
Daffa menaiki kapal memanfaatkan tali pelampung, ia meloncat masuk
"Hei siapa kau???" pekik seorang pria berpakaian koki
"Aku, aku tercebur dan....."
Cleeeb
sebuah jarum menancap di leher koki tersebut,
sebuah nampan berisi gelas Wine berpindah tangan, Lilly dengan cetakan menangkap nya sebelum nampan berisi Wine itu jatuh ke lantai dan membuat suara mencurigakan.
Daffa melongo, ia melihat Lilly berada di belakang pria itu
"Waspada" ucap Lilly menyeringai
"Thanks Sis" ucap Daffa balas menyeringai
"Lilly mengendap-endap menuju bagian belakang kapal, ia memikirkan rencana selanjutnya.
Sementara Daffi sudah keluar dari toilet kecil yang ada di sana, Daffa sudah berganti pakaian koki tersebut membawa nampan Wine, bersiap berbaur dan mencari info.
"Bagaimana????"
"Ku ikat di dalam" ucap Daffa setengah berbisik.
Lilly mengacungkan jempolnya.
Ia juga harus mencari cara untuk berbaur.
tak lama ada seornag wanita mabuk, ia terhuyung-huyung berjalan ke arah Lilly.
clebbbb
Jarum bisu menancap, Lilly langsung membawa wanita itu menuju tempat di mana Daffa tadi mengikat koki muda itu.
beruntung wanita itu memakai wig, dan juga ada make up di dalam tas nya.
Lilly mulai menyulap wajahnya menjadi karakter yang beda dengan wajahnya.
Make up bisa membuat wajah seseorang berubah drastis.
Kini Shandy dan Berto yang belum mendapat bagian mereka. sementara Anggota militer yang berada dalam team mereka bersiap dengan senjata di sekeliling kapal.
Asal kapal tak jalan, semua aman, sehingga Berto lebih memilih menuju ke bagian kemudi kapal.
untuk memastikan bahwa kapal akan tetap di posisinya sampai mereka berhasil menangkap Dona dan Denis serta antek-anteknya.
Shandy kini sudah memakai pakaian pengawal, tentu saja ia peroleh dari seorang pengawal yang berhasil Shandy tumbangkan, Berto juga melakukan yang sama untuk bisa masuk keruang kemudi.
beberapa orang militer sudah naik ke dalam kapal, mereka langsung mencari tempat bersembunyi.
Berto dan Shandy juga berhasil mengamankan ruang kemudi.
nahkoda kapal yang tak tahu apapun, di biarkan tetap menjalankan kapal. sementara asisten nya di amankan oleh Berto.
__ADS_1
pria tua itu hanya di mintai menjalankan kapal tanpa tahu maksud si penyewa.
awalnya mereka berada beberapa mil di sebelah selatan, namun tiba-tiba lokasi berpindah dan ia di minta menjalankan kapal nya ke arah titik koordinat yang di minta.
Si pria tua hanya berpikir mereka para orang kaya suka bersikap dan melakukan sesuatu secara spontan.
jika hanya menerima uang dari asistennya.
Rupanya asisten itu menerima perintah dari salah seorang pengunjung kapal mewah tersebut
"Shandy langsung memberitahu nama pria yang memerintahkan si nakhoda menuju titik penjemputan.
Lilly dan Daffa menyebar, menyisir lokasi pesta, mereka berusaha mencari info keberadaan tuan Miller pria yang memberi perintah pada asisten nakhoda kapal.
Lilly bergaya genit untuk mencari informasi, Daffa tak pernah menyangka jika saudari angkatnya bisa juga bersikap genit begitu. Ia seperti bukan Lilly yang ia kenal.
Lilly yang pendiam dan ketus, yang jika berbicara hanya akan membuat lawan bicaranya melongo, kesal.
Kini Lilly berubah Tiga ratus delapan puluh derajat.
Daffa hanya bisa mesam mesum tak percaya di sudut ruangan sambil sesekali tersenyum melayani para tamu pesta.
Ingin sekali Daffa mengambil ponsel dan mengabadikan momen saat Lilly berbicara dan bertingkah genit.
Jika Oscar melihatnya, ia pasti akan muntah darah.
"Hei cantik, boleh kenalan??" tanya Seorang pria menatap
"Tentu, lillyana" ucap Lilly genit
Daffa mengangguk. melirik sekilas ke arah Lilly.
Sepertinya Lilly mengerti sesuatu, ia segera berakting ikutan minum, tak lama kedua pemuda yang menggoda Lilly pingsan.
Lily segera menancapkan jarum kebenaran.
Jarum itu berisi racun yang membuat seseorang tak bisa berbohong, jika orang tersebut berbohong maka ia akan merasakan dadanya seperti di tusuk seribu jarum.
Setelah mendapat informasi yang diperlukan, Lilly segera bergegas menuju bagian dalam kapal, ia menemukan beberapa kamar, Lilly yang diikuti Daffa serta beberapa anak buahnya langsung bersiaga.
senjata sudah dalam posisi menembak.
Illy mendengar suara seseorang sedang berbicara dan tertawa dari arah selatan, ia segera mengendap-endap menuju lokasi tersebut.
Di sudut sana terdapat sebuah bar, dimana beberapa bodyguard berdiri dengan senjata di di badan mereka.
dan di depan sana terlihat empat orang sedang duduk sambil menikmati segelas wine di tangan mereka.
"Dasar sialan, merek sedang asik berbincang" maki Daffa membuat Lilly ingin tertawa.
Lilly mengerti kekesalan Daffa, mereka seperti belut yang licin sekali di tangkap.
Jika keduanya berhasil lolos lagi, Lilly akan malu sebagai anggota elite Angel devil.
"Cukup mereka mempermainkan kita,"
__ADS_1
"Benar"
"Ah ****, kau membuatku kaget saja" ucap Daffa mengelus dadanya terkejut bukan main karena Shandy tiba-tiba berada di tengah mereka
"Hiperbola kau bro, wajah gue tampan kenapa loe pake kaget segitunya" gerutu Shandy kesal
"Bukan masalah itu, loe tahu-tahu datang kaya setan.
Untuk gue gak beri loe" ucap Daffa dengan gerakan ingin menyikut Shandy.
Shandy lalu melakukan gerakan menangkis
Pletak
pletak
"Adawwww" pekik keduanya memegang kepala mereka
Kita sedang dalam situasi tegang, kalian malah becanda.
Fokus apa kau mau aku racuni?"
"Daffa, kita damai daripada kita mati muda, ratu racun marah" ledek Shandy membuat keduanya terkekeh.
"Dasar cowok-cowok aneh, MUSIBAH LAH WANITA YANG MENIKAH DENGAN KALIAN!!!!"ucap Lilly kesal,
"Huhuy, kata siapa, mereka justru beruntung, ya kan bro?"
"Yoi" timpal Shandy lalu keduanya TOS.
"Posisi siap eksekusi.
team persiapkan diri kalian" ucap Lilly memberi komando
Kalian berdua lumpuhkan dua bodyguard di sisi kanan.
Gue akan lumpuhkan yang di sebelah kiri.
Dan langsung menyergap ok????
Lilly langsung menembakkan beberapa jarum bius ke arah dua orang di depannya, mereka tumbang, lalu dia usul dengan dua bodyguard di sebelah kanan.
semua bodyguard sudah tumbang.
melihat bodyguardnya tumbang.
Keempat pria yang tadinya asik mengobrol langsung bangkit. mereka sudah bersiaga dengan senapan mereka.
Baku tembak pun terjadi.lilly mengeluarkan jarumnya , posisi dia yang paling leluasa, sementara Shandy dan Daffa tak memiliki titik buta.
Lilly merobohkan Denis dan seorang pria di dekatnya.
"**** kemana Dona???"
.
__ADS_1