
"Aaaarrrggghhhh sialan, bagaimana bisa???" tanya Dona melempar vas bunga di depannya, membentur pintu ruang kerjanya hingga hancur berkeping-keping
"Saya juga baru tahu jika tuan Simon kabur" ucap sekretaris Dona
"Ya kalau ketahuan namanya bukan kabur bodoh" maki Dona menggelengkan kepalanya.
Entah bagaimana Sheila sekertaris nya bisa di terima bekerja di kantor nya sebagai sekertaris nya, wanita itu hanya mengandalkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya saja., tapi otaknya dikit!!!!!
"Cepat hubungi Denis, minta dia datang menemui saya"
"Apa sekarang Bu???"
"Besok.....
Ya sekarang Sheila, ya Tuhan aku bisa mati emosi karena kamu" teriak Dona sangat kesal
"Ma..maaf Bu, ba....baik" ucap Sheila langsung berjalan setengah berlari keluar dari ruangan Dona
Pagi ini saat ia akan menuju perusahaan Bernard, Sheila menelponnya memberi kabar jika Simon, manager keuangan Dona kabur.
Simon sudah dua hari tidak masuk kerja dan ternyata setelah di geledah ruangannya kosong beserta beberapa dokumen penting.
Dona memiliki perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi bernama Fortune, perusahaan yang ia dirikan dari hasil ia menggerogoti harta Bernard.
Fortune itu ia gunakan sebagai perusahaan rekanan yang menerima job-job dari perusahaan inti yaitu perusahaan Bernard dan sebagai tempat Dona mencuci uang-uang hasil korupsinya.
"Siaaaaallllll, siaaaaallll" ucap Dona memukul mukul meja
jhs
Ia mencoba menghubungi Nicholas, tetapi lelaki itu tak bisa di hubungi sejak beberapa waktu lalu.
Dona jadi berfikir yang tidak-tidak.
"Kemana ornagtua satu ini, tidak ada di mansion dan tidak bisa di hubungi" gerutu Dona
Tok tok tok
"Bu, pak Denis dalam setengah jam akan kesini" ucap Sheila
"Panggil manager keuangan ke ruangan ku, dan bawa laporan keuangan sekarang" ucap Dona .
Sheila langsung bergegas pergi segera, ia tak ingin kena omel Dona lagi
Flash back#
Beberapa hari sebelumnya
Davina sedang mengintrogasi seorang pria bertubuh gembul
"Apa hanya itu yang Dona dan Denis punya???" tanya Davina menerima selembar kertas dari Simon.
Lima hari lalu Davina menyuruh anak buahnya menjebak bawahan Dona bernama Simon,
Simon adalah orang kepercayaan Dona dan Denis yang di percaya mengelola keuangan mereka.
Davina mendapat informasi dari Daffa jika Dona menguras harta Bernard untuk mendirikan perusahaan kecil
Davina membuat jebakan untuk Simon yang terkenal suka judi dan main perempuan, namun ia mempunyai istri yang kaya dan memiliki latar belakang yang cukup terhormat, dan poin pentingnya adalah Simon takut dengan istrinya
__ADS_1
Akan sangat mudah menangani pria yang punya hobby buruk, cukup kasih jebakan sedikit , dan saat terperangkap ia seperti hewan yang terperangkap di jaring laba-laba, tak berkutik.
"Be...benar"
"Simon, kau mungkin tak mengenalku dengan baik" ucap Davina
Kemarin aku dan seseorang yang kau kenal makan siang, ku beritahu, wanita ini sangat mendominasi dan berkuasa, aku bisa membayangkan jika dia tahu suaminya kalah judi dan tidur dengan seornag wanita....."
"Sial, kau keji.
ini semua jebakan mu kan???" umpat Simon marah
"Pstttt Simon , dengar.
Aku tak mendatangi istrimu, tapi istrimu yang menghubungiku, kau terlalu berfikir jauh.
Dan foto-foto serta video ini aku dapat dari seorang pria tampan yang berpakaian rapih dengan tahi lalat di pipi" ucap Davina mengacu pada Denis.
"Aku tak percaya ini" geram Simon namun ragu
"Davina memberikan foto Denis yang berjabat tangan dengannya.foto lama saat Denis ke Indonesia, foto itu diambil oleh Shandy secara iseng, namun terbukti bermanfaat.
"Sial, dasar bajingan sialan.
aku bekerja keras demi keuntungan kedua manusia sialan itu, tapi ia mau menyingkirkan ku saat senang???" gumam Simon
"Jadi apa kau tidak ingin membalas mereka?????"
"Aku masih belum yakin jika itu dia"ucap Simon mengelus dagunya
"Ah membosankan, " Davina menjentikkan jarinya lalu sebuah video di putar, Video Denis menyerahkan amplop coklat pada Davina dia sebuah cafe.
