
Riko mengambilnya. rupanya, di bawah amplop itu ada ponsel milik Aisyah dan di bawahnya lagi ada surat yang di tujukan untuk Gus Aham.
"Assalamualaikum..
Dear Riko.
Maaf merepotkan mu kali ini. tapi, aku tidak tau lagi harus meminta tolong pada siapa ?!.
Aku tidak bisa menghubungi mu beberapa hari ini, setelah teleponku kemarin. aku tau, kamu sibuk. tapi, ada hal mendesak yang harus aku sampaikan.
Minta, tolong berikan ponsel ku pada Gus Ma'adz. mereka sedang membutuhkannya. dan di bawah ponselku ada surat untuk Gus Aham.
Berikan padanya, saat dia mencari ku di panti.
Sebelumnya terimakasih. sahabat terbaikku.
Wassalamu'alaikum 🙏.
Selesai membaca surat untuknya, Riko segera mengambil ponsel milik Aisyah, dan surat untuk Gus Aham.
Ia menekan tombol power dan mulai melihat isi ponsel sahabat kecilnya.
Aisyah kemarin sempat bilang, bahwa ada rekaman di dalamnya. rekaman apa?!.
Ia mulai mengotak-atik ponsel Aisyah. mencari-cari rekaman yang di maksud Aisyah.
Belum sampai ia menemukan rekaman yang di maksud Aisyah, ponsel Riko berbunyi lantang.
Ia lantas mengangkatnya.
"Iya?!.",
"Baiklah. aku, akan segera kembali.", ucapnya. lalu, ia menutup telepon nya.
Riko, memasukkan ponsel dan surat amanah dari Aisyah dalam tas nya. ia lantas segera keluar kamar Aisyah dan pamit pada mba Mira.
Ada panggilan darurat dan ada orang yang sedang membutuhkan pertolongannya saat ini. membuatnya, harus segera kembali ke rumah sakit tempatnya bertugas.
Ia lantas bergegas keluar dari panti dan segera menaiki mobilnya.
__ADS_1
Dua minggu kemudian....
Sidang pertama kasus yang menjerat Gus Aham di mulai. berdasarkan keterangan polisi dan bukti dari cctv tol, menunjukkan bahwa Gus Aham bersalah. ia terlihat seperti mendorong Kevin.
Dan karena tidak puas dengan keputusan hakim. pihak Gus Aham pun mengajukan banding.
Gus Aham sendiri menceritakan pada kakaknya bahwa Kevin terpleset, dan tentu nya Gus Ma'adz percaya pada adiknya.
Persetujuan banding pada kasus Gus Aham di setujui. membuat Mike, Sintya, Nigham dan Gus Ma'adz berpeluang menemukan si pengunggah video di Instagram itu. bisa jadi, orang itu adalah saksi kunci.
Sementara Aisyah, yang tengah koma. mulai mengurus prosedur keluar dari rumah sakit.
Rumah sakit manapun, akan menyarankan untuk mengaborsi janinnya. sedang ibu dan mas Raihan tidak setuju. mereka memilih pengobatan alternatif.
Aisyah akan sangat kecewa jika tau, ia kehilangan bayinya lagi. karena mereka yakin, Aisyah sudah tau sebelum mendonorkan ginjal nya pada Gus Aham. maka, ibu dan mas Raihan pun yakin, pada batas kekuatan tubuh Aisyah. ia pasti, sudah memperhitungkan kekuatan tubuhnya.
Sisanya?!, ibu dan mas Raihan pasrah pada Gusti Allah. ndak ada yang ndak mungkin, kalau Allah sudah menghendaki. sekalipun, banyak dokter yang mengatakan bahwa, sangat tidak mungkin bahwa Aisyah dan bayinya bisa selamat.
Untuk selanjutnya, Aisyah akan di rawat di rumah. minimal sampai keadaannya memungkinkan untuk di bawa ke Banyuwangi, tempat pengobatan alternatif yang akan mereka datangi.
Untuk memastikan keadaan adiknya stabil, mas Raihan sudah memberi tahu Riko untuk membantunya merawat adiknya. dan, Riko setuju.
Semua peralatan yang di perlukan sudah di siapkan di kamar Aisyah. sesuai permintaan Riko.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Seminggu berselang...
