Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Nasihat Anak Kecil


__ADS_3

"Sayang berhentilah pura-pura, kita sudah meninggalkan restoran" ucap Sebastian mencubit hidung mancung istrinya dengan gemas


"Hoooaaaammm, sayang kita sudah pulang???" tanya Davina menguap


"Dasar ratu acting, kau bisa membohongi semua orang tapi tidak denganku" ucap Tian tertawa kecil


"Apa acting ku buruk???, ah kau menyebalkan sayang" ucap Davina langsung duduk dengan wajah cemberut


"Justru akting mu bagus, tapi kau lupa aku suamimu yang biasa melihatnu tidur.


Dasar usil. kau sengaja kan mau buat Dona cemburu???" ucap Tian menggelengkan kepalanya sambil menghentikan mobilnya


"Huh, gak asik"gerutunya lagi lalu kelar dari mobil dan pindah duduk di samping Sebastian sambil bersedekap dada


"Aku hanya menjaga suamiku dari ulat bulu yang gatal" ucap Davina sengit


"Hahaha ulat bulu, ada-ada saja.


dengan Davina jovanka Baskoro, aku hanya mencintai kamu dan hanya akan mencintai kamu, seeeeeeelaaaaaaamaaaaaanyaaaaaaaaa.


Puas???" ucap Sebastian sengaja mengucap panjang kalimat selamanya, membuat senyum manis mengembang di bibir istrinya


"Aku juga ..."


"Huh kalau kamu baru mas sangsi, soalnya kamu genit" gerutu Tian


"Aku genit???"


"Iya setiap melihat pria tampan matamu melorot besar" protes Tian cemburu


"Hahaha aku kan penggemar pemandangan bagus, tapi percayalah cintaku hanya untuk duda tampanku.


apa kau lupa??? kau sudah merebut hati perasanku sejak aku balita" ucap Davina asal membuat Tian tersenyum lebar


"Itu benar, maka ingat hanya ada aku"


"Tentu saja hanya ada pria tua ini"


"davinaaaaa!!!!!" teriak Tian kesal di panggil pria tua. namun Davina tak perduli, ia tertawa cekikikan sampai perutnya sakit. Sebastian paling benci di bilang pria tua.


"Tenang sayang sekalipun kau tua aku tetap cinta" ucap Davina terkekeh, puas sekali ia meledek suaminya sampai akhirnya ia kelelahan dan tertidur pulas


"Sebastian tersenyum melihat wajah damai istrinya, wanita usil, pemberani dan menggemaskan.


Sesampainya di rumah, Tian membopong Davina yang tertidur pulas sampai kamar, meletakkannya dengan perlahan di atas kasur lalu ia mencuci muka dan gosok gigi.


senyum usik menghias wajahnya yang tampan.


Sebastian mendekati istrinya dan menciuminya.


ia meremas dua bukit milik istrinya yang terlihat lebih berisi karena kehamilannya membuat Davina yang sedang tertidur terganggu


"Mas kamu lagi apa?" tanya Davina lirih


"Menghukum mu" seringai jahat Tian


"Mas aku mengantuk" ucap Davina malas


"tidurlah, aku tak akan mengganggu" ucap Sebastian tersenyum penuh arti.


Ya tidak membangunkan Davina, tapi tangan Sebastian aktif seperti montir bengkel yang sedang bekerja membuat Davina mau tak mau terganggu karenanya dan Sebastian bersorak dalam hati


"Siapa suruh mengerjai ku sayang???" gumam Sebastian


Akhirnya Sebastian melancarkan aksinya, mereka melakukan olah raga malam, merenggut manisnya cinta dalam penyatuan jiwa.


