Nikahi Aku Dong Om

Nikahi Aku Dong Om
Salah Paham


__ADS_3

Setelah pembahasan yang berat akhirnya mereka semua makan malam bersama.


Terkadang di selingi canda dan tawa, suasana ruang makan yang biasanya sepi kini riuh oleh tawa, terutama saat Cleo berceloteh.


Ia sangat senang sekali om-om nya kumpul dan makan malam bersama, sungguh momen yang sangat langka.


Setelah makan malah Shandy langsung pamit karena ia besok akan keluar negeri guna mengamankan Bernard.


Davina mengutus empat orangnya serta Lilly ikut.


Oscar yang mendapat kabar Lilly ikut juga langsung mempersiapkan diri juga mengabarkan anak buahnya untuk membantu Gabriel.


Mereka semua bahu membahu demi menangkap Dona dan Denis serta komplotannya. Terutama menggagalkan konspirasi busuk Dona yang ingin membunuh Bernard dan menguasai harta miliader tersebut.


Pagi tadi Dona dan Denis sudah bertolak ke negara mereka, mereka sangat yakin sudah menyingkirkan Bert dan harus melaksanakan rencana mereka secepatnya setelah menyingkirkan kerikil kecil di jalan mereka.


Elliana sudah berada dalam jangkauan mereka, tinggal mengeksekusinya saja, namun betapa kesalnya mereka saat mendapat kabar dari anak buah Denis bahasa Elliana berhasil kabur.


Dona dan Denis ketar-ketir takut jikalau Elliana menyampaikan pada papanya rencana mereka.


Apa yang Dona dan Denis rencanakan bisa berantakan.


Ini semua karena Bert.


"Sial, wanita kutu buku itu ternyata lebih cerdik dan licik dari yang kita pikirkan" maki Dona melempar gelas anggur di tangannya


"Sabar baby, Bert sudah mati, kita hany tinggal membereskan kekacauan yang di buat Bert" ucap Denis menyentuh pipi Dona


"Tetap saja aku masih kesal.


Selama ini aku hanya tahu temanku itu lugu, dan tak menyangka ia akan mengkhianati ku"


"Aku juga kecolongan, aku tak menduga ia bisa mendapatkan bukti dengan cara mudah, sial memang.


Untuknya dia sudah terbang ke neraka.


Siapa yang menduga jika dia mati mengenaskan, sungguh disayangkan" ucap Denis menjilat bibirnya


"Apa kau menyukai Bert???" tanya Dona sewot


"Come On baby, aku mana suka model kaya Bert" ucap Denis datar


"sial Bert keburu mati sebelum aku sempat menikmati tubuhnya dan ughhhh pasti nikmat karena aku yakin wanita itu masih virgin.


Di samping itu body nya juga oke, hanya saja dia tak pandai berdandan dan berpenampilan.


Tapi Dona???


Dia memang sexy, menggoda, tapi aku bosan dengan wanita yang murahan sepertinya" gumam Denis menyeringai tanpa di sadari oleh Dona


" Jika di bandingkan dengan istri Sebastian itu, Dona kalah jauh, dia tak ada apa-apanya di banding Davina.


Sial aku jadi membayangkan Davina dan tubuhku bereaksi" maki Denis dalam hati melihat sesuatu yang menonjol di bagian bawah tubuhnya


"Denis, apa kau mendengarkan????" teriak Dona yang sejak tadi di diamkan Denis


"Ya baby????"


"Lupakan, kau menyebalkan" ucap Dona berjalan meninggalkan Denis


Mereka menggunakan pesawat pribadi milik Bernard.


Seolah merekalah pemilik pesawat tersebut

__ADS_1


Denis menyeringai lebar, ia sudah tak bisa menunggu, dengan cekatan ia menarik Dona yang langsung membentur tubuh kekarnya


Dengan pandangan mata pramugari langsung meninggalkan merek, kini did alam kabin tersebut hanya ada Dona dan Denis


"Lepasin" ucap Dona kesal.


Mereka sedang berada di ketinggian, tapi pikiran Denis bisa Dona baca


Terlebih ini pesawat pribadi suaminya, Dona tak tahu apakah ada kamera tersembunyi disini,


Terlebih pilot dan co pilot bisa melihat perbuatan mereka dari kabin mereka.


Dona tak begitu mengenal mereka, ia khawatir kedua orang itu melaporkan pad Bernard


"Tak perlu khawatir baby, mereka akan tutup mulut" ucap Denis langsung mencium Dona dengan ganas dan langsung melucuti pakaian Dona tanpa ragu sedikitpun.


Ia langsung menusukkan senjata pusakanya tanpa pemanasan membuat Dona menjerit keras karena terkejut


"Denis biadap" teriak Dona kesakitan.


Namun hanya beberapa menit kemudian justru kalimat yang terdengar Dona meracau keenakan.


Sementara di kabin pilot, dua pramugari dan satu co pilot menatap kesal.


