Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Perdebatan Tiga Kurcaci


__ADS_3

Davina mengemudikan kendaraannya menuju sebuah cafe yang menjadi tempat pertemuan antara dirinya dan Agatha di sana sudah menunggu Agatha dan Shandy. Mereka bertemu untuk membahas kecelakaan yang menimpa Cleo.


Akhirnya Davina sampai di sebuah cafe yang merupakan salah satu miliknya sebenarnya cafe tersebut hanya formalitas yang Davina buat saat mereka ingin mendiskusikan sebuah kasus dengan suasana santai. Cafe tersebut memiliki sebuah ruangan privasi yang dikhususkan bagi kepentingan organisasi Angel Devil.


"Halo semuanya maaf ya aku agak telat "ucap Davina


"It's oke, kami baru sampai juga kok santai aja "ucap Sandy


"Kalian juga di sini "tanya Davina pada kedua Kakak kembarnya


"Bagaimanapun Cleo adalah keponakan kami, sudah tugas omnya untuk membantu menemukan pelaku penabraknya "ucap Daffi


"Baiklah ayo ayo kita duduk, loe mau pesan apa beb" tanya Agatha pada Davina


"Gua butuh kopi yang strong biar kewarasan gue terjaga "ucap Davina santai


Agatha hanya menggelengkan kepala melihat sikap Davina yang terlihat santai.


Setelah memesan minuman untuk Davina, Agatha kembali duduk.


"Jadi bagaimana perkembangannya, apakah sudah ada kemajuan?"tanya Davina pada Agatha


"Sejauh ini seperti yang gue bilang sama elu, kalau Marsha kemungkinan besar adalah dalang dibalik kecelakaan Cleo "jawab Agatha


"Gue setuju sama apa yang Agatha katakan berdasarkan bukti yang kita peroleh semuanya mengarah pada satu orang, Marsha" timpal Shandy menambahkan


"Menurut gua juga seperti itu, apa loe punya pendapat lain? "Tanya Daffa yang sejak tadi diam saja


"Sebenarnya gue penasaran Apa yang membuat lu berfikir jika Itu Bukan Marsha? "Ucap Daffi


Berdasarkan penyelidikan yang Agata lakukan di lokasi kejadian tepatnya di depan rumah kediaman mantan mertua Sebastian, Agatha menemukan beberapa keganjilan.


Diantaranya adalah lokasi tempat kejadian merupakan pemukiman kompleks yang jarang dilalui oleh kendaraan karena posisi rumah mertua Sebastian yang berada di blok ujung.


Agatha langsung menginvestigasi beberapa orang yang menjadi saksi di tempat kejadian sementara sendi langsung mencari CCTV yang berada di sekitar area kejadian.


Beruntung mereka mendapatkan rekaman CCTV yang berada di depan rumah mantan mertua Sebastian.


Berbekal dari rekaman CCTV yang diperoleh Agatha dan timnya langsung menyisir tempat-tempat yang dicurigai. Sementara tim IT meretas CCTV yang berada di lalu lintas.


Dari rekaman itu terlihat pengendara motor yang menabrak Cleo menuju arah luar kota.


karena berdasarkan penelusuran plat nomor yang digunakan oleh tersangka merupakan plat nomor bodong alias palsu.


Hingga penyelidikan mereka tertuju pada satu orang yang diduga sebagai pelaku penabrakan Cleo. Pria ini merupakan residivis kambuhan yang bekerja secara profesional di bawah naungan suatu organisasi bawah tanah. Siapapun musuhnya Davina berjanji akan menuntas semua sampai ke akar-akarnya termasuk memberi pelajaran pada siapapun yang berani mengganggu keluarganya.


Davina yakin bahwa kejadian ini ada sangkut pautnya dengan Sebastian. Mengingat kejadian di mana Sebastian dan dirinya sedang berbulan madu.


Davina memerintahkan Agatha dan anak buahnya untuk mengusut sampai tuntas namun Davina meminta pada Agatha Jangan bergerak dulu, menunggu pelaku penabrakan membawa mereka pada dalam dibalik kecelakaan Cleo.

__ADS_1


Setelah sehari semalam tim Agatha mengikuti pria tersebut mereka menemukan sebuah fakta yang mengejutkan, semua bukti mengarah kepada seorang wanita yang setelah ditelusuri adalah mantan istri dari Sebastian.


Pria itu terlihat menemui Marsha di sebuah cafe 5 jam setelah kejadian. Agatha menyimpulkan bahwa Marsya Allah dalam dibalik kejadian ini namun Davina berfikir lain ia meminta Agatha untuk menahan diri sampai mereka mendapatkan bukti yang konkret mengenai semuanya.


