
Davina menghampiri Bert, ia memeluk Bert yang terus memandang ke dalam cafe, air mata menetes di pipi bert.
di dalam sana ada mama, papa serta adiknya sedang berbincang.
Hatinya campur aduk, antara takut, bahagia, cemas, sedih
"Tersenyumlah kau menemukan keluargamu kak, kau punya keluarga kini" bisik Davina.
Bert mengangguk kecil tak mampu menyembunyikan kebahagiaanya.
Sebelum mereka ke dalam cafe,
Davina meminta Lilly datang, melihat kondisi Alethea Davina takut Alethea akan pingsan atau mengalami serangan jantung karena tahu putrinya masih hidup.
Davina masih ingat betapa wanita itu menyesal dan terus menyalahkan dirinya karena kehilangan putrinya
untuk mencegah hal yang tidak di inginkan Davina perlu Lilly untuk mengantisipasi
Davina mengetuk pintu cafe.
Alethea, Aaric dan Berto menoleh kearah Davina.
mereka langsung menghentikan pembicaraan mereka dan melambai meminta Davina masuk.
Sementara Bert dan Daffa masih di depan pintu, menunggu aba-aba dari Davina.
Daffa mengenyam tangan Bert, ia tahu kekasihnya tegang terbukti tangan Bert dingin.
"Tenanglah sayang, mereka akan menerimamu apapun kondisimu, karena kau putri mereka" ucap Daffa mengerti ke khawatiran bert
"Apa mereka tak malu memiliki anak seperti ku?"
"Apa yang membuat mereka malu???
Sayang kau wanita hebat, tegar, mandiri.
segala yang ada padamu luar biasa.
Itulah mengapa aku jatuh cinta padamu" ucap Daffa membuat Bert merona merah
"Sejak kapan mulutmu manis seperti madu sayang, Siapa yang mengajakmu bermulut manis seperti itu??" ledek Bert yang tahu Daffa bukan tipe banyak bicara.
"Tak ada yang mengajariku, itu karena kamu"
"Kok aku???
"Karena aku ingin segera menjadikanmu wanita halal ku" ucap Daffa mengecup kening Bert penuh cinta
Sementara di dalam Cafe
"Kenapa kau sungkan sekali nak, terima kasih sudah mempertemukan kami" ucap Alethea tulus
"Tak masalah nyonya, Berto merupakan keluargaku juga"
"Benar kata istriku, kamu tak tahu harus bagaimana membalas kebaikanmu.
__ADS_1
kami sungguh berterima kasih padamu nak" timpal Aaric.
walau ada tatapan protes dari Alethea karena Aaric masih menganggapnya istri, namun Alethea memilih diam, di dalam hati nya ada getaran indah yang ia rasakan seperti saat dulu. Alethea masih mencintai Aaric, bahkan sangat mencintai suaminya itu.
Hanya saja Alethea malu, karena dia yang mengkhianati cinta Aaric dan menikah dengan Thomas, walau pernikahan itu murni karena balas jasa
"Saya bingung harus mulai dari mana, tapi ini kabar bahagia untuk kalian" ucap Davina
"Untuk kami????" tanya Alethea bingung
"Ya, ini mengenai putri kalian" ucap Davina menyerahkan amplop coklat hasil test DNA Bert pada Aaric.
Aaric membukanya dan terkejut, tangan tua Aaric bergetar, ia menyerahkan dokumen itu pada Alethea, wanita itu menangis
Davina memberi kode pada Daffa mendorong Bert masuk, semua mata menatap Bert yang tak jauh berbeda dengan kedua orangtuanya.
"Bert adalah putri kalian yang selama ini hilang" ucap Davina memperkenalkan Bert
"Putriku, Alicia putriku huhuhu"
Alethea bangkit mendekati Bert, ia memegang wajah Bert, menyibak rambut Bert, saat melihat tahi lalat di belakang kuping Bert ia menangis terisak.
Alethea memeluk Bert, keduanya menangis sambil berpelukan
"Mama...."
Bert sungguh putri yang selama ini ia pikir mati.
Alethea merasa kepalanya Pesing, ia limbung.
"Mama....mama..." Bert menangis histeris
"Mamamu tak kenapa-napa sayang, dia hanya shock" ucap Daffa menenangkan kekasihnya
"Putriku" Aaric langsung memeluk Bert.
untuk pertama kali dalam hidupnya ia merasa kasih sayang seorang ayah. keduanya berpelukan.
