
Akhirnya mobil yang di kendarai Shandy berhenti.
Mereka berhenti dia sebuah bangunan lumayan besar, dengan plang nama perusahaan milik Davina.
Shandy melenggang masuk dengan Davina menggunakan lift khusus direksi.
karena perusahaan ini baru maka tak ada yang mengenali siapa Davina.
mereka hanya tahu Shandy pemilik perusahaan itu.
Sesampainya mereka di lantai atas, Shandy langsung membuka pintu rahasia.
ya masih ada satu ruangan lagi di gedung paling atas yang panel pintunya berada di ruangan direktur eksekutif
"Sesuai yang aku mau" ucap Davina mengangguk-angguk seolah menilai.
"terima kasih pujiannya" goda Shandy membuat Davina tertawa.
Hanya dua Minggu mereka bisa mendirikan dan membangun markas mereka. Davina ingin memuji Shandy.
"Lalu bagaimana mereka keluar dari bangunan ini??? tanya Davina tak mau mencampurkan perusahaan dengan organisasi
"Kita memiliki lift khusus yang berada di belakang gedung ini"
"Jangan bilang kau membuka cafe di...."tanya Davina yang langsung dipotong oleh Shandy
"Come on sis, itu bisnis menguntungkan bukan???
Lagi pula yang bekerja orang kita juga"
"Hahaha **** kau mata duitan" ucap Davina terkekeh.
ya dia menyukai konsep itu, saat mereka jenuh, mereka bisa meeting di cafe, siapa yang tahu jika perusahaan, cafe dan organisasi bawah tanah terhubung.
"Mungkin kita perluas sebuah restoran juga, jadi tak perlu mencari makanan keluar" ucap Davina
"Ok note, masih ada satu bagian gedung yang kosong, apakah???"
"Lakukan, rincian semua biayanya dan cari orang kita yang bisa menghandle nya.
yang utama makanan enak, rahasia terjamin.
jangan ambil orang luar.
kirimkan rincian biayanya, aku akan langsung cairkan"
"Bagaimana jika aku kokinya???"tanya Shandy dengan wajah mengharap
"Maka Tante Sania tidak akan menikah denganmu.
Buang pikiran pendek mu huh.
kau akan mengurus organisasi inti, apa kau mau turun jabatan???" dengus Davina yang di balas tawa Shandy
"Sial aku lupa dia macam betina yang kejam" gumam Shandy nyengir kuda"
Beberapa anggota Davina menunduk hormat, mereka langsung melewati ruangan yang seperti kantor itu menuju ruang interogasi.
Di depan sana terlihat seorang pemuda yang duduk dengan mata tertutup
"Kita lihat apa dia masih bisa berbohong???" ucap Davina tersenyum licik.
Shandy merinding.
caranya dan anak buahnya mengorek informasi sudah bisa di bilang sadis, tapi cara davina lebih.....
Shandy merasa kasian pada pemuda itu.
"Apa kau pria yang terlihat mencurigakan di rumah sakit itu??" tanya Davina duduk di depan pemuda itu.
Perlahan pemuda itu membuka matanya dan bibirnya tersenyum sinis tanpa niat menjawab.
Ia terlihat sedikit terkejut karena wanita di depannya bisa memakai bahasa negara nya
"Tidak sopan saat ada orang yang bertanya kau tak menjawab, aku bukan seperti anak buahku, apa kau yakin masih tak mau menjawab???" tanya Davina melirik sinis pemuda tersebut
"Lepaskan aku, kau salah menangkap orang" ucap pria itu dingin
"Mengapa kau terlihat mencurigakan?? dan apa ini?????" tanya Davina mengeluarkan barang pribadi pria itu.
"Kau berasal dari daerah K, wow disana memiliki salju terindah. kau pemuda sederhana bagaiman bisa memiliki saldo yang fantastik.
kau hanya butuh lepas????
Apa kau seorang gigolo???" ledek Davina membuat pria itu naik pitam.
"Lepaskan aku!!!! kalian semua bajingan!!!!"
"Aku paling tak suka pria berteriak padaku" ucap Davin lalu membuka sabuk nya.
Shandy langsung berwajah ngeri. Davina mulai beraksi dengan teknik nya.
di organisasi mereka hanya dua orang yang bisa melakukanya, Davina dan Lilly.
pria itu terlihat mencibir, ia tak tahu jika kematian lebih baik daripada hidup.
