
Ia tidak berniat tidur, tapi tiba-tiba badannya merasa sangat lelah. ya, memang sejak pencarian istrinya ia belum pernah sekalipun mengizinkan tubuhnya untuk beristirahat. jadilah setelah sholat isya ia mengizinkan badannya untuk rebahan sebentar saja.
Niat hati hanya ingin rebahan, untuk merilekskan tubuhnya. tapi tanpa sengaja Gus Aham malah tertidur.
Ia melihat Aisyah terus berjalan sambil bersembunyi karena ada orang memakai burqa mengejarnya. burqa hitam itu menutupi kepalanya dengan sempurna sedang bagian wajahnya tertutup dengan masker.
Aisyah ada di geladak dasar, ia bersembunyi diantara mobil-mobil yang terparkir di kapal. terkadang ia bersembunyi di depan mobil, di samping mobil atau di belakang mobil. ia terus berusaha menghindar agar tidak terlihat oleh orang yang berusaha menangkapnya.
Ia duduk berjongkok di antara dua mobil sambil mengamati sekeliling, untuk memastikan bahwa situasi aman. sehingga ia bisa segera pergi dari geladak dasar menuju geladak antara atau geladak utama.
Mengingat geladak dasar ini sangat sepi, dan hanya ada mobil dan motor yang terparkir. percuma ia berteriak meminta pertolongan, tidak akan ada yang mendengarnya.
Aisyah mengendap-endap berusaha menuju tangga tanpa di ketahui oleh si penyekap, tapi saat ia sudah dekat dengan tangga. penculik itu membekap mulut Aisyah dan mengayunkan pisau itu pada Aisyah.
"Aisyah...!!,". teriaknya. Gus Aham bermimpi. ia terengah-engah terbangun dari mimpinya. ia mengusap wajahnya kasar, sejenak Gus Aham merasa lega itu hanya mimpi.
Bergegas Gus Aham bangun, berdiri dan segera keluar dari musholla. ia hanya tidur beberapa menit dan terbangun karena mimpi buruknya. baginya itu waktu yang cukup untuk beristirahat.
Gus Aham mulai menyusuri lagi geladak utama dan geladak antara menuju geladak dasar dimana mobil dan motor terparkir rapi. ia mencari dengan teliti di setiap celah ruangan yang di lewati. namun belum ada hasil.
Gus Aham turun ke geladak antara, dimana terdapat banyak ruangan istirahat disana. tapi ia tidak yakin istrinya ada disini.
Aisyah masuk ke sebuah ruang kecil, ruangan yang mirip dengan gudang. ada jangkar, tali beberapa karung yang ntah berisi apa. ya, ruang ini adalah Bak kapal. biasanya di gunakan untuk menyimpan perlengkapan kapal.
Bak ini sangat berguna, biasanya digunakan untuk memudahkan kegiatan geladak, khususnya ketika lepas sandar maupun sandar.
Bagian kapal ini berada di depan kapal, biasanya untuk menyimpan jangkar dan tali temali. biasanya awak kapal akan menggunakan ruangan ini saat akan bersandar pada dermaga atau pelabuhan.
Aisyah bersembunyi dari kejaran penculik itu dengan masuk ke Bak. ia tidak tau lagi harus kemana?!, tubuhnya merasa lelah dan lemah karena belum istirahat sedari siang. sedang waktu ini sudah menunjukkan dini hari. di tambah ia belum makan apapun sejak pergi meninggalkan si Mbah dan Mbah kung di area makam sunan Ampel.
Matanya terasa berat. tapi ia tidak bisa tidur, ia harus terus terjaga dan siaga untuk melindungi diri dan bayinya dari bahaya yang sewaktu-waktu datang.
__ADS_1
Aisyah mendengar suara langkah kaki yang berjalan menuju ruangan dimana ia bersembunyi. perlahan ia berjalan, bersembunyi di balik tumpukan terpal dan beberapa barang lainnya. matanya terus waspada, ia memaksakan diri harus terjaga, tidak boleh tertidur ataupun lengah sedikit pun.
Pintu Bak terbuka, Aisyah menahan nafas. ia berusaha tenang, tidak boleh berisik.
"Keluar!.", perintahnya dengan suaranya yang cukup besar.
