
Elliana masih merasa wajahnya terbakar karena malu, bagaimana tidak ia dibopong oleh Gabriel dari bandara sampai di pesawat.
Elliana bisa mendengar tepuk tangan dan sorak-sorai dari orang yang melihat mereka.
terlebih Gabby malah meladeni mereka dan mengumumkan bahwa mereka baru saja menikah.
Tak ayal banyak orang yang mengucapkan selamat pada mereka.
Bahkan ada siulan yang membuat Elliana ingin menggali lobang dan bersembunyi di dalamnya karena malu.
Elly tak tahu mengapa suaminya itu sungguh tak tahu malu.
Bahkan ada beberapa orang yang mengabadikan momen tersebut.
Hanya dalam hitungan jam, berita tentang kemesraan Gabriel tersebar di media masa dan menjadi tranding toping di negaranya dengan caption
"Pangeran miliader membawa pujaan hatinya menuju jet pribadinya...
Siapakah wanita yang beruntung itu???"
Gabby adalah putra satu-satunya salah seorang miliarder dan pengusaha muda sukses di negara tersebut, selama ini ia orang yang sulit dan jarang tertangkap media bersama seorang wanita. Namun sekali muncul ia membuat heboh.
Bukan rahasia umum lagi jika pria itu tidak pernah terlihat menggandeng seorang wanita walau pernah digosipkan dekat dengan beberapa model dan artis namun berita itu langsung di sanggah dan kini ia mengumumkan sendiri berita bahagia.
Banyak para wanita yang jadi fans nya patah hati dan mencari tahu siapa istri dari pujaan hati mereka.
Elly hanya bisa bersembunyi di dada Gabby, ia sampai mengigit dada suaminya karena kesal dan gemas.
Elly bahagia sekaligus malu.
Gabby membopong Elly ala bridal sampai masuk ke dalam pesawat lalu menurunkan istrinya perlahan ke bangku seolah Elly barang mudah pecah.
"Sayang kita akan berangkat" ucapnya tersenyum lebar, namun Elly hanya mendengus kesal tanpa menyahut.
Satu jam sudah mereka mengudara.
Elly menutup ponselnya dengan kesal.
Berita pernikahan suaminya dengan dirinya langsung menjadi tranding topik.
Hanya menunggu waktu semua orang tahu siapa dia.
Terutama teman kantornya.
Mereka pasti akan menemukan jika wanita itu adalah dirinya.
Elly melirik suaminya yang tersenyum-senyum sendiri sambil memegang ponselnya
"Gabriel, apa kau sudah putus urat malu??? gara-gara kau aku terseret dalam pemberitaan media" Dengus Elly kesal
"Hahaha lalu mengapa?? aku melakukan itu untuk istri tercintaku juga untukku"
"Mengapa kau bawa-bawa aku?? dasar bos otoriter"
"Aku ingin mengumumkan pada Dunia bahwa kau wanitaku dan biar semua orang tahu aku milikmu sehingga wanita yang mengejar ku menyingkir" ucap Gabby tersenyum lebar
"Dasar narsis gak sehat" gerutu Elly namun ia bahagia Gabby menghargainya dan ia merasa tersanjung.
"Aku gak narsis, kau tahu sendiri berapa banyak wanita yang berusaha mendekatiku, tapi .....
Hanya kau yang berhasil mencuri hatiku" ucap Gabby membuat Elly tertawa
"Bukan hanya sakit tapi penyakit narsisnya dalam tingkat akut"
"Apa kau tak percaya padaku????"
"Menjauh jangan dekat-dekat" ucap Elly yang melihat gelagat buruk gabby
"Kau kalau marah membuatku gemas, apa kita akan melakukan disini???" goda Gabby membuat wajah Elly langsung memerah, ia langsung mendorong Gabby menjauh dan menutupi dadanya
"Apa yang belum aku lihat bahkan aku sudah mengisapnya beberapa kali dan rasanya manis dan kenyal" ucap Gabby membuat wajah Elly makin merah, ia langsung membekap mulut suaminya dan menatap sekeliling, untuk para pengawal yang mereka bawa berada di belakang.
