
Setelah dirasa cukup dengan pemeriksaan Aisyah dan bayi mereka. Gus Aham dan Aisyah, segera pamit undur diri. lagipula, masih banyak pasien yang mengantri untuk berkonsultasi dan memeriksa kan diri serta bayi mereka pada dokter.
Gus Aham dan Aisyah keluar dari ruangan itu. mereka segera pergi, melewati para pasien lain yang sedang duduk mengantri menunggu giliran.
Aisyah sudah duduk di mobil, setelah menutup pintu mobil Gus Aham berjalan ke sisi lain, membuka pintu mobil untuk dirinya sendiri. ia segera masuk dan duduk di belakang kemudi setelah nya.
Terdengar helaan nafas dalam dari Gus Aham, yang membuat Aisyah segera menatapnya.
"Njenengan, kecewa?!.", tanya Aisyah. ia meraih tangan suaminya, membuat Gus Aham menoleh dan tersenyum tipis padanya.
"Sedikit.", jawab Gus Aham, setelah diam beberapa saat.
"Sangat ingin tau?!.", tanya Aisyah, lagi.
"Hmm....", gumamnya. lantas ia tersenyum tipis, agar Aisyah tidak merasa sedih.
"Laki-laki atau perempuan?!.", tanya Aisyah. membuat Gus Aham menghela nafas dalam.
"Sebenarnya, laki-laki atau perempuan itu sama saja. mas, hanya penasaran.", jawabnya.
"Mau mencoba lain waktu?!.", tanya Aisyah. Gus Aham menggeleng.
"Ndak usah. taunya, kalau dia udah lahir ajalah.", jawabnya.
"Njenengan, yakin?!.", tanya Aisyah, yang langsung di jawab dengan anggukan kuat dari suaminya. sehingga membuat ia tersenyum.
"Baiklah. sekarang, kita mau kemana?!.", tanya Gus Aham. mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Wangsul, (pulang). mau kemana lagi?!.", sahut Aisyah.
"Tapi kan, mas pengen nemenin kamu dulu.", ucapnya. mulai lagi dengan rengekan manja, khas seorang Gus Aham. membuat Aisyah mendengus dan tersenyum.
"Yasudah. njenengan, mau kemana?!. tapi, ndak boleh lama-lama, ya?!. saya, belum nyiapin baju-baju njenengan yang mau di bawa.", ucap Aisyah, lembut.
"Ok.", jawab Gus Aham, bersemangat. ia pun segera menyalakan mobilnya, untuk keluar dari area rumah sakit dan menuju ke tempat yang ingin ia datangi bersama sang istri.
Hingga akhirnya, mobil BMW milik Gus Aham berhenti di depan sebuah barbershop.
__ADS_1
Ya, Gus Aham ingin potong rambut. dan minta di temeni Aisyah. ia ingin Aisyah, yang memilih kan model potongan rambut untuk nya.
"Yang mana, sayang?!.", tanya Gus Aham. setelah duduk di kursi barbershop. ia menunjukkan foto-foto model potongan rambut pada sang istri.
"Terserah njenengan.", jawabnya.
"Aku, padahal ngajak kamu ke sini buat milihin, lho.", ucap Gus Aham.
"Yasudah. kalau gitu, potong pendek saja ya?!. jadi, besok tinggal nyisir saja. kan, besok saya ndak bisa nguncir rambut, njenengan.", ucap Aisyah. mengingat, suaminya harus pergi besok pagi, menyusul Abah dan Gus Ma'adz serta kang Mu'idz yang sudah berangkat lebih dulu.
Ya, Gus Aham memang manja sejak mereka menikah lagi. lebih ngalem Gus Aham dari pada Aisyah. tapi sebenarnya, mereka saling melengkapi.
Perhatian Gus Aham pada istrinya luar biasa, setelah mereka menikah lagi. apalagi, setelah istrinya donor ginjal dan tau, kalau Aisyah hamil. Gus Aham, berusaha memberikan yang terbaik untuk istrinya.
Sedangkan Aisyah, berusaha membuat Gus Aham merasa nyaman, baik dengan tingkah laku, tutur kata dan sikapnya.
Sebisa mungkin, ia menyiapkan semua kebutuhan dan keperluan Gus Aham. mulai dari keperluan mandi, baju bersih dan keperluan-keperluan lainnya.
