Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Jalen aliaa Jawa Tulen


__ADS_3

Satu bulan berlalu, rumah tangga Davina berjalan kembali normal walaupun Davina belum kembali ingatannya, namun ia menikmati hidupnya saat ini, lupa ingatan tak menghalangi kebahagiaannya.


Marsha juga sudah mendapatkan hukumannya, ia di tuntut hukuman lima belas tahun penjara.


Marsha terkena setidaknya empat pasal.


pasal penculikan, penyekapan, kekerasan.


Namun karena Marsha di diagnosa mengalami gangguan jiwa, ia di rujuk ke rumah sakit jiwa dengan keamanan ketat.


Kedua orangtuanya Marsha sangat shock mengetahui kenyataan bahwa cucu kesayangan mereka ternyata bukan anak Marsha, tapi anak wanita lain yang Marsha culik.


Akibatnya papa Marsha terkena serangan jantung dan mama nya stroke karena tekanan memikirkan kelakuan marsha yang di luar nalar mereka.


Sebastian berusaha menghibur mama Marsha, kedua orang tua itu tak bersalah.


Sebastian terus meyakinkan mama Marsha jika ia masih bisa menemui Cleo kapanpun jika ia mau, hanya saja Sebastian memohon pada mama Marsha agar rahasia tentang asal usul Cleo di rahasiakan demi psikologis Cleo dan mereka setuju.


Mama nya Marsha tak keberatan, ia tak perduli Cleo anak Marsha atau bukan, karena bagi mereka Cleo akan selalu jadi cucu kesayangan mereka.


Terkadang anak bisa jadi kebanggaan dan pusat kebahagiaan orang tua tapi terkadang juga anak bisa jadi cobaan hidup bagi orangtuanya.


Sementara nasib Andy tak jauh berbeda dengan Marsha, dia dihukum dua puluh tahun penjara lebih berat dari Marsha, pihak berwajib tak memberi keringanan sedikitpun walau Andy lumpuh, pria itu ternyata memiliki track record sebagai pedofil juga dan banyak korban yang melaporkannya.


Tak berbeda dengan dua orang tersebut, nasib Liona tak kalah buruk, Liona di tuntut dua puluh tahun penjara karena telah menyebabkan hilangnya nyawa, pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan.


Selama sidang berlangsung, tak seorangpun yang hadir dalam persidangan Liona hingga Ketuk palu. Liona tak berharap Sebastian akan datang mengingat pria itu sangat membencinya.


Ya sangat wajar Sebastian membencinya atas semua ya terjadi, ia lah yang membuat bencana dalam kehidupan sebagian, Liona amat sangat menyesal dan masih berharap Tian memaafkannya walau itu sangat tak mungkin, bahkan Tian saja tak mau mengakuinya sebagai mama kandung putri mereka, namun Liona bisa apa???


Liona sangat berharap Gabriel dan Oscar datang dalam proses persidangan, setidaknya kehadiran mereka bisa memberi kekuatan untuk Liona, namun tak seorangpun yang datang.


Gabriel, pria yang selalu tersenyum dan melindunginya, namun pria itu tak menampakan bayang hidungnya hingga sidang selesai dengan putusan hukuman dua puluh tahun.


Liona sangat menyesal, kebodohan yang akan ia sesali seumur hidupnya.


Ia sendirian, kesepian menjalani hukuman dalam penjara yang sempit dan pengap dalam rasa penyesalan yang tak ada akhir.


Sementara di kediaman Sebastian


Gabriel dan Oscar pamit kembali ke negara mereka, sudah lebih dari dua bulan mereka di tanah air.


mereka tak bisa terlalu lama meninggalkan perusahaan mereka.


"Gue pasti bakal kangen kalian" ucap sebastian memeluk Gabby dan Oscar secara bergantian


"Come on loe gak bakal kangen kami.

__ADS_1


Buktinya kau lebih sibuk dengan istrimu" protes Oscar yang membuat Gabby dan Sebastian tersenyum


"Makannya cari istri, bukan pacar ya.


Kalau pacar mah nyomot di jalan banyak" ucap Tian meledek sahabatnya yang terkenal play boy itu


"Gorengan kali comot di jalan" ucap Oscar membuat ketiga pria itu tertawa


"Ketawa gak ngajak-ngajak" teriak Panji dari arah pintu depan


"Ngapain ngajak loe??? rugi" cibir Gabby membuat Tian dan Oscar tertawa.


