
"Nyonya, kenapa kau tak membunuhku??" tanya pemuda itu penasaran.
wanita di depannya bukan wanita sembarangan, ia harus bersikap sopan.
"Aku tak pernah membunuh orang, lagi pula membunuhmu tak ada untungnya juga" ucap Davina santai
"Kau orang yang aneh.
Aku pernah mendengar jika angel of the death sangat kejam, apa itu beneran kau???
Aku tak menyangka jika kau masih muda dan cantik"
"Kau sangat cerewet, tahu begitu tadi aku bunuh saja" ucap Davina membuat pemuda itu mundur beberapa langkah dengan wajah pucat dan langsung Bersujud
"nyonya, Aku tak akan pergi, biarkan aku berada disisinya. tapi ku mohon lindungi anak dan keluargaku"
"Apa kau sedang tawar menawar denganku???" tanya Davina menaikan sebelah alisnya
"Percayalah aku akan setia"
"Aku ragu" ucap Davin santai
"Aku bisa berguna bagimu"
"Aku punya lebih dari selusin orang yang sangat bisa aku andalkan" ucap Davina
"Aku ahli racun dan senjata rahasia" ucap pemuda itu membuat Davina terdiam.
dalam team elite nya hanya Lilly yang ahli racun dan beberapa ahli membuat senjata.
tapi pemuda ini memiliki dua keahlian sekaligus.
Davina menimbang kembali.
Ya kecelakaan yang terjadi pada Elly tak di ketemukan bagaimana terjadinya, pemuda ini memiliki senjata rahasia dan tingkat akurasi tinggi dalam rencananya.
bahkan saat menangkapnya saja, anggotanya banyak yang tumbang.
Jika Davina merekrut dia dalam organisasinya bukankah itu keuntungan yang tak terduga??? tapi masalahnya ...
Davina menatap Shandy yang terlihat keberatan
"Baiklah, aku menerimamu.
Tapi jika kau macam-macam kau tahu sendiri akibatnya. Bahkan di lobang semut sekalipun aku bisa menemukanmu dan menghancurkan mu dan semua keturunan mu"ucap Davina tajam
"Aku bersedia nyonya"
"Berhenti memanggilku nyonya, aku masih dua puluh dua tahun, cantik, berbakat dan punya body ok.
kau memanggilku nyonya seperti aku sudah tua dan renta menyebalkan!!!!" dengus Davina bangkit dan pemuda itu mengikutinya
"Kenapa kau mengikuti ku????"
"Aku akan selalu berada di samping nyonya" ucap pendiam itu nyengir kuda
"Kau bosan hidup.
Davina, namaku Davina huh.
Shandy minta orang memberikan dia pakaian baru dan lakukan prosedur penerimaan anggota baru.
Aku akan menunggu di cafe.
Melelahkan!!!" gerutu Davina berjalan menuju lift khusus yang mereka gunakan untuk keluar dari dalam ruangan ini.
Seorang wanita cantik menghampiri Shandy, memberi hormat pada Shandy dengan menundukkan kepalanya
"Dengar, aku tak percaya padamu, dan aku akan mengawasinya secara pribadi" ucap Shandy menatap tajam pemuda itu.
ia tak bisa membantah, bagaimanapun Davina pemimpin mereka walau ia keberatan dengan berbagai pertimbangan.
__ADS_1
Shandy memanggil seseorang lewat ponselnya, tak lama seorang wanita cantik menghampiri mereka
"Rose proses orang ini, dan obati lukanya serta beri pakaian baru, setelah selesai aku dan Miss Davina menunggu di bawah"perintah Shandy kembali menatap pemuda itu dan menghela nafas
"Baik tuan"
"Oh ya siapa namamu???" tanya Shandy sebelum pergi
"Bruno"
"Bruno jangan memanggil Davina nyonya lagi, jika kau ingin hidup.
cukup panggil Miss, ok???" ucap Shandy lalu meninggalkan ruangan tersebut
"Kau cukup beruntung .Miss Davina menerimamu.
Kau harap kau setia" ucap Rose menatap tajam pemuda di depannya
"ya aku beruntung"gumam pemuda itu lirih.
ia tersentuh saat Davina dan teamnya tak melakukan hal yang buruk pada keluarganya, bahkan anak buah Davina menyelamatkan putrinya dari cengkraman Denis. Jika dia tak terdesak,, Bruno tak pernah keluar untuk misi lapangan, ia hanya di dalam markas, membuat senjata dan melakukan skema rencana saat mereka ada misi, entah mengapa ia dipilih dalam misi percobaan pembunuhan tersebut.
"Ikuti aku.
karena kau akan menjadi bodyguard Miss Davina aku akan merubah sedikit penampilanmu " ucap Rose berjalan lebih dulu, lalu di ikuti oleh Bruno.
anggota perkumpulan ini kebanyakan wanita, namun jangan salah, saat mereka melewati sasana latihan, Bruno bisa melihat bahwa keahlian beladiri mereka diatas rata-rata, bahkan beberapa melebihi laki-laki dengan keahlian tinggi.
Bruno merasa beruntung memiliki kesempatan kedua dalam hidup.
