Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Interogasi Jack


__ADS_3

Pesawat yang mereka naiki akhirnya mendarat di Spanyol setelah perjalanan panjang yang melelahkan.


Davina makin merasa tubuhnya luluh lantah.


Ia butuh refleksi dan memanjakan tubuhnya.


Untuknya kali ini tujuan mereka ke Spanyol


Davina sudah merencanakan tujuan bulan madu mereka dan yang terpenting saat ini tubuhnya butuh di pijat.


Saat keluar dari bandara, Jack sudah menanti mereka dengan pakaian lengkapnya seperti biasa.


Pria itu masih terlihat gagah di usianya yang sudah mendekati Empat puluh lima tahun.


Perjumpaan pertama mereka saat Davina berusia menjelang delapan tahun.


Sudah tujuh belas tahun ia mengenal Jack dan sepanjang itu pula Davina menilai Jack adalah orang terbaik di sisi kakek buyutnya.


Ia juga sudah menganggap Jack om nya sendiri mereka dekat layaknya keluarga.


"Selamat datang nona muda dan Tuan" sapa Jack sopan


"Hei Om Jack, santai saja , aku sedang bulan madu bukan di kantor.


Disini tidak ada kakek buyut, aku benci formalitas" ucap Davina menarik suaminya lalu naik ke kursi penumpang.


"Sayang???" Tian bingung karena Davina memilih duduk di samping kursi kemudi


"Sayang kamu yang bawa mobilnya" ucap Davina lalu mendekati Jack dan menyodorkan tangannya


"Nona Muda ini...."


"Jack aku kesini ini berbulan madu dengan suamiku, bukan untuk kunjungan keluarga, Kunci mana???" tanya Davina


"Tapi nona...."


"Apa kau bosan hidup???" tanya Davin dengan sorot mata tajam membuat Jack terkejut.


Davina maupun Angelo dua orang yang berbeda dengan karakter sama, sama-sama tegas dan kejam.


Keduanya bisa menjadi seperti sekarang karena kepemimpinannya.


Dan bukan rahasia umum jika perusahaan Angelo jatuh pada Davina, sementara Daffa dan Daffi mewarisi perusahaan di bidang lain.


begitu pula si twin sudah di persiapkan memimpin perusahaan lainnya.


Begitulah miliader, anak belum besar sudah di beri warisan.


"Baik Nona" ucap Jack canggung


Davina melongok keluar jendela dan melihat Jack masih terpaku di tempatnya seperti orang linglung


"Om Jack, naik.


Aku tak suka mengulang ucapan ku.


Aku sangat lelah!!!" ucap Davina menegaskan membuat Jack langsung tergopoh-gopoh masuk ke dalam mobil dengan canggung


"Ayo sayang kita jalan" ucap Davina santai


"Aku tak tahu jalan disini" ucap Tian malu.


Ini pertama kalinya ia datang ke negara ini, berbeda dengan Davina yang sebulan sekali datang untuk urusan bisnis


"Astaga sayang, apa kau lupa ada istrimu ini, aku akan menjadi guide mu" ucap Davina menoel hidung suaminya membuat Sebastian merona merah.


Bisa-bisanya Davina berbuat itu didepan Jack.


Sebastian malu.

__ADS_1


Ia melirik kaca spion dan melihat Jack membuang pandangannya ke arah luar jendela


"Apa mereka menikah karena terpaksa????


Sepertinya informasi itu salah.


Yang kulihat nona muda dan Tuan muda terlihat saling mencintai.


Tidak ada terlihat paksaan menikah sedikitpun.


Apa.....


dalam seminggu tumbuh benih cinta???


Atau memang pada dasarnya mereka mencintai hanya saja pernikahan membuat mereka terbuka dengan perasaan masing-masing.


Kalau begitu....."


"Om Jack, mengapa om terlihat sedang berfikir keras??


om sedang tidak memikirkan kami kan???"tanya Davina menyelidik


"Ah nona ma...mana mungkin saya seperti itu" ucap Jack gelagapan.


"Bagaimana Davina bisa tahu??? Apa dia cenayang??? Atau....


mengerikan" gumam Jack dalam hati


"Om tahu, om paling payah saat berbohong" ucap Davina tersenyum lebar


"Maaf"


"Kenapa?? gak ada yang salah???


Om aku sudah menganggap om Jack om ku sendiri jadi om gak perlu memanggilku nona, ini seperti ada jurang pemisah antara kita.


"Baiklah gadis kecil.


Bagaimana kabarmu?? apa sudah ada keponakanku di sana???" goda Jack tak canggung sama sekali, ia hanya sedikit menjaga image di depan Tian


"Om, menyebalkan" ucap Davina yang di balas tawa Jack


"Sebastian, maaf aku tak bisa datang di pernikahan kalian, tapi aku mendoakan kalian bahagia dan hidup rukun sampai kakek nenek hingga ajal menjemput"


"Amiiiinnnnn" jawab Davina dan Tian bersamaan.


Jack yang awalnya khawatir Davina tak bahagia kini bernafas lega.


