
"Sayang kenalkan dia sahabatku, Oscar" ucap Sebastian menghampiri istrinya
"Kamuuuu" teriak Oscar shock.
Wanita yang selama ini ia idam-idamkan ternyata istri sahabatnya sendiri.
Sakit tapi tidak berdarah
"Kalian sudah saling mengenal???" tanya Tian bingung, ia melihat Davina hanya mengerutkan dahinya sementara ekspresi Oscar benar-benar jelek sekali
"Enggak" ucap Davina singkat
Oscar merasa malu, mereka memang belum saling mengenal. Tadi wanita ini langsung pergi dan menolak berkenalan dengan alasan sudah menikah.
Dan memang benar sudah menikah dan dengan sahabatnya sendiri pula
Jawaban istri sebastian benar.
"Iya kami belum kenalan" ucap Oscar mencoba menata hatinya, wajah terkejutnya kini sudah berubah menjadi senyum hangat
"OS apa dia,...."
"Bukan" ucap Oscar memotong pertanyaan Gabriel
" Oscar," ucap Oscar menyodorkan tangannya berjabat tangan
"Davina" ucap Davina memasang senyum lebar, walau Davina kurang menyukai Oscar yang di nilai nya genit, namun ia harus menghargai sahabat suaminya
"Apa kau punya kembaran atau saudara yang sama denganku??" tanya Oscar tiba-tiba
"Kok loe tahu bro kalau istri gue kembar, tepatnya kembar tiga" terang Tian
"Kembar tiga????" Panji, Oscar dan Gabriel terkejut
"Loe juga gak tahu ji???" tanya Oscar dan Gabby serentak
"Enggak, gue gak tahu.
Mereka menikah aja dadakan, kaya tahu bulat"
ucap Panji cengengesan
Tian dan Davina kompak menatap Panji dengan pandangan menusuk membuat buku kuduk Panji meremang.
"Ini yang di namakan kompak, pasutri galak!!!!!" gumam Panji dalam hati.
Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil senyum-senyum sendiri
"Sayang, apa asistenku sudah hilang akal??? bagaimana jika aku ganti dengan anak buah ku????" tanya Davina pada Tian, ia sengaja mengerjai Panji yang menurut Davina sangat menyebalkan.
Cerewet dan pengganggu.
Seolah mengerti maksud istrinya, sebastian langsung menimpali ucapan istrinya
"Sepertinya ide bagus sayang, kau istri terbaik" ucap Tian memamerkan kemesraan mereka di depan ketiga pria jomblo mengenaskan di depan
"Kalian pasangan yang kejam" ucap Panji membuat Davina dan Tian tertawa penuh kemenangan
"Kami pasangan saling mencinta, ya kan sayang???" tanya Tian memeluk istrinya dan menghadirkan ciuman penuh cinta di bibir Davina, Davina terkejut dan melotot kesal, suaminya sungguh tak tahu malu.
Wajah Davina lngsung merona merah.
"Woi jangan pamer sama kami, kalian gak tahu malu" teriak Panji vokal
"Iya, bikin pengen aja" ucap Gabby sementara Oscar merasa hatinya panas, Oscar cemburu
__ADS_1
"Istrimu beneran punya kembaran???" tanya Oscar masih penasaran
"Iya kembar tiga, dan istriku paling cantik" pamer Sebastian kembali mencium Davina, kali ini Davina menunduk dan ciuman sebastian hanya mendarat di kening Davina
"Jangan dengarkan suamiku, aku kembar tiga, tapi kedua kakakku laki-laki semua" ucap Davina
"Yaaaa, gagal deh jadi iparnya sebastian.
Gue kira awewe, tenyata batangan juga bro" ucap Panji menyeletuk
"Kenapa loe suka juga laki-laki, bukanya loe gak mau kawin karena gak suka wanita??"
"Enak aja sembarangan, nanti apa kata kakak ipar "
"Siapa kakak iparnya??" tanya Davina bingung
"Kak Davina kau lupa kau adalah kakak ipar ku"
"Najis, sayang kau mau punya adik ipar dia???" tanya Tian pada Davina
"Enggak" ucap Davina tegas membuat semua orang tertawa.
"Apa kau pernah ke negara Spanyol, maksudku...."
"Kakek buyut ku orang Spain" ucap Davina langsung
"Ah aku lupa bilang, bulan madu ke dua kamu kemarin ke sana sekalian mengunjungi sesepuh Davina"
Oscar hanya mengangguk, berati benar wanita yang ia lihat tempo hari adalah Davina.
Sayang sungguh sayang, Oscar harus ikhlas dan melepaskan
Tiga jam mereka berbincang-bincang hingga akhirnya mereka pulang, dalam perjalan menuju mobil mereka Gabby masih penasaran, ia sengaja menunggu Oscar di pintu keluar.
