Pengabdian (Karena Mu)

Pengabdian (Karena Mu)
Chapter 6


__ADS_3

๐ŸŒธ Terimakasih atas kunjungan para pembaca ๐ŸŒธ


๐ŸŒบ Jangan lupa like, komen dan vote๐ŸŒบ


๐Ÿ’ ditunggu kritik, saran serta masukannya, untuk membangun karya yang lebih baik lagi๐Ÿ’๐Ÿ™๐Ÿ˜˜


"Mengenai semalam, aku minta maaf". ucapnya Aisyah sedikit terkejut, tapi dia tetap menunduk. selama ini, setiap mereka selesai bertengkar Gus Aham tidak akan pernah mau minta maaf. dan ini pertama kalinya. mereka saling diam.


Sebenarnya Aisyah tidak marah. dia menghindar karena bingung dan malu. semalam dia bahkan berteriak saat bicara pada suaminya, lepas kontrol. tapi itu karena dia lelah terus di tuduh dan dipojokkan. setiap kali Ummi sedih, Gus Aham selalu menuduh tanpa tahu dulu masalah dan sebabnya. yah, aisyah jengah.


"Aisyah...., panggil nya memecah kesunyian diantara mereka. Aisyah tersadar


"Saya yang salah Gus, maaf semalam saya lepas kendali. marah ndak jelas ke sampean". ucapnya tapi dengan wajah yang tetap menunduk.


Gagal, pikir Gus Aham. bagaimana cara membuat Aisyah memandang nya lagi?!, itu baru semalam dan Gus Aham sudah merasa tidak nyaman. entah kenapa?!, tapi itu benar-benar tidak nyaman baginya.


"Mungkin, karena selama tiga bulan ini ada Aisyah yang menemaninya di kamar ini", pikirnya.


"Mm..., tiga hari lagi aku harus pergi ke luar kota. ada pertemuan antara pengusaha muda". ucapnya


"Saya akan menyi.....,


"Aku ingin kamu ikut", ucapnya dengan cepat. memotong ucapan Aisyah. Aisyah terkejut dan spontan mendongak menatap wajah suaminya tak percaya,Gus Aham tersenyum. itu berhasil membuat Aisyah melihat nya, tapi cepat-cepat Aisyah menunduk lagi.


"Gimana?". tanyanya


"Ujian sekolah diniyah satu Minggu lagi, saya ndak bisa. banyak yang harus di urus dan dipersiapkan untuk ujian, karena ini ujian kenaikan kelas". jawabnya. dan entah kenapa jawaban itu membuat Gus Aham agak kecewa kali ini.


ย 


Sebenarnya Aisyah ingin ikut, tapi dia merasa canggung dan malu setelah pertengkaran itu. apalagi dia belum pernah pergi bertemu pengusaha-pengusaha muda seperti mereka. aisyah takut tidak bisa berbaur dengan mereka dan membuat suaminya malu. jadilah dia menggunakan kesibukan mengurus diniyah sebagai alasannya.


ย 


Aisyah undur diri, keluar kamar untuk berangkat mengajar diniyah. Gus Aham terdiam mematung di sana. entah kenapa dia ingin Aisyah ikut?!,. hanya sekedar meminta maaf dan membuatnya tidak marah lagi?!, atau?..., entah kenapa?!, yang jelas dia ingin Aisyah tidak menghindarinya lagi.


Gus Aham berpikir keras sambil memegang dagunya.

__ADS_1


ย 


Jam istirahat berbunyi, Aisyah yang sedang mengajar tajwid di kelas Mts menyudahi pembelajarannya. di rapikannya buku dan pulpennya lalu mengucapkan salam dan meraih kitab-kitabnya dan keluar kelas. Aisyah tidak langsung pulang ke ndalem. lebih dulu, dia mampir ke Mahids untuk mengecek dan membantu guru-guru lain mempersiapkan soal-soal ujian. bagaimanapun ujian akan di laksanakan minggu depan, semua soal-soal ujian harus sudah siap dan selesai, untuk kemudian di pilah-pilah dan di bagi masing-masing tingkatan. kelas MI, Mts dan Aliyah. baru kemudian di simpan.


masing-masing mata pelajaran di bagi menjadi dua map, satu untuk murid putri dan satu untuk murid putra.ย 


Begitu Aisyah memasuki Mahids, semua guru-guru yang ada menghampirinya. mereka berebut mencium tangan Aisyah, tapi Aisyah dengan sigap menarik tangannya saat para guru-guru hendak mencium tangannya. baginya, dia sama seperti mereka, tetap santri. bedanya mungkin sekarang dia sudah menikah dan ndak punya banyak waktu untuk kumpul bersama mereka yang kebanyakan dulu teman sekolah di pondok dan teman satu kamar.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


ย 


Aisyah duduk bersama para guru dan membantu memilah-milah soal, sedang yang lain masih fokus di depan laptop dan komputer membuat soal-soal mata pelajaran lainnya.


