Pengabdian (Karena Mu)

Pengabdian (Karena Mu)
Chapter 129


__ADS_3

"Setidaknya, dengan cara itu, aku masih bisa beebakti.", sambungnya.


"Lalu, apakah kamu pernah menyukainya?!. sedikit saja?.", tanya Mike. Gus Aham tersenyum.


"Tidak.", jawabnya.


"Hei!. Alinka, cukup cantik. meskipun dia tidak setinggi Aisyah, yang seperti model.", protes Mike, ia tidak percaya sahabatnya ini tidak tertarik sama sekali dengan Alinka.


"Kamu, mengenalku cukup baik. kita, berteman cukup lama.", ucap Gus Aham, mengingatkan.


"Tentunya kamu tau, aku lebih suka dengan balap liar dari pada perempuan.", sambungnya.


"Lagipula, aku tidak ingin menaruh hatiku pada sembarang orang.",


"Kenapa?!.", tanya Mike.


"Aku tidak ingin melukai siapapun. kamu, tau dengan jelas. bagaimana keluarga ku?!. siapa-siapa saja yang akan menjadi menantu, dan masuk ke keluarga kami, pastinya akan di timbang bibit, bebet, dan bobotnya.", ia terdengar menghela nafas sesaat.


"Memasukkan, orang asing dalam keluarga kami?!. sama saja, ingin merepotkan diri sendiri dengan urusan asmara. dan, kamu tau?!. aku, paling tidak suka hal itu.", jawab Gus Aham. Mike menatapnya ragu.


"Berarti, Aisyah?!.....,


"Aisyah, cinta pertama dan terakhir ku.", sahut Gus Aham.


"Dia istimewa. pengecualian, aku bahkan lebih suka sibuk dengannya, dari pada bisnis dan yayasan ku.", jawab Gus Aham, ia nampak menggoda Mike. yang membuat, dokter psikolog itu, mendengus kesal.


"Jangan mengumbar kemesraan di hadapan ku!.", ucap Mike, memberi sebuah peringatan pada Gus Aham. Gus Aham tertawa melihatnya.


"Makanya, jangan ragu nikah. asli, ada banyak hal indah yang akan, kamu temui.", ucap Gus Aham dengan senyumnya.


"Masalahnya, sebenarnya aku belum siap.", ucap Mike.


"Kenapa?!.", tanya Gus Aham. Mike hanya mengangkat bahu nya. ia pun tidak tau, kenapa ia merasa belum siap.


"Kalian pacaran sudah berapa lama?.", tanya Gus Aham.


"Hampir tujuh tahun.", jawab Mike.


"Selama tujuh tahun, menggantung status anak orang. tentu saja orang tua nya tidak akan tinggal diam.", ucap Gus Aham.

__ADS_1


"Menggantung gimana?!. kita kan jelas berstatus pacaran.", gumam Mike. membuat Gus Aham menghela nafas saat mendengarnya.


"Pacaran bukan status. karena, tidak tau mau dibawa kemana hubungan yang sedang terjalin.",


"Itu hanya sebuah ikatan dari dua orang yang saling suka, untuk berjalan bersama.", ucap Gus Aham. Mike nampak terdiam sesaat.


"Apa bedanya?!.", tanya Mike.


"Tentu saja beda. pacaran, hanya di dasari rasa suka. kalaupun sampai berpisah, paling hanya bikin nangis, dan kecewa berkepanjangan. itu, sebuah keegoisan.",


"Egois, karena menginginkan tetap bersama tanpa memberikan status yang jelas.",


"Tapi kalau menikah. itu hubungan antara dua orang, yang mengikat janji di depan tuhan. bersedia menjaga, membimbing, mendidik, mengasihi dan menyayangi.",


"Saling melengkapi dan menutupi kekurangan pasangannya. berjuang bersama, meraih ridho dan rahmat dari Tuhan.",


"Bila mereka sampai bercerai, tuhan pasti membencinya. karena sama saja, dengan mengingkari janjimu pada Tuhan.", ucap Gus Aham, panjang lebar. Mike nampak masih termangu di tempatnya.


Gus Aham tersenyum, ia mengerti benar ketakutan Mike. perceraian kedua orangtuanya, membuatnya hampir tidak mempercayai semua wanita. ibunya, pergi meninggalkan ia dan ayahnya tanpa alasan yang jelas.


Dan Sintya, entah kenapa ia bisa menjalin hubungan selama itu dengannya?!. Mike bilang, karena nyaman. Sintya, mampu menjadi teman, tempat berlindung dan kekasih baginya.


