Pengabdian (Karena Mu)

Pengabdian (Karena Mu)
Chapter 128


__ADS_3

"Tok...,


"Tok...,


"Tok...,


Pintu kamar di ketuk. membuat Gus Aham segera meninggalkan istrinya, untuk membuka pintu.


"Wonten tamu, Gus.", ucap mba ndalem, yang di angguki Gus Aham. dan mba ndalem itu segera undur diri.


Gus Aham, menutup pintu setelahnya. ia menghampiri Aisyah lagi, lalu membantunya berdiri untuk istirahat di ranjang.


"Mike, sudah datang.", Aisyah tersenyum mendengarnya.


"Istirahat lah dengan baik. perutmu semakin membesar, sementara jahitan nya tidak mudah untuk kering dengan cepat.",


"Mas, pergi temui dia sebentar. dan akan segera kembali. janji.", ucap Gus Aham. lantas beranjak berdiri hendak meninggalkan Aisyah. tapi jari-jari lentik milik istrinya menahannya.


"Kenapa?!.", tanya Gus Aham, ketika menoleh menatap istrinya, yang tengah duduk bersandar di ranjang. Aisyah menarik tangan Gus Aham, sehingga suaminya itu mendekat. ia lantas merangkup wajah suaminya, dan memberi kecupan di pipi sebelum suaminya pergi. membuat Gus Aham tersenyum, sebelum meninggalkan ia di kamar.


Senyumnya menghilang di balik pintu kamar. membuat Aisyah mengambil mushaf nya untuk mengaji. mentela'ah hafalan nya, seperti biasa.


Sementara Gus Aham menuju gazebo di taman belakang ndalem. tempat ia dulu, biasa menjamu teman-temannya saat datang ke ndalem.


Nampak, dari kejauhan sosok yang tak asing baginya. ya, ada Mike, Gus Ma'adz, dan yang paling mengejutkan, ada Abah disana.


Dulu, saat teman-teman Gus Aham kesini. baik anak pondok, temannya di lintasan balap sampai pengurus yayasan anak jalanan. Abah tidak akan mau menemuinya.


Jangan kan menemui. begitu melihat ada mereka datang ke ndalem, Abah pasti sudah masuk kamar. ndak, akan keluar kalau teman-teman Gus Aham belum pulang.


Seperti rasa kecewa yang terlalu besar. yang sudah tidak ingin lagi, memaksakan atau memberitahu putranya apa yang ia harapkan darinya.


"Assalamualaikum.", sapanya, begitu Gus Aham sampai di depan gazebo itu.


"Waalaikum salam.", jawab mereka bergantian, begitu juga dengan Mike. ia juga menjawab untuk menghormati persahabatan diantara mereka.


"Yasudah. karena, Aham sudah disini. Abah, mau nemenin Ma'adz ke peternakan burung nya.", ucap Abah, memberi ruang pada Gus Aham dan Mike.


"Pergi, dulu ya Mike. kalau sempat, mampir ke ndalem saya.", ucap Gus Ma'adz.


"Injih, mas, bah. makasih.", jawabnya.


Abah dan Gus Ma'adz segera pergi meninggalkan mereka berdua di gazebo. tidak lama, seorang mba ndalem datang dengan membawa nampan, berisi aneka cemilan dan dua cangkir kopi untuk menemani obrolan mereka.


"Gimana, kabar istrimu?.", tanya Mike, ia ragu menanyakan kabarnya. mengingat, pertemuan terakhir dengan Aisyah yang membuat wanita itu, benar-benar ketakutan.


"Alhamdulillah, baik. kandungannya, makin besar. bayi kami, makin sehat, dia bahkan aktif bergerak. yang terkadang, gerakannya membuat Aisyah meringis kesakitan.", jawabnya.

__ADS_1


"Puji Tuhan. ikut seneng dengernya.", ucap Mike. wajahnya, terlihat sumringah.


"Kapan acara pertunangan kalian?!. sudah siap?.", tanya Gus Aham, raut wajahnya terlihat menggoda sahabat nya.


"Huft.", Mike terlihat mendengus dan menarik nafas dalam.


"Siap, ndak siap. dari pada dia, dinikahin sama orang lain. ya, aku harus maju lah.", jawabnya. membuat Gus Aham tertawa kecil.


"Hah...., ya. ya. niati saja, ibadah. insyaallah, happy ending kaya' aku.", sahut Gus Aham. ia nampak meraih cangkir kopinya, dan meminumnya pelan.


"Jangan gitu lah, bro. aku, kesini mau minta doa dari kamu nih!. sekalian minta wejangan, kan kamu yang udah nikah lebih dulu.", selorohnya.


