Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Jamu


__ADS_3

Sekar merasa bersalah dan terus menatap ke arah kamar mandi dimana suaminya beberapa waktu lalu masuk, namun sudah lebih dari setengah jam Panji belum juga keluar, Sekar jadi merasa tak enak dan gelisah


"Apa mas Panji marah ya??


Kenapa gak keluar-keluar juga dari tadi??


Masa iya mandi sampai mau satu jam???" gumam Sekar bingung


Ia berdiri mendekati pintu kamar mandi lalu menempelkan kupingnya karena penasaran.


Tak terdengar suara gemericik air, hanya suara nafas berat suaminya


"Kok gak ada suara air ya??


Apa mas Panji sedang pup???


kok suaranya gitu sih,??? aneh" gumam Sekar menempelkan telinganya lagi di daun pintu


CEKREEEEEKKK


"Awwwww" Sekar hampir saja terjelembab jika Panji tak menangkapnya


"Sekar???? kamu ngapain???" tanya Panji terkejut, sementara Sekar langsung buru-buru menunduk malu karena ketahuan menguping


"Anu mas, aku kebelet pipis, terus aku mau masuk ga enak" ucap Sekar beralasan


"Kok Sudja menikah masih malu, nanti juga mas bisa lihat" ucap Panjibdengab senyum nakal


"Ih mas dasar otak mesum" ucap Sekar mendorong suaminya lalu masuk ke dalam kamar mandi dan buru-buru menutupnya


Di balik pintu wajah Sekar merona merah karena malu


"Bodoh-bodoh, bisa-bisanya ketahuan mas Panji, apa yang dia pikirkan tentangku???


Jangan-jangan dia berpikir aku....


Arrrrrrggghhh memalukan" pekik Sekar frustasi


Panji sudah berpakaian dan sedang memainkan ponselnya, ia menatap pintu kamar mandi yang tak kunjung terbuka,


"Sekar pipis apa pup?


Lama bener gak keluar-keluar?


Tadi dia ngapain ya di depan pintu kamarandi? apa dia mendengar apa yang aku lakukan di kamar mandi???


ah sial, ini gara-gara si Jhony yang gak kuat iman, langsung aja dia hormat bendera begitu melihat Sekar, tahu aja dia kalau itu halal hahahha" ucap Panji liirh dan tertawa sendiri


"Mas ngapain ketawa sendiri???"


"Astaghfirullah, sekaaarrr, bikin aku jantungan aja" gerutu Panji mengelus dadanya


"Emang mas punya jantung apa?" ledek Sekar


"pisang aja punya jantung, mas juga punya kali.


Kamu pikir mas robot apa?"


"Punya jantung tapi baru di pake, mas dari dulu kemana aja?" tanya Sekar sinis


"Maksudnya????


"Iya punya jantung tapi ga ada rasa sama aku, huh nyebelin" ucap Sekar lalu naik keatas tempat tidur


"loh kok dia jadi marah sih??


Salah gue apa???" tanya Panji dalam hati yang melihat istrinya tidur sambil membokonginya


"Sayang kamu marah sama mas ya?" tanya Panji lembut membelai bahu istrinya

__ADS_1


"enggak, cuma kesal"


"Nah loh apa salah gue Sekar tiba-tiba mood nya buruk?? Apa dia marah karena gue solo karir di kamar mandi tadi???" gumam Panji dalam hati


"Sayang, maafin mas ya???" ucap Panji lembut


"Cari aman aja lah, walau gue gak tahu apa salah gue" ucap Panji dalam hati.


Ia jadi ingat ucapan Tian jika wanita selalu benar dan wanita berharap kita meminta maaf walau kita gak tahu apa salah kita.


Intinya wanita mahluk paling bener dan aneh


"Emang mas tahu salah apa???" tanya Sekar membalikan tubuhnya


"Hehe pokoknya mas minta maaf untuk semua kesalahan yang mas sengaja atau gak.


Jangan marah ya, nanti cantiknya ilang loh" ucap Panji mengedipkan sebelah matanya membuat Sekar lumer


"Itu jamu apa sayang? hangat di badan" ucap Panji menunjuk gelas dia tas nakas


"Gak tahu mama yang bawakan, katanya obat buat mas dari bunda" ucap Sekar


"Dari bunda??? perasaan aku tak pernah minta obat dan bunda tak pernah memberikan obat?" ucap Panji lirih


"Beneran dari bunda, tapi mama yang bilang"terang Sekar


"Oh"


"Ayo mas kita tidur" ucap Sekar lalu mematikan lampu kamar.


Panji merasa tubuhnya panas, terlebih ia kini tidur ambil memeluk Sekar


"Mas, bisa diem gak sih?? kenapa tidur menggesek-gesek gitu dan apa nih mas??


Ih mas pisang mas berdiri" pekik Sekar langsung menjauh.


Alisnya berkerut melihat wajah suaminya yang memerah


"Sial, kenapa gue bawaannya horny ya???


Belun ada satu jam lalu gue keluar, masa gue on lagi??? Apa gue hiper sekarang atau???


