Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Teman Dajal


__ADS_3

Oscar masih memandang punggung Lilly PTyang berjalan menjauh, senyum lebar terpasang di wajahnya, Lilly sungguh berbeda dengan wanita kebanyakan.


Wanita itu sungguh dingin, cuek dan sulit di dekati.


Seperti landak yang langsung mendirikan bulunya saat di dekati karena mempertahankan diri.


Bisanya sekali senyum banyak wanita yang tergila-gila dan berharap Oscar menjadi kekasihnya, namun Lilly tidak, wanita manis itu dingin sedingin salju di musim kemarau.


Dingin tapi kecantikannya membuat hati Oscar menghangat.


"Hai cowok boleh kenalan???" sapa beberapa wanita yang melintas, senyum Oscar langsung lenyap.


Ia hanya tersenyum kecil dengan tangan menangkup ke depan


"Sorry, im busy" ucap Oscar memakai kacamata hitamnya lalu masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa Oscar ketahui Lilly memakai senapan bidiknya melihat Oscar dari jauh, senyum tipis tersungging di bibir nya yang kaku


"Not bad" ucapnya lirih lalu kembali memasukkan senapan sniper nya ke dalam ruang rahasia yang ia rancang di apartemen nya.


Sementara di dalam mobil terlihat Oscar sedang menghubungi seseorang.


"Hallo bro, gue ke apartemen loe" ucap Oscar langsung memutuskan panggilannya sebelum lawan bicaranya menjawab.


Senyum kecil terus tersungging di bibir tipis pria tampan itu


"Aku akan mendapatkan mu baby" ucap Oscar sambil memperhatikan wajahnya sendiri dari kaca spion.


sementara di sebuah apartemen


"Siapa?? Oscar???" tanya Panji sambil memeluk kripik singkong di toples milik Gabby


"Siapa lagi kalau bukan dia.


Tian sedang sibuk dengan istri barunya" ucap Gabby menghempaskan bokongnya di samping Panji


"Gue bakal kesepian loe balik Gab"


"Jangan lebay, bukanya loe seneng gue balik??"


"Ah loe mah gak percaya bener.


Gue seriusan.


Liat nih muka gue" ucap Panji mencondongkan wajahnya ke arah Gabby


"Astaga, kalian normal kan?? apa ini alasan kalian gak mau punya pacar??" pekik Oscar yang tiba-tiba sudah nongol tanpa mereka sadari


"Astaghfirullah, setan bikin kaget aja loe" ucap Panji mengelus dadanya , keripik singkong dalam pangkuannya sampai loncat terlempar karena ulahnya


"Jadi loe kesel gue ganggu, sana loe kalau mau ciuman di kamar gih.


Najis nanti kue ketularan kalian jeruk makan manggis"


"Aih najong, emangnya Eike cowok apaan??" ucap Panji ngondek.


"Bro yang benar jeruk makan jeruk, kok manggis sih??" ralat Panji sambil memunguti keripik singkongnya


"Kan loe item, kayanya gak cocok itu perumpamaan buat loe" ucap Oscar santai membuka lemari pendingin dan mencari minuman dingin di dalam sana.


Sontak Gabby tertawa sampai memukul sofa mendengar ucapan kejam oscar


"Kampret loe bugil"


"Apa tuh???"


"Bule gila" ucap Panji sewot, sementara Gabby dan Oscar hany tertawa serentak


"Jorok amat loe ji, Gimana tuh badan mau gede, cacingan permanen loe, makanan jatuh diambil" teriak Oscar


"Belum lima menit, sayang" ucap Panji cuek memunguti kripik singkongnya, kedua sahabatnya hanya bergidik geli melihat kebiasaan jorok panji


"Gue jadi illfeel deh, jangan-jangan makanan kemarin yang loe bawa bekas jatuh juga"


"Kaga itu mah cuma bekas gue ketekin" ucap Panji asal, namun Gabby dan Oscar langsung mual


"Huek, panjiiiiii, penjol Jawa kampret

__ADS_1


Loe mau bunuh kami ya, pantes ada aroma aneh tuh kue"


"Maksud gue gak begitu bro, gue taro di jaket tuh makanan" ucap Panji meralat sambil nyengir kuda


"Panji gelo, itu sama aja dodol" ucap Gabby yang langsung berlari ke kamar mandi


"Loe Liat, sohib loe Cemen OS"


"Kepala loe bau menyan, gue juga mual kampret" ucap Oscar sewot, Panji hanya tertawa geli lalu duduk kembali sambil memangku toples keripik singkongnya,


"Asli, gue kasian loe belum punya pacar, tapi sekaligus bersyukur ji"


"Sial loe"Dengus panji


"Iya gue mikir aja, kasin yang jadi bini loe nanti" ucap Oscar menggeleng pelan


"Bener OS, bisa-bisa bini nya nanti kena serangan jantung, Panji jadi duda tingtong kembang goyang"


"Sue loe OS, sekate-kate aja" ucap Panji tak terima


"Eh itu Maksudnya??? gimana tuh duda??"tanya Gabby penasaran darimana perbendaharaan kata Oscar makin jago berbahasa Indonesia


"Kita semua tahu Panji bukan perkara tulen alias perjaka tingtong alias udah keropos dengkul kebanyakan nakal, nah kembang goyang karena onderdil dia dan gak pakem lagi udah pada soal alias kendong hahahhaha" Oscar dan Gabbriel tertawa sampai menetaskan air mata, mereka puas sekali melihat wajah kesal Panji


"Dasar teman dajal, seneng bener nyumpahin, seneng bener temen susah, seneng bener bully gue.


Ingat yaa kalian berdua bakal kangen sama gue sampai ke bawa mimpi"


"Najiiiissssssss" ucap keduanya serentak lalu tertawa kembali.


"Ah dasar bule gila, mending gue nyeduh kopi biar tetap waras, kalian mau gak???


"Enggaaaaaakkkk" teriak Oscar dan Gabby bersamaan, Oscar dan Gabby saling pandang dan keduanya tertawa kembali.


"Kalian....


Nyebelin" ucap Panji sewot lalu berjalan menuju dapur.


"Cie ngambek, jauh jodoh loe"


"Os, loe ngapain ke apartemen gue, jangan bilang loe kangen gue??" ucap Gabby menarik turunkan alisnya dengan senyum lebar


"Mimpi loe" ucap Oscar melempar bantal sofa


"Ye kali aja, sewot banget ih, lagi PMS ya??" goda Gabby dengan senyum lebar


"Gue gak jadi balik"


"Maksud loe???" tanya Gabby meminta kejelasan


"Gue gak balik sementra ini, ada urusan penting"


"Os, om dan Tante udah nelponin gue Mulu, mereka kaya kehilangan piring berharga aja"


"Ah biarin aja, gue bosen terus terusan cari uang.


Loe tahu sendiri mama dan papa gue cuma perduli sama hasil, tanpa tahu prosesnya" ucap Oscar mendesah lelah


"Gue ngerti, tapi seenggaknya loe masih punya keluarga lengkap" ucap Gabby


"Lengkap sih lengkap, tapi mereka lebih perduli sama deasy anjing pudel di rumah ketimbang gue"


"Gue rasa loe bukan anak mereka, mungkin loe anak pungut , terus jiwa loe ketuker sama deasy"


"Kambing, khayalan tingkat tinggi loe.


Gak habis minum obat kan??" sewot Oscar yang di balas tawa Gabriel


"Loe enak papa loe sayang bener sama loe"


"Tapi over, toooooo much


ah gue kaya bayi gede, papa memperlakukan gue over protected. Gue lebih baik milih punya ornagtua kaya om dan Tante "


"Ya begitulah, rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita, karena kita malas nyiram jadi mati deh rumput kita"


"Kadang loe bener juga" ucap Gabby tertawa terpingkal-pingkal

__ADS_1


"Bener gimana??"


"Bener-bener gila" jawab Gabby lalu keduanya tertawa lagi


"Loe pada gibahin gue ya??" tanya Panji membawa tiga gelas kopi, Oscar dan Gabby saling pandang


"Tenang tangan gue steril, ini kopi sehat"


"Bebas cafein maksud loe???"


"Combro bebas dari kuman, gue lagi sadar.


percaya deh gue kalau ngomong gak bohong, kecuali terpaksa" ucap Panji nyengir kuda


"Jadi selama ini loe gak sadar gitu Ji? tanya Gabby yang di balas Panji dengan menaikan kedua bahunya


"Minum ya minum, kalau gue masuk IGD gue apstiin bokong loe biru-biru" ucap Oscar menyeruput kopi buatan Panji


"Ye gak percaya itu kopi bebas dari kejorokan gue, cuma gue kasih sianida sedikit, cuma sedikit gak bikin mati" ucap Panji gondok


Oscar dan Gabby tertawa lalu menyeruput kopi mereka.


Tiba-tiba bel apartemen Gabriel berbunyi


"Loe pesen makanan ji??"


"Kaga lah, gue kan mau makan sama kakak ipar" jawab Panji


"Nah loe kali pesen makanan??" tanya Panji balik


"Enggak, apa loe OS??"


"Gue kan tamu, rajin bener pesen makanan, udah sana bukain Ji" ucap Oscar malas bangun


"Kok jadi gue sih yang bukain pintu, kan yang tuan rumah Gabby" protes Panji


"Soalnya loe yang paling kecil" ucap Oscar asal


"Apa hubungannya coba??" gerutu Panji


"Ya kan kalau anak kecil ngalah ma yang gedean, ya kan Gab???" Gabriel hanya senyum dan mengangguk


"Apa kata loe aja berdua, dasar bule sinting.


Mimpi apa gue punya sohib Dajjal permanen" gerutu Panji sambil melangkah menuju pintu


"Lama bener loe lagi boker ya?" tanya Tian masuk langsung menyerahkan barang bawaannya pada Panji


"Woi apaan ini,.....


eh kakak ipar??


aduh calon penganten masa depan ikut juga??" ucap Panji yang melihat Davina dan Cleo di belakang Tian


"Uh dasar kisut" ucap Cleo mendahului Davina


"Bawa nih" ucap Davina menambahkan bawaan Panji


"Woi, gue kecil suruh bawa begini banyak, patah tulang muda gue" teriak Panji yang terlihat sulit berjalan karena keberatan bawaan di kanan kirinya


Oscar langsung bangkit dan membantu Panji


"Makanya kalau makan berdoa, semoga makananmu menjadi lemak dan daging, bukan menjadi kentut dan pup" ucap Oscar membuat Cleo tertawa terbahak-bahak sambil berteriak


"Hahaha om Oscar bener banget, Cleo setuju.


Tuh om Panjul, dengerin apa kata om Oscar.


Kata mama kalau makan gak baca doa, makanan kita di makan setan, nah om mungkin salah satu contohnya" cerocos Cleo membuat semuanya tertawa.


"Calon istri masa depan jangan gitu dong sama babang"


"Babang somay??? titut titut" ucap Cleo tertawa puas seolah perkataan lucu


"Cleo...." Davina memberi tanda Cleo untuk sopan, gadis kecil itu lngsung membekap mulutnya sendiri


"Jadi kenapa kalian kesini?" tanya Gabby bingung dengan kedatangan Tian dan keluarga kecilnya

__ADS_1


__ADS_2