Gus Aham kembali memasuki raung sidang. sudah ada Gus Ma'adz disana. sedang Gus Aham masuk dengan di dampingi polisi dan pengacaranya. benar-benar sudah mirip dengan terdakwa.
Riko yang mendengar, bahwa hari ini adalah sidang kedua Gus Aham. sedang fokus melaju di jalan.
Jika di sidang pertama, ia gagal hadir untuk menyerahkan ponsel Aisyah. maka, di sidang kedua ini ia berusaha agar bisa hadir.
Berulang kali matanya, melihat jam digital yang duduk di samping setir kemudinya. berharap ia masih sempat datang sebelum pembacaan keputusan.
Tak ubahnya dengan Riko. Mike, Sintya dan Nigham yang berhasil menemukan si pengunggah video itu, juga sama. sama-sama sedang berpacu dengan waktu menuju pengadilan. ini mungkin adalah kesempatan terakhir, dan mereka tidak ingin menyia-nyiakan nya.
Ummi, Abah, Ning Nafis, ibu, mba Mira dan semua anak pondok serta anak panti. mengadakan doa bersama, memohon yang terbaik untuk semuanya. terutama, untuk Aisyah dan Gus Aham.
__ADS_1
Hingga batas waktu yang di tentukan oleh hakim, tidak ada satupun bukti yang bisa membuktikan bahwa Gus Aham tidak bersalah.
"Mohon maaf, pak hakim. waktunya sudah habis. silahkan membacakan surat keputusan.", ucap jaksa penuntut umum.
Gus Ma'adz terlihat menahan nafas di tempatnya. ia tidak sanggup mendengar keputusan hakim, yang akan memvonis adiknya.
Sebaliknya, Gus Aham terlihat tenang. ia masih yakin, jika ia tidak bersalah, maka Allah akan membelanya. ucapan dari Aisyah itulah, yang saat ini menjadi senjata dan keyakinannya.
Hakim mengangguk, mengiyakan ucapan jaksa penuntut umum. tapi saat hakim hendak membacakan keputusan nya. seseorang menerobos masuk ruang sidang dan berteriak.
"Tunggu!...", teriak Riko, membuat semua orang yang berada dalam ruangan itu menoleh ke arahnya. ia nampak ngos-ngosan, dan mengatur nafasnya sesaat.
Riko terlihat berjalan mendekat pada pengacara Gus Aham, setelah nafasnya benar-benar stabil.
Ia menyerahkan ponsel milik Aisyah, dan kemudian berbisik pada pengacara Gus Aham. pengacara itu, nampak mengangguk-angguk faham. setelah nya Riko, pergi dari tempat itu dan ikut duduk di samping Gus Ma'adz.
"Kamu, siapa?!.", tanya Gus Ma'adz.
"Saya, anak panti. saya, kesini mengantar titipan mba Aisyah.", jawabnya sopan, pada Gus Ma'adz. Gus Ma'adz tersenyum melihatnya.
Pengacara Gus Aham menyerahkan bukti rekaman itu, pada hakim yang langsung di putar dan di dengar oleh semua orang yang berada diruangan persidangan.
Rekaman saat Aisyah menghubungi suaminya, ketika Gus Aham di serang waktu itu di putar.
Tapi, nyatanya setelah rekaman itu, di perdengarkan. jaksa penuntut umum, tetap kekeuh memberi vonis pada Gus Aham. karena, suara itu yang terdengar hanya suara orang berkelahi dan suara erangan serta suara Aisyah yang memanggil-manggil suaminya karena khawatir.
Dan, itu tidak membuktikan bahwa Gus Aham tidak bersalah.
Gus Ma'adz terlihat lemas mendengar ucapan jaksa penuntut umum. ia pasrah, ndak tau mau gimana lagi?.
"Selamat pagi.", ucap Mike, yang baru saja masuk ke ruang persidangan, dengan di ikuti Nigham, Sintya dan seseorang yang tidak mereka kenal.
"Kami, punya bukti dan saksi bahwa Gus Aham tidak bersalah.",
"Mohon di izinkan, untuk menghadirkan agar bersaksi.", ucap Mike.
Hakim menoleh ke sekitar, meminta pendapat jaksa penuntut umum dan anggota lainnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
🌺TO BE CONTINUED 🌺