
"Geledah, temukan yang bisa menjadi barang bukti" ucap Denis pada anak buahnya.
Tak lama kemudian anak buah Denis menemukan ponsel dalam kondisi pecah tapi masih berfungsi dan saat Denis memeriksanya ternyata itu adalah ponsel milik Nicholas.
"Tua Bangka keparat!!! jadi benar kau seperti dugaan ku!!!" teriak Denis marah hingga urat wajahnya terlihat.
Seluruh anak buah Denis merinding, bos nya itu sangat menakutkan jika marah dan Nicholas membuat kesalahan fatal. Bisa di pastikan jika hanya dalam hitungan hari nama Nicholas hanya tinggal kenangan tanpa wujud.
Denis terus memeriksa ponsel tersebut dan matanya membulat sempurna. Dalam ponsel tersebut terdapat beberapa foto bugil Dona dengan pose menantang
"Jadi kau mengintip Dona?? apa kau masih kuat????" ejek Denis yang masih bisa mengenali wajah Dona walau ponsel itu sudah rusak, LCD nya pecah di bagian pinggir saja.
Namun saat Denis melihat galery video Nicholas matanya melotot seakan mau pecah, pria tua itu terlihat sedang bercinta, tapi bukan itu yang membuat Denis melotot dengan wajah murka, wanita yang menjadi pasangannya adalah DONA!!!!!!!!
"jalaaaaaaaang" teriak Denis menendang apa saja yang di depannya
"Bos, hentikan kau akan melukai dirimu sendiri.
jika mereka menyakitimu maka balas dengan.balsan yang setimpal" ucap salah seornag anak buah Denis
"Kau benar, ya...
kau benar, mereka harus membalas rasa sakit ini.
Cih, ****** sialan, menjijikkan!!!!!
Haruskan aku tahu kau murahan, sial aku memakai barang bekas menjijikkan"
"Saya sudah pernah memperingati anda bos" ucap anak buah Denis
"Ahhh aku memang bodoh lebih mempercayai wanita ular itu.
bawa Nichols dari rumah itu, aku menunggu di markas kita yang baru.
Pastikan semua berjalan lancar" ucap Denis lalu meninggalkan tempat itu menuju markas barunya yang bahkan Bruno tak tahu, hanya orang kepercayaannya yang tahu letak nya.
Anak buah Denis langsung menuju mansion Bernard, mereka akan membawa Nicholas dengan cara aman.
tapi yang mereka tak tahu adalah, banyak kamera tersembunyi yang sengaja di pasang oleh Bruno dan Daffi di mansion tersebut.
Sementara markas terbaru???
Itu mudah, Daffa sudah memasang CCTV dan penyadap di setiap mobil organisasi, jadi setiap pergerakan mereka tak luput dari pantauan Bert selalu operator yang berada di apartemen Daffa.
Itu tugas yang di berikan Daffa pada Bert karena mobilitas Bert yang masih terbatas, i juga masih belum bisa berjalan karena cidera di kakinya.
__ADS_1
Walau begitu ia belajar mandiri, memasak untuk dirinya dan juga Daffa, ia seperti istri yang baik, yang menunggu suaminya pulang.
walau Daffa suka mengomel, tapi ia tetap memakan masakan Bert.
Anak buah Denis berhasil masuk dengan menyamar sebagai petugas ladeng, mereka segera membekuk Nicholas dan menyuntikkan sesuatu sehingga tubuh Nicholas bisa di tekuk dalam tas yang mereka bawa.
Daffi tertarik mengetahui obat apa yang mereka gunakan, agar Tak ada lagi penyalahgunaan obat untuk tujuan jahat.
Bruno memberi tanda agar Daffi tak bersuara, anak buah Denis sedang menuju ke arah mereka.
Setelah mereka pergi Daffi langsung mengamankan barang bukti, mereka tak menghapus penculikan Nicholas, agar polisi bisa mencari mayatnya.
"Mereka tak akan menemukan mayat nya" ucap Bruno menghela nafas
"Tidak ada kejahatan yang tak meninggalkan bukti"ucap Daffi dengan yakin.
