Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Titisan Davina


__ADS_3

Davina dan Cleo memasuki sebuah salon kecantikan yang lengkap dengan klinik kecantikan yang merupakan satu kesatuan, semuanya di bawah Angel corp milik Davina.


Mereka langsung di sambut oleh seorang wanita cantik yang memiliki jakun , jika orang tak memperhatikan, pasti mereka akan tertipu dan mengira wanita itu adalah wanita asli,


"Hallo cyin, selamat datang" sapa nya pada Davina


Hallo Munir, gue mau perawatan sama anak gue" ucap Davina melirik sekilas pada Cleo


"Astaga Yeay kapan bertelor tau-tau netes aja Segede gaban cyin??? hebat Yeay kasih lampu ya????


apa Yeay pompa bisa cepet bener gedenya" ucap Munir alias murni menyerocos


"Et dah ubur-ubur, loe kira gue ayam petelur apa???


ini anak sambung gue" ucap Davina memutar bola matanya malas


"Kapan Yeay sambung cyin???" tanya Munir lagi dengan muka polos


"Susah ngomong sama manusia dua alam" ucap Davina kesal akhirnya


"Hahaha" tawa Cleo pecah melihat wajah kesal Davina membuat perdebatan Munir dan Davina terhenti


"Kenapa kamu ketawa??" tanya Davina bingung


"Sesama manusia dua alam di larang saling mendahului" ucap Cleo melenggang masuk dengan santai


"Bahahahha, anak tiri loe tahu aja ya kalau Mak nya bukan orang" ucap Agatha yang baru saja masuk saat mendengar ucapan Cleo


"******, ngapain loe disini??" tanya Davina yang melihat Agatha datang


"Mau nemenin loe lah buat ngadepin anak tiri loe" ucap Agtha mengedipkan sebelah matanya


"Oh jadi bocil itu anak tiri loe??" ucap Munir baru paham


"Astaga, Munir loe besok gue beliin cerebrovit" ucap Davina kesal


"Buat apa???" tanya Munir bingung


"Buat upgrade otak loe" ucap Davina sewot berjalan masuk meninggalkan Agatha dan Munir


"Hahaha, kayanya gak mempan cyin.


itu kan vitamin otak buat bocil" ucap Agatha menyusul Davina


"Bisa nanti minum satu kontainer" jawab Davina asal membuat Agatha tertawa terpingkal-pingkal menatap wajah kesal Murni


"Pinter kaga Eike almarhum cyin, lewat karena keracunan.


Yeay kalau ngomong asal deh, minta gue ***** apa??" ucap Munir mengeluarkan suara aslinya di akhir kalimatnya


"Nah kan muncul aslinya" ucap Agatha lalu mereka bertiga tertawa.


Cleo mengangkat alisnya sebelah, bingung apa yang mereka bertiga tertawa kan.


"Lihat anak gue bingung, sawan dia ngeliat loe Munir"


"Dav, nama Eike murni, ih jatuhin pasaran aja" protes Munir berjalan melenggang mendekati Cleo


Mama genit, kenapa semua teman mama gak ada yang normal??" tanya Cleo menatap Agatha dan Munir

__ADS_1


"Maksud kamu apa sayang???"


"Sama-sama.genit, yang itu jalannya kaya ayam sakit pinggang" tunjuk Cleo pada Munir membuat Davina , Agatha dan semua crew tertawa, sementara Munir sendiri tak ketinggalan tertawa, ia tak pernah tersinggung dengan ucapan orang tentang dirinya


"Astaga cyin, loe kasih cabe berapa nih anak?


pedes nyelekit" ucap Munir menggelengkan kepala


"Tau dah, Mak nya waktu ngidam makan jalapeno kali" ucap Davina asal


"Sayang, ini Tante Agatha, mamanya kakak Zidan" ucap Agatha memperkenalkan diri"


"Udah tahu kok" ucap Cleo santai


"Hahaha mending loe gak usah ajak bicara, daripada loe naik darah turun berok" ucap Davina terkekeh menggunakan bahasa spanyol


"Asli loe harus ekstra sabar, kok gue jadi mikir ya?" ucap Agatha


"Emang loe punya pikiran???" tanya Davina balik


"Punya baru gue beli tadi, suek.


