Pengabdian (Karena Mu)

Pengabdian (Karena Mu)
Chapter 113


__ADS_3

Gus Aham terlelap. badannya merasakan lelah yang sangat. sementara di perjalanan, mobil yang di tumpangi Aisyah mendadak menepi dan berhenti.


Aisyah mengalami sesak nafas. yang mana, membuat mobil mas Raihan dan Riko yang mengikuti di belakang juga ikut berhenti.


Perawat sudah memberi oksigen pada Aisyah, tapi tak kunjung menstabilkan nafasnya. membuat mereka terpaksa berhenti untuk meminta bantuan Riko.


Riko yang sudah keluar dari mobilnya segera masuk dalam ambulan untuk memeriksa keadaan Aisyah.


"Kondisi Aisyah menurun drastis, Bu. kita harus cari rumah sakit terdekat.", ucap Riko. ia terlihat masih memberi tekanan pada dada Aisyah, untuk membantu pernafasan nya.


Akhirnya, mereka bertukar posisi. Riko ikut ambulan, sementara mobilnya di bawa oleh perawat kepercayaan nya. sedang mas Raihan tetap mengendarai mobil nya sendiri.


Mereka harus segera menemukan rumah sakit terdekat, karena keadaan Aisyah yang semakin mengkhawatirkan.


...----------------...


Gus Aham terbangun dari tidurnya, ketika ia mendengar suara isakan tangis di sampingnya. dengan mata yang berat, ia berusaha melihatnya. mengedip-ngedipkan mata, untuk menyesuaikan cahaya yang masuk pada retina matanya.


Dan ternyata Ummi yang menangis di sampingnya. surat yang di berikan Aisyah, ada di tangan Ummi. ya, Ummi sudah membacanya.


Gus Aham menghela nafas dalam. ia lantas bangun dan mendudukkan dirinya, lalu meraih tubuh Ummi yang bergetar karena tangisannya.


Gus Aham memeluk nya erat. ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher ibunya. ingin rasanya menangis untuk menguraikan sakit di hatinya. tapi, itu akan memperburuk suasana hati Ummi. jadilah, ia hanya menahannya sambil mengusap halus punggung ibunya.


"Maafin, Aham ya, mi?!.", hanya itu yang terucap dari bibir putranya. membuat Ummi semakin terisak dan memeluk anaknya erat.


Hari-hari berikutnya, Gus Aham lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar. ia merasa nyaman hidup dengan bayangan istrinya.


Semua panggilan dan urusan pekerjaan ia abaikan. ia lebih senang melihat layar laptopnya. memutar video-video yang sudah ia edit dan ia jadikan satu. atau mengedit foto-foto istrinya, menjadikannya sebuah video.


Terkadang, Gus Aham tersenyum melihat video-video itu. tapi, saat ingat isi surat istrinya yang ingin meninggalkannya, membuatnya terdiam.


Raut wajahnya berubah dengan cepat. garis-garis kesedihan tergambar jelas di wajahnya.


Ia menutup laptopnya dengan perasaan malas. sementara di pelupuk matanya, sudah ada air yang menggenang dan siap meluncur kapan saja.

__ADS_1


Ia berpikir, gadis sebaik dan secantik Aisyah. sungguh sangat sial mendapatkan dirinya.


Gus Aham berpikir, ia bukan orang baik. ia anak urakan, kalau Abah dan Ummi nya saja pernah menjauh darinya. bagaimana dengan Aisyah, yang hanya orang luar?!.


Gus Aham berpikir, Aisyah capek dan lelah dengan kehidupan pernikahan mereka. itu sebabnya, kini Aisyah meninggalkan nya.


"Dasar laki-laki bodoh. tidak punya aturan, keras kepala. pembawa masalah, mana mau gadis sebaik itu menemanimu hingga akhir hayat?!.", ia mengumpat dirinya sendiri. sebelum akhirnya menyembunyikan wajahnya di lengan yang bertumpu pada meja.


Bahunya berguncang saat ia terisak. sakit?!.., iya. sangat sakit. saat ia merasa bahwa ada orang yang mampu dan mau menerima dia apa adanya, pergi begitu saja.


Meminta nya mencari pengganti, karena mungkin ia tak sanggup lagi menemani dirinya.