Sementara di cafe
Davina terlihat asik sedang menyedot kopi di tangannya,, suasana yang panas memang cocok meminum ice coffee
"Aku tak setuju dengan keputusanmu pada Bruno"
"Siapa Bruno???" tanya Davina mengerutkan alisnya
"Pemuda sialan tadi" ucapan Shandy
"Davina aku serius" ucap Shandy kesal
"Kau di kerjai, pria itu bernama Berto, apa kau tak baca kertas identitasnya???" tanya Davina cekikikan
"Aku ku tendang bokong anak sialan itu" maki Shandy membuat Davina tertawa
"Sudahlah calon om, kau akan cepat tua sebelum bisa menikah dengan tanteku.
ni kopi dan cemilannya.
besok kita akan sibuk" ucap Davina tersenyum
"Aku masih belum setuju dengan keputusanmu, aku khawatir ini jebakan"
"Jika ini jebakan, apa dia tega mencelakai anak dan keluarganya????.
mereka bisa di katakan di tangan kita. Berto menyayangi keluarganya, dengan menyelamatkan putrinya, kita sudah menyentil sisi sensitif terdalam pada dirinya, ia mengapresiasikan nya dengan bergabung bersama kita.
Kita pernah melakukan kesalahan, jangan persulit dia kembali ke jalan yang benar.
Jika dia Bernai berkhianat, saat itu juga aku sendiri yang akan datang menyingkirkannya ke neraka"
Shandy tak banyak komentar, ia harus menerima keputusan Davina karena Davina yakin atas keputusannya.
"Apa kita akan melibatkan si Bruno itu???
come Dav, gue khawatir"
"Ish loe ya kaya kakek buyut, puyunghai kepala Eike" ucap Davina memegang kepalanya
"Udah loe ikutin apa komando gue.
__ADS_1
percayalah, Berto akan sangat membantu kita!!"
"Aku tak percaya kau seyakin itu pada orang baru Dav"
"Percaya padaku" ucap Davina menatap Shandy serius
"Musyrik percaya pada selain Allah" ucap Shandy memanyunkan bibirnya, sementara Davina hanya tertawa
"Kalian senang sekali sementara kami sibuk" ucap Daffi muncul dengan wajah muram
"Hai my beloved brother"
"Hueeekkk, tumben baik.
Ngapain sih pake ke sini???
mama sama papa sampai murka malah ngomel ke gua sama kak Daffa, dasar adek nyusahin" gerutu Daffi langsung duduk di depan Davina.
menebus kopi milik adiknya itu tanpa permisi
"ih begitu aja rempong.
tinggal dengerin aja nanti juga cape.
Mana kak Daffa?????
"Lagi ngurusin permaisuri nya lah.
Eh kalian ngerasa aneh gak??
masa kak Daffa perasaan sama Bert perhatian banget"
ucap Daffi
"Adik Dajjal bukan bantuin malah ghibah" ucap suara Barito Daffa
"Ish pede, siapa yang ngomongin loe"
Semua mata memandang ke arah Daffa yang datang dengan mendorong Bert di kursi roda, terlihat Bert salah tingkah
"Hai Bert, apa kabar???" sapa Davina langsung menghampiri Bert dan mengambil alih mendorong Bert menuju tempat duduk mereka
"Bbb..baaaaik" ucap Bert terbantah
"Biar ku periksa kondisi mu, aku takut saudara ku menyiksamu. Ku harap kau tak di susahkan pria es batu itu" ucap Davina membuat Daffa memutar matanya malas, lalu dengan santai duduk seolah tak mendengar ucapan saudari kembarnya
"Wow mungkin sebulan lagi kau akan bisa jalan"
"Benarkah????" tanya Bert bahagia, ia malu selama kembali sudah menyusahkan Daffa.
walau pria itu dingin dan ketus, Bert bisa melihat sisi hangat Daffa yang tak bisa dlihat orang lain.
"Tentu saja cepat jalan, aku mendatangkan ahli terapi juga" ucap Daffa santai
"Wow kemajuan, kau lebih manusiawi" ucap Davina mengacungkan jempolnya pada Daffa.
"Cih, berisik, aku mau pesan makanan" ucap Daffa langsung bangkit dan memesan makanan serta minuman.
tak lama kemudian ia kembali dengan nampan berisi satu gelas mineral water dan satu gelas ice cappuccino, serta dua slice cake satu cake wortel satunya lagi tiramisu
"Loe tahu aja gue lagi mau cake wortel, ingat buatan mama"
"Pesen sendiri, ini buat Bert" ucap Daffa melotot pada Daffi, sementara Bert merona merah.
Semua orang saling pandang, terkejut dengan fenomena langka di depan mereka.
Dalam hati Davina sedikit khawatir, ia takut Bert menyalah artikan perhatian Daffa, atau....
Daffa memang menyukai Bert, tapi bagaimana mungkin?????.
sejak kapan?????
__ADS_1
"Anu... kau tak perlu repot, aku..."
"Sudah minum dan makan saja, kau lapar pasti" ucap Daffa cuek lalu duduk kembali dengan wajah datar dan elegan. harus Davina akui saudaranya itu punya pesona yang sulit di tolak oleh para wanita, hanya saja sikapnya buruk, sangat buruk!!!!!