Loe dapat karma dav, gue inget banget dulu waktu loe bau kencur mulut loe sepedes sambal setan.


Kayanya ini titisan loe deh"


"Loe pikir gue siluman apa pake titisan segala?


Gue bawa nih bocil kesini buat misi" ucap Davina serius


"Misi apa?? kasih tahu gue dong"


"innalilahi loe pengen damai dalam surga?? Davina gue tahu loe nikah terpaksa, tapi gak harus loe mengakhiri hidup loe cuma karena gagal nikah ma Marcel" ucap Agatha membuat Davina menepuk keningnya


"Amit-amit jabang Beby" ucap Davina mengetuk meja di depannya


"Munir loe kok sekarang tambah cetar aja???" tanya Davina yang baru memperhatikan anak buahnya yang satu ini


"Tahu loe dav, detse sampai ke negaranya lady boy buat op, denger-denger sih sampai tabungan nya habis" ledek Agatha


"Sembarangan Yeay ngomong Agatha nanti orang kira benar" ucap murni


"Jadi ..."


"Emang bener, puas kalian" ucap Munir yang di balas tawa Agatha dan Davina.


"Lagian loe takut amat kere, jualan dong"


"Ya Allah loe kalau ngomong liat-liat ada anak kecil" ucap murni menutup telinga Cleo


"Tau loe, anak gue masih ijo belum waktunya denger begituan.


Bisa di pecat gue jadi ibu tiri sama bapaknya" protes Davina


"Ih Tante om, ngapain sih bekap-bekap kuping aku???" protes Cleo kesal


"Kok Tante om sih???"


"Iya habisnya aku gak tahu harus panggil Tante atau om" ucap Cleo polos

__ADS_1


"Panggil Tante murni saja sayang.


M


u


r


n


i


Murni" ucap murni mengeja nama samarannya


"ih emang aku gak bisa baca apa pake di eja, aku bukan anak kecil" protes Cleo menatap sebal Murni


"Hahaha mamsus" ucap Agatha puas


"Lagian om cewe apa cowok sih???"


"Sayang Tante ini manusia dua alam"


"kodok kali" timpal Agatha


"Berudu berkaki, puas kalian" ucap Murni membuat semua tertawa


"Eh apa-apaan kalian ikut tertawa, kerja, kerja


Mau Eike potong lemburan kalian apa???" ucap murni membuat crew yang mendengarkan percakapan mereka langsung bubar


"Wooo galak juga dia cyin" ucap Agatha tak mengira pria melambai ini galak


"Munir loe ajak anak gue ke spa khusus anak ya, terus loe temui gue di kantor" ucap Davina yang di balas anggukan patuh Murni


"Sayang, mama ada urusan sama Tante Agatha dan Tante murni, kamu ke spa duluan ya nanti mama nyusul" Cleo hanya mengangkat bahu lalu mengikuti Murni menuju ruang spa


"Ada apa sebenarnya loe kesini??" tanya Davina mengerutkan alisnya ketika mereka sampai di kantor Davina


"Laki loe ketemuan sama cewek" ucap Agatha menyerahkan foto yang ia peroleh dari anak buahnya


"Cantik" ucap Davina melihat foto Dona


"Loe gak marah???" tanya Agatha khawatir


*****


"Marah??? apa gue punya hak??


Gue yang maksa dia menikahi gue tanpa gue tahu di luaran sana dia punya pacar atau enggak,


Gue dan keluarga kita yang egois maksa dia tanpa meminta pendapat nya, apa gue punya hak marah???.


Gue. udah selamat dari rasa malu aja sudah bersyukur" ucap Davina menghela nafas sedih.


Tak ada yang lebih memahami Davina di banding Agatha. Mereka sudah mengenal lebih dari sepuluh tahun, mereka berbagi suka dan duka.


Hanya Agatha yang bisa membaca perasaan Davina saat ini


Saat menerima laporan mengenai Tian, Agatha sendiri yang meluncur dan menyampaikan, ia khawatir jika Davina tahu dari orang lain, ia menjadi tak rasional

__ADS_1


__ADS_2