"Entah mengapa gue merasa ini tak sesederhana terlihat" ucap Davina berfikir keras


"Semua bukti mengarah pada wanita itu, jangan bilang adik gue setelah menikah otaknya tumpul dan gak bisa membaca situasi lagi" goda Daffa dengan ucapan pedasnya


"Sembarangan, ap perlu gue bilang ke mama kalau kak Daffa memacari empat cewek sekaligus????" ancam Davina kesal


"Cih dasar tukang kuntit" ucap Daffa tak berani membalas kartu as nya sudah di pegang Davina.


"Hahaha mam*up, cowok dingin kaya loe aneh bener banyak yang nempel" ledek Daffi membuat Daffa melotot kesal


"Back to laptop guys" ucap Agatha menengahi ketiga anak kembar di depannya sedang saling serang.


Tujuan mereka disini untuk mencari pelaku dan dalang di balik kecelakaan Cleo.


"Mereka tahu pria sekeren apa gue, cuma gue kasian sama loe Daffi. Masih aja nyimpen cewek expired model Renata. Dia jelas-jelas udah nyakitin loe" ucap Daffa membalas Daffi


"Kau...."


"Kenapa kalian jadi saling serang sih, dua-dua nya cowok aneh" teriak Davina membuat Agatha tertawa terkekeh


"Diaaaammm" ucap keduanya serentak


"Bosan hidup" ucap Davina membuat kedua kakaknya bungkam


ini perdebatan tiga kurcaci" ucap Agtha menggelengkan kepalanya.


"Ayo balik ke masalah ya" ucap Shandy menahan senyum melihat keluarga unik di depannya


"Apa yang membuat loe masih sangsi bukan Marsha pelakunya???" tanya Daffa kembali serius


"Ada yang janggal"


"Bukti mengarah semua ke wanita itu, ada transaksi keuangan, Marsha mentransferkan sejumlah uang pada pria itu" ucap Daffi menyodorkan selembar kertas pada Davina.


Terlihat Davina hanya memandang kertas itu tanpa berkata apa-apa membuat semua orang saling pandang


"Bukti apa lagi yang loe perlu beb??? semua sudah kita kantongi. Tinggal menyerahkan ini kepada pihak berwajib dan beres.


"Beri gue waktu seminggu.


sementara ini terus pantau. laporkan perkembangannya padaku"


"Baik"


"Mengenai dokter untuk putriku apa sudah sampai Indonesia???" tanya

__ADS_1


"Semua nya sudah beres, dokter tersebut sudah menempati apartemen" Davina mengangguk


"Aku lapar" ucap Davina lalu mereka semua makan siang bersama.


Tak lupa Davina membawakan makan siang untuk suaminya dan beberapa desert untuk putrinya, ia juga membeli sebuah boneka besar untuk putri sambungnya.


Sampai rumah sakit jam sudah menunjukkan pukul satu siang, Davina bergegas menuju ruang perawatan Cleo.


Davina menghentikan langkahnya saat samar-samar dari luar kamar perawatan Davina terdengar tawa Cleo dan suara seorang wanita.


Davina tak mengenali suara tersebut.


jika itu adalah mantan mama mertua Tian, Davina bisa mengenali walau baru pertama kali bertemu.


Tapi suara wanita itu asing bagi Davina.


"Siapa yang datang menjenguk Cleo ya??" gumam Davina dalam hati.


Pintu kamar rawat terbuka, Lasmi keluar dengan suaminya


"Eh ada nak Davina" sapa Lasmi


"assalamu'alaikum Tante, om" sapa Davina menyalami kedua orangtua itu


"Cepat masuk, Cleo mencari mu" ucap Hendrawan


"kalau begitu Davina pamit masuk dulu ya om, Tante" ucap Davina sopan


"Sebentar nak, itu...


di dalam ada mama nya Cleo, Tante harap kamu gak salah paham kami..." Lasmi takut kedatangan putrinya membuat Davina salah paham


Davina tersenyum dan memegang tangan Lasmi


"Tante, putri Tante berhak menemui Cleo.


Bagaimanapun dia mama kandung Cleo.


Davina tak akan melarang mereka bertemu.


Tante gak perlu khawatir ya" ucap Davina dengan senyum lebar membuat Lasmi dan suaminya lega


"Davina masuk dulu ya Tan, om, permisi" Davina segera mengetuk pintu dan masuk ke dalam


"Papa suka anak itu, dia sangat sopan" ucap Hendrawan menatap Davina


"Mama juga menyukai anak itu pa.


Mama yakin Davina sosok yang cocok untuk menjadi mama sambung bagi Cleo.

__ADS_1


Mama imut bahagia untuk Tian." ucap Lasmi yang di balas anggukan Hendrawan.


__ADS_2