Hingga akhirnya mereka mencapai puncaknya dan terkulai lemah


"Kau menyebalkan mas" gerutu Davina mengatur nafasnya


"Sepertinya beberapa waktu lalu ada yang bilang mengantuk, sepertinya malah dia yang semangat" ucap Sebastian menyindir istrinya


"Pergi kau mesum, ucap Davina mendorong suaminya, ia tak menyangka Sebastian malah jatuh terduduk.


bukan membantu Davina justru tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi Tian yang terkejut


"Hahahhaa ngapain kamu mas di bawah sana???" tanya Davina mengejek


"Di tendang macan betina, mauuuuuunnnngggg" ucap Tian kesal, sementara Davina terus menertawainya sampai sakit perut


Tok Tok Tok

__ADS_1


"Maaaaaamaaaaaa" teriak Cleo dari balik pintu


"Kamu sih ketawa keras-keras, ngundang anak kecil datang kan?" gerutu Sebastian yang langsung ngibrit ke kamar mandi seperti maling yang takut tertangkap


"Mamaaaaa bukaaaaa" teriak Cleo terus mengetuk pintu kamar


Davina segera meraih dasternya dan memakai kimono tidurnya, membuka pintu kamar sebelum Cleo kembali berteriak


"Ada apa sayang??? kenapa kamu mengetuk kamar mama dan papa???"


"Mama aku mau tidur di kamar mama" ucap Cleo lalu nyelonong masuk ke dalam kamar


"Ih kamar mama bau" ucap Cleo menutup hidungnya, Davina hanya bisa nyengir kuda, ia tak bisa berkomentar apapun.


"Perasaan Cleo saja kali"


"Papa mana ma??? kenapa kasur mama berantakan??" tanya Cleo duduk di pinggir tempat tidur


"Owh tadi papamu tidur sampai jatuh, dia mengigau" ucap Davina menahan senyum.


Sementra Sebastian menguping pembicaraan istri dan anaknya.


Ia berharap Cleo segera keluar kamar sehingga bisa melanjutkan sessions kedua nya.


Namun setelah setengah jam di dalam kamar mandi, Cleo tak kunjung pergi


"Ma, papa lagi ngapain sih di kamar mandi???


Jangan-jangan pingsan ma?" ucap Cleo yang terus menatap pintu kamar mandi


"Hahaha, mama periksa ya" ucap Davina tersenyum canggung


"Mas, mas Tian" panggil Davina.


Cekreeeeek


Pintu kamar mandi terbuka, dan Davina langsung di tarik masuk


"Apa Clao sudah pergi??" Davina menggeleng


"Kau ngapain di dalam??? bisa masuk angin kamu mas"


"Hadeh kenapa gak kembali ke kamar nya sih? gak tahu apa papanya mau buat Dede kecil yang imut lagi" ucap Tian membuat Davina menepuk dahinya sendiri.


Anak sendiri saja mau di singkirkan


"Anak gundul mas, aku kan lagi hamil, sudah cepat pakai bajumu.


Sebaiknya kalau mandi keramas yang bersih, biar otakmu juga gak ngeres" ucap Davina kesal


"Lah kan gak ada salahnya buat satu lagi, biar dedek bayi di dalam sana gak kesepian ya kan???"


"Astaga susah berbicara denganmu.


Besok ikut aku kamu mas"


"Kemana sayang???" tanya Sebastian bingung


"Ke rumah sakit, memeriksa kejiwaan mu" Dengus Davina kesal lalu berjalan keluar kamar mandi


"Ih sensi bener, kan niat kita baik.


Biar Dede utun bisa main sepak bola di dalam sana kalau ada dua ya kan??" gumam Sebastian menyeringai lebar


"Dasar stress" ucap Davina menjulurkan kepalanya, ia masih mendengar ucapan suaminya


"Ya Allah semoga anakku tak stress seperti papanya" doa Davina mengelus perutnya yang masih rata


"Papaaaaa, papa habis pup ya???


lama bener"


"Papa habis mandi sayang"


"Kata papa mandi malam gak bagus buat kesehatan.


