Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Makan Siang


__ADS_3

Akhirnya Tian dan para sahabatnya makan siang bersama, Panji terus menjadi bahan Bullyan namun pria bertubuh kurus itu cuek saja sambil menikmati soto Betawi di depannya


Sedang asiknya mereka makan bel rumah berbunyi.


Tak lama mba Parmi datang mengabarkan jika ada Lily datang berkunjung.


"Suruh lngsung ke ruang makan aja mba, terima kasih" ucap Davina


Tak lama kemudian Lilly datang dengan tas kecil di tangannya. Dia rutin datang untuk memeriksa kondisi Cleo paska keracunan, karena Lilly memang ahli di bidangnya.


"Siang Lilly, sini ikut makan siang bareng" ucap Davina memanggil bawahannya yang usianya lebih tua tiga tahun darinya


"Saya sudah makan" ucap Lily malu-malu


Davina bangkit lalu mendorong lily duduk di sampingnya yang kebetulan kosong


"Hai Tante Lilly, apa kabar? Tante cantik deh hari ini" ucap Cleo memuji penampilan Lilly.


Ya Lilly memakaj dress selutut berwarna hijau Sage di padu dengan sepatu flat membuat i terlihat seperti bunga yang baru mekar.


kulitnya yang sawo matang membuatnya terlihat manis, cantik alami khas wanita Asia.


"Kamu benar sayang, Tante Lilly cantik sekali hari ini" puji Davina membuat wajah Lily merona merah karena malu


"Kalian suka sekali bercanda" ucap Lilly malu


"Kami gak bohong ya kan sayang, Lilly cantik?" tanya Davin pada Tian, Tian hanya mengangguk tersenyum.


Davina melihat Oscar menatap Lilly tak berkedip membuat Davina jengkel.


Davina tak suka melihatnya mengingat Oscar Playboy cap kuda terbang, alias playboy yang nemplok seperti lalat ke sana kemari


"Lap tuh iler OS," ucap Tian melempar tisu ke arah Oscar


"Sialan, ganggu aja" gerutu Oscar kesal


"Loe tahu Os, kakak ipar gak akan setuju loe ngedeketin cewe itu" bisik Panji


"Sok tahu loe, lagian Lilly nya juga gak keberatan kok gue deketin" ucap Oscar pede


" aku keberatan" teriak Cleo yang mendengar percakapan Panji dan Oscar, Gabby yang ikut mendengar protes Cleo tertawa


"Sukur securuty kecilnya gak setuju" ejek Gabby tertawa


"Keponakanku yang manis, kenapa kamu gak setuju om tampan dengan Tante cantikmu????" tanya Oscar lembut


"Kata papa om seperti lalat hijau, hinggap dimana saja" ucap Cleo sontak membuat semua orang tertawa, nun tidak dengan Oscar yang bermuka masam


"Gue gak bilang ya bro, dia cuma gak sengaja dengar aja" ucap sebastian meluruskan


"Habis om genit sih, ksian Tante Lilly kalau sama om"


"Hahaha terima resiko bro" ucap Panji menepuk bahu Oscar

__ADS_1


"Lilly duduk dekatku aja sini" ajak Panji Percaya diri


"Aku lebih aman duduk dekat Davina" ucap Lilly membuat semua orang tertawa


"Mampus" ucap Oscar tanpa suara


Sepanjang makan Oscar terus mencuri pandang ke arah Lilly, membuat Lilly serba salah di buat nya.


Ia tak menyukai Oscar yang menurutnya playboy, tapi memang itu kenyataanya


"Mata dijaga, orang makan ga tenang" ucap Panji membuat Oscar gelagapan tertangkap sedang memandangi Lilly


Sebastian hanya menggeleng melihat ulah sahabatnya itu.


Setelah makan Lilly langsung memeriksa Cleo bersama Davina.


Sementara Sebastian meneruskan mengobrol dengan para sahabatnya.


"Loe naksir Lilly ya??? mustahil dia mau sama loe" ucap Panji membuka percakapan


"Trus menurut loe, dia naksir ya sama loe gitu?? mimpi" cibir Oscar


"ya gak juga" ucap Panji santai


"Trus???"


"Dia naksirnya kaya Gabby, lurus dan dewasa" ucap Panji serius


"Loe mau buat gue berantem sama Oscar ya ji?" tanya Gabby yang namanya di sebut


Loe emang ganteng, tajir, dewasa dan ga neko-neko tapi ...."


