
Keesokan paginya
Sebastian sudah berada di kantor pagi-pagi sekali.
Ia harus memeriksa beberapa dokumen yang akan di bawa untuk meeting pagi itu,
Davina sampai membawakan bekal untuk suaminya sarapan karena tak mau suaminya telat makan.
Sebelum berangkat kantor, Ia mengantar Cleo masuk sekolah baru kemudian ke kantor.
Sesampainya di kantor Davina langsung memanggil Agatha dan Lilly ke ruangannya, Ia perlu membahas sesuatu yang penting menyangkut Dona, mantab kekasih Sebastian, walau kenyataanya Dona tak pernah jadi kekasih Sebastian, karena Sebastian tak pernah menanggapinya.
Tak butuh waktu lama keduanya datang bersamaan ke ruang kerja Davina.
Davina langsung mempersilahkan keduanya duduk dan memulai diskusi pagi mereka.
"Maaf pagi-pagi aku sudah mengumpulkan kalian, ada yang aku ingin bahas, penting" ucap Davina dengan wajah serius.
"Kami siap" ucap Agatha tak kalah serius
"Aku mau meminta kalian menyelidik wanita bernama Dona"
"Dona??? Dona, Dona, sepertinya gue pernah mendengar nama itu.
Bukanya mantannya Sebastian ya?? atau ini Dona yang lain?"tanya Agatha menatap keponakanya
"Iya Dona yang itu, mantan Sebastian" ucap Davina
"Loe mau minta kami memeriksa Dona???
Jangan bilang karena loe parno Tian bakal melirik Dona??? Cemburu????
Davina, Davina. kenapa loe sekarang jadi posesif gini sih???" tanya Agatha menertawai Davina, sementara Davina berwajah masam karena diledek oleh Agatha.
"Asem ini bukan soal gue cemburu dan posesif ya
Ada yang melatarbelakangi gue bertindak seperti itu.
Gue merasa Dona itu wanita berbahaya.
Kemarin malam dia berusaha mencelakai gue.
beruntung Allah masih melindungi gue" ucap Davina dingin
"Maksud loe??? dia..."
"Dia menuang sabun cuci tangan dan berharap gue jatuh.berutung gue masih memakai lip balm saat dia pergi dari kamar mandi, dan ada orang yang lewat. sisanya loe tahu sendiri apa yang akan terjadi kalau gue jatuh.
Gue bisa keguguran lagi" ucap Davina terlihat takut sambil memegangi perutnya yang masih rata
"Astaghfirullahaladzim, bener-bener wanita setan" maki Agatha tersulut emosi.
"Jadi apa gue masih perlu alasan lain untuk menyelidiki Dona???" tanya Davina menatap kedua wanita di depannya
"Gak perlu, maaf gue kan cuma becanda.
Sore ini loe akan menerima laporan dari kami, ya kan Lilly????"
"kok aku sih, kan yang mau kasih laporan cepat mba Agatha" protes Lilly membuat Davina tertawa
"Aku kasih waktu kalian tiga hari
Aku mau tahu sedetail mungkin tentang Dona dan...
__ADS_1
Kirim orang untuk mengawasinya" ucap Davina yang di balas anggukan Agatha dan Lilly
"Jadi pasien yang di bawa Shandy???" tanya Lilly yang bertemu Shandy di rumah sakit
"Ya itu korban tak terduga.
Jika saja aku yang mengalami, entah bagaimana kandunganku.
Karena kejadian itu aku tarik kesimpulan bahwa Dona adalah wanita yang licik dan kejam.
wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Wanita seperti itu berada di dekat suamiku akan sangat berbahaya bagi hubungan kami" ucap Davina tegas.
"Benar, gue setuju" timpal Agatha membenarkan tindakan davina
"Anu....
Semalam Oscar bertemu dengan Bert yang di tinggal sendirian di luar restoran" ucap Lilly yang semalam tadi di ganggu oleh Oscar.
Pria itu memiliki kebiasaan menelponnya saat menjelang tidur, awalnya Lilly merasa terganggu namun lama-lama sudah terbiasa. Jika ia tak mengangkat teleponnya, Oscar akan terus menghubunginya sampai telepon darinya diangkat oleh Lilly.
"Serius???" tanya Agatha dan Davina kompak
"Iya, ini bukan yang sekali.
