
Davina, Cleo dan Sebastian kini sedang menanti hasil pemeriksaan Cleo, beberapa saat lalu Cleo menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan menyeluruh.
Davina memberi waktu satu jam pada semua crew rumah sakit untuk memberinya seluruh hasilnya.
Memang terdengar gila,.namun ia bebas melakukanya karena ia adalah pemilik rumah sakit tersebut.
Sebastian memberi pengertian Istrinya agar tidak terlalu menekan bawahannya di rumah sakit, pasalnya mereka juga sibuk dengan pasien dan tertekan dengan banyak permasalahannya.
Karena suaminya yang meminta akhirnya Davina hanya bisa menurutinya.
Ia akhirnya meminta semua hasil lab dan pemeriksaan besok di laporkan padanya saat ia datang lagi ke rumah sakit. Ia meminta dokter yang berwenang menjelaskan secara detail semuanya satu persatu.
Davina juga sudah memberitahu tentang keluhan Cleo pada Sean, pemuda itu meminta Davina mengirimkan hasil pemeriksaan Cleo setelah keluar dan ia akan mempelajarinya dari sana.
Baru akhir bulan depan Sean baru bisa terbang ke tanah air karena ia masih harus memantau pasiennya yang ia operasi beberapa waktu lalu.
Sean menyarankan pada Davina memberi putrinya hiburan agar pikiran Cleo tak terbebani.
Cleo harus terus merasa senang dan tenang pasca operasi ia kemarin.
Dugaan Sean awal adalah karena Cleo terlalu banyak pikiran.
Para crew rumah sakit merasa tertolong dengan bantuan Tian, walau Davina keras pada mereka namun Ia sosok yang baik dan perhatian pada semua pegawai rumah sakit, bahkan sampai ke lever yang paling bawah.
Ia juga kerap.memberikan biaya free pada pasien yang memang tak mampu dengan persyaratan yang sudah di tentukan sehingga tepat sasaran.
Karena jaman sekarang banyak orang yang bilang tak mampu dan bahkan membuat surat keterangan tak mampu namun kenyataanya orang tersebut mampu!!!.
Davina membawa Putri dan suaminya nonton bioskop, ia hanya kepikiran mereka perlu menonton film bersama dengan tema keluarga.
Kebetulan saat browsing ada film yang sesuai sehingga Ia memutuskan mereka akan menghabiskan waktu di sana. Baik Cleo maupun dia dan Tian perlu refreshing dari segala kepenatan di otak mereka.
Sehabis nonton mereka lalu dinner di luar, menghabiskan waktu bersama keluarga.
Keesokan Harinya
Davina sudah berada di kantornya beberapa waktu lalu. Davina memutuskan pagi ini ia masuk kantor.
Ia sudah lama tak masuk kantor, tujuannya selain untuk memeriksa kegiatan perusahaanya, ia juga akan mendengarkan laporan Agatha dan teamnya terkait dengan perintah yang ia berikan pada Agatha.
Beberapa waktu lalu bukti mengarah ke arah Marsha semua, namun Davina bersikeras jika bukan Marsha pelakunya membuat Agatha gatal dan kesal.
Biasanya Davina tegas dan langsung ambil tindakan, tapi sudah sebulan berlalu Davina masih terlihat mempertimbangkan sesuatu.
Hingga akhirnya Agatha menemukan titik terang dari kecurigaan Davina.
Awalnya penyelidikan memang terarah ke Marsha, namun begitu di gali lebih dalam permasalahan ini tak sesederhana terlihat.
kecelakaan ini merupakan trik cantik dari seseorang yang sengaja mengarah pada Marsha
Kini Agatha dan Shandy sudah duduk di depan Davina memberikan laporan yang mereka peroleh pada Davina.
"Jadi...??? Apa yang harus kita lakukan???"
__ADS_1
"Kita belum punya bukti kuat, orang itu pintar sekali menghapus bukti dan memiliki alibi kuat.
Aku harus mencari motif tersembunyi
"Sial memang, dia bersembunyi di balik ini"
"Tugasmu mencari keterkaitan nya, seminggu cukup bukan???"
"Bos, ini..." Agatha menghela nafas, di kerjaan Davina bos nya, jadi bocah ingusan itu selalu kejam memberi perintah
"Lima hari" ucap Davina sambil mempermainkan kukunya, seperti biasa jika membantah bukan kelonggaran tapi malah kesempitan yang akan mereka terima.
Shandy menikmati wajah kesal dan tertindas Agatha, pasalnya jika Davina tak ada, wanita ini memerasnya seperti santan hingga Shandy kentar-kentir
"Apa loe senyam-senyum?? seneng bener loe liat gue susah" ucap
Davina hanya tersenyum, Ia mengetahui Agatha sangat ketat pada anak buahnya saat ia tak ada di lokasi, Davina tak pernah menegurnya, karena berkat Agatha semua berjalan dengan lancar.