Simon mendengus, kini ia percaya
"Binggo" Davina tersenyum sinis.
Sebenarnya video itu rencana cadangan Davina.
Ia meminta Daffa berakting menjadi Denis dengan penyamaran yang di sempurnakan oleh Lilly, tentu saja bahasa tubuh Denis sudah di hapal oleh Daffa yang pernah berinteraksi dengan pria itu.
"Baiklah aku akan mengatakan semua" ucap Simon.
Ia lalu membuka semua aset milik Dona yang ia kelola, termasuk pengacara yang mengurus itu semua.
Davina juga mengorek kelemahan pengacara tersebut agar mudah menjebaknya.
Walau Simon tidak suka dengan cara Davina, namun ia harus membalas dendam karena di khianati.
Simon sudah mencari tahu latar belakang Davina dan ia sangat terkejut.
Simon tak mengerti mengapa seorang miliader seperti Davina mengejar Dona dan Denis??
mungkin saja Dona dan Denis sudah menyinggung atau mungkin saja sudah mencuri uang Davina, itu bukan urusan Simon.
Simon merasa kasian pada kedua pasangan itu, mereka berurusan dengan orang yang salah.
sebagai seorang menantu dari seorang diplomat di negara itu ia mengenal dengan baik siapa keluarga Angelo dan kekayaannya.
Simon memilih berpihak pada Davina.
__ADS_1
Davina sengaja tak mengintrogasi Simon di markas, akan sangat berbahaya.
ia menyewa sebuah rumah yang berada di pinggir kota.
Sesampainya Simon di rumah, ia di sambut baik oleh istrinya, wanita itu menunjukkan produk kecantikan serta beberapa obat kesehatan produksi perusahaan Davina. Ia terus memuji Davina yang multi talent.
Saat mendengar nama Davina, seorang pengusaha wanita sukses yang produk kecantikan sedang digandrungi berbagai negara, Wanita itu meminta kedua orangtuanya memakai link mereka untuk bisa menemui Davina.
Kedatangan Davina ke negara itu sengaja dipublikasikan untuk menarik istri Simon.
dan umpan di makan , semua berjalan sesuai rencana.
kodisi Elly sudah membaik, Davina meminta Gabriel sementara waktu membawa Elly ke negaranya
Sementara itu Bernard sudah pulih seperti sedia kala, namun demi keamanan, dia belum bisa di perbolehkan pulang.
Dona juga hanya menjenguk Bernard sebanyak dua kali semenjak Bernard sakit
Jika itu Bernard di masa lalu, ia pasti sedih, tapi kini Bernard sudah mengetahui semua, ia justru bersyukur tak harus melihat wajah Dona yang membuatnya naik darah.
Bernard ingin mencekik Dona sampai mati, namun ia tak bisa melakukanya, sebelum semua apa yng di curi oleh Dona kembali.
Ditambah Dona dan antek-anteknya harus menerima hukuman yang setimpal.
Dona pusing tujuh keliling setelah ia dan Denis mendengar laporan keuangan dari manager keuangan di bawah Simon.
Simon sudah membawa kabur uang perusahaan dan beberapa aset milik Dona.
Dona menyesal mempercayakan semua pada Simon.
Saat mereka menuju kediaman Simon, mereka tak menemukan kedua pasutri itu, Simon dan istrinya, karena Davina memindahkan mereka ke sebuah mansion kecil di pinggir kota dengan penjagaan ketat.
"Kau bodoh sekali memercayakan itu semua pada Simon, apa kau tak punya otak???" teriak Denis marah
"Kini kau Menyalahkan, siapa yang membawa Simon dan merekomendasikan dia???
Siapa yang mengatakan Simon orang kepercayaan mu??? siapa???"
"Ok aku juga salah, tapi tidak seharusnya semuanya kau serahkan padanya kan????" ucap Denis membela diri
"Bajingan, kini aku jatuh miskin.
Semua aset yang sudah payah ku peroleh hilang.
Kini tua Bangka itu masih di rumah sakit, kita tak bisa melakukan pemalsuan lagi" ucap Dona menangis
"Kita bisa, bukankah dia tak sadarkan diri???
Kita hanya butuh sidik jarinya" ucap Denis licik.
Dona terdiam lalu tertawa terbahak-bahak.
Denis menatap Dona dengan pandangan sulit di artikan.
"Sial, kau memang iblis Denis, aku mencintaimu" ucap Dona memeluk dan mencium Denis.
Tanpa Dona tahu Denis menyeringai licik, entah apa yang ia rencanakan.
yang jelas bukan sesuatu yang baik, sayangnya Dona tak menyadari itu.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Simon, apa anak buahnya sudah berhasil menemukannya????" tanya Dona
"Belum,......