
Namun saat Daffi dan Rose yang di pasangkan dalam satu regu sudah naik diatas atap, seorang penjaga melihat mereka, dan Daffi dalam bahaya karena penjaga itu mengarahkan senapan ingin membidik Daffi, Rose dengan cekatan melemparkan jarum beracun nya membuat penjaga itu langsung roboh Tanpa sempat melemparkan peluru panas ke arah Daffi.
Suara penjaga yang terjatuh dan langsung menghantam pot di belakangnya, membuat rekan mereka menyadari ada penyusup.
Daffi terkejut masih terdiam di tempatnya, ia melongo dan mengacungi jempol ke arah Rose yang di balas Rose dengan menjulurkan lidahnya
beberapa orang langsung mendatangi tempat mereka, rose dan Daffi langsung bekerjasama melibas semua para penjaga.
Hanya dalam hitungan menit, semua lumpuh terkapar di lantai.
Keduanya masuk melalui atap bangunan tersebut.
perlahan lahan, lalu mereka berpencar, beberapa orang dengan mudah di tumbangkan.
Saat Daffi menuju ke ruang tengah, ia melihat Rose yang sedang berkelahi dengan penjaga, sebuah belati tajam hampir mengenai leher jenjang gadis mungil ini.
Ia kesulitan melawan seornag pria yang ukuran tubuhnya empat kali darinya.
"Pria raksasa sialan" maki rose berusaha menahan belati dari tangan pria tersebut.
Daffi yang melihatnya langsung membidikkan Pistolnya dan pria itu tumbang menindih rose membuat rose menjerit terkejut juga keberatan
pasalnya posisi pria itu diatas Rose.
"Gorila sialan, kenapa loe jatuh diatas tubuh gue???
Ya Allah tubuh gue gepeng" ucap Rose .e.buat Daffi terkekeh melihat mimik muka dan ucapan Rose
Senjata yang Daffi tembakkan adalah senjata rakitan yang berisi setrum yang akan langsung meledak ke arah target.
senjata buatan Bruno boleh juga, tak kalah keren dari senjata milik Daffa. Jika senjata Bruno adalah setrum kejut, Senjata Daffa merupakan senjata bius.
"Hahaha, kita sedang misi kenapa kau malah berpelukan dengan panda??" ejek Daffi sambil menunjuk rose yang berusaha mendorong tubuh besar yang menindihnya
"Sialan loe, ini bukan panda tapi gorila, cepat bantu gue" ucap Rose mendengus kesal.
Daffi terus tertawa puas, ia lupa jika mereka sedang dalam misi berbahaya.
Daffi membantu Rose menyingkirkan pria raksasa itu, namun karena suara tawa Daffi memancing penjaga lain datang, mereka langsung menembakkan peluru kearah keduanya.
Rose langsung melemparkan Jarum beracun nya, dua penjaga tumbang.
Daffi kembali diselamatkan oleh Rose.
Daffi lalu meloncat ke arah pilar besar di sisi kanan mereka.
Setelah terbebas dari himpitan pria besar itu, Rose juga berguling ke arah pilar besar yang tak jauh darinya di tempat Daffi berada.Tembakan terus menghujani mereka.
__ADS_1
para penjaga itu berpencar untuk mengepung Rose dan Daffi.
Rose sedang berpikir keatas untuk mengetahui lokasi para penjaga itu sehingga jarum beracun yang ia lempar tak sia-sia
"Lain kali kalau misi, tutup mulutmu!!!
kau bisa membunuh kami!!!" ucap Rose kesal, karena ulah Daffi ia dalam bahaya.
adu senjata api masih berlanjut, beberapa anak buah Rose terkena terjangan timah panas itu dan tak berkutik dalam persembunyian mereka.
Sebenarnya ia ingin berterima kasih pada Daffi si pria menyebalkan ini, tapi gara-gara dia ia dan Team nya juga dalam bahaya.
Rose mengeluarkan kaca make up nya, yang langsung terkena peluru nyasar.
Ia memaki kecil dan terus menggerutu
"Sialan, make up ku yang mahal.
kalian harus membayarnya!!!" gerutu Rose
Rose melihat sekeliling DNA tersenyum, sebuah kaca besar yang telah pecah sebagian memberinya angin segar, ia bisa melihat pemandangan di depannya dan melihat lokasi musuh.