"Berasa tua nih!.", sahut Gus Aham, yang membuat mereka tertawa bersama.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Itu semua laporan yang dikumpulkan polisi dan penyidik tentang Kevin.", ucap Mike, ia meletakkan amplop coklat besar di meja yang berada di gazebo.


"Persis, seperti dugaanku.", sambungnya. Gus Aham tersenyum menatap amplop itu.


"Kenapa?!.", tanya Mike.


"Itu sudah tiga bulan yang lalu, dan kamu masih meminta polisi dan penyidik, untuk menyelidikinya?!.", ucap Gus Aham, tak percaya.


"Hei!. ayolah!, itu bukan kemauanku.", sahutnya.


"Tentu saja, kakakmu yang memintaku.", jawabnya.


"Mas Ma'adz?!.", Gus Aham menyebutkan nya tak percaya. tapi Mike menganguki jawabannya, yang berarti bahwa, jawabannya adalah benar.


"Kenapa?.", tanya Gus Aham. raut wajahnya, berubah serius.


"Sebagai kakak yang baik. dia hanya ingin memastikan bahwa, masa depanmu bersama Aisyah baik-baik saja.", jawabnya. Gus Aham mengerutkan keningnya.


"Hei!. jangan pura-pura lupa dengan insiden fitnah pada Aisyah. yang membuatmu terpaksa melakukan tes DNA.", selorohnya. membuat Gus Aham, mendengus kesal mengingat, bagaimana istrinya benar-benar terluka karena hal itu.


"Lalu, apa tujuan?!. alasan?, atau penyebab Kevin melakukan itu?!.",


"Kau, tau benar. aku dan dia kawan yang baik di lintasan balap liar.", ucap Gus Aham.


"Ingat, Alinka?!.", tanya Mike.


"Alinka?!.", Gus Aham, merasa tidak asing dengan nama itu. ia berusaha mengingat-ingat, karena nama itu begitu familiar di telinga nya.


"Iya. Alinka, adik Kevin. cewek yang selalu datang menghampiri kamu dan ngasih semangat.", ucap Mike. mencoba mengingatkan.


Gus Aham terdiam. ia nampak berpikir, mengingat sesuatu. yang ia ingat, di arena balap liar itu banyak sekali gadis-gadis yang datang. baik hanya sebagai penonton, atau sengaja datang mendampingi kekasihnya.

__ADS_1


Mike membuka amplop itu, pada akhirnya. ia mengambil foto Alinka, yang berada di dalamnya.


"Ah. iya!.", ucapnya. ia berhasil mengingatnya. gadis bertubuh mungil yang suka sekali memakai atasan blouse dan rok span selutut. dengan pipi yang sedikit chubby dan poni seperti Masha.


"Iya, aku ingat.", sahutnya.


"Ada apa dengan, Alinka?!.", tanya Gus Aham.


"Dia sudah meninggal.", jawab Mike, membuat Gus Aham meliriknya.


"Tepatnya, sehari sebelum pernikahanmu.", sambungnya.


"Lalu, apa hubungannya denganku?!.", Gus Aham bertanya dengan nada heran. Mike memutar bola matanya.


"Apakah, kamu benar-benar tidak tau alasannya?!.", tanya Mike. Gus Aham, menggeleng.


"Dia gantung diri, di kamarnya. orang yang pertama kali menemukan jenazahnya menggantung adalah kekasih Kevin.", ceritanya.


"Dalam saku celana yang ia pakai, di temukan sebuah surat. yang ia tujukan untuk kakaknya.",


"Sebuah permintaan maaf, dan alasannya mengakhiri hidup.",


"Apa alasannya?.", sahut Gus Aham, bertanya.


"Karena dirimu.", jawab Mike.


"Aku?!.", ucapnya, tak percaya.


"Ho'oh.", jawab Mike, di sertai anggukan untuk memperjelas jawabannya.


"Ada apa dengan ku?!.", tanya Gus Aham.


"Dia mencintai mu, menyukai mu. tapi, kamu tidak pernah membalas nya.", jawab Mike.


"Dia tidak pernah mengatakannya.", ucap Gus Aham.


"Lalu, kalau dia mengatakan nya. akankah, kamu menerimanya?.", tanya Mike.


"Tidak.", jawab Gus Aham tegas.


"Kenapa?!.", tanya Mike.


"Karena dia bukan jodohku.", jawabnya. Gus Aham menghela nafasnya.


"Aku, bisa melakuka apapun yang aku inginkan. aku, bisa mendapatkan semua yang aku mau. tapi, untuk masa depanku, aku hanya akan mempersilahkan kedua orang tua ku yang menentukan nya untuk ku.", ucapnya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


🌺TO BE CONTINUED 🌺


__ADS_2