
Di sebuah kamar hotel terlihat dua orang pria dan wanita sedang berpelukan keduanya dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun.
Peluh membasahi keduanya, namun senyum puas tersungging di bibir keduanya.
tiba-tiba suara ponsel membuyarkan kemesraan mereka.
Dona mendengus kesal dan langsung duduk menatap tak suka pada Denis.
mereka sudah berkomitmen saat berduaan, Keduanya akan menonaktifkan ponselnya, tapi Denis melanggarnya
"Maaf, aku lupa baby" ucap Denis mengelus rambut Dona
"Aku harap ini terkahir kalinya kau lupa.
aku paling tidak suka..."Denis menempelkan jari telunjuknya ke depan mulut, meminta Dona diam.
"Sayang tolong diam dulu, ini dari markas" ucap Denis terlihat terkejut, begitu juga Dona. Pasalnya jarang sekali anak buahnya dari markas nya menelpon, bisanya ia yang menelpon ke sana.
"Hallo"
"Bos gawat, klien kita menuntut kita karena cidera janji, mereka kini sedang mengamuk di kantor"
"Apa??? jelaskan padaku yang benar" ucap Denis kesal
"Tuan Nakamura menuntut kita ganti rugi padanya karena transaksi bubuk surganya bocor, sehingga ia merugi sampai jutaan dollar" ucap Berto di ujung telepon
"Bagaimana bisa??? apa yang terjadi?????" tanya Denis beruntun
"Saya juga tak tahu jelas, yang pasti kini bubuk surga sudah di sita polisi dan kini sedang di selidiki.
Sementara anak buah kita yang biasa menangani Tian Nakamura hilang di telan bumi"
"****, apa kau sudah mencari tahu????"
"Iya bos, sepertinya pengiriman ini di sabotase, tapi kita selalu melakukan semuanya secara acak untuk mengantisipasi bocornya info, sepertinya ada orang dalam yang melakukannya, aku takut ada pengkhianat yang menyusup ke dalam organisasi kita"
"Sial, Bruno, tahan mereka, aku akan menuju ke tempatmu dalam waktu setengah jam" ucap Denis geram. Siapapun yang mengkhianati ya harus mati!!!!
"Bos mereka sudah membunuh satu orang kita" ucap Bruno panik.
Nakamura sudah membunuh satu orang kurir yang mengantar barangnya tepat di depan Bruno alias Daffa yang menyamar.
Jika Nakamura berani berbuat sesuatu padanya, Daffa akan membunuh pria tua itu dan terpaksa melancarkan rencana cadangannya.
Ia tak mau mati konyol dalam penyamaran, lagi pula pekerjaannya sudah tujuh puluh persen selesai.
"Sial....
tahan mereka sebentar, tiga puluh menit, ah tidak dua puluh. Dua puluh menit aku tiba di sana" ucap Denis langsung mengakhiri panggilan telepon.
ia langsung berlari ke kamar mandi, mencuci muka dan bergegas berpakaian.
"Sayang ada apa??? kau sepertinya panik" tanya Dona penasaran.
"Tuan Nakamura membuat ulah di kantor" Dengus Denis. Tian nakamura adalah klien tetap nya, ia menyumbang pendapatan terbesar kedua setelah Tuan Fredy, pejabat korup dimana Denis lah yang merapihkan pekerjaan kotor Fredy.
__ADS_1
Sebenarnya Denis sudah ingin sejak lama memutuskan kerjasama, karena pria itu suka seenaknya saja, tak segan melukai bahkan membunuh.
ini pertama kalinya paket mereka bermasalah, Denis menduga ada mata-mata dan pengkhianat di kubu nya.
"Bagaimana bisa???"
"Nanti aku akan telepon kau detailnya, aku jalan" ucap Denis langsung memakai celana menyambar jaket dan kunci mobilnya, ia bergegas pergi tanpa menunggu jawaban Dona.
Denis setengah berlari keluar dari hotel lalu langsung melakukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, menuju markas besar organisasi miliknya.
Seseorang di lobby hotel tersenyum lalu ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"Ikan dalam perjalanan ke jala" ucapnya lalu memutuskan panggilan teleponnya, ia langsung menuju mobil dan mengikuti mobil Denis.
Keahliannya dalam membawa mobil tak di ragukan lagi, ia dengan lihat meliuk-liuk di jalanan yang padat agar tak ketinggalan jejak mobil yang di ikutinya.
Sementara di dalam mobil, Denis yang tak menyadari jika mobilnya dibintuti hanya fokus mengendarai mobilnya.
ia lalu menghubungi Bruno untuk menanyakan perkembangan situasi di markas.
Namun Denis terkejut bukan main saat tiba-tiba sebuah ada sebuah mobil truk yang melintas di depannya, ia terlalu fokus pada ponselnya dan terlambat menyadari.
dengan kecepatannya saat ini akan sulit untuk menghindari tabrakan, ia mengerem mobilnya secepatnya, namun body mobil tetap menghajar pinggir truk dan Denis oleng.
mobilnya terguling beberapa kali hingga Denis di dalam pingsan dengan tubuh penuh luka.