Pasalnya sekalipun mereka membakarnya, mereka perlu tunggu seperti kremasi dan masih meninggalkan abu yang bisa di di identifikasi kan melalui DNA yang terdapat pada abu tersebut"
Bruno menggeleng pelan dengan raut wajah muram.
"Kau salah, mungkin di negaramu kau tak pernah mendapatkan atau mendengar berita tentang ini.
tapi di negara ini dan beberapa negara tetangga..."
"Baiklah siapa yang mau mendengar cerita anak-anak???" ledek Bruno membuat Daffa melempar bantal ke arahnya
"Sial kau,, aku serius" Dengus Daffi tak sabaran membuat senyum jahil tersungging di bibir Bruno
"Kau harus membelikan ku capuccino, ini info yang mahal"
"Sial kau matre sekali, baiklah aku belikan kau sepuluh, habiskan!!!" ancam Daffi tak pernah bertemu pria tak tahu malu seperti Bruno.
"Tentu, pegang ucapan mu.
Jadi kemungkinan Denis akan melakukan cara yang paling ektrem untuk melenyapkan Nicholas selamanya.
Dan biasanya cara itu kami lakukan saat urgent saja alis tidak sering kami lakukan karena memerlukan persiapan yang matang dan tempat yang mendukung"
"Jelaskan dengan rinci" ucap Daffi tak sabaran.
"Jadi kami menggunakan metode yang sangat amat tak manusiawi.
Tubuh orang yang akan dilenyapkan di ikat lalu masukkan ke dalam bak mandi, tak perlu dalam kondisi mati, setelah itu sebuah larutan dengan for.ula khusus di tuangkan dan.....
Hanya dalam hitungan jam tubuh itu hancur seperti bubur, termasuk tulang-tulang mereka" ucap Bruno lirih.
__ADS_1
"Astaghfirullah, apa ada yang sepeti itu???" Daffi sampai memegang tangannya sendiri merinding
ini terlalu sadis.
"Sangat tidak berprikemanusiaan" pekik Daffi
"Benar, itu adalah larutan kimia, sangat mengerikan.
Entah darimana Denis mendapatkannya" ucap Bruno
"Bro, kita harus menyelamatkan Nicholas, walaupun pria tua itu licik dan jahat, tapi tak seharusnya ia mati seperti itu"
"Apa adikmu akan menerima nya, maksudku, kita menyelamatkan Nicholas apa Davina tak akan menghukum ku???
kau tahu aku berutang Budi pada adik mu, dan juga anakku DNA keluargaku...."
"Adikku aku mengenal lebih baik dari siapapun, dia tak akan setuju juga jika Nicholas mati dengan cara itu, lebih baik dia mendekam di penjara"
"Aku setuju" ucap Bruno yang juga keberatan adanya cara kejam seperti itu.
"Aku akan menelpon kakak ku menit titik koordinat mereka" ucap Daffi sambil berjalan menuju mobil mereka
"Tak perlu, Daffa susah memberikanku informasinya beberapa saat lalu"
"****, mengapa kau yang di kabari, aku adiknya
Apa dia lupa aku adiknya dan bukan kau" maki Daffi kesal
"Mungkin kau tak dianggap hahahaha" ucap Bruno langsung mengendari mobilnya menuju markas Denis yang baru.
dengan wajah mereka sekarang, Denis tak akan mengenalinya.
Di pertengahan jalan Daffa menelpon, Daffi langsung menjelaskan situasi, lalu Daffa meminta Daffi menunggu, ia sedikit khawatir pada adiknya itu.
Saat mendengar kedua saudaranya ingin menculik kembali Nicholas Davina marah, tapi setelah di beritahu, ia mendukung. Sejahat apapun Nicholas tetap manusia, tak layak di musnahkan layaknya binatang.
Ia mengirim orang terbaiknya dan anak buah Lilly yang menguasai media.
Mereka bertemu di titik yang sudah di tentukan.
Denis....
sungguh manusia keji, bagaimana dia bisa memperlakukan manusia lainnya dengan sangat tidak manusiawi.
Yang satu iblis, yang satu siluman rubah, dua pasangan yang cocok, Davina ingin melihat apa yang Denis lakukan untuk membalas pengkhianatan Dona, pasti akan ada pertunjukan seru
__ADS_1