Bila suaminya sedang berada di level manja tingkat dewa. ia juga memakai kan baju, setelah mandi. menyisir dan mengikat rambut panjang sebahu milik suaminya. tapi, seperti nya memang Gus Aham suka di manja Aisyah. terbukti, itu di lakukan Aisyah setiap hari.
Belum lagi, kalau suaminya sedang banyak pikiran. ia akan minta rebahan di pangkuan Aisyah sambil terus di belai rambutnya. jika sudah begitu, semua saran dan tutur kata Aisyah, yang hanya bisa masuk ke telinga dan pikirannya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Gus Aham menurut saja dengan saran sang istri yang memintanya untuk potong pendek, meskipun ia kurang setuju.
Menurutnya, potongan rambut pendek akan membuatnya terlihat seperti anak-anak. dan ia, tidak suka terlihat seperti itu. tapi, karena itu masukan dari sang istri, Gus Aham pun setuju.
Gus Aham sudah duduk dengan rileks, sementara Aisyah memilih menunggu di luar karena banyaknya pelanggan barbershop pria yang datang, untuk merapikan rambut mereka.
"Saya, nunggu di cafe sebelah nggeh, mas?!.", Aisyah mengirimkan sebuah pesan WhatsApp ke ponsel Gus Aham. bagaimana pun, ia tidak ingin suaminya khawatir mencarinya.
"Ok, sayang.", balas Gus Aham yang segera di baca oleh Aisyah.
Kurang lebih sekitar 30-45 menit, Gus Aham melakukan perawatan rambut di salon langganan nya itu. dan Aisyah, memesan minuman serta camilan di cafe sebelah untuk menghilangkan rasa bosan.
Tak berapa lama kemudian, Gus Aham menyusul nya. ia menggoda istrinya dengan mengambil es cream yang tengah di nikmati istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Njenengan?!.", ucap Aisyah, sedikit sebal. tapi saat dia menoleh, dan tau itu suaminya. rasa sebal itu, hilang dan berubah menjadi senyuman.
Aisyah mengusap rambut suaminya yang kini sudah di potong pendek. dengan manja Gus Aham malah mengambil tempat duduk, dan meletakkannya di samping sang istri. ia bahkan, menyandarkan janggut nya di ceruk leher sang istri. hanya, jilbabnya yang menjadi penghalang kulit mereka.
"Njenengan, mau?!.", tanya Aisyah, yang di jawab anggukan oleh Gus Aham.
"Saya, pesankan ya?!.", tawar Aisyah. Gus Aham menggeleng.
"Ini saja. kamu, suapin.", jawab nya.
Ya, akhirnya Aisyah menuruti keinginan suaminya. ia menyuapkan es krim miliknya ke bibir Gus Aham hingga habis.
"Kita, pulang?!.", tanya Gus Aham, setelah melihat pesanan mereka habis. membuat Aisyah menganguk, mendengar pertanyaan suaminya.
"Yakin?!. ndak mau kemana-mana lagi?!.", tanya Gus Aham, memastikan.
"Ndak. saya, capek.", jawab Aisyah.
"Yasudah. mas, bayar dulu ya?!.", ucapnya, membuat Aisyah menganguk.
Setelah Gus Aham menyelesaikan pembayaran nya. mereka segera berjalan bergandengan menuju mobil, dan bersiap pulang.
Di perjalanan pulang. saking lelahnya, Aisyah tertidur di mobil. ya, Gus Aham tau istrinya kelelahan. mengingat, mereka keluar cukup lama dan pulang cukup larut.
Sesampainya di pelataran ndalem. Gus Aham, segera memarkir mobilnya. lantas, ia segera keluar dari mobil.
Ia berjalan ke sisi lain dari mobilnya, membuka pintu untuk istrinya. dan segera meraih tubuh Aisyah.
Gus Aham menggendong tubuh istrinya, yang kini semakin berat dengan janin di kandungannya.
Ia membopong Aisyah memasuki ndalem, dan terus berjalan menuju kamar mereka.
Gus Aham membaringkan tubuh Aisyah di ranjang, lalu menyelimutinya. ia mengecup kening istrinya, cukup lama. dan, segera pergi untuk berganti baju. tidak lama kemudian, Gus Aham kembali dan segera naik ke ranjang. ia memeluk tubuh istrinya, agar lekas sampai ke alam mimpi.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
🌺TO BE CONTINUED 🌺
__ADS_1