Tapi papa malah keramas" protes Cleo membuat Davina mau tak mau menatap suaminya, mencari jawaban yang pas


"Owh tadi pas papa dan mama keluar makan malam.


Kepala papamu kena pup burung, makanya kotor.

__ADS_1


Masa gak di cuci??? kan jorok" ucap Davina membuat Sebastian tersendak salivanya sendiri


"Tuh kan papa sakit, ma buatkan teh hangat"ucap Cleo pada Davina


Sebastian melotot meminta penjelasan Davina, sementara Davina hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.


"astaga istriku, darimana ide mengarah indah itu??


bener-benar ...


Bisa-bisanya menyindirku sekaligus memberi alasan pada putriku.


Hanya bisa pasrah tanpa bisa memprotes.


Davina, Davina dasar bisa-bisanya kepikiran seperti itu" gerutu Sebatsian menatap istrinya yang pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk ya


"Pa, kepalanya usaha bersih belum, ih Cleo jijik" ucap Cleo dengan ekspresi bergidik membuat Sebastian tersenyum kecut.


"Nak, kau percaya mama mu, papa mandi karena habis membuat dedek kecil untukmu"


"Ih papa di ajak ngomong juga cuma senyam senyum aneh ih.


Pa pup burung tuh bau gak sih?" tanya Cleo lagi membuat Tian menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Ia tak tahu harus menjawab apa???


Pasalnya Tian belum pernah mengalami.


Itu hanya karangan Davina saja.


"Istri kurang asem, kalau begini aku harus jawab apa dong???" gerutu Tian pelan


"Kayanya papa shock bener ya??.


Yang sabar ya pa" ucap Cleo salah mengartikan.


menepuk bahu papanya memberi kekuatan.


ingin rasanya Tian menangis, ia di fitnah.


"Sayang ini teh hangatnya" ucap Davina menyodorkan segelas teh hangat pada Tian


"Ma, papa kayanya shock karena burung pup di kepalanya.


Cleo mau kembali ke kamar aja lah, gak jadi nginep di kamar mama.


Owh ya, orang dewasa mengajarkan anak kecil suruh rapih kamarnya, tapi papa dan mama kamarnya kaya kapal pecah, ckckckck.


Sprei mama juga bau, ganti sana, jorok" ucap Cleo berjalan sambil mengibaskan rambutnya"


Davina dan Tian hanya bisa melongo di marahi putri mereka.


Tiba-tiba pintu terbuka kembali dan kepala Cleo nongol


"MET malam papa dan mama, lope you" ucap Cleo


"MET malam sayang, lope you too" ucap Davina dan Tian serentak.


Pintu kembali tertutup


"Kita habis di ceramahi anak kita" ucap Davina lirih


"Iya, sebaiknya kalau habis buat anak, jangan di buka pintunya walau dia mengetuknya" timpal Sebastian sama shock nya


Davina mengangguk setuju dengan ucapan suaminya


"Aku mau mandi dulu" ucap Davina bangkit.


Otaknya kusut


"Sayang, bagaimana jika buat anak lagi?" tanya Tian sambil memasang wajah penuh senyum


"Kau.... buat anak sama kucing sana" ucap Davina sewot, segera masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya


"Meooongggg meooonnnggg" ucap Tian sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi


"Dasar gila" Dengus Davina dalam hati, tapi ia juga senyum-senyum melihat kelakuan suaminya.


Kebahagiaan itu sederhana, semoga rumah tangganya akan langgeng selamanya.


Setelah selesai mandi rupanya Sebastian sudah tertidur pulas.

__ADS_1


Kasur juga sudah di ganti dengan yang baru, Davina tersenyum sekaligus bersyukur suaminya sangat pengertian


Setelah mengeringkan rambutnya, Davina lalu menyusul Tian membaringkan tubuhnya di samping Tian, tak lama kemudian ia tertidur pulas.


__ADS_2