Ya mereka di siap oleh Denis menjadi orang Denis, namun melihat perbuatan Dona dan Denis, mereka muak,


"Dua binatang sedang bertempur" ucap pilot penuh kebencian


"Kau tidak nafsu??? lihat tubuh nyonya muda"


"Tidak, barang murah berbau busuk" ucap pilot membuat ketiga rekannya tertawa


"Jika bukan karena Denis menyandera putriku, aku tak akan sudi bekerjasama dengan penjahat seperti dia" Denis si pilot penuh emosi


"Ya, keluargaku juga" ucap ucap salah eorang pramugari


"Mamaku di rawat dan aku harus mematuhinya demi biaya pengobatan beliau" ucap co-pilot menunduk


"Kalau kau??" tanya pilot pada Pramugari satunya


"Anu...


Itu, Denis punya rekaman saat aku di lecehkan.


Jika video itu tersebar nama baik ku serta keluargaku...." si pramugari mulai menangis


"Dasar binatang, ia sengaja mencari kelemahan kita!!!!


Aku berharap mereka akan dapat karmanya segera" ucap Pilot yang di angguki ketiga rekan kerjanya


Setelah satu jam yang panjang, Denis akhirnya menghubungi kabin pilot


Dua pramugari keluar dan melihat ruangan yang berantakan seperti kapal pecah.


Bau aroma tajam menyeruak ke udara membuat salahs eorang pramugari mual


"Hueeekk" Denis melirik tajam dengan pandangan tak suka, rekannya langsung menyenggolnya mengingatkan alarm bahaya


"Maa..maaf tuan" ucap nya lirih


Namun Denis masih menatapnya tajam


"Maafkan rekan saya Tuan Denis, dia sedang kurang enak badan sehingga mabuk udara" ucap rekan pramugari bertubuh lebih tinggi beralasan

__ADS_1


"Rapihkan dan istirahatlah.


Aku tak mau pesawat ini bau muntahan mu" ucap Denis lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Bau mu yang lebih busuk dari bangkai" ucap rekannya lirih yang langsung di bekap pramugari tadi


"Ingat kita tak tahu nasib kita kedepan kalau berbicara sembarangan"


"Aku sudah muak" ucap Pramugari berambut pendek itu penuh kebencian


"Aku juga sama, tapi kita butuh makan.


Ingat uang tak turun dari langit" ucap pramugari bertubuh lebih tinggi membuat rekanya langsung menelan kata-katanya


Mereka seger abergegas membereskan kekacauan yang di buat Dona dan Denis, keduanya benar-benar luar, menjijikkan.


Dengan mengumpat dalam hati kedua pramugari itu membersihkan sofa maupun lantai serta meja bahkan sudut kabin kapan dan mini bar.


Semua bau aroma percintaan mereka


"Manusia laknat" ucap wanita berambut pendek.


Rekanya langsung melirik mengingatkan kembali


Sebenarnya ia juga mengumpat, tak mungkin tidak.


Mereka pramugari bukan asisten rumah tangga atau petugas kebersihan hotel.


Tapi mereka harus membersihkan lendir Denis dimana-mana


Ia memakai Denis impoten atau kanker prostat agar miliknya tak celamitan memasuki yang bukan hak nya.


Keesokan harinya


Shandy sudah berada dalam pesawat menuju negara B, mereka harus bergegas sebelum semuanya terlambat.


Nampak dalam rombongan itu Lilly yang juga ikut, ia khawatir pada Elliana, walau kepastian hubungan darah mereka masih belum didapat dan baru muncul hari ini, namun Lilly merasa dorongan untuk ikut, terlebih lagi Davina mengizinkan.


Maka berangkatlah mereka berenam menuju negara tersebut.


Sementara di Kediaman Gabriel


"Sial mencari wanita satu saja kalian gak becus, apa kalian mau aku pecat??" teriak Gabriel frustasi.


Sejak pagi tadi saat mengetahui Elliana kabur, ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari, sampai ia tak tidur semalaman namun mereka belum juga berhasil menemukan keberadaan Elliana.


"Maaf bos, kami sudah mencari samai ke pelosok kot, namun wanita itu seperti menghilang dari muka bumi"


"Teruskan pencarian, aku mau istirahat", ucap Gabriel yang sudah tak bisa menhaan kantuknya


Setelah anak buahnya pergi, Gabriel bangkit ingin menuju kamarnya


"Gabby, apa kekasihmu kabur???" tanya nyonya Lungu, mama dari Gabriel dengan wajah berbinar


"Dia bukan pacarku" Dengus Gabriel


"Kau terlalu kaku tidak seperti papa mu, lihat papamu sudah tua saja masih perhatian dan mesra pada mama" ucap nyonya Lungu seolah tak perduli bantahan putranya


I sudah kesal menunggu dan berharap putranya melepaskan masa lajangnya secepatnya.


Ia sudah sangat ingin menimang cucu


" Astaga mama, dia bukan pacarku...." teriak Gabriel frustasi

__ADS_1


"Bawa dia pulang DNA kenalkan pada kami", ucap Tian lungu tiba-tiba


"


__ADS_2