Sebuah ambulance datang, langsung membawa tubuh Denis yang terluka, sementara mobil Denis yang rusak parah, di derek oleh sebuah layanan jasa derek mobil.
lokasi di bersihkan dengan cepat dan lalu lintas kembali normal seolah tak pernah terjadi sesuatu.
Supir truk pun langsung menjalankan mobilnya lalu masuk ke sebuah bangunan.
"Ikan sudah akan di ekspor, siapkan Styrofoam" ucap pria itu lalu kembali mengakhiri panggilannya.
ia meletakkan ponselnya dengan senyum puas dan memutar mobilnya ke arah lain.
Sementara di markas besar
Tuan nakamura yang emosi membabi buta menghancurkan kantor organisasi milik Denis, kantor itu berkedok laundry sehingga orang hanya mengira jika laundry itu bermasalah, merusak pakaian mahal pria itu.
Bruno terpaksa menutup tempat itu.
Anak buah Nakamura juga menghajarnya habis-habisan,
"Sial apa kau pikir aku tak punya pekerjaan???
Kau pinta aku menunggu dan aku menunggu.
tapi bodohnya aku menunggu sampai seperti orang nego, Denis gak juga datang" maki Nakamura menendang kursi di depannya
"Maaf tuan Nakamura, saya berjanji pada anda akan mendapatkan barang anda kembali,"
"seharusnya itu yang Denis katakan, sialan kemana dia??? mengapa dia bersembunyi di saat seperti ini.
Apa kesalahan begini dia gak mau maju malah menjadikanmu tameng???
__ADS_1
dia hanya ada saat uang ada, saat masalah begini malah menghindar, bajingan!!!"" Nakamura berteriak, dalam prinsip Nakamura Pria harus berani bertanggung jawab.
Dia sangat kecewa pada Denis.
"Karena kau bertanggung jawab mewakili bajingan itu, aku akan memberimu waktu, kembalikan barang ku dan cari kambing hitam kasus ini.
jika aku tak masuk buih, aku akan memberimu imbalan yang tidak sedikit. masalahnya istriku sedang hamil besar, jika aku di tangkap istriku akan marah besar"
"Saya mengerti tuan, dan terima kasih atas pengertiannya" ucap Bruno sopan
"Tepati ucapan mu atau kau tahu konsekuensinya" ucap Nakamura lalu meninggalkan tempat itu.
Bruno menyeringai, ia menatap kepergian Nakamura.
ponselnya berdering, ia segera mengangkatnya
"Ikan sudah akan di ekspor, siapkan Styrofoam"ucap seorang wanita di ujung telepon lalu panggilan berakhir.
Bruno menatap ponselnya dan menyeringai lebar.
Sejauh ini rencana mereka satu persatu berjalan dengan lancar.
Bruno lalu melakukan rencana keduanya, ia segera membuka laptop, Bruno asik menggerakkan jarinya dengan gesit seolah menari diatas laptop.
senyum puas terlihat di wajah nya, setelah itu ia menutup laptopnya dan segera memasukan ke dalam tas, setelah itu ia berjalan keluar dari markas organisasi milik Denis.
Tapi sebelumnya ia berbicara pada anak buah Denis bahwa ia harus pergi mencari anaknya, sekaligus ia menemukan petunjuk siapa yang berkhianat.
Ia juga mengemukakan kekesalannya karena Denis tak kunjung tiba, itu alibi terakhir yang Bruno tinggalkan.
itu cukup membuatnya lepas dari kecurigaan Denis jika ia kembali dengan selamat
Bruno sudah menyiapkan kambing hitamnya, kini tinggal eksekusi menambah bukti penguat.
setelah agak jauh dari markas, Bruno menarik sesuatu dari wajahnya, nampak wajah asli Bruno yang tak lain adalah Daffa.
Daffa menepikan kendaraanya, ia menelpon Daffi dan Bruno.
"Jalankan rencana kedua.
ikan sudah masuk Styrofoam" ucap Daffa
"Mantab kak, kami sedang menyiapkannya" ucap Daffi.
"Apa tak ada yang mencurigai mu di markas???" tanya Bruno penasaran
"Semua beres, kau tak usah khawatir. jalankan tugasmu dengan adikku.
ingat jangan ada kesalahan sedikitpun.
jika gagal langsung tinggalkan lokasi" ucap Daffa tak mau mengambil resiko.
sekuat apapun mereka, posisi mereka tetap kalah dari Dona dan Denis karena backingan mereka kuat seperti apa kata Bruno alias Berto.
Nakamura dan fredy salah satunya.
__ADS_1
"Siap kau tak usah khawatir.
kambing tua itu akan makan rumput" ucap Daffi penuh keyakinan*.