
"Maksud anda Tuan Kendrick????"
"Siapa lagi???" ucap Alfredo santai sambil menyeruput kopi nya
"Beliau hanya mengatakan anda harus mendukung nona Elly dan menjaganya"
"Cih, dia pikir aku baby siter apa???
Jika bukan karena Bernard sakit, Ku sudah pensiun" gerutu Alfredo membuat Albert tertawa
"Kau senang sekali sepertinya"
"Maaf tuan, jika anda pensiun saya bisa kembali ke kediaman tuan Kendrick" ucap Albert yang ternyata adalah orang kepercayaan Kendrick yang membantu Alfredo
"Dengar Albert kau akan tambah tua jika dekat dengan pria tua kuno itu.
Kau juga perlu pensiun!!!" teriak Alfredo
"Akan saya pertimbangkan tuan" ucap Albert tersenyum
"Baiklah kau bisa kembali kerja" ucap Alfredo mengusir Albert.
Alfredo menatap foto diatas meja kerjanya.
terlihat tiga orang pria di sana.
bentar, Kendrick dan dirinya.
Mereka adalah tiga sahabat yang bekerja sama dalam memajukan perusahaan yang di warisi oleh ornagtua mereka.
perusahaan Bernard merupakan perusahaan koalisi tiga sahabat, walaupun mereka memiliki perusahaan sendiri masing-masing.
Bernard sebagai direktur utama, Kendrick wakil direktur dan Alfredo sebagai penasihat.
Tiba-tiba Albert datang kembali keruangan Alfredo dengan terburu-buru.
Wajahnya terlihat khawatir, ia baru mendengar kabar tentang Bernard yang keracunan dan di larikan ke rumah sakit tepat saat ia akan kembali ke ruangan Davina.
Alfredo segera menuju ruangan Elly dan mengajak Elly dengan setengah memaksa ke rumah sakit.
Alfredo tak habis pikir bagaimana anak itu bisa tenang bekerja saat papanya sedang di rawat.
dengan terpaksa Davina mengikuti pria tua itu menuju rumah sakit.
Davina perlahan menjelaskan situasinya di perjalanan.
dan begitu mereka sampai Alfredo langsung kesal.
ia panik bukan main mendengar sahabatnya keracunan, walau Davina sudah menjelaskan, ia masih tak percaya namun kini....
Seornag pria tua Yangs ednag di khawatirkan nampak segar bugar, Tan terlihat seperti orang yang habis keracunan kemarin.
Apa dia beneran keracunan??? atau hanya akting saja???
"Dasar tua Bangka kau mau membuat jantungan ya???" gerutu Alfredo mendekati Bernard yang sedang di suapi Lilly.
di rumah sakit ini, Lilly tak memakai penyamarannya.
lagi pula jika Dona menuju ke rumah sakit ini, mereka sudah menyiapkan ruangan di lantai dua VIP dimana pasien umum di rawat.
Dan ada anak buahnya yang berjaga di sana.
mereka akan mengatakan jika Bernard sedang melakukan pemeriksaan USG atau apapun itu untuk alibi.
"Hahaha sahabatku ayo masuk, duduk"
__ADS_1
"Apa kau benaran tak sakit???
"Aku sakit, tapi aku sembuh dengan cepat" ucap Bernard menatap sekilas Lilly.
Alfredo yang tak memperhatikan Lilly langsung melotot terkejut.
"Astaga, jika itu putrimu lalu yang denganku???" tanya Alfredo memandang Davina
Akhirnya Davina membuka penyamarannya membuat Alfredo terkejut sampai lututnya lemas.
Lilly membantu Alfredo duduk di sofa, ia juga mengeluarkan stetoskop untuk memeriksa Alfredo.
"Kau bukan Elly????" tanya Alfredo pada Davina
"Biar aku jelaskan" ucap Bernard , lalu kedua sahabat itu berbincang, sesekali terdengar umpatan marah dari bibir Alfredo.
ia melirik ke arah Lilly dengan pandangan sulit di ungkapkan
"Lilly perkenalkan dia pamanmu Alfredo" panggil Bernard pada putrinya
"salam paman Alfredo" sapa Lilly sopan
"Dan di sebelah Lilly, Davina, keluarganya yang mengadopsi Lilly dari panti asuhan"
"Perkenalkan nama saya Davina tuan Alfredo"
"Terima kasih Davina sudah menyelamatkan dan menjaga Lilly kami" ucap Alfredo tulus.
"Tak masalah tuan, Lilly adalah saudariku" ucap Davina sopan
Pintu di ketuk, lalu masuklah Jack mendorong Bert, lalu di belakangnya Elly yang di dorong oleh Gabriel
"Elly....." Alfredo langsung bangkit dan memeluk Elly
"Uncle Alfredo, kau terlihat awet muda"
"Tentu saja , masa bohong"
"Kau..... apa aku pernah melihatmu???" tanya Alfredo memicingkan matanya melihat Jack
"Apa kabar Tian Alfredo, lama tak jumpa" sapa Jack
"Kau Jackson???, Sial ku pikir aku salah orang"
"Benar Tuan saya Jackson, apa kabar?"
"Baik, kemana kakek rusuh itu???" tanya Alfredo celingak celinguk" mengira jika Jack di negara ini dengan Angelo.
"Tuan Angelo tak ada disini, saya disini untuk melindungi nona muda kami" ucap Jack sopan.
"Nona muda???"
"Nona Davina adalah cicit tuan Angelo"
"Apaaaaaa????" baik Bernard maupun Alfredo sama-sama terkejut setengah berteriak.
keduanya mengenal Angelo karena perusahaan mereka sama-sama bekerja dengan miliader kaya raya itu.
Kini Alfredo jadi mengerti, darimana ketegasan, keberanian dan kepintaran wanita muda itu berasal.
Ia juga mendengar jika perusahaan utama milik Angelo kini di pimpin oleh cicitnya, mungkinkah..?????
"Nona muda ternyata kau cicit tuan Angelo, aku sungguh tak tahu, maafkan aku" ucap Bernard
"Uncle Bernard aku disini sebagai Davina tolong jangan sungkan"
__ADS_1
"hahahaha" tiba-tiba Alfredo tertawa
"Kau tahu Bernard, gadis kecil ini di hari pertamanya kerja sudah membuat gaduh satu perusahaan, tak heran dia adalah cucu seorang pengusaha sukses bertangan dingin.
kita semua tahu watak pria tua itu, menyebalkan tapi membuat lawannya takluk.
Sepertinya kau mewarisi sifat kakek buyutnya"
"Aku harap ini pujian tuan, karena kakek ku memiliki sifat yang sedikit aneh" ucap Davina lirih di akhir kalimatnya
"Hahaha kau lebih mengerti" tawa Alfredo mengenang Angelo.
"Bert ku dengar kau menghilang.
syukurlah kau kembali" ucap Alfredo yang mengenal gadis muda itu dengan baik
"Ini ulah Dona dan Denis Tuan, mereka ingin melenyapkan saya"
"Mereka memang keji, aku ingin ikut dalam rencana kalian" ucap Alfredo bersemangat.
tiba-tiba terdengar pintu di ketuk
Tok Tok Tok
Pintu terbuka dan masuklah Daffa dan Daffi, suasana ruang rawat menjadi penuh.
"Oh ya tuan, perkenalkan mereka kakak kembar ku" ucap Davina merangkul kedua kakaknya
"Kalian kembar tiga???? Davina mengangguk
"Luar biasa" pekik Bernard dan Alfredo.
mereka melihat ketiga saudara itu dengan antusias.
Akhirnya Alfredo dilibatkan dalam rencana mereka agar Davina lebih leluasa bergerak di perusahaan itu.
kini Davina akan mengatur pergerakan Dona agar tak bebas di perusahaan.
Dari laporan yang dikirim Shandy, beberapa orang melakukan kecurangan dan korupsi, sebagian diantaranya adalah orang-orang Denis dan Dona.
Waktunya penyapuan bersih tikus-tikus kantor.
Sementara tugas Daffi dan Berto adalah membuat jebakan untuk Nicholas.
Dan Daffa menghancurkan organisasi milik Denis dari dalam dengan cara mengadu domba dan membocorkan informasi rahasia.
Dua chapter untuk kalian, author janji pada diri sendiri mau upload lebih dari satu hari ini karena kemarin sibuk orderan sampai tangan gak bisa di gerakan karena buat nguel-nguel soes( apa coba bahasanya🤣🤣🤣)
untuk yang sudah coment dan like makasih banyak ya dukungannya, maaf gak bisa balas satu-satu.
author lagi sedih, harusnya novel baru sudah launching.
tapi karena sistem baru jadi draft dari tiga novel terbaru raib
Hik mau nangis rasanya, jempol ngetik sampai cantengan eh terhapus sistem.
awalnya author pikir hanya draft karya on going aja ternyata yang tiga novel terbaru juga. mamam deh.
Eh jadi curhat hahaha.
pokoknya yang penasaran sama novel terbaru di tunggu aja ya, karena novel ini sudah mendekati ending cerita.
Harap maklum ya author agak slow respon, lagi melatih jempol tangan lagi sambil mengkhayal hehehe
Terima kasih,
__ADS_1
Sehat selalu untuk kalian semua
Pooh