"Aku mau pulang, jangan lupa permintaanku" ucap Davina bangkit tanpa menunggu Shandy dan Agatha menyahut ia langsung meninggalkan ruangannya
Setelah Davina pergi Agatha mendelik kesal pada Shandy
"Bocah, kau tadi menertawai ku, kau benar-benar cari mati!!!!" ucap Agatha dengan sorot mata tajam
"Siapa yang cari mati????
Sayang, aku pinjam Shandy" ucap Willy tiba-tiba muncul di depan pintu ruangan tersebut
Gak bolang-bilang sama aku??" tanya Agatha langsung memasang wajah imut
Sangat jarang sekali Willy bertandang ke perusahaannya, pasalnya Willy bukan tipe suami romantis
"Aku bukan mau bertemu denganmu, Ku perlu dengan Shandy, kamu gak keberatan kan sayang???" ucap Willy membuat Shandy ingin kasian pada Agatha tapi juga lucu melihat wajah wanita galak itu memasang wajah imut yang terlihat bukan sekali style nya.
"Enggak sih,
Sayang duduk, minum dulu"
"Aku buru-buru sayang, owh ya ini buat kamu, jangan makan fast food terus, jaga kesehatan" ucap Willy menyerahkan paper bag di tangannya.
Wajah Agatha yang terlihat sedih langsung cerah secerah mentari pagi
"Sayang kamu perhatian padaku, terima kasih sayang.
Kamu jangan lupa makan ya" ucap Agtha manja.
Willy hanya mengangguk dan tersenyum.
Suaminya mungkin tak mesra, tapi dia ayah yang hebat untuk putra semata wayang mereka, Zidan, sekaligus suami yang perhatian dan bertanggung jawab.
Hanya saja ia sedikit unik Agatha menjulukinya.
Walau Willy tak pernah menunjukkan secara langsung, tapi Agatha tahu suaminya sangat mencintainya.
__ADS_1
"Shandy ayo, sayang aku pergi dulu" ucap Willy mengecup kening istrinya, Agatha mencium punggung tangan suaminya sebelum pergi
"Kakak ipar aku pergi dulu" ucap Shandy menggoda Agatha.
Agatha hanya melotot tanpa mau membalas ucapan Shandy, kini mood nya sedang baik.
Selepas kepergian Willy, Agatha memandang berbinar makanan yang Willy bawa, ia senyam-senyum sendiri lalu memfotonya dan mempostingnya di aplikasi berwarna hijau dan sosial medianya dengan caption
" Tanda cinta suami tersayang"
Hingga sosial medianya di banjiri oleh comen yang masuk, banyak yang tak percaya Willy seromantis itu, pasalnya mereka tahu Willy sangat cuek.
Tak terkecuali Davina yang ikut mengomentari dengan emot tertawa terguling-guling, dengan tulisan matahari "mungkin terbit dari barat, langka!!!!"
Agatha tak perduli di ledek oleh semua keluarganya bahkan sahabatnya yang tahu siapa Willy, yang penting sekarang ia makan siang spesial dari yang paling spesial selama puluhan purnama.
Baru setengah Agatha makan, panggilan masuk dari suaminya membuat senyumnya mengembang lebar.
Entah apa yang terjadi hari ini, apa.jni merupakan hari keberuntungannya atau apa.
Willy tiba-tiba datang dan kini baru sebentar pergi Willy sudah menelponnya, sungguh langka
"Ya sayang, apa kau merindukanku??" tanya Agatha dengan senyum lebar
"jangan mengkhayal, cepat kerumah sakit sekarang, Keponakan ku kecelakaan!!!" ucap Willy setengah berteriak, terlihat sekali ia panik
"Apa??? siapa??? si kembar???? tapi yang mana??" tanya Agatha ikutan panik
"Cepat kami menunggu" ucap Willy langsung memutuskan panggilan teleponnya.
Agatha memaki kecil, Willy kebiasaan memutuskan panggilan sebelum selesai, siapa yang kecelakaan sampai ia begitu panik, jangan-jangan??????
Agatha langsung bangkit, ia mencoba menghubungi namun tak aktif*.
"Sial, sial, ya Allah semoga bukan dia....." gumam Agatha dengan wajah pucat pasi
**Hallo reader ku semua,
maaf ya kemarin dua hari author sibuk ada orderan cookies dadakan untuk souvernir di sambung Snack box dadakan dan semuanya di handle sendiri.
Alhamdulillah rezeki walau serba dadakan kaya tahu bulat hehe.
maaf ya Author perlu prioritaskan usaha author biar dapur ngebul hahaha
walhasil author ga sempat untuk update new chapter karena kejar setoran dari pagi hingga tengah malam.
So hari ini author update dua chapter, semoga mengobati kekecewaan kalian.
Jangan lupa tinggalkan coment dan like nya Yo biar author cemunguttttt!!!!!
Selamat membaca
pooh**
__ADS_1