"Jangan bilang gue gak normal, gue beri loe" ucap Gabby menduga arah omongan Panji yang terkenal nyeleneh


"Jeee sensi loe kaya pinggiran bisul.


Tapi dia gak suka karena loe dingin kaya patung pahat" ucap Panji tertawa terbahak-bahak hingga terbatuk-batuk


"Mamam kualat loe" ucap Oscar senang melihat Panji menderita


Sebastian hanya menggelengkan kepala, dia tersenyum lebar seraya berdoa dalam hati semoga persahabatan mereka kekal hingga mereka kakek-kakek nanti.


"Kak Tian aku pamit dulu, semua nya aku pamit" ucap Lilly , tiba-tiba Oscar bangkit dan memasang wajah tersenyum


"Aku antar ya" tanya Oscar menawarkan diri


"Aku bisa pulang sendiri" tolak Lilly dengan senyum kikuk


"Pulanglah dengan Oscar, dia tak akan macam-macam padamu, jika berani aku kebiri timunnya" ucap Sebastian tanpa Tedeng aling-aling membuat Panji dan Gabby tertawa terbahak-bahak dan Oscar tersenyum kecut mendengarnya.


Sementara Lilly terlihat merona merah


"Antar saudariku sampai rumah, ingat kalau macam-macam ku hilangkan dua kelereng mu juga" ancam Davina menambahkan.

__ADS_1


Oscar langsung pias, kedua pasutri itu sungguh pasangan yang kejam!!!


"Denger apa kata Tian dan kakak ipar OS" ucap Panji menambahkan seolah mengingatkan padahal ia mengolok Oscar


"Aku pamit, assalamu'alaikum " ucap Lilly langsung berjalan mendahului Oscar


"Gue cabut dulu" ucap Oscar menyusul Lilly


"Sayang, jangan menghalangi aku lalu Oscar berani Macam-macam dengan Lily"


"Oscar tidak akan berani macam-macam, besok mereka kaan kembali ke negara mereka" ucap Tian Menenangkan istrinya


"Jadi kau besok akan pulang Gab???"


"Iya, maaf ya merepotkan kalian selama kami disini"


"ITS ok, aku senang suamiku kedatangan temannya, kalau ke Jakarta lagi jangan lupa kabari ya?"


"Siap Davina.


owh ya, aku mau minta maaf atas yang terjadi pada kalian" ucap Gabriel lirih


"Gabby, kamu gak bersalah apapun, jadi gak perlu minta maaf, Liona memilih jalan nya sendiri dan ia menerima konsekuensi dari keputusannya itu.


Kamu pria yang luar biasa, aku yakin suatu saat nanti kamu akan bertemu wanita yang berkali-kali lipat baiknya dari Liona"


"Amiinnnnnn"


"Kakak ipar, boleh nanti malam aku kesini lagi??" tanya Panji


"Enggak" jawab Davina singkat


"Ya Allah kakak ipar, aku cuma mau merasakan nikmatnya makan kakak ipar" ucap Panji sambil menyelam minum air, sambil memuji dapat makan gratis.


"Boleh aja kalau mau aku kasih broklak" ucap Davina tertawa lalu pergi


"Bro istri loe sadis juga" ucap Panji mengadu pada Tian, Gabriel hanya tertawa saja melihat semua.


Hatinya yang ruwet sedikit terhibur melihat tingkah konyol pra sahabatnya


"Harus, apalagi sama loe hahaha


datang aja nanti malam istri gue masak capcay sama ayam Kalasan" ucap Sebastian membuat Panji menelan saliva nya membayangkan enaknya makanan tersebut


"Mending loe buru-buru nikah Ji, biar gak nyusahin Tian dan istrinya" ucap Gabriel menggelengkan kepala


"Masalahnya gak ada lawannya bro, mau nikah ma sapa???" saut Tian yang hanya di balas senyum masam Panji.


"Gimana perasaan loe sekarang?" tanya Tian pada Gabriel


"i'm fine, ya walau ada yang terasa hilang tapi itu lebih baik, gue hanya merasa pria terbodoh di dunia"


"Gak ada yang memandang loe bodoh bro, kami justru salut loe punya cinta sebesar itu.

__ADS_1


Kelak wnaita yang jadi pendamping loe akan sangat bahagia punya suami seperti loe" ucap Panji


"Bener apa kata Panji Gabby"


__ADS_2