Rose lalu ia pasang ancang-ancang, ia berguling sambil melemparkan beberapa jarum beracun tepat mengenai beberapa penjaga, mereka tumbang. lalu Rose meloncat dan kembali melemparkan jarumnya, penjaga itu bernasib sama dengan kawan mereka, semua sudah di libas abis oleh Rose
Saat Daffi keluar dari persembunyiannya, ia melihat musuh mereka sudah di lumpuhkan rose semua.
Dalam misi kali ini ia menguncir dua rambutnya yang pirang, menggambar lope-lope kecil di pipinya dan memakai lipstik merah merona dengan eyeshadow berwarna pink, tak tampak seperti orang mau berperang, tapi lebih mirip seperti ABG yang mau cosplay.
Daffi jadi teringat seornag tokoh film kekasih Joker, Harley Quinn.
Ya rose mirip dengan wanita itu, pemberani, eksentrik dan sedikit gila.
Rose mendekati mereka dan menggeleng pelan, memeriksa satu persatu korbannya, sementara Daffi membantu anggota teamnya yang cidera.
ia meminta mereka bersembunyi dulu.
Beruntung luka mereka tak parah dan mereka di bekali oleh obat dan juga keahlian dalam menghentikan pendarahan.
Daffi kagum pada adiknya.
pasukan merek sepeti ninja dalam jaman modern.
Setelah memastikan anggota yang cidera selamat Daffi menghampiri Rose yang masih saja menggerutu sendiri
"Sial, mereka tumbang dengan tak elegan.
huh maha karya buruk" ucap rose menendang penjaga tersebut. Ia mengembik jarum beracun nya satu persatu, lalu mengoleskan sesuatu sebelum kembali masuk ke dalam pakaian yang di rancang khusu untuk menyembunyikan jarum beracun tanpa mengenai si pemakai.
__ADS_1
"Jelek, sangat jelek" ucap Rose sambil memeriksa kantong para penjaga dan nyengir kuda
"Apa yang jelek???"
"Mereka tak cantik karena terkena jarum ku di wajah" ucap rose sedih membuat Daffi ingin sekali berteriak kesal, tapi ia urungkan.
Daffi kira wanita itu sedang menggerutu apa?
Tapi rupanya....
Sungguh wanita aneh!!!
"Rose ayo ke lantai bawah, apa yang kau lakukan???"
"Sebentar aku ada perlu dengan para penjaga sialan ini" maki rose terus memeriksa satu persatu pria itu
ia menyeret mereka lalu menjejerkan mereka semua,
kemudian mulai mencari sesuatu membuat Daffi kebingungan
"Mau apa tuh cewe gelo??? sempat-sempatnya dia menjejerkan tun penjahat, dasar aneh" gerutu Daffi sambil menggelengkan kepalanya
ia tak bisa meninggalkan Rose begitu saja.
Bagaimanapun Ia hutang nyawa pada Rose, si gadis aneh.
"Mereka sudah merusak kaca make up ku, mereka harus ganti rugi" ucap Rose lalu tersenyum lebar
"Paman, aku ambil uangmu karena kau merusak kaca make up ku.
Owh ya ini untuk pengobatan team ku yang cidera, dan ini biaya karena aku tertindih gorila bau tadi dan terkejut, ya sisanya hanya beberapa euro, kalian tak membutuhkan ya di penjara xixixi" ucap Rose cekikikan sendiri
Ia meminta team nya yang selamat untuk mengikat mereka.
Rose kali ini mengeluarkan sebuah tali berwarna pink yang lebih mirip seperti tali rami, tapi jangan salah kekuatan tali itu berkali-kali lipat tidak sesuai dengan ukuran dan warnanya.
Bahkan tali ini bisa menahan bobot satu ekor badak dan tak bisa putus
"Bereskan mereka, aku akan kebawah, ayo comen" teriak Rose
Daffi masih terdiam di tempatnya
"Heh cowok Cemen, cepet kau menghambat pekerjaanku" teriak Rose membuat Daffi melongo, di bawah tawa dan senyum-senyum anak buah Rose Daffi merasa harga dirinya hancur
"Dasar cewek sinting" maki Daffi
"Yang sabar ya pa Daffi" ucap lirih salah seorang anak buah Rose
__ADS_1