
Panji sedang duduk dengan gelisah, wajahnya terlihat muram seperti dompet di kala tanggal tua.
Suasana hatinya buruk sejak Tian datang membawa bukti-bukti yang tak terbantah.
Padahal Panji sudah bertekad akan insyaf oleh karena itu ia mencoba menetapkan hatinya pada Mila, sekretarisnya yang penyabar dan pengertian, tapi....
Panji beberapa kali menghela.nafas dan menghembuskan nya kasar hingga di kejauhan ia melihat sosok yang sejak tadi di tunggunya.
Urat tangan Panji sampai keluar saat kedua telapak tangannya mengepal menahan marah.
Semarah apapun ia tak akan menjatuhkan tangan, sekalipun wanita itu sudah menipunya
"Mas Panji, maaf ya lama.
Pak Oscar bener-bener kebangetan deh mas.
Maaf lahir kerjaan ke aku banyak bener, mana galak lagi" gerutu Mila mengadu pada Panji dengan manja
"Apa Oscar tampan???"
"Ganteng dan tajir melintir hehe tapi buatku mas Panji paling ganteng, uang kan bisa di cari" ucap Mila seperti gadis penuh pendirian dan tak matre.
Jika itu dulu, Panji pasti akan merasa seperti terbang ke langit karena di puji oleh pujaan hatinya, namun kini yang di rasa Panji salah "Muak"
Wanita di depannya ini sungguh munafik dan sangat menjijikkan, Panji ingin sekali mencekiknya dan membuangnya ke tong sampah, tapi itu bukan penyelesaian masalahnya.
Panji mengeluarkan map yang di berikan oleh Tian siang tadi dan menyodorkannya pada, dengan bingung Mila menerimanya dan membukanya.
Ia tercengang melihat foto dirinya dalam map tersebut
"Ada yang mau di jelaskan?"tanya Panji datar
Tangan Mila bergetar, bibirnya bergetar karena gugup.
Ia tak menyangka permainan cantiknya bisa terbongkar juga, terlebih saat ia belum mendapatkan apa yang ia inginkan.
Panji memang tampan dan Mila tahu jika Panji kaya raya, oleh karena itu ia ingin menguras Panji yang di nilainya masih bisa di bodohi.
Jika Tian, dia tak punya kesempatan. Dulu Dona terus menempel seperti perangko.
"Katakan!!!!" teriak Panji membentak Mila yang masih terdiam
Suara Panji yang kencang membuat para pengunjung cafe menoleh kearah mereka
"Selama ini kau bilang Fredy sepupumu, nyatanya???.
Sial kau telah membodohi ku" teriak Panji setengah tertahan
__ADS_1
",Dia memang sepupuku" ucap Mila lirih
"Sepupu yang bisa Menghangatkan Ranjang mu???
Apa aku harus memberikanmu binti video menjijikan mu dengan sepupumu itu???" cibir Panji
Sambil tertawa sinis, tawa Panji terdengar mengerikan bagi Mila
"Sayang..."
"Jangan. panggil aku dengan panggilan itu, aku yakin jika oscar tergoda olehmu maka kau juga akan memanggilnya sayang dan mendepak ku.
Mila, mila... aku mempercayaimu, aku menyayangimu, memenuhi semua kebutuhanmu tapi kau....
Kau tak pantas di dekatku.
Jangan pernah mencari ku lagi dan datang ke kantor lagi.
Kau di pecat!!!!!" Geram Panji emosi
"Ini gak ada hubungan dengan pekerjaan, kau menyalahgunakan kekuasaan mu!!!" protes Mil tak terima
"Ku sudah menduga kau wanita serakah dan licik.
Baik nih bukti kejahatan mu.
Aku tak memperkarakan kau karena mengingat masa lalu kita, pergi dari kota ini dan jangan pernah kembali" ucap Panji lirih lalu melangkah pergi.
Ada yang sakit di hatinya melihat kepergian Panji.
Ia baru menyadari jika ia mencintai pria itu, tapi semua sudah terlambat. Mila bangkit dengan sempoyongan, ia menghapus air matanya dan berjalan pergi dengan langkah gontai.
Tanpa Mila ketahui Panji memperhatikannya dari dalam mobil
"Mila..... apa kau tahu betapa sakitnya aku???
Kau wanita yang benar-benar ku cintai tapi ternyata kau juga membuat ku sungguh kecewa" gumam Panji menatap nanar kepergian Mila.
Tiga hari berlalu, Panji tidak masuk kantor karena ja benar-benar terpukul dengan kenyataan Mila sekertaris sekaligus kekasihnya mempermainkannya sejak awal, jika saja di tengah hubungan mereka Mila selingkuh, mungkin Panji masih bisa memaafkan,
tapia sejak awal hubungan Mila sudah menipunya, itu sulit di maafkan.
