
๐ธ Terimakasih kepada para pembaca ๐ธ
๐บjangan lupa like, komen dan vote ya!!!!!,๐บ
๐ ditunggu kritik, saran serta masukannya dari reader semua. untuk membangun karya yang lebih baik lagi ๐
ย
Aisyah membenarkan bantal lalu