Haih..., entahlah apalagi yang dipikirkan Mike?!. sehingga membuatnya belum sepenuhnya yakin.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Lalu, apa motif Kevin mencelakai ku?.", tanya Gus Aham. ia sengaja mengubah topik pembicaraan. nampaknya, ia tidak ingin membuat sahabatnya itu berpikir terlalu dalam.


"Menurut info. dia ingin balas dendam.", jawabnya, lirih.


"Ah, kasus penculikan Aisyah yang terjadi dulu. polisi mengetahui pelakunya adalah Kevin juga.", ucapnya, terdengar sedikit bersemangat karena mengingat kejadian saat Aisyah di bawa ke kapal. Gus Aham menatap Mike, wajahnya terlihat sangat kaget.


Ya. ia terkejut, karena tidak pernah berpikir sejauh itu. saat ia tau, bahwa ada orang yang menghasutnya sehingga menimbulkan perselisihan antara ia dan Aisyah. ia tidak pernah berpikir untuk mencari tau, siapa orang itu?!. hanya berharap, agar polisi bisa menangkap pelakunya agar istrinya tidak merasa terancam dan selalu dalam bahaya.


"Iya. penyidik menemukan bukti Jeep Rubicon warna putih miliknya, nomer plat mobil itu sama dengan nomor plat mobil yang terekam di cctv kapal itu.", sambung Mike, menceritakan.


"Apalagi, ciri-ciri laki-laki yang di sebutkan saat penyekapan Aisyah sama persis dengan ciri-ciri pria yang menyerang kamu di tol.",


"Sama-sama memakai burqa, dan sama-sama memakai mobil Jeep.", ucapnya, mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


Gus Aham terdiam. raut wajahnya berubah, rahangnya mengeras dan tangannya mengepal. jelas, ia nampak menahan amarah.


"Bro?!.", panggil Mike. ia nampak khawatir melihat perubahan wajah sahabatnya.


Gus Aham nampak terdiam, ia menghela nafas dalam dan berusaha mengontrol emosi nya.


Gus Aham menggeleng pelan. "Aku, baik-baik saja.", jawabnya. Mike mendengus, ia sedikit kecewa dengan ucapannya.


"Mm.., datanglah ke pesta pertunangan ku. aku dan Sintya, akan sangat bahagia dengan kehadiran kalian.", ucapnya. Gus Aham menganguk, ia berusaha tersenyum walau perasaannya tidak nyaman.


Suasana hening, terasa sedikit canggung. Mike merapikan jaketnya.


"Baiklah. aku, pamit dulu. jangan lupa datang, ya?!.", ucap Mike. ia tau, Gus Aham ingin menenangkan diri dulu. mendengar orang yang di cintai nya, di celakai oleh sahabat baiknya di arena balap, jelas itu kekecewaan terbesar baginya.


"Bro?!.", panggil Mike, membuyarkan lamunannya.


"Ah, ya. terimakasih. hati-hati di jalan, ya!.", jawab Gus Aham.


"Ok.", sahut Mike. lantas mereka berpelukan, sebelum akhirnya Gus Aham mengantar Mike sampai di pelataran ndalem.


Begitu mobil Mike menghilang, meninggalkan pelataran. ia segera masuk. langkah nya di percepat agar segera sampai di kamarnya.


Suara-suara Kevin saat akan mencelakai ia dan Aisyah berputar di telinganya.


"Keluarga Cemara, ya?!. sekalian saja, aku bunuh kalian. satunya ke neraka dan satunya ke surga, hahahahh......",


"Lihat!. Alinka, mas akan kirim dia untuk menemanimu di surga."


Gus Aham membuka pintu kamar, ia mencari-cari keberadaan istrinya. yang ternyata, sedang membaca buku di balkon kamar.


Ditubruknya tubuh Aisyah yang sedang duduk di kursi santai, yang berada di balkon kamar itu. pelukannya dari arah samping, ia pererat hingga membuat Aisyah terkejut, dan buku yang ia baca terjatuh.


"Kenapa?!.", tanya Aisyah, ia mengusap rambut suaminya lembut, setelah cukup lama terkejut dengan sikap suaminya.


Gus Aham tidak menjawab. ia lebih memilih memeluk Aisyah untuk menenangkan hatinya.


Sungguh, ia tidak menyangka. masa lalu nya, akan berakibat buruk pada orang-orang yang ia sayangi. membuatnya, merasa takut dan khawatir.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


🌺TO BE CONTINUED 🌺


__ADS_2