ย 


"Ning, antara kyai Anwar dan kyai habib. siapa yang akan di undang untuk acara wali murid?", tanya Kamila, ketua Mida Mahids seraya menyodorkan profil dan tanggal masing-masing kyai yang kosong.


"Nanti tak tanyakan ke Abah dan Ummi dulu ya!, jawabnya. Kamila mengangguk


"Mba Mila, tadi Ummi pesan. mba Mila di suruh ke ndalem sama Ummi setelah jama'ah sholat dhuhur". lanjutnya


"Injih Ning",


"Injih Ning", jawabnya lagi mengiyakan.


"Saya pamit dulu ya, mba. monggo semuanya". ucapnya lalu mengucapkan salam. yang cepat di jawab oleh semua yang ada di ruangan.


ย 


Waktu menunjukkan pukul 11.45, Aisyah baru saja masuk kamar. tak lama terdengar pintu di ketuk dan Ummi segera masuk.


ย 


"Baru pulang nduk?", tanya ummi. Aisyah segera menyambut nya dan mencium tangan Ummi, lalu mengajak Ummi duduk di sofa kamar.


"Pesane, Ummi sudah di sampein ke Kamila?", tanyanya.

__ADS_1


"Sudah, Ummi". jawabnya


"Yowes. kalau gitu masalah persiapan soal ujian biar jadi tanggung jawab dia, kamu besok ikut mas mu keluar kota saja. biar kalian ada banyak waktu berdua nduk!", perintah Ummi. Aisyah menghela nafas dalam.


"Pasti Gus Aham bilang ke Ummi,makanya Ummi nyuruh ikut", pikirnya.


Aisyah masih diam. pintu tiba-tiba terbuka dan Gus Aham masuk.


Melihat Ummi, Gus Aham segera menghampiri dan mencium tangan nya.


"Ada apa Ummi?", tanyanya sambil masih berjongkok di hadapan ibunya.


"Ini loh, besok kan kamu ke luar kota. ajak istrimu ya le!,." pinta Ummi. Aisyah sedikit kaget.


"Jadi, bukan Gus Aham yang bilang ke Ummi?", batinnya.


"Aisyah nya sibuk, mi. katanya harus nyiapin soal ujian diniyah buat Minggu depan". jawabnya


"Masalah itu nanti, Ummi pasrah kan sama Kamila. tinggal kamunya saja mau ajak dia apa ndak?!". ucap Ummi.


"Aham tadi juga sudah ngajak, mi. tapi Aisyah jawabnya gitu". timpalnya, membuat Aisyah kelabakan karna Ummi tiba-tiba menoleh ke arahnya dengan aneh.


"Mboten ngoten, mi". ucapnya membela diri. Ummi dan Gus Aham masih menatap nya.wajah Ummi menuntut nya untuk mengiyakan ajakan suaminya. Aisyah menghela nafas dalam.


"Ya sudah. kalau masalah diniyah sudah ada yang bertanggung jawab, Aisyah manut". ucapnya.


"Artinya, kamu setuju ikut to, nduk?". tanya Ummi memperjelas.


"Injih Ummi", jawabnya di sertai anggukan. Ummi tersenyum puas.


"Yowes, kalau gitu Ummi balik dulu. Abah mu pasti nyari-nyari Ummi, buat ngajak jama'ah sholat dhuhur". ucapnya lalu beranjak berdiri.


Aisyah dan Gus Aham mengantarkan ummi sampai pintu. setelah Ummi pergi, baru Aisyah dan Gus Aham masuk kembali.


"Siapkan baju ganti ku". perintah Gus Aham yang berjalan mendahului Aisyah masuk ke kamar dan menuju kamar mandi. ada senyum tertahan di bibirnya. begitu masuk kamar mandi dia membebaskan senyuman itu.


"Berhasil!!!!", serunya dalam hati sambil mengepalkan tangannya penuh kemenangan di depan dadanya. hehehehehhe

__ADS_1


๐ŸŒบTO BE CONTINUED ๐ŸŒบ


__ADS_2