"Aku tau, kau disini.", sambungnya. tapi Aisyah tetap diam, tidak bersuara dan tidak beranjak dari tempatnya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Suara langkah kaki itu kian mendekat. di ruangan yang hanya sebesar kurang lebih lima meter itu, Aisyah terus bersembunyi, sedang si penculik mulai mengobrak-abrik satu persatu barang yang ada dalam Bak untuk menemukan Aisyah.
Aisyah memejamkan matanya, nafasnya memburu tapi berusaha untuk tak terdengar. ia berharap ada yang bisa menyelamatkan ia dan bayinya.
Aisyah mengelus perutnya, dilihatnya perut yang sedikit membuncit itu.
"Ayo keluar. jangan membuatku marah.", teriaknya.
"Jika menurut. aku menjamin keselamatanmu dan bayi itu, tapi jika tidak, mungkin kalian memang harus menemani adikku di surga.", ancamnya.
Ia ingat saat baru saja tersadar, ia melihat laut dan beberapa kapal. Aisyah yang belum sepenuhnya sadar berusaha untuk terus membuka matanya. hingga akhirnya mobil yang membawanya masuk dalam sebuah kapal laut.
Begitu mobil masuk dan terparkir, orang itu turun. ia menghampiri Aisyah, untuk memastikan bahwa Aisyah belum sadar. tapi waktu itu sebenarnya Aisyah sudah sadar dan hanya berpura-pura pingsan.
Samar-samar dalam kesadarannya yang belum sepenuhnya pulih Aisyah mendengar orang itu mendekat dan berkata.
"Kau memang cantik, tapi tidak lebih cantik adikku.", ucapnya mencengkeram kedua pipi Aisyah dengan satu tangannya.
"Bodohnya. dia memilih mu dan membuat adikku memilih jalan pintas. sampai mati, aku bersumpah pada adikku akan mengirim dia ke surga agar adikku bisa bahagia.", ucapnya terdengar tawa yang keras dari mulutnya.
"Jadi, jangan salahkan aku jika kau terlibat di dalamnya.", ucapnya lagi lalu menepuk sebelah pipi Aisyah.
__ADS_1
"Aku hanya menginginkan suamimu.", ucapnya lagi.
Terdengar suara langkah kaki menjauh. Aisyah berusaha membuka matanya lagi. ia tidak boleh tertidur lagi, harus berusaha bangun. harus pergi menjauh dari sini agar tidak tertangkap lagi. tapi beberapa saat ketika ia berusaha kabur penculik itu melihatnya, sehingga ia harus terus menghindar dan bersembunyi.
Aisyah merasakan kakinya kram karena berdiri terlalu lama, ia pun perlahan duduk.
"Keluar!.", teriaknya. Aisyah membungkam mulutnya.
"Jangan memaksaku melakukan kekerasan.",
Aisyah menunduk, seolah mengatakan pada nyawa yang hidup di perutnya bahwa semua akan baik-baik saja. mereka akan segera keluar dari sini dan bertemu dengan kakak serta ibunya.
"Ini tidak akan lama, sayang. bertahanlah!.", ucapnya lirih pada perut buncitnya.
"Kita akan berjuang bersama. beri ibu kekuatan, jadilah anak baik.", lanjutnya.
Aisyah berusaha mengintip, melihat dimana orang itu berada. sehingga ia bisa membuat pergerakan dan keluar dari Bak.
Ia melihat langkah kaki mendekat dari sebelah kanannya, Aisyah pun menggeser tubuhnya ke sebelah kiri secara perlahan. ia sangat berhati-hati untuk tidak menimbulkan suara. ia mengatur nafasnya agar lebih tenang, walau tidak memungkiri bahwa jantungnya malah berdetak kencang.
"Aku peringatkan sekali lagi. dan ini peringatan terakhir.", ucapnya.
"Keluar atau aku obrak-abrik tempat ini?!, dan membunuhmu begitu ketemu.", ancamnya. Aisyah masih diam di tempatnya.
Bagaimanapun, ia tidak percaya pada penculik itu jika ia dan anaknya akan dibiarkan hidup.
"Jangan membuatku marah. KELUAR!!!!.", ucapnya dengan teriakan yang penuh penekanan.
Ia marah karena Aisyah terus bersembunyi. jika ia tidak berhasil memancing Gus Aham keluar dengan menyandera istrinya, bukankah usahanya dalam menciptakan jarak dan membuat Gus Aham cemburu pada istrinya selama ini sia-sia?!.
Ia tidak ingin itu terjadi, bagaimanapun dendamnya harus terbalas hari ini.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
🌺TO BE CONTINUED 🌺