Kabin ini khusus buat kedua pasutri
"Kau sungguh memalukan, aku tak menyangka kau begitu mesum"
"Sayang, kau istriku, apa aku masih harus menjaga image di depan mu?? aku hanya ingin menjadi diriku di depan orang yang aku cintai" ucap Gabby tersenyum lembut
__ADS_1
Seeeerr
Darah Elly berdesir, hatinya terasa hangat.
untuk pertama kalinya ada pria yang tulus mencintainya, ya walau ia masih ragu akan pernyataan Cinta Gabby, tapi ia menyukainya.
terlebih mereka sudah berkomitmen belajar mencintai dan menghargai.
Gabby lalu bangkit dan menggendong Elly
"Gabby. lepasin kau gila???"
"Aku gila karena mu" ucap Gabriel lalu mendudukkan Elly di pangkuannya dengan wajah saling berhadapan.
"Birkan aku turun, kau sangat memalukan, kita di pesawat" gumam Elly memukul dada suaminya
"Jangan panggil namaku sayang, kecuali jika kita sedang bercinta" bisik Gabriel membuat Elly merah padam
"Dasar suami mesum"
cup..
Gabriel mengecup bibir Elly sekilas
"Kau sakit "
CUP
kembali Gabby mendaratkan kecupan
"Panggil aku dengan panggilan mesra sayang" ucap Gabby siap-siap ingin mencium Elly
"Sa...sayang" ucap Elly kaku membuat Gabby terkekeh senang
"Aku sudah memerintahkan crew pesawat tak mengganggu kita jadi diam lah dan menurut atau aku akan nakal" goda Gabby membuat Elly bergidik, Elly memilih menurut.
Gabby membawa kepala Elly bersandar di dadanya.
Keduanya hanya diam menikmati keintiman mereka. Elly merasa damai dalam pelukan suaminya, tak lama kemudian terdengar nafas beraturan, ia tertidur.
Gabriel tersenyum kecil melihat istrinya yang tertidur.
ia membelai wajah cantik Elly, mengecup keningnya dan kembali menyandarkannya di dadanya.
Rasanya bahagia sekali ada seseorang dalam pelukannya.
Ia menyesali keputusannya dulu tak membuka hati untuk yang lain. namun ia bersyukur karena di bukakan mata dan hatinya siapa Liona.
Kini ia membuka lembaran baru dengan Elliana, ia sangat bahagia.
Kini ia baru merasakan hidup yang sebenarnya.
bisa memeluk, memanjakan dan menjahili wanita yang kini menjadi istrinya.
"Terima kasih sudah datang dalam hidupku" gumam Gabby makin mengeratkan pelukannya.
Elly menggeliat seolah terganggu karena Gabby memeluknya terllau erat.
"Ah ****. Junior J, tidurlah sekarang, kau akan mengunjungi sarang mu lagi nanti" gumam Gabby dengan senyum lebar.
Akhirnya ia ikutan tertidur.
Setelah enam jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di negara G, negara asal Elliana.
Elly merasa bibirnya bengkak.
Saat terbangun ia terkejut masih dalam pangkuan Gabby.
Ia tertawa terbahak-bahak karena Gabby sampai kebas dan semutan sebab memangku dirinya selama dua jam penuh.
Namun bukanya kapok Gabby kembali berulah.
tiga jam kemudian ia kembali memangku Elly daripada Gabby berbuat yang aneh, Elly hanya mengalah. Ia menyuapi suaminya buah dengan bibirnya.
tepatnya mereka berciuman dengan buah di dalam mulut mereka.
Bahkan saat makan Gabriel yang melayani istrinya, Elly merasa kesal namun bahagia di perlakukan suaminya bak putri.
