Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Titip Pipis


__ADS_3

"Memang ada proyek baru ya mas?"


"Iya, proyek Akbar" ucap sebastian yang di balas senyum Angelo dan Ernest


"Honey semalam aku gak bisa tidur, menanti cicit kita mendengkur parah, dia seperti buldoser saja, menyebalkan" ucap Angelo mendengus kesal


"Astaga jadi yang semalam mendengkur kencang itu Tian?? ckckck apa cicit kita nyaman tidur dengan dia selama ini??" tanya Ernest melirik ke arah Sebastian, sementara Sebastian terlihat sangat kesal, berbeda dengan ekspresi Angelo yang tersenyum seolah menahan tawa melihat wajah kesal Tian


Jelas-jelas yang mendengkur keras adalah Angelo, dia seperti mesin pengeruk tanah, berisik sekali.


"*Anak kecil kau meminta bantuan ku untuk membuat kau tidur sekamar dengan cicit kesayanganku?? tidak semudah itu, kau harus merasakan sedikit bumbu" gumam Angelo tertawa dalam hati


"Kakek tua menyebalkan, jelas-jelas dia yang berisik dan membuatku gak bisa tidur, masukin karung dosa gak sih???" gumam Tian kesal


"Sayang aku mendengkur pun kau tetap tenang tidur, mereka sudah suami istri tentu saja tak masalah, ya kan sayang??" tanya Angelo menatap Davina, membuat Davina gugup dan tak siap menjawab


"Kakek buyut sungguh orang yang pengertian, aku mengorok semalam karena onderdil tua sudah berkarat, jadi bunyinya sudah tak merdu" balas Tian mengejek Angelo membuat Ernest tertawa terpingkal-pingkal.


Kakek tua itu mengira cicit menantunya anak yang pendiam dan tak bisa membalas keusilan Angelo.


Angelo kena mental


"Mesin apa mas kok onderdil segala??" tanya Davina bingung,


"Iya pa, kalau tua gitu buang aja" timpal Cleo membuat Ernest makin terkekeh namun tidak dengan Angelo yang melotot tajam ke arah Tian.


"Bocah tengik mengatai aku onderdil tua berkarat, sial.


Dan lagi Ernest senang sekali suaminya di bully huh" Dengus Angelo kesal


"Jangan, soalnya antik limited edition, nenek buyut masih menyukainya" ucap Tian makin berani, sementara Ernest masih terkekeh puas suaminya dapat saingan baru, sehingga ia tak sembarangan mengerjai orang


"Ya mau bagaimana lagi?? mau di retur gak bisa lagi, jadi disimpan aja deh" ucap Ernest masih terkekeh geli


"Barang antik gitu bisa di jual nenek buyut"


Kini gantian sebastian yang tertawa geli


"Kayanya gak laku yank" ucap Tian melirik ke arah Angelo yang bermuka masam kena bully cicit menantunya.


"Hahaha iya sudah gak laku sudah peot" ucap Ernest membuat Angelo melotot


"Kaya kakek buyut aja..Eh maaf kakek buyut" ucap Davina nyengir kuda menerima pelototan kakek buyutnya


"Nanti malam aku akan tidur dengan kakek buyutnya, dia kesepian tidak ada aku" ucap Ernest menyelamatkan cicit nya


"Aku bisa tidur dengan Tian" ucap Angelo urung membantu cicit menantunya


"Proyek besar untuk keluarga besar dengan anak-anak menggemaskan sepertinya bakal di undur" ucap Tian menyelipkan ancaman di kalimatnya.


Ernest menatap tajam suaminya memperingati


"Mas proyek apa sih pake keluarga segala??"


"Iya, mau buat tempat hiburan ya pa??" tanya Cleo penasaran

__ADS_1


"Tempat anak, eh maksud papa hunian untuk keluarga begitu" ucap Tian yang kebetulan bergelut di bidang real estate baru-baru ini


"Sayang, tiba-tiba aku rindu Dira dan Dina, kita pulang ke rumah ayu saja" ucap Angelo bangkit


"Kakek buyut, masa kakek gak rindu aku??? apa aku bukan cicit kesayangan kakek buyut lagi??" rengek Davina membuat Cleo melongo. Mamanya seperti anak kecil yng manja pada kakek nya


"Ah anak cantik, kakek buyut sayang kalian semua.


Baiklah kakek akan menginap dua malam lagi disini" ucap Angelo mengalah.


Seperti janji Angelo akhirnya tidur dengan Ernest, kini Sebastian berada di kamar istrinya dengan senyum lebar


"Ngapain kamu disini mas??? "


"Sayang kakek buyut dan nenek buyut tidur bareng, gak mungkin kan aku tidur diantara mereka.


Kata orang kalau ada dua orang bersama maka yang ketiganya setan, aku kan gak mau ganggu" ucap Tian beralasan


"Tidur di ruang tamu aja"


"Nanti kalau mereka kesini terus dapati aku tidur pisah kamu mau bilang apa??"


"Ya aku bilang aja mas yang mau tidur pisah" ucap Davina sebal


"Ih sayang bohong dosa tahu, aku kan gak bisa bohong" ucap Tian dengan wajah polos


Tok Tok Tok


"Sayang apa kalian sudah tidur???" suara Ernest di depan pintu. Mereka tidak tidur di kamar penghubung tapi di kamar tamu yang berada di sebelah kamar Cleo.