Davina mengeluarkan sebuah kotak berisi jarum akupuntur, ya jarum yang di modifikasi oleh Daffa yang bisa memanjang saat di tekan sisi bagian atasnya.
"Kau masih mau bungkam????"
__ADS_1
"Persetan dengan kalian" ucap pemuda itu.
Davina tersenyum, senyuman mematikan.
jika pria itu tahu bahwa malaikat maut menjelma pada diri Davina, tentu pria itu akan ketakutan setengah mati. wajah cantik dengan senyum menggoda, itu hanya kedok.
"Aaaaaaarrrrgggghhhhhhh" satu jarum sempurna tertanam di tubuh pria itu
"Kau gila!!!!!!!!"
"Siapa yang menyuruhmu????" tanya Davina dengan intonasi santai
"Pergi kau ke neraka" maki pemuda itu
"Aaaaaaaaarrrrrrrggggghhhhhhggggg" jarum kedua kembali tertanam, pria itu merasakan alit yang luar biasa, bahkan ototnya serasa di tarik.
"Siapa yang menyuruhmu??? untuk siapa kau bekerja???"
"HOS HOS, aku.... bekerja... untuk ....nenekmu" maki pemuda itu membuat Shandy menepuk keningnya
"Tamatlah riwayatnya bung" gumam Shandy miris
"Aaaaaaaarrrrrrrrrrrrttttgggggggghhhhhhhhhhhhjjj" lolongan panjang keluar dari mulut pemuda itu.
rasa sakit yang teramat sakit yang belum pernah ia rasakan, kini terus menggerogoti tubuhnya.
itu seperti tubuhnya di makan sesuatu tapi tak terlihat.
Davina menggunakan jarumnya untuk menciptakan sensasi itu
"Dengar, aku tak akan membunuhmu tapi kau akan menderita seperti itu sampai kau memohon untuk mati.
di dunia ini banyak orang yang berjuang untuk bertahan hidup, dan kau begitu sombongnya mengambil kehidupan mereka.
Kau punya keluarga, punya orangtua, punya adik dan kakak.
Bagaimana jika itu terjadi pada keluargamu???
Apa kau akan terima begitu saja????
Kemiskinan mungkin membuat orang sengsara, tapi jangan membuat orang gelap mata, sekali khilaf mungkin lumrah, dua kali, tiga kali bisa jadi kebiasaan.
Aku tahu ini pertama kalinya untukmu melakukanya" ucap Davina menceramahi pria di depannya yang seolah tak perduli.
Ia hanya meringis menahan sakit.
"Kalian berurusan dengan orang yang tak seharusnya kalian singgung" ucap Davina kembali duduk manis di depan pria itu.
"Shandy tolong ambilkan air minum, untuk pria itu dan aku. kita punya banyak waktu berbincang" ucap Davina tersenyum lebar
"Kau iblis" ucap pria itu dengan keringat menetes di tubuh dan wajahnya
lucu bukan??? padahal aku tak pernah menyabut nyawa orang"
"Bunuh aku!!!!" teriak pemuda itu kesakitan
"Aku tak akan membunuh, dosa.
Aku punya Tuhan" ucap Davina membuat pria di depannya tertawa
"Hahahaha, kau punya Tuhan tapi menyiksaku",
"Apa.kau merajuk??? aku hanya menunjukan penderitaan saudariku yang kau tabrak, itu yang ia rasakan" ucap Davina tersenyum miring
"Kau gila!!!!"
"Mungkin, aku akan gila jika sesuatu menimpa keluargaku, bukankah kita sama???
Uhm bagaimana jika keluargamu..." tanya Davina santai
"Jangan pernah menyentuh keluargaku!!!!!!! aku akan membunuhmu!!!!"
"Dengar, aku tak akan bertele-tele."
"Ah sial mengapa cepat sekali pingsan, tidak menarik" gerutu Davina
"Kau sedang hamil tapi suka menyiksa orang ckckckc"
"Aku tak akan turun tangan kalau kau bisa diandalkan cih" Dengus Davina yang di balas tawa Shandy
"Kau lihat sendiri, sulit mengorek keterangan dari organisasi itu.
aku rasa mereka memilik methode rahasia seperti doktrin untuk membuat anggota mereka tak menghiraukan nyawa mereka sendiri"
"Uhmm, bisa jadi, aku jadi tertarik mengetahuinya.
jika organisasi itu berkembang, dunia akan kacau balau" ucap Davina lirih
"Akan terjadi pembunuhan besar-besaran dan banyak nyawa tak bersalah lenyap" ucap Shandy dingin
Keduanya hening sejenak.