__ADS_1
"Sayang, apa penampilanku sudah baik??" tanya Elly merapihkan penampilannya
"Tidak usah berdandan, aku tak mau pria lain meliriknya" ucap Gabby posesif
"Gabriel Lungu, wajahku seperti zombi dengan bibir bengkak, ini semua ulah mu.
Apa kau monster penyedot bibir???" gerutu Elly memegangi bibirnya
"Hehe aku memang Monster yang manis bukan???"
"Lupakan aku malas berdebat" ucap Elly cemberut
"Apa kau bisa berjalan???
Apa di sana tak nyeri??" tanya Gabby membuat Elly merona merah.
"Tutup mulutmu dan ayo kita keluar" ucap Elly marah.
Bagaimana bisa suaminya tak tahu malu??? Disana ada dua orang pramugari dan juga pilot yang berbaris rapih di tambah empat bodyguard yang ikut dalam perjalan mereka, namun Gabby seakan mengabaikan keberadaan mereka dan berbicara seenaknya
"Sayang apa kau mau ku gendong??" tanya Gabby langsung menyusul istrinya yang berjalan lebih dulu.
Semua orang tersenyum menahan tawa melihat kelakuan bos mereka yang bucin.
"Apa dia masih Tuan Lungu??? cinta mengubah segalanya" ucap Pilot yang bisa ikut dalam perjalanan bisnis Gabriel
"Ya cinta membuat Tian Lungu lebih manusiawi hahaha" tawa kepala Bodyguard membuat pilot mengangguk.
Elly tak memperdulikan rasa nyeri di area intimnya, ia tak mau membuat kontroversi di negaranya.
Terlebih kedatanganya untuk menyelamatkan papanya dari kejahatan Dona dan anak buahnya.
Gabby menggandeng tangan Elly keluar dari bandara, empat orang bodyguard yang sudah berada lebih dulu di negara tersebut menyambut kedatangan mereka.
Gabby dan Elly langsung masuk mobil,
Tiba-tiba ponsel Gabby berbunyi, ia melirik sebentar dan menatap istrinya
"Angkatlah, mungkin kekasihmu" ucap Elly yang melihat suaminya tak juga mengangkat ponselnya padahal sudah berdering sebanyak tiga kali
"Dia kekasihku, dan belahan hatiku sebelum ada kau sayang" ucap Gabby membuat Elly kesal bukan main.
"Jadi yang menelponnya mantan kekasih suamiku??" gumam Elly melirik Gabby, namun Elly juga tak inginmelatangbsuaminya masih berkomunikasi dengan mantannya, sebatas kewajaran.
"Hallo baby, kenapa menelpon"
"Iya... hahaha maaf baby, aku mendadak datang"
"Baik-baik, aku akan menemui mu"
Gabby mengakhiri panggilan teleponnya, ia melirik sekilas ke arah Elly yang terlihat biasa saja
"Sebelum ke hotel, kita mampir dulu ke sebuah tempat.
Aku ingin menemui seseorang" ucap Gabriel menunggu jawaban istrinya dengan penasaran
"Baik" ucap Elly singkat.
"Apa kau tak cemburu sayang??"
"Aku tidak cemburu, tapi jika kau macam-macam, aku tendang aset berharga mu" ucap Elly dengan wajah serius.
Ya Elly serius dengan perkataannya.
Ia sudah menyerahkan apa yang paling berharga dalam hidupnya pada Gabby, jika Gabby macam-macam ia tak akan segan
Gabby menelan salivanya dengan susah, ia tersenyum kecut
"Sayang jika junior J cidera kau rugi" ucap Gabby lirih
"Aku bisa pakai alat bantu" ucap Elly cuek membuat Gabby kembali menelan salivanya.
"Kau wanita yang kejam" ucap Gabby lirih
"Salahmu sendiri menikahi ku, baru tahu ya aku kejam" ucap Elly yang menikmati wajah ketakutan suaminya.
Ia memang akan menghajar Gabby tapi tidak dengan yang satu itu, Elly hanya menggertak
__ADS_1