Sekar terpaksa datang ke apartemen Panji, saat membuka pintu apartemen, bah alkohol menyeruak memenuhi ruangan.
Ia memang di minta oleh Tian untuk memeriksa kondisi Panji, sekaligus memberi peluang hubungan Sekar dan Panji.
Walau ragu nyatanya sekar tak bisa mengabaikan Panji begitu saja, pria itu tunangannya dan terlebih lagi Sekar mencintai Panji sejak dulu.
__ADS_1
Flash Back
Seorang gadis kecil di bully oleh kawan kawannya karena memiliki tubuh gendut dan kulit hitam, ia di dorong hingga terjatuh ke selokan.
"Apa yang kalian lakukan?? mau ku adukan guru kalian karena sudah membully orang?? bubar, awas saja kalau melakukan kekerasan lagi, aku akan jewer kalian sampai ke ruang guru" bentak seroang anak sekolah menengah pertama yang kebetulan lewat
"adik kecil apa kau terluka? tanya anak laki-laki itu lembut
"huhuhu"
"Coba kakak lihat apa yang terluka???" ucap anak laki-laki itu memeriksa, ternyata lutut serta siku anak gadis itu terluka.
"Kakak antar pulang ya, ayo naik ke punggung kakak"
"Aku aku kotol" ucap gadis kecil itu cadel, namun anak laki-laki tersebut tak perduli dan membantunya,menggendongnya sampai kediaman gadis kecil tersebut.
Dan ternyata orangtua gadis kecil tersebut adalah sahabat papa Anak laki-laki itu yang tak lain adalah Panji.
Seiring waktu makin kagum dan cinta gadis kecil itu pada Panji, gadis itu adalah Sekar, ia sendiri yang meminta kedua orangtuanya menjodohkan ia dengan Panji, namun betapa kecewanya ia setelah tahu Panji kabur dari rumah.
Panji hanya tahu di jodohkan dan saat itu Sekar masih duduk di kelas enam sekolah dasar.
Wajah dan tubuh Sekar juga sangat berbeda dengan Sekar yang sekarang, dulu Sekar gemuk dan hitam, sedang Sekar yang sekarang memiliki kulit kuning Langsat dan body yang aduhai karena ia rajin merawat diri dan olah raga.
Flash back off
"Assalamu'alaikum, pa Panji???" panggil Sekar lalu menyalahkan sakelar listrik, nampak Panji yang tertelungkup di lantai dengan botol berserakan di sekelilingnya, apartemen tersebut terlihat sangat berantakan dan bau
"Mas, mas panjiiiii" teriak Sekar terkejut.
Sekar langsung memeriksa denyut jantung Panji dan segera menghubungi Sebastian.
Tak lama kemudian Sebastian datang bersama Davina serta team rumah alit Davina langsung memeriksa kondisi Panji.
Panji di bawa ke rumah sakit karena ia terlalu banyak meminum alkohol
Selama Panji di rumah sakit, sekar lah yang merawat dan menunggui Panji, ia dengan setia menyuapi, sampai mengompres kening Panji saat demam.
Sebastian merasa kasian dengan Sekar, sahabatnya terlalu tidak punya hati.
Bagaimana ia tak bisa melihat ketulusan pada Sekar????
Seminggu kemudian Panji sudah pulang kerumah, Sekar rajin menjenguk bahkan mengurus makan Panji, pagi-pagi sekalian Sekar masak lalu mampir ke apartemen Panji hanya untuk mengantarkan sarapan, saat makan siang ia akan kembali ke apartemen Panji untuk mengantarkan makan siang Panji dan memastikan Panji minum obat, begitu pula saat ia pulang kerja, Sekar akan mampir untuk memasakkan makan malam untuk Panji baru setelah itu ia pulang ke apartemennya
Sudah tiga hari sejak Panji pulang dan rutinitas Sekar selalu Sam sejak tiga hari lalu.
Pagi ini jari libur, Sekar sengaja memasak di rumah sehingga sampai apartemen Panji tinggal makan, namun langkah kakinya terhenti saat ia memasuki apartemen Panji ia melihat ada sepatu wanita, hati Sekar dah Dig dug sekaligus di bakar api cemburu.
__ADS_1
Dengan perlahan Sekar mendekati pintu kamar Panji yang sedikit terbuka, ia melihat seorang wanita memeluk Panji sambil menangis, hati Sekar hancur.
Ia sudah menentang pembatalan perjodohan dan menyusul Panji ke Jakarta, namun yang di dapat....