Pasalnya kekhawatiran Angelo dan Ernest tidak terbukti.


Davina terlihat bahagia dengan pernikahannya yang awalnya karena keadaan.


"Gadis kecil kau menunjukkan arah yang salah" ucap Jack tiba-tiba saat Davina menunjukkan arah yang salah pada Sebastian


"Aku ingin membeli sesuatu untuk grandpa Andres"


Mereka lalu berhenti di sebuah toko.


Davina sendiri yang turun sementara Jack dan Sebastian sedang berbincang, keduanya terlihat terlibat dalam percakapan serius.


"Anak muda, aku tahu pernikahanmu dengan Davina karena terpaksa, namun aku melihat kau mencintainya, semua mata tua ini tidak salah menilai"


"Benar Om, aku mencintai Davina"


"Sejak kapan???" tanya Jack menyipitkan matanya


Ini seperti Sebastian di interogasi oleh orangtua kandung Davina, sebastian merasa jantungnya berdebar kencang


"Aku tak akan mengatakan pada Davina jika kau malu, ini rahasia antara dua lelaki dewasa" ucap Jack mengedipkan sebelah matanya

__ADS_1


"Sejak dulu om, aku tak ingat kapan tepatnya.


Tapi karena ia keponakan ku aku memendamnya Hinga takdir yang tak sengaja mempersatukan kami"


"Itulah jodoh, Tuhan mempertemukan jodoh kita dan mempersatukan nya dengan caranya dan tanpa bisa kita duga.


Kadang sudah menikah pun bisa cerai karena bukan jodoh, jadi biarkan itu mengalir apa adanya"


"Aku setuju perkataan om.


Tuhan mematahkan hati kita untuk memberikan kita yang lebih baik lagi."


"Benar anak muda" ucap Jack manggut-manggut.


penilaiannya pada Sebastian langsung berubah telah mereka berbicara, Sebastian pria yang cocok untuk Davina.


"Panggil Tian aja om, kalau Davina menganggap om adalah om nya maka begitupun saya" ucap Tian membuat Jack tersenyum


"Well aku suka pemikiran mu.


Dengar Tian, walau aku bukan Keluarga sebenarnya Davina, tapi aku sudah mengaggap Davina keponakanku.


Jika kau sedikit saja menyakiti dia, aku pastikan hidupmu hancur" ucap Jack mengingatkan dengan wajah serius. Ancamannya tak main-main karena ia menyayangi Davina seperti keluarganya sendiri.


"Aku mengerti" ucap Tian lugas


"Jadi apa yang kau suka dari Davina????" goda Jack kembali santai dengan muka penasarannya


"uhuk uhuk uhuk" Sebastian tersendak karena perkataan Jack


"Hahahhaa kau sungguh berbeda dengan Davina.


sifat mu kebalikan dari Davina.


Ku nasihati kau anak muda,


Gadis kecilku itu memang cerewet, galak dan sedikit...


kau tahu lah, tapi dia orang yang lembut dan penyayang" ucap Jack


"Siapa yang cerewet, galak dan sedikit...." Davina memutar jari telunjuknya di dekat pelipisnya


Baik Jack ataupun Tian sampai terlonjak kaget karena mereka tak mendengar kedatangan davina


"Sayang...."


"Gadis kecil" ucap Jack mengelus dadanya


"Siapa yang kalian bicarakan???


Kalian sedang ghibahin aku ya???" tanya Davina menatap tajam suaminya dan Jack bergantian


"Bu..bukan ya kan om???" sangkal Tian yang di balas anggukan Jack, keduanya nyengir kuda karena kepergok sedang membicarakan Davina.


"Aku kok gak percaya sama kalian berdua" ucap Davina menyelidik


"Sayang kami gak bohong, ayo kita pulang, aku sudah lelah dan merindukan kasur" ucap Tian mengalihkan pembicaraan, namun Davina masih menatap kedua pria itu bergantian seolah mencari kebenaran dari ucapnya Tian


"Ayo aku juga lelah" ucap Davina menyerahkan paper bag di tangannya pada Tian lalu masuk ke dalam mobil. Jack dan Tian saling mengacungkan jari jempol mereka tanpa Davina ketahui.


Akhirnya mereka Sampai di sebuah bangunan super megah yang berada di pinggir kota, Jack yang turun duluan di ikuti Tian, lalu Jack memberi kode pada mobil di belakang yang merupakan bodyguard keluarga Angelo yank sejak tadi mengekor mereka untuk membawa barang bawaan nona muda merek.


Beberapa pelayan terlihat berbaris menyambut kedatangan Davina dan suaminya, nampak kepala pelayan yang mengomando semua pelayan menyapa dengan sopan


"Selamat datang nona muda dan Tuan muda" sapa mereka serempak


Davina hanya mengangguk dengan senyum, sampai di dalam ia di buat terkejut dengan apa yang ia liat


"Ka...kaliaaan?????" pekiknya setengah berteriak karena shock

__ADS_1


__ADS_2