Ya, Gus Aham merasa Aisyah menyuruhnya menikah lagi, karena ia bukanlah laki-laki yang baik bagi istrinya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Perjalanan Aisyah ke tempat pengobatan alternatif tertunda karena ia harus mendapatkan perawatan intensif. ia terpaksa di rawat di sebuah klinik dengan alat seadanya karena tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan.


Yang terpenting saat ini adalah, kondisi Aisyah harus stabil lebih dulu. mereka tidak bisa memaksakan untuk melanjutkan perjalanan.


...----------------...


Ummi sedang sakit. kondisinya terus menurun setelah membaca surat dari Aisyah. meskipun Ummi berusaha terlihat baik-baik saja, tapi kenyataannya tekanan darah Ummi meninggi akhir-akhir ini. hingga membuatnya sesak.


Khawatir, kondisi Ummi parah. semua meminta Ummi untuk di rawat di rumah sakit. tapi, seperti biasa. Ummi menolak.


Ia hanya ingin di rawat oleh putra-putranya di rumah yang menjadi saksi perjuangan nya bersama sang suami.


Jadilah, dokter Fitri harus datang setiap hari untuk memeriksa dan memantau kondisi Ummi.


Gus Aham yang mendengar ibunya sakit, kini berusaha bangkit. ia tidak boleh terpuruk karena ditinggalkan Aisyah. ia harus semangat, agar tidak menjadi beban pikiran Ummi.


Jadilah, ia menghabiskan waktunya untuk menemani dan menjaga Ummi di kamarnya. ia melayani Ummi, memijit ibunya, mengambilkan makan, minum dan menyuapi ibunya dengan senang. bagaimanapun, Ummi tidak boleh melihat ia terpuruk dan sedih.


"Mi, sebentar lagi kunjungan dokter Fitri. Aham, mau ke kamar dulu, ya?!.", ucapnya. pamit undur diri.

__ADS_1


"Iya. kamu, juga cepat istirahat ya, le?!.", ucap ummi yang di angguki Gus Aham.


Gus Aham pergi ke kamarnya. ia segera membuka laptopnya begitu masuk dan duduk di sofa.


Gus Aham mengetikkan sesuatu, yang akan ia kirim pada pengacaranya.


Ia menyiapkan surat untuk gugatan perceraiannya dengan Aisyah. bagaimanapun, Aisyah sudah tidak mau bersamanya.


Menahannya dengan status menggantung tidak jelas adalah hal yang merugikan bagi wanita.


Mengingat betapa baik dan murah hati nya Aisyah pada dia dan keluarganya. Gus Aham berniat mengabulkan permintaan istrinya, agar Aisyah bahagia.


...----------------...


Selesai sholat dhuhur. Gus Aham pergi ke kamar Ummi. maksud hati ingin melihat keadaan Ummi nya setelah di periksa dokter Fitri.


Tapi ternyata, dokter Fitri datang lebih akhir. jadi, ia mengurungkan niatnya untuk masuk. ia hendak melangkah kan kakinya dari depan kamar Ummi. jika saja, ia tidak mendengar dokter Fitri dan Ummi membicarakan Aisyah.


"Ning Aisyah, sudah lama ndak ke klinik saya, Ummi. terakhir kali, ke klinik empat minggu yang lalu. sebelum acara wisuda khotmil Qur'an.", ucap dokter Fitri. tangannya luwes memakai kan sfigmomanometer atau tensimeter di lengan Ummi.


"Pasti sekarang kandungannya sudah semakin besar ya, Ummi?!.", sambungnya.


"Kandungannya?.", Ummi tidak faham dengan ucapan dokter Fitri. Gus Aham pun yang hendak berbalik pergi dari pintu kamar Ummi nya, langsung berhenti di tempat dan menahan langkahnya.


"Iya. Ning Aisyah, hamil. waktu periksa pertama, usia kandungannya sekitar 3 minggu, mungkin sekarang sudah 7minggu.", jawabnya. Ummi tersentak kaget. apalagi Gus Aham.


"Ning Aisyah, baru saja melakukan transplantasi ginjal kan?!. untuk Gus Aham?. Ning Aisyah, sekarang dirawat dimana Ummi?.", Ummi terdiam, pandangan nya kosong seketika. sedang sosok di balik tembok kamar ibunya merasakan sesak yang sangat. hingga Gus Aham tidak mampu menahan tubuhnya, dan hanya bisa bersandar di tembok agar tidak jatuh.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


🌺TO BE CONTINUED 🌺


Aisyah nya Gus Aham a


__ADS_1


__ADS_2