Aaric sangat bahagia.
lalu gantian Berto yang memeluk saudarinya,
Sementara Lilly langsung melakukan akupuntur, ia menancapkan beberapa jarum akupuntur pada titik tertentu.
beberapa saat kemudian Alethea sadar, ia hampir saja terkena serangan jantung karena terkejut.
begitu sadar ia langsung mencari Bert.
Bert langsung menghampiri Alethea dan memeluk nya.
kini keluarga itu lengkap sudah.
mereka saling berpelukan seolah tak ingin di pisahkan lagi.
Flash Back
__ADS_1
Bert di tolong oleh seorang koki di sebuah panti asuhan, kebetulan saat itu koki tersebut sedang mencari rempah di hutan, tak sengaja ia melihat pembunuhan itu, ia bersembunyi dan baru keluar saat semua orang sudah pergi
Awalnya koki itu hanya ingin memeriksa, namun saat melihat seorang anak kecil yang bergerak dan mengerang, ia langsung membawa Bert ke panti asuhan tempatnya bekerja.
Beruntung di sana pemilik panti adalah pernah dokter, ia merawat dan mengobati luka Bert.
Mereka tak berani melaporkan anak kecil itu, karena melihat dari cerita sang koki, nyawa anak kecil itu dalam bahaya jika orang-orang itu tahu bahwa anak yang mereka bunuh masih hidup
akhirnya pemilik panti merahasiakan hal tersebut dan merawat anak kecil itu sampai sembuh, sayangnya anak itu tak ingat siapa namanya dan siapa ornagtua ya, sehingga pemilik panti memberi nama anak itu Berta.
Setelah lima bulan di rawat, Bert sembuh.
namun ia mengalami trauma, ia sering pergi dari panti asuhan dan berkeliaran di jalan, sampai suatu saat ia bertemu dengan Maria, mama dari lilly dan Elly.
Maria lalu mengadopsinya dan selebihnya semua sudah tahu ceritanya.
Flash Back Off
Alethea memukul dadanya, ia merasa sesak dan sakit mendengar penderitaan yang di alami putrinya.
Andai saja ia kembali mungkin saja putrinya tak akan mengalami hidup di jalan.
Bert berusaha menenangkan Alethea yang terus saja menyalahkan dirinya sendiri, ia merasa semua sudah takdir yang Tuhan tulis.
Karena.takdir itu pula membuatnya bisa berjumpa dengan Daffa kekasihnya.
Bert juga memperkenalkan Daffa pada Aaric dan Alethea sebagai calon suaminya.
meminta restu atas hubungan mereka.
tentu saja Aaric dan Alethea sangat bahagia mendengarnya, mereka merestui hubungan keduanya.
Saat sedang asik berbincang seornag Nany datang membawa seorang anak gadis kecil yang sangat cantik.
anak itu langsung berlari ke arah Berto, membuat Aaric melongo
"Pa, perkenalkan Selena anak Alan" ucap Berto mendekati putrinya pada Aaric.
mata Aaric berkaca-kaca, ia tak tahu jika ia sudah menjadi kakek.
"Sayang, ayo Salim sama kakek" ucap Berto pada putrinya.
Gadis kecil itu terlihat ragu, namun ia tetap menjulurkan tangannya pada Aaric.
Aaric mensejajarkan tubuhnya dengan si kecil Selena, ia menyambut tangan cucunya.
lalu memeluknya. Awalnya Selena terkejut namun Berto mengangguk sehingga Selena balas memeluk kakeknya sambil menepuk punggung kakeknya
"Jangan menangis kakek, malu sama Selena.
Selena sudah enggak menangis lagi" ucapnya sontak membuat Aaric tertawa sambil menangis
Akhirnya keluarga itu berkumpul.
Walau Alethea belum memutuskan untuk kembali dengan suaminya, namun bukan berarti anda-tanda mereka akan bersama tak ada, hanya mungkin keduanya butuh waktu kembali memupuk cinta mereka.
__ADS_1
Sementara Bert sudah tinggal di kediaman Aaric atas permintaan mamanya karena Berto tinggal dengan Daffa untuk proyek senjata mereka.