
Davina duduk dengan wajah sedikit tegang di sebuah ruangan bergaya klasik kontemporer
Didepannya si empunya rumah Kendrick yang menatapnya dengan tatapan serius, sementara di sampingnya terlihat seorang pria yang usianya tak jauh beda dengannya duduk dengan berwibawa.
Davina bisa melihat bila sosok di sebelah Kendrick bukan orang biasa.
Mungkin seseorang yang terhormat di negara ini mengingat ratus Kendrick yang tak biasa.
"Albert sudah menyampaikan padaku tentang rencana mu, aku memanggil mu ke rumahku karena aku mau mendengar langsung kebenaranya.
Owh ya perkenalkan beliau adalah sahabatku senator Nelson, aku perlu memanggilnya untuk mendengarkan pendapatnya tentang apa yang akan kau sampaikan.
Karena setelah mendengar laporan Albert, aku tak bisa memutuskan sendiri masalah ini" ucap Kendrick blak-blakan.
Kendrick memang orang terpandang dan diseganj di kota ini, namun ia sudah pensiun dari dunia politik yang membesarkan namanya, walaupun begitu ia masih sangat di hormati oleh kawan maupun lawan.
"Salam kenal tuan Nelson.
Saya Davina Benedito, dan di sebelah kanan saya adalah Shandy dan di sebuah kiri saya Berto.
mereka anggota yang bekerja pada saya"ucap Davina sopan memperkenalkan diri nya dan juga kedua orang yang ia bawa.
"Salam kenal nona Benedito, Menurut Kendrick kau akan mengungkap sebuah kejahatan besar, tolong rincikan semuanya, aku perlu mengetahui detailnya" ucap Nelson to the poin
"Begini tuan Nelson.
Orang yang akan kami gugat adalah seorang asisten pribadi dari tuan Bernard, kebetulan Tuan Bernard tak bisa hadir karena sakit" ucap Davina memberi jeda.
Ia menyodorkan berkas barang bukti semua kejahatan Denis dan kaitannya dengan beberapa petinggi negara itu dan juga mafia.
Termasuk beberapa korban Denis, baik yang terluka parah, masih di sekap atau yang mati dengan banyak cara, semua lengkap dengan foto Dan penyebab kematian.
Kendrick dan Nelson saling melirik melihat betapa tebal berkas yang disodorkan Davina.
apa seornag Denis memiliki kejahatan sebanyak itu???
mereka ragu.
walau Albert sudah menjelaskan secara detail tapi Kendrick masih tak percaya begitu saja
Kendrick mengambil berkas tersebut, baru lembar pertama ia terlihat masih berwajah datar, namun seiring lembar demi lembar ia buka wajahnya langsung muram, kedua alisnya bertaut.
melihat ekspresi sahabat Nelson meminta beberapa lembar berkas yang sudah Kendrick lihat dan ekspresinya buruk.
ia terlihat sama khawatirnya dengan Kendrick
"Bagaimana menurutmu??" tanya Kendrick pada Nelson.
Nelson menghela nafas, ternyata apa yang Davina katakan bukan isapan jempol.
__ADS_1
Ini semua nyata dan menakutkan!!!
Bagaiman agak seperti ini bisa terjadi di negaranya???
"Kendrick aku akan memanggil jaksa wilayah dan juga kepala polisi.
ini....." Senator Nelson tak bisa berkata apa-apa.
berkas setebal itu dengan barang bukti yang tak bisa di sangkal.
Nelson memandang Davina dengan cara yang berbeda kini. Wanita di depannya ini tidak sesederhana terlihat.
Ia yakin wanita di depannya ini bukan hanya berkuasa dan pintar tapi kuat dalam arti memiliki sesuatu yang tidak bisa di singgung.
Senator Nelson yang sudah memakan asam garam kehidupan dan dunia politik tahu benar jika wanita di depannya ini pasti memiliki sebuah organisasi yang menyokongnya.
Dengan bukti berkas sedetail dan sebanyak itu???
bahkan polisi memerlukan waktu lama.
Tapi ia dengan wanita ini baru sebulan di negara ini.
Itu luar biasa.
"Nona Davina, apa kita pernah bertemu???" tanya Nelson teringat nama belakang Benedito.
nama seorang bangsawan Spanyol yang terkenal.