"Ya Tuhan romantis sekali, nenek buyut berharap bisa melihat kalian memiliki anak sebelum kami menutup mata, ya kan honey???"


"Hemmm" jawab Angelo masih kesal masalah pagi tadi


"Nenek buyut akan selalu sehat dan melihat anak-anak Davina nanti" ucap Davina memeluk Ernest.


"Baiklah kami akan keluar, selamat istirahat" ucap Ernest setengah menarik Angelo keluar dari kamar Davina dan kembali menutupnya


"Jadi???" tanya sebastian menarik turunkan alisnya


"Tidur sana, awas jangan macam-macam" ucap Davina langsung membelakangi Tian.


Sebastian memeluk Davina dari belakang , depan atau belakang ia ingin memeluk Davina


"Masssss, aku cape"


"Emangnya aku mau ngapain kamu??? kamu mikir apa sih? atau jangan- jangan kamu mikirin......"


"Mas aja yang mesum" ucap Davina dengan wajah merona merah


"Kan pikiran kamu yang kesana, apa kamu mau di tengokin???"


"Enggak" ucap Davina cepat


"Ya udah kalau gak mah"

__ADS_1


"Kamu mau kemana??" tanya Tian yang merasa Davina gelisah di dalam dekapannya


"mau pipis, mas bisa gak tidur jangan dekap-dekap segala, aku kan susah nafas" protes Davina namun wajahnya merona merah


"Enggak bisa, mas kan gak ngapa-ngapain" ucap Tian licik, ia sengaja menempelkan bibirnya di leher Davina, menghembuskan nafas di kuping Davina. Sebastian tahu titik sensitif istrinya.


"Udah lah aku mau pipis dulu" ucap Davina ingin beranjak turun namun Tian menahanny


"Aku mau pipis mas"


"Mas juga mau pipis, gimana kalau kamu titip pipis aja, jadi kan kamu gak perlu ke alamat mandi" usul Tian dengan senyum lebar


"Emang bisa???"


"Bisa lah, tergantung kamu mau apa gak nya" ucap Tian bersorak dalam hati, ternyata istri kecilnya ini benar-benar polos, mana ada orang bisa titip pipis


"Tapi gak boleh macam-macam ya" ucap Davina mengancam


"Iya, iya bawel ih, udah naik lagi sana ke kasur terus pejamkan mata kamu"


"Janji ma jangan macam-macam"


"astaga iya sayang, kamu tuh ya gak percaya banget sama suami, nanti kamu juga ketagihan titip pipis sama mas" ucap Tian bangkit lalu mengunci pintu kamar, seringai jahat terlihat di wajah tampan Tian.


Perlahan ia naik dan masuk ke dalam selimut lalu....


"Mas ngapain, aduh... ah mas... masssss" Davina yang tadinya memberontak dan berteriak lama-lama malah mengerang, Tian segera melancarkan aksinya,


Davina berteriak bukan karena menolak tapi karena pencapaian, Davina memukul dada Tian pelan karena kelelahan, akhirnya Tian berhasil menyiram sawahnya setelah sekian lama.


Perlu trik sedikit untuk mendapatkannya hehehe


( hayoo jangan di praktekan ya nitip pipis nya hahaha)


Setelah setengah jam Tian mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi dan melakukan lagi dan lagi, hingga akhirnya Davina pasrah dan tertidur.


Keesokan paginya davina tak keluar dari kamar, mereka bangun kesiangan karena keja restoran bercocok tanam sepanjang malam.


Sebastian hanya nyengir kuda saat berpapasan dengan Ernest , seperti kode Tian hanya memberi jempol sebagai tanda sukses nya semalam lalu membawa nampan berisi makanan untuk Davina dan juga dirinya.


Tanpa mereka ketahui, Ernest memberikan suplemen untuk Davina sekaligus obat afrodisiak, kemungkinan keduanya tak akan keluar kamar hingga malam nanti


"Kau pikir anak kecil itu mampu membuat cicit kita hamil lagi??" tanya Angelo menatap kepergian Tian


"Tentu, dalam minuman itu juga ku kasih suplemen, kakek tua kita akan bisa melihat cicit kita punya anak"


ucap Ernest di sambut senyum lebar Angelo membayangkan melihat Davina dan anak-anaknya.


Satu jam setelah makan, Davina merasa tubuhnya tak enak, terlebih lagi melihat Tian sehabis mandi hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggang,


Rambutnya yang basah menyisakan tetesan air yang menurut davina sexy.


Kini Davina yang menerjang Tian, tak memberi ampun Tian hingga beberapa kali.


Tak terasa hari beranjak sore mereka baru terbangun dari tidur saat mendengar suara panggilan sholat Maghrib, mereka berdua sholat lalu melanjutkan acara mereka dan berakhir mandi lagi, keduanya tak keluar kamar hingga pagi karena seperti nya Ernest mengatur asisten rumah tangga mengirim makanan untu mereka saat makan malam, buah, juice, nasi dan lauk-pauk, kali ini Davina memeriksa semuanya dan aman. Ia tak sanggup lagi jika harus bergadang lagi.

__ADS_1


kejahilan kakek dan nenek buyut ya berbuah manis dan lelah.


__ADS_2