"Apa kau mau kita minum sebentar??" tanya Gabby
Jam baru menunjukkan pukul delapan malam, masih terlalu sore membuat club' tersebut masih sepi pengunjung.
Keduanya lalu duduk dan memesan minuman mereka, beberapa kali Gabby melirik ke arah sahabat terbaiknya itu
"Wanita itu, wanita yang membuatmu mencarinya adalah Davina, istri Tian bukan???" tanya Gabby menatap sahabatnya
"Kau terllau banyak berfikir"
"Aku bukan orang bodoh yang tak bisa membedakan kau berusaha membohongi semua orang tapi tidak denganku bro.
Aku mengenalmu luar dalam"
Oscar menyilangkan tangannya di depan badannya dengan wajah ngeri
"Loe jadi selama ini memperhatikan dalaman gue?? maaf gue suka cewe Gab"
"Pala loe, itu perumpamaan dodol."
Tawa Oscar pecah, ia juga tahu Gabby hanya bercanda, namun ia sangat senang melihat sahabatnya itu marah
"Kita tinggal bertiga, gue gak mau persahabatan kita pecah hanya karena wanita.
Lagi pula loe sama Davina bukan kekasih juga, dan kini Davina udah menikah dengan Sahabat kita Tian.
Gue saranin lepasin impian loe mengejar wanita itu, dia sudah tidak akan pernah jadi milik loe"
"Gue mengerti, gue juga gak akan mengejar apa yang bukan milik gue. Sebejat apapun gue, gue gak akan makan teman" ucap Oscar tegas
"Gue percaya sama loe. Sekarang kita minum dan lupakan semuanya.
__ADS_1
Loe mulai dari nol lagi.
Cari cewek yang masih singel"
"Kalah pom bensin mulai dari nol" gurau Oscar tertawa
"Loe juga harus move on, Alexandra tak akan kembali.
Dia sudah menghilang delapan tahun lebih.
Kalau dia memang pergi untuk menenangkan diri, dia tak akan mungkin melupakan kita" ucap Oscar menepuk punggung Gabby
"Gue tahu, hanya saja gue belum bisa membuka hati untuk yang lain"
"Bukan belum bisa, tapi loe belum mau membukanya.
Mau sampai kapan loe mencintai Alexandra semetara hati wanita itu untuk orang lain"
"Entahlah...." ucap Gabby menatap kosong ke depan
"Kita mencintai wanita yang tak bisa kita raih.
Loe bisa menasehati gue, dan nasihat itu juga berlaku buat loe bro" ucap Oscar tersenyum
"Marsha telah kembali" ucap Gabby menatap sahabatnya
"Wanita ****** itu....
Dengan ......"
"Tidak, " potong Gabby
"Oke masih mencurigai menghilangnya Alexandra ada kaitannya dengan Marsha???" tanya Oscar
"Kemungkinan itu ada. Alexandra menghilang tanpa jejak. gue orang terkahir yang menemuinya dan ia berada di apartemennya saat gue tinggalkan dia.
Apartemen dalam kondisi rapih, tak ada jejak apartemen itu di masuki secara paksa.
Satu kemungkinan terbesar adalah, Alexandra yang membukakan pintu apartemen itu karena ia mengenal dengan baik siapa orang yang datang" ucap Gabriel dengan hipotesisnya
"Sayangnya kamera CCTV dalam kondisi rusak, dan orang tersebut mengetahui dengan baik denah tempat itu di mana CCTV yang masih aktif."
"Itulah kecurigaan gue yang paling mendasar" ucap Gabby yang diangguki Oscar.
"Gue harap Marsha gak kembali sama Andy atau pria itu mati di tangan kita" ucap Oscar penuh kebencian
"Loe lagi di negara orang, jangan sembarangan ngomong" ucap Gabby mengingatkan sahabatnya
"Kalau bukan karena dia kabur dan mencari Perlindungan keluarganya, mungkin dia udah habis sama gue" ucap Oscar berapi-api
"Buat apa Marsha kembali??
Apa dia ..."
"Semoga bukan. Jika dia datang bermaksud menghancurkan rumah tangga Tian, dia akan menyesal"
"Jadi apa rencana loe?" tanya Oscar pada Gabby
"Kita menetap disini untuk sementra waktu"
"Setuju" ucap Oscar
Sebagai sahabat baik mereka sangat terpukul dengan pengkhianatan Andy dan Marsha.
Mereka melihat bertapa hancur nya Tian saat itu, di khianati oleh istri nya sendiri dan Sahabat baiknya.
__ADS_1
Dua pukulan telak yang menghancurkan hidupnya.