
Â
Ujian kenaikan kelas mulai dilaksanakan hari ini. Aisyah dan Gus Aham sama-sama sibuknya, Aisyah sibuk sebagai pengawas dan sibuk mempersiapkan acara wali murid yang akan dilaksanakan pada pagi hari. sedang Gus Aham sendiri selain sibuk menjadi pengawas ujian juga sibuk mempersiapkan malam puncak haflah akhirussanah, acara pengajian yang di gelar untuk menghormati para tamu wali murid yang datang jauh-jauh untuk menjemput anak mereka sekaligus pelepasan pada santri yang sudah tamat tingkat Aliyah.
Â
Setelah tamat, biasanya mereka akan diminta mengabdi 2-3 tahun di pondok. ntah untuk membantu mengajar atau mengurus pondok. biasanya, mereka yang sudah lulus dan mengabdi akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, kuliah.
Alhamdulillah juga, di pondok yang sudah di kelola Abah dan Ummi ini, termasuk salah satu pondok yang maju di daerahnya. di pondok ini juga ada kampus berbasis Islam, lebih ke pengajaran agama dan tarbiyah (pendidikan bagi anak-anak).
Ujian biasa berlaku tujuh hari bagi anak MI, dan sembilan sampai sepuluh hari, bagi anak Mts dan MA. itu sudah termasuk ujian baca qiro'til kutub (membaca dan memaknai kitab kosong) dan qiro'til Qur'an (lebih ke tajwid dan sifat bacaannya yang di koreksi).
Selama ujian berlangsung, Aisyah dan Gus Aham lebih sering berada di mahids. Gus Aham di Mahids putra sedang Aisyah di Mahids putri. mereka hanya akan bertemu di waktu makan bersama keluarga, waktu-waktu jama'ah sholat dan ketika malam hari. itupun di atas jam 10 malam, saat Aisyah dan Gus Aham baru pulang dari Mahids.
Mereka sama-sama berkutat dengan kesibukan ujian seperti memeriksa soal dan jawaban ujian ,memberi nilai, mengisi raport dan mempersiapkan acara wali murid serta haflah akhirussanah.
Tentunya mereka tidak sendiri. banyak wali kelas lain yang juga sibuk sama seperti Gus Aham dan Aisyah. hanya saja, untuk tahun ini Ummi sudah pasrah acara wali murid pada Aisyah, dan Gus Ma'adz pasrah acara haflah pada Gus Aham.
Bukan tanpa sebab Gus Ma'adz memasrahkan acara itu pada Gus Aham, selain Gus Ma'adz ingin Gus Aham belajar mengelola pondok, Gus Ma'adz juga ingin Gus Aham lebih dekat dengan Abah. karena memang untuk acara sebesar ini, semua harus dengan persetujuan Abah. jadilah Gus Aham dan Abah sering bertemu dan berbincang.
Â
Aisyah baru saja masuk ke kamar setelah lembur bersama para guru dan pengurus di Mahids. jam menunjukkan pukul sepuluh malam.
Â
Terlihat Gus Aham yang masih duduk di sofa dengan menatap laptop.
"Belum tidur, Gus?!.",
"Belum, aku baru pulang.",
Aisyah berjalan mengambilkan air putih untuk Gus Aham dan meletakkannya di meja.
"Diminum, Gus.", ucapnya. gus Aham segera meminumnya. Aisyah baru saja duduk di samping suaminya, tapi tiba-tiba perutnya terasa tidak nyaman. ia mencoba menahan dengan mengelus-elusnya, tapi ada semacam dorongan yang membuatnya ingin muntah.
Aisyah berlari ke kamar mandi, perutnya mual ingin muntah, tapi tidak ada yang keluar.
Gus Aham yang mendengar Aisyah muntah-muntah di kamar mandi segera berlari, namun langkahnya terhenti ketika pintu kamar mandi tidak bisa di buka. ya, Aisyah menguncinya dari dalam.
__ADS_1
"Aisyah, kamu kenapa?.", tanyanya
"Ndak apa, Gus.",
Baru saja Aisyah mengatakan tidak apa-apa, terdengar lagi suaranya ingin muntah.
"Aisyah, buka pintunya.",
"Sebentar, Gus.",
Gus Aham menunggu beberapa saat di depan kamar mandi. ia bersandar di dinding.
"Ceklek...,
Suara pintu kamar mandi terbuka.
"Kamu kenapa?.", tanya Gus Aham begitu Aisyah keluar. wajahnya terlihat pucat dan lemas. Gus Aham menuntunnya ke ranjang.