Ingat waktu pas Bert datang dengan Shandy???
Bert ngobrol sebentar sama aku, dia bilang ketemu Shandy dan akan mengantarnya pulang ke hotel nya"
"Kok aku jadi merasa aneh ya???? ucap Lilly menambahkan
"Aneh banget malah" Agatha terlihat mengerutkan dahinya
Bukankah mereka bisa mengantarkan dulu Bert ke hotelnya??? Urusan apa yang mendesak sampai mereka tak memperdulikan keselamatan Bert?" tanya Davina
"Urusan hajat" ucap Agatha menatap kedua rekannya
"Maksud nya???"
"Apa loe gak merasa curiga??? mereka berdua terburu-buru, jika bukan karena ingin menuntaskan hajat bersama apa lagi????" ucap Agatha menjabarkan
"Jadi loe berasumsi kalau mereka memiliki hubungan khusus???" tanya Davina menyimpulkan
"Binggo.....
kebenarannya akan menyusul besok.
Gue semangat menyingkat takbir ulat bulu yang suka menggangu rumah tangga orang.
Kalau perlu bagian nyiksa serahin sama gue" ucap Agatha meremas tanganku sendiri penuh nafsu membunuh
"Hahaha tenang Tante gue tercinta.
Nanti Dona akan jadi bagian Tante" ucap Davina tertawa melihat semangat menyiksa Agatha.
Illy hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Tante dan keponakanya yang menurutnya abnormal.
"Owh ya, Shandy pagi tadi meneleponku.
Aku merasa agak aneh jadi aku ingin melaporkan ini juga."
"Anehnya???"
__ADS_1
"Dia meminta data lengkap ku, dari dimana aku lahir, panti asuhan ku, tanda lahir dan lain-lain.
Saat ku tanya dia mengatakan memerlukan data diriku untuk semua riset, aneh bukan???" ucap Lilly menatap kedua atasnya
"Sangat aneh" gumam Davina dan Agatha serempak
"Dan satu lagi, Shandy meminta orang kita untuk mencari infomasi seseorang bernama Elliana" lapor Lilly
"Hmm Elliana??? belum pernah dengar" gimana Agatha mencoba mengingat-ngat
"Sama gue juga belum pernah dengar" timpal Davina
"Ok makasih Lilly, loe bisa kembali"
"Permisi" ucap Lilly lalu meninggalkan ruangan tersebut
"Meminta data Lilly, lalu mencari info Elliana.
Ini seperti Shandy sedang mencari penghubung antara..."
"Antara Lilly dan Elliana maksud loe??? tebak Agatha
"Tepat.
Panggil Shandy, kita perlu menanyakan langsung.
Dan kirim data yang sudah di peroleh team kita tentang keduanya" ucap Davina yang di balas anggukan mantab Agatha
"Ah iya, keponakan gue tercinta.
Nanti malam makan malam keluarga, jangan lupa hadir" ucap Agatha mengingatkan
"Astaghfirullah sampai lupa.
Thanks udah di ingetin Tante cantik" ucap Davina mengirim kiss jauh pada Agatha yang di tangkap Agatha dan di letakkan ke dada.
Lalu keduanya tertawa.
"Sepertinya akan ada berita menarik.
dan mengenai Dona...
tunggu pembalasanku, kau berani mengusikku maka persiapkan dirimu!!!!" ucap Davina tersenyum jahat
Sehabis makan siang Shandy langsung menuju perusahaan Davina, ia di minta oleh Agatha menemui Davina.
Secara garis besar Shandy sudah tahu maksud dirinya di panggil.
Lilly merasa tak enak hati lalu menyampaikan pada Shandy bahwa ia mengatakan semuanya.
Shandy tak mempermasalahkan, karena Lilly memang terlalu jujur.
Lagi pula tak ada yang perlu di khawatirkan.
Shandy langsung menemui Davina dan menceritakan kecurigaannya.
Ia juga sudah mencari tahu siapa Dona sebenarnya tanpa di minta.
Shandy menyerahkan semua data tentang Dona dan mereka menemukan sebuah fakta mencengangkan.
Fakta yang tak pernah siapapun duga.
Betapa licik dan pintarnya Dona terungkap dalam laporan di tangan Davina.
__ADS_1