Gabriel ternyata memiliki selera humor juga, ini pasti karena terlalu lama bergaul dengan Panji


"Kejam loe bro,"


"Ngapain loe kesini??" tanya Tian melirik jam di pergelangan tangannya, sudah pukul sebelas siang yang artinya masih masuk jam kerja


"Sekali-kali sih bos gue bebas, kejam bener gue kerja Mulu. kaya kaga tipes iya gue " protes Panji


"Lah kan memang loe tipes bukan??" goda Oscar


"Kampret, ini bukan tipes tapi cacingan, puas???" sungut Panji yang sadar arah pembicaraan Oscar menyangkut berat tubuhnya yang tergolong tipis


"Panji, Panji, gaji gede beli vitamin sama obat cacing, malu-maluin loe" cibir Gabbriel membuat semua orang tertawa tak terkecuali Davina yang datang membawa minuman untuk mereka


"Denger tuh Ji, loe obat cacing di kumur sih bukan di minum" ledek Davina menimpali


"Najis" teriak Oscar lalu semuanya kembali tertawa


"Jadi kalian mau balik kapan???"


"Besok "


"Eh balik kemana sih?? apa kalian mau pulang kampung??"


"Panjul, kalau pulang kampung itu buat loe, tapi mereka pulang kota" ucap Sebastian yang di balas cengiran Panji


"Iya lah apa aja, jadi gue bakal kesepian lagi deh"


" Eh Jalen, kami senang pulang kembali ke negara kami, setidaknya kalau tidur gak keganggu sama suara ngorok loe" ucap Gabbriel yang stress karena Panji ngungsi ke apartemennya karena Oscar tiap malam membawa wanita membuat Panji mupeng tapi takut dosa.


Demi.,.demi.....


Panji akhirnya memilih pindah ke apartemen Gabriel yang tenang dan nyaman.


"Ya elah jalen-jalen, Mak gue kasih nama gue puasa dan semedi tuh buat cari wangsit"

__ADS_1


"Pangsit?? enak tuh"ledek Oscar


"Makanan Mulu otak loe" ucap Gabby menggeleng


"Jalen apa sih?? emang Panji namanya udah ganti??


atau nama panjang Panji ya Jalen itu??" tanya Davina polos, Sebastian dan kedua sahabatnya tertawa terpingkal-pingkal membuat Davina bingung.


Sementara Panji terlihat bermuka masam


"Jalen itu Jawa tulen sayang, itu julukan baru Panji" terang Tian yang melihat istrinya kebingungan


"Panjul punya nama Alisa juga" ucap Davina cekikikan sendiri


"Terserah kakak ipar.


kalau kakak ipar senang, daku rela"


"Ih dasar stres" ucap Davina bergidik


"Ma, pa, kat mbok Inem malam siangnya sudah siap" ucap Cleo


"Eh calon istri, tahu aja kakanda laper"


"Mas siapa sih dia??" tanya Cleo pura- pura tak kenal


"Kakanda,kakanda.


ngaca sama jangan mengkhayal, gue gak mau punya mantu model papan gilesan"


" ih Cleo juga gak mau kali pa


masa Cleo nikah sama kakek-kakek gitu"


"Kakanda kan masih muda cinta"


"Kalau Cleo besar om Panjul keriput kaya jeruk kisut" teriak Cleo membuat semua orang tertawa.


Panji kena mental anak kecil.


"Gak bapaknya, gak emaknya , gak anaknya kalau soal membully juara.


Dasar keluarga bullying" gerutu Panji namun semua orang tak perduli dan menertawai Panji yang di skak mat oleh Cleo.


"Udah yuk makan dulu, ketawa mulut. perut laper nanti kenyang angin" ajak Davina


"Rejeki anak Soleh, datang suruh makan" ucap Panji tak tahu malu berjalan menyusul Davina

__ADS_1


"Iya deh cungring, makan yang banyak biar jadi lemak bukan jadi kentut" goda Gabriel membuat Panji kesal sementara Tian dan Oscar tertawa terpingkal-pingkal


"Diem sekali ngomong pedes loe Gabby" ucap Oscar malah memberi jempol Sahabat nya


__ADS_2