Davina sudah mencabut satu jarum dari tubuh pemuda itu, tak lama setelah salah seorang anak buah Davina menyiramkan air dingin, pemuda itu terbangun.
Davina menyuruh salah seorang anak buahnya memberikan pria itu minuman. tentu saja sudah di beri obat agar pria itu tak mati.
awalnya pria itu enggan, namun melihat Davin yang Santai dan tak ada niat membunuh, pria itu akhirnya meminumnya
"Apa kau memberiku racun????" tanya pria itu sinis
__ADS_1
"Mungkin" ucap Davina santai.
"Kita lanjut ok??
siapa yang menyuruhmu???"tanya Davina melanjutkan introgasinya
"Baiklah masih diam.
Shan...."
Shandy memutar sebuah video pendek di belakang Davina.
"Papa aku bahagia, om ini mengeluarkan aku dari rumah bau itu.
Sekarang aku habis bermain di wahana itu dan makan ice cream yang baaaaanyak.
papa kapan datang menjemput ku???
Oh ya ini baju Tante cantik yang belikan" ucap gadis kecil itu bersemangat
Nampak seorang gadis kecil dan Lilly di sampingnya.
"Lepaskan anakku, dan Wanita itu....
bukankah dia aku tabrak?"
"Setelah ku telusuri kau berbuat kejahatan karena terpaksa, wanita itu adalah kembaran dari wanita yang kau tabrak.
Jika dia mau putrimu sudah tinggal nama, tapi dia tak melakukannya.
Kami hanya butuh nama dalang di balik ini semua.
Kamu akan menjamin keselamatanmu dan keluargamu.
aku sendiri yang akan mengirim kalian ke negara lain demi keselamatan kalian" ucap Davina melepaskan Jatim di tubuh pemuda itu.
Pemuda itu menangis seperti anak kecil,
"Denis, tuan Denis yang memintaku membunuh nona Elly" ucap pemuda itu lirih.
Shandy obati lukanya dan bawa putrinya ketempat aman, pastikan mereka berdua aman.
Pemuda itu terenyuh, ia tak menyangka akan di perlakukan di luar ekspetasinya.
ia memang tadi di siksa dan ingin sekali membunuh wanita itu, tapi....
"Akan aku bantu kalian.
organisasi kami sulit di lacak, aku hapal denah dan semuanya tentang organisasi itu" ucap pemuda itu membuat Davina terkejut
"Apa kau ingin menjebak kamu???
"Anggaplah ini balas jasa karena menyelamatkan putriku" ucap pemuda itu. Davina mengangguk, lalu pemuda itu mulai menggambar denah sebuah gedung dan letaknya beserta perangkat yang memang di rancang untuk menghalau penyusup, semua lengkap.
Termasuk jaringan dari organisasi itu serta orang-orang yang terlibat.
"Kau sudah menjadi sekutu kami, untuk sementara kau dan anaknya serta keluargaku akan kami pindahkan ke negara lain di bawah pengamanan ku.
Shandy hubungi Jack dan minta paman Jack membawa mereka.
"Siap bos"
"Semuanya lakukan pemantauan sesuai denah ini.
aku dengar anak buah kak Daffa sudah tertangkap.
lakukan misi penyelamatan segera saat aku beri komando.
aku yakin mereka belum membunuhnya karena ini kurang dari dua kali dua puluh empat jam.
"Siap Miss"
"Nona, kenapa kau tak membunuhku??" tanya pemuda itu penasaran
Banyak yang minta up lebih dari satu chapter
karena author lagi gabut jadi dua chapter untuk hari ini
(eh apa hubungannya sama kegabutan ya 🤣🤣🤣🤣
semoga kalian gak ikutan gabut kaya author ya haha
butuh rekreasi hahahhaa
kalian sudah puas belum angel devil nya turun tangan ..
tapi tetep ya Davina baik walau sadis
jangan lupa ya like nya...
like anda membuat mood author naik loh
so jangan pelit-pelit hahaha, canda🤭🤭🤭
ikhlas dari anda halal buat author, eh apa sih ???
pokoknya selamat membaca, semoga kalian suka ya
🥰🥰🥰
__ADS_1
Pooh