"Mungkin masuk angin, Gus. tadi duduk di bawah terlalu lama, trus semua sampai lupa kalau belum makan, jadi dari siang baru makan tadi setelah semua kerjaan selesai sebelum pulang.", jawabnya.
"Yaudah, kamu istirahat. aku ke dapur minta mba ndalem buatin teh panas.", ucapnya lalu menyelimuti Aisyah. Gus Aham meninggalkan Aisyah ke dapur mencari mba ndalem.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Aisyah menata makanan yang di bawa mba-mba ndalem di meja untuk sarapan bersama keluarga besar seperti biasa.
"Oalah, nduk. obate Ummi lupa, masih di kamar.", celetuk Ummi saat baru saja duduk di ruang makan.
"Injih, Ummi. Aisyah ambilkan.", ucapnya lalu pergi menuju kamar Ummi.
Gus Ma'adz, Ning Nafis dan kedua putrinya sudah datang, begitu juga dengan Abah dan Gus Aham yang terlihat berjalan beriringan sambil berbincang-bincang.
Gus Ma'adz mengambilkan duduk untuk Ning Nafis, lalu mendudukkan kedua putrinya di kursi yang mengelilingi meja makan.
"Bu..., terlihat seorang mba ndalem yang lari tergopoh-gopoh ke arah ruang makan, hingga membuat semua orang yang ada di ruangan merasa heran.
"Ono opo to, mba?.", tanya Ummi begitu mba ndalem itu sampai di ruang makan. mba ndalem itu terlihat pucat dengan nafas ngos-ngosan.
"Ning Aisyah, Bu.", ucapnya dengan nafas tak beraturan.
__ADS_1
"Aisyah, kenopo?.", tanyanya.
"Ning Aisyah....,".
"Iyo.
"Ning Aisyah pingsan. teng ngajenge kamar ibu.",
(Ning Aisyah pingsan.di depan kamar nya ibu.",). ucapnya. membuat Gus Aham yang hendak duduk segera berlari menuju kamar Ummi.
Begitu sampai di depan kamar Ummi, Gus Aham segera mengangkat tubuh Aisyah dan membawanya ke kamar di ikuti anggota keluarga lain seperti Ning Nafis, Gus Ma'adz dan Ummi juga kedua putri Gus Ma'adz.
Gus Aham membaringkan tubuh Aisyah di ranjang.
"Keno opo iki, le?.", tanya Ummi yang duduk di pinggir ranjang sambil memegangi tangan Aisyah, air matanya sudah menetes. melihat itu Ning Nafis hanya bisa megusap punggung ibu mertuanya dengan lembut.
"Semalam Aisyah masuk angin, mi. setelah minum teh panas dari ndalem katanya sudah enakan dan bisa tidur. ndak tau, kenapa pagi ini pingsan.", ucapnya
"Sebentar lagi dokter Fitri kesini kok, le.", ucap Gus Ma'adz yang baru saja masuk ke kamar Gus Aham sambil memasukkan ponsel ke sakunya.
"Iya, mas. makasih.", jawabnya.
"Ummi, Aisyah pasti baik-baik aja. ummi ndak usah sedih, ya?!. sebentar lagi dokter Fitri kesini, jadi Aisyah pasti segera sehat dan pulih.", Ning Nafis berusaha menenangkan ummi.
Gus Ma'adz mengajak Ummi, Ning Nafis dan kedua putrinya untuk keluar dan sarapan bersama dengan Abah yang masih menunggu di meja makan.
"Kenapa Aisyah?.", tanya Abah ketika semua baru saja duduk mengelilingi meja makan.
"Kata Aham, semalem Aisyah masuk angin, Bah. udah dibikinin teh panas sama mba ndalem, trus bisa tidur. ndak tau kenapa pagi ini kok bisa pingsan?!.", cerita Ummi nya.
"Yowes. kita sarapan dulu sambil nunggu dokter Fitri dateng.",ucap Abah.
"Udah mbok telfon to, Adz?.", tanya Abah pada Gus Ma'adz.
"Sampun, bah.", jawabnya.
"Kita sarapan dulu. ndak bagus juga, kalau Aisyah sakit trus kita semua juga ikut sakit. apalagi akhir-akhir ini pondok sibuk persiapan wali murid dan haflah akhirussanah.", jelas Abah
Akhirnya, pagi ini mereka pun sarapan tanpa Gus Aham dan Aisyah.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
🌺TO BE CONTINUED 🌺