??" ejek Davina membuat Sebastian tertawa kecil


"Masss kok kamu malah ketawa???


istri kamu kurang aja sama aku" ucap Marsha mengadu


"Terus aku harus gimana?" tanya Sebastian santai merasa jengah mantannya bersikap manja padanya


"Ya marahin dong, ajarin sopan santun" ucap Marsha sengit


"Ajari sopan santun???? apa kamu cukup beretika juga?


Masalah istriku bagaimana bukan urusanmu"ucap Sebastian merasa sangat kesal


Sementara ia melihat Davina tersenyum senang mendengar jawaban suaminya


"Sial, kenapa mas Tian membuatku seperti orang bodoh di depan putri kami.


Terlebih di depan wanita sialan itu???"


Apa mas Tian sudah benar-benar melupakanku??" gumam Marsha dalam hati


"Mama kenapa sih?? kami kan sedang sarapan.


papa sedang sakit jadi harus sarapan dan minum obat" ucap Cleo yang terlihat tak suka melihat kelakuan mamanya


"Sayang, mama kan hanya..."


"Mama kalau mau ikut sarapan duduk sini dekat Cleo


Biarkan papa sarapan dengan tenang" ucap Cleo menunjuk bangku di sebelahnya


Marsha dengan patuh duduk di samping Cleo.


Ia tak mau kemana Cleo padanya jadi buruk.


"Sial, aku masih harus bersikap baik dengan anak kecil sialan ini, karena melalui dia aku bisa kembali pada Tian" ucap Marsha dalam hati sambil mencoba tersenyum dan mengelus puncak kepala Cleo


Mereka lalu makan dengan tenang tanpa ada gangguan, walau mata Marsha terasa sakit melihat kemesraan antara mantan suaminya dan istri barunya.


Dan untuk pertama kalinya Marsha di buat terheran-heran melihat mantan suaminya yang sangat manja dengan istri barunya.

__ADS_1


Sebastian makan di suapi dan wajahnya berbinar senang layaknya anak kecil.


Setelah makan Sebastian dan Davina pamit pada Cleo untuk ke kamar.


"Papa cepet sembuh ya" ucap Cleo mencium pipi papanya


"Iya sayang, habis minum obat papa mau istirahat dulu ya" ucap Sebastian lalu mencium kening Cleo


"Ingat jangan kemana-mana kita mau cek up nanti siang" ucap Sebastian sekaligus memperingati Marsha agar tak membawa Cleo keluar rumah, namun ia malas berbicara dengan Marsha sehingga ia sengaja mengatakan itu pada cleo di depan Marsha


"Cepat sembuh ya mas" ucap Marsha sok perhatian


"Hemmm" ucap Sebastian lalu menggandeng istrinya menuju kamar mereka


Davina menoleh dan tersenyum mengejek membuat Marsha mengepalkan tangannya, sakit hati


"Mereka tak tahu malu, bisa-bisa nya masih pagi sudah ngamar.


Dasar otak mesum.


Apa kalian pikir aku tak tahu apa yang mau kalian lakukan, alasan saja istirahat" gumam Marsha kesal sekaligus cemburu.


Pernikahannya dengan Sebastian memang tergolong singkat. Ia menjalin cinta terlarang dengan sahabat Tian sendiri , Andy.


Hubungan itu berlangsung sejak Sebastian an Marsha masih pacaran. bahkan Andy dan Marsha sudah melakukan hubungan layaknya suami istri.


Marsha menilai jika Sebastian terllau kaku dan sok agamis karena selama pacaran ia tak pernah menyentuh Marsha.


Marsha yang terbiasa hidup bebas, membutuhkan tempat pelampiasan dan saat itulah Andy menggodanya dan terjadilah hubungan terlarang itu.


beberapa kali Marsha mengugurkan kandungannya karena hamil sebelum nikah dengan Sebastian.


Namun setelah menikah, Marsha juga masih menjalin hubungan dengan Andy, Marsha menyesal memilih Sebastian yang kekayaannya tak sekaya Andy, terlebih ia baru mengetahui jika Sebastian hanya anak angkat, sehingga Marsha berpaling lagi pada Andy.


Kehidupan di ranjang nya juga membosankan karena Sebastian yang kala itu masih belum berpengalaman membuat fantasi liar Marsha seakan tidak tersalurkan.


"Sayang mama ada yang ketinggalan di kamar mu, kamu tunggu di sini ya?" ucap Marsha lalu meninggalkan Cleo yang sedang asik bermain dengan boneka nya


"Iya Cleo cantik" ucap Marsha lalu melenggang pergi.


Marsha masuk ke dalam kamar putrinya, kamar tersebut berhubungan dengan kamar Tian sehingga ia bisa mendengarkan apa yang terjadi di sana.


Marsha menempelkan kupingnya di pintu, terdengar nafas mendesah Davina dan suara parau Tian.


Suara Tian terdengar begitu sexy di kuping Marsha.


tiba-tiba Marsha merasa hasratnya timbul.


Ia meremas dan meraba tubuhnya sendiri.


Kegiatan di kamar sebelah makin panas membuat Marsha makin kelimpungan terbawa hasrat nya


"Sial,.mengapa Tian terdengar sangat perkasa membuat si ****** itu mendesah-desah, sial aku jadi ho*ny" maki Marsha dengan pakaian yang sudah berantakan.


bra nya sudah terangkat karena ia meremas sendiri gunung kembarnya


Marsha tak sanggup lagi menahan, ia melakukan solo karir sambil membayangkan Tian di iringi suara pergulatan di kamar sebelah hingga akhirnya terdengar suara pencapaian di kamar sebelah begitu juga Marsha, nafasnya memburu dengan peluh membasahi tubuhnya.


"Sial gue jadi solo , kenapa mas Tian begitu hot sekarang?? gue jadi mau ngerasaain keperkasaannya.


Gue harus mendapatkannya!!!!" ucap Marsha yang mengatur nafasnya. Kaki nya keram karena ia berdiri sambil menyalurkan hasratnya.

__ADS_1


" Mama???.....


__ADS_2