"Mungkin tuan senator, saya mengalami amnesia dan belum pulih seratus persen" ucap Davina sopan
"Aku turun sedih mendengarnya"
"Terima kasih tuan senator.
Mungkin anda pernah bertemu dengan saya di Spanyol" ucap Davina tersenyum lebar
"Spanyol???" Kendrick yang sejak tadi menyimak ikut terkejut
"Ya, Spanyol adalah negara kelahiran nenek saya" ucap Davina tak suka membicarakan latar belakang keluarganya. ia akan risih pada akhirnya karena nama Angelo selalu melekat pada dirinya
"Anda.....nona anda cicit tuan Angelo??" tanya Nelson teringat saat pesta peresmian Benedito corp di Spanyol dimana Angelo mengumumkan pewaris perusahaan raksasa itu jatuh pada cicit perempuannya, sementara perusahaan miliknya yang bergerak di bidang elektronik dan perusahaannya yang bergerak di bidang digital jatuh pada kedua cicitnya yang laki-laki.
"Iya"ucap Davina singkat
"Astaga tak heran tak heran.
kau cicit Angelo," ucap Nelson tertawa senang
Sementara Kendrick melongo masih tak percaya
__ADS_1
"Angelo si tua enit itu??"
"Kendrick kau berbicara di depan cucu nya" ucap Nelson tersenyum canggung takut Davina tersinggung
"Seperti yang paman Kendrick dengar, owh ya aku cicit dari Angelo Benedito" ucap Davina meluruskan.
Banyak yang mengira ia adalah cucu, nyatanya kakek tua Bangka itu adalah kakek buyutny
"Berapa usia mu nak???" tanya Nelson penasaran
"Hampir dua puluh tiga"
"Andai aku punya anak laki-laki aku akan jodohkan denganmu" ucap Nelson blak blakan, ia sudah tak menjaga image nya lagi.
Angelo adalah sahabat sekaligus ornagtua bagi Nelson.
Bisnis keluarga Nelson yang berada disana juga berkembang atas bantuan Angelo.
"Maaf Tuan senator, saya sudah menikah dan sedang hamil" ucap Davina tersenyum lebar sambil memegangi perutnya yang masih rata
"Astaga hahaha,Selamat, selamat" ucap Nelson senang
"Terima kasih"
"Nak ini sangat berbahaya kau berurusan dengan penjahat seperti Denis saat kau hamil " ucap Kendrick khawatir
"Aku bisa menjaga diriku dan beruntung ada banyak orang yang melindungi ku" ucap Davina tersenyum canggung
"Baiklah, kita tunggu tiga puluh menit, jaksa dan kepala polisi akan tiba seger" ucap Nelson sudah meminta anak buahnya untuk menghubungi kedua orang tersebut.
Tidak sampai tiga puluh menit, jaksa dan kepala polisi datang beserta team investigasi dan forensi.
Davina melongo, ternyata Senator Nelson cukup berkuasa bisa menghadirkan kepala kepolisian.
Kini semua berkas di periksa , mereka semua menyusun semuanya berdasarkan tanggal kejadian dan memilah menjadi beberapa kategori
mereka semua hanya makan siang lalu melanjutkan lagi pekerjaan mereka.
Kini semua sudah tersusun tinggal menuju TKP dimana tidak kejahatan terjadi.
"Jadi apa kita bisa proses segera????" tanya Nelson yang geram telah membaca betapa banyak dosa yang di lakukan Denis dan juga Dona
"Besok pagi sudah bisa di eksekusi"
"Aku memohon pada anda team ku dilibatkan"
"Maaf nona Davina, orang sipil tidak...."
"Beri mereka surat izin, aku yang menjadi penjamin" ucap Kendrick angkat bicara
__ADS_1
"Aku juga akan menjamin" ucap Nelson membuat kepala polisi bingung. dua orang penting negara ini mendukung wanita muda di depannya, kepala polisi hanya bisa mengangguk menyetujui
"Lagi pula ini bukti kejahatan yang di kumpulkan oleh nona Davina dan anggotanya" ucap Nelson membuat kepala kepolisian menatap Davina dengan pandangan menyelidik.