Jamu????? sial jamu apa itu gue curiga ini semua udah di atur" maki Panji dalam hati


"Mas??? kamu demam?" tanya Sekar panik langsung menempelkan tangannya di kening Panji, panas,


"Aku kompres ya???" tanya Sekar, Panji menggeleng pelan


"Sayang kamu cinta sama mas kan???" tanya Panji sudah merasa hasrat di ubun-ubun


"Cinta lah mas, kok aneh masih nanya.


Kalau ga sayang dan cinta, aku gak akan..." Panji meletakkan jari telunjuknya di bibir Sekar


Entah mengapa menyentuh bibir Sekar saja membuat tubuhnya gemetar


"Sayang bantu mas ya buat sembuh"


"Aku bukan dokter mas, aku telepon dokter dulu ya?" ucap Sekar ingin meraih ponselnya, namun Panji langsung menariknya hingga Sekar jatuh tepat diatas tubuh suaminya


"Maaf mas gak sengaja" ucap Sekar ingin bangkit, namun Panji justru memeluknya dan membungkamnya dengan bibir nya, berharap dengan mencium Sekar hasratnya akan hilang, namun makin parah


Keduanya hanyut dalam ciuman mereka, Panji dengan lihat membuka baju tidur Sekar, kini posisi mereka berbalik, Sekar berada di bawah dalam Kungkungan Panji.


"Masss" suara serak Sekar yang terbakar gairah terasa sangat sexy buat Panji, ia langsung melancarkan aksinya membuat Sekar mendapatkan pencapaiannya yang kedua. Ini pertama kalinya ia merasakan sensasi ini.


Panji membiarkan istrinya menikmati sensasinya, setelah beberapa saat Panji kembali ******* bibir tipis istrinya, ia merasa si Jhony perlu pelampiasan lain


"Sayang, bantu mas, mas juga butuh..."

__ADS_1


"Mas mau aku bagaimana?" tanya Sekar yang langsung mengerti.


Panji membimbing Sekar, gadis lugu itu terpekik karena terkejut, Panji tersenyum lebar dengan bangga


"Mas...."


"Jangan takut, dia sudah jinak" ucap Panji menunjuk Sekar, walau awalnya Sekar sungkan dan ragu.


Akhirnya Panji mendapatkan pelepasan keduanya dan Sekar juga mencapai puncak ke tiga kalinya, tubuh mereka tumbang.


Sekar segara masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya, Panji yang melihat tubuh setengah telanjang Sekar kembali bergairah, ia memaki sendiri kemudian menyusul Sekar, akhirnya mereka melakukan lagi di kamar mandi.


Setelah keduanya mandi Sekar langsung tidur karena kelelahan. itu pengalaman pertama Sekar.


Panji merasa sangat beruntung mendapatkan Sekar.


Dia masih lugu dan tak terjamah.


karena kasian dan tak mau menggangu Sekar, Panji kembali solo karir sampai dua sesi, ia sampai kesal dan terpaksa mandi air dingin untuk menghilangkan keinginannya hingga menjelang subuh ia baru tertidur.


Adzan subuh berkumandang, Sekar melihat suaminya yang masih tidur pulas dengan rambut basah


"Apa mas Panji mandi subuh-subuh??? bisa masuk angin tidur dengan rambut basah" ucap Sekar membenarkan selimut suaminya, namun tangannya menyentuh dahi Panji, panas


"Ya Allah mas Panji demam" gumam Sekar langsung menuju dapur untuk mengambil air kompres dan membuatkan teh hangat dan obat demam untuk Panji.


Sekar membangunkan suaminya untuk sholat, lalu memberikan teh hangat dan mengompresnya setelah Mereka selesai sholat.


Satu jam kemudian demam Panji turun.


Sekar segera menuju dapur membuatkan bubur untuk suaminya


"Sayang, kok but bubur??"


"Iya ma, mas Panji demam semalam" ucapan Sekar sambil mengaduk bubur nya


"Loh kok bisa demam??"


"Anu ma, mas Panji mandi malam" ucap Sekar dengan wajah memerah karena malu, Laras hanya tersenyum.


ia mengerti


"Jadi...."


"apa ma?" tanya Sekar polos


"Ah gak apa-apa.


Kamu istirahat saja, biar mama yang buatkan sarapan untuk kalian. Kamu pasti lelah kan" ucap Laras tersenyum penuh arti.


Ia menatap putrinya dengan bingung.


Dulu saat malam pertama ia sampai demam dan tak keluar kamar dua hari, tapi mengapa Sekar biasa saja dan jalanya juga normal?


"Ya udah Sekar mau mandi dulu ya ma, tinggal goreng ayam aja. Owh ya mas, Sekar kehabisan pembalut, mama punya stock gak?"


"Pembalut? Kamu...."


"Iya pembalut, Sekar kan lagi halangan" ucapan Sekar


"Ma... kok malah bengong? ada gak?"


"Eh ada, ambil aja di tempat biasa" ucap Laras kikuk,


"Sekar ke kamar dulu ga ma" ucapan Sekar langsung meninggalkan dapur


"Terus Panji main sama siapaaaaa???" pekik Laras menepuk dahinya pelan


"Ya Allah aku nyiksa anak orang" ucap Laras lirih

__ADS_1


__ADS_2