Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Menjijikan


__ADS_3

Davina sudah mandi dan berganti pakaian, walau ia tubuhnya terasa lelah akibat ulah Tian, namun ia harus membuat cemilan untuk suami dan putrinya mengingat sekarang weekend Davina ingin membiasakan kebiasaan baik untuk keluarga kecilnya.


Sementara Sebastian sesudah meminum obat langsung tertidur pulas, Davina memegang kening suaminya yang kini sudah tidak panas lagi, ia heran mengapa suaminya sudah tidak demam lagi, apa ada pengaruhnya setelah Mereka berhubungan seperti yang Tian katakan, atau hanya kebetulan saja???


Entahlah, yang jelas ia ingin menjadi istri yang Sholehah untuk suaminya.


Namun ada yang mengganjal di hatinya pihak kejadian di kamar Cleo, itu ....


Davina menggelengkan kepalanya, perasaan tak nyaman menggelayuti dirinya.


Ia akan membicarakan hal ini pada suaminya setelah Tian bangun nanti.


Davina segera keluar dari kamarnya lalu menuju Dapur, ia melintasi ruang keluarga dan tak melihat Cleo di sana, begitu pula di ruang tamu.


Sebelum turun tadi Davina sudah memeriksa kamar Cleo, di sana tidak ada siapa-siapa sehingga Davina mengira Cleo bermain dengan Marsha di uang keluarga, tapi tidak ada, kemana putrinya itu????


"Mbok, mbok inem" panggil Davina, Karena pada jam ini asisten rumah tangga nya sedang istirahat.


"Ya mba??? Ada yang bisa mbok bantu??"


"Anak saya mana mbok? Cleo dimana? Apa Marsha membawa Cleo???" tanya Davina


"Owh non Cleo di belakang, di kolam renang"


"Dia sedang berenang??? tumben" ucap Davina


"Bukan berenang tadi lagi melamun sepertinya sih" ucap mbok Inem menerka-nerka


"Kok sepertinya??? loh emang ulet keket itu, eh maksud saya marsha and the bear kemana??" tanya Davina namun di balas tawa mbok inem


"Hahaha cocok bener mba kasih julukan, Marsha itu gatel geal-geol dan bikin geli persis ulet keket" ucap mbok inem tertawa terkekeh


"Emang begitu kan tuh orang"


"Ulat keket pulang mba, dia kepanasan terus kabur hahaha" tawa mbok inem


"Kepanasan??? karena liat mantan suaminya dan saya ya mbok???" ucap Davina menutup mulutnya


"Iya lah, tapi bagus bir sadar diri.


oh ya ,non Cleo itu bengong aja sambil mainin air di kolam renang, kayanya dia lagi sedih atau sedang berfikir sesuatu deh.


Cleo sejak kecil tertutup, dia dewasa sebelum waktunya" ucap Mbok Inem sedih


"Tolong antarkan dua mangkuk Ice cream ke belakang ya, saya mau menemui Cleo"


"Siap mba" ucap mbok inem, sementara Davina segera menuju ke kolam renang yang letaknya di bagian belakang rumah dimana Cleo berada.


Terlihat di kejauhan Cleo sedang memainkan air kolam renang


"Sayang, kamu lagi ngapain??" tanya Davina mengejutkan Cleo


"Mama?? itu ma, Cleo lagi iseng aja disini sejuk" ucapnya beralasan


Davina tersenyum dan ikut menyebutkan kakinya ke kolam renang


"Mau berenang???" tanya Davina


"Enggak ma, Cleo lagi malas"


"Anak kecil gak boleh malas berenang, kamu mau jadi bantet kaya anak kecebong????" goda Davina membuat Cleo tertawa

__ADS_1


"Enak aja mama samain aku sama kecebong ahhaha"


"Beneran loh, mama tuh rajin berenang, makanya tinggi. lagian ya berenang itu bagus buat jantung"


"Iya, iya Bu dokter" ucap Cleo menghentikan ceramah mama nya


"Kemana mama kamu???" tanya Davina mengubah topik pembicaraan


Cleo hanya mengangkat bahunya malas


"Pulang???"


"Seperti yang terlihat" ucap Cleo malas


"Terus kamu disini lagi sedih karena dia pulang??


Kamu lupa kalau kamu punya dua mama" ucap Davina menepuk bahu putrinya


"Tahu, satu mama aneh satu mama genit"


"Mama aneh?? siapa? Marsha??" tanya Davina tak bisa menahan tawa. Ia sudah hapal jika mama genit tertuju padanya, namun baru mendengar Cleo menjuluki Marsha and the bear mama aneh.


"Kok bisa gitu sayang, aneh kenapa??"


"Enggak ada" ucap Cleo tak ingin membahasnya


"Ok deh kalo ga ada alasanya kamu panggil mama aneh, eh ada yang datang bawa yang seger-seger" ucap Davina begitu mbok Inem mendekat


"Asik Ice cream" teriak Marsha yang memang menyukai makanan manis


"Mam matcha kamu coklat" ucap Davina mengambil mangkuk di nampan yang di sodorkan Mbok Inem.


Mbok Inem tersenyum senang, mama tiri Cleo sangat pandai merubah mood Cleo yang buruk


"Ah gak usah mba, itu buat mba dan non Cleo saja"


"Ih gak boleh nolak, saya beli banyak kok, gak km habis untuk kami berdua"


"Tuh mbok cepet sana, nanti ice aku keburu cair" ucap Cleo membuat Mbok Inem bergegas menuju dapur dan memanggil rekannya


"Ma, papa gak di kasih???"


"Ini khusus buat wanita, pria ga boleh makan.


Lagian papa kamu lagi kambuh maaf nya" ucap Davina beralasan.


Tak la mbak Parmi dan mbok Inem datang, mereka berpesta, memakan ice cream gelato yang Davina beli beberapa waktu lalu


Setelah habis Mbok inem dan mbak Parmi pamit untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.


Kini tinggal Davina dan Cleo di tempat tersebut


"Jadi masih gak mau cerita sama mama???


Apa ada sangkut pautnya dengan mama marsha yang berada di kamarmu beberapa waktu lalu?" tanya Davina membuat Cleo menoleh terkejut


"Kalau gak mau cerita gak apa-apa sayang, tapi mama mau mengatakan kalau mama perduli denganmu karena kamu anak mama.


Mama akan selalu ada mendengarkan kamu"


Cleo menatap Davina seakan mencari kebenaran dari kata-kata Davina

__ADS_1


"Sebenarnya ada yang aneh sih ma.


tapi mama jangan sampaikan ke mama Marsha lagi ya??? janji??? janji dulu" ucap Cleo


"Mama janji" ucap Davina menjulurkan jari kelingkingnya, Cleo menautkan jari kelingking pada Davina


"Jadi ma, mama Marsha tuh aneh bener.


Masa tadi Cleo masuk kamar mama Marsha berantakan"


"Berantakan gimana sayang" tanya Davina penasaran


Cleo terlihat ragu-ragu


"Itu ma, baju mama Marsha kebuka, terus keliatan ***** nya" ucap Cleo dengan wajah merona merah.


"What??? terus"


"Pokoknya berantakan ma, sampai rok nya juga, mama Marsha bilang kegerahan.


Tapi Cleo lihat memang mama Marsha keringetan sih.


Kok bisa ya ma??? kamar Cleo kan ber- AC" ucap Cleo terlihat berpikir


"Iya, mungkin beneran kegerahan" ucap Davina mencari alibi untuk Marsha, ia tak mau putrinya berfikiran aneh, walau jujur itu memang sangat aneh,


malah Davina jadi menyimpulkan sesuatu yang gila.


"Yang anehnya lagi, ****** ***** mama Marsha di lantai ma"


Davina tersendak salivanya sendiri, ia bisa menyimpulkan sesuatu dari keterangan Cleo.


"Mama mau minum?? Cleo ambilkan ya??"


"Enggak usah sayang, teruskan ceritamu" ucap Davina berusaha tenang walau sebenarnya ia sangat marah kini. Pantas saja ia mendengar suara aneh, namun karena mereka hanyut dalam gairah jadi tidak berpikir yang macam-macam


"Mama Marsha bilang habis pipis lupa pakai celana" Davina menepuk keningnya pelan.


Benar dugaannya, Marsha....


Bagaimana dia bisa melakukanya di kamar Cleo, terlebih objek fantasinya adalah Sebastian.


Davina merasa kesal setengah mati.


Yang lebih parahnya adalah Cleo memergokinya


"Tapi mama Marsha jorok ma, masa pipis di karpet kamar Cleo" ucap Cleo kesal


"Fix, Marsha masturbasi di kamar Cleo dan mengintip kegiatan Davina dan Tian di samping.


Davina sangat marah sekaligus jijik".


"Sayang bisa gak apa yang kamu lihat gak usah di bahas kejadian tersebut, itu gak baik ok??


Bagaimanapun mama Marsha mama nya Cleo juga.


membuka aib mama sendiri sama saja membuka aib diri sendiri dan dosa" walau Davina tak menyukai Marsha, namun Davina tak mau menjelekkan Marsha.


"Iya ma"


"Sekarang daripada mikir yang gak-enggak, mending bantuin mama buat pusing caramel sama....."

__ADS_1


"Soes Maker" teriak Cleo antusias, mereka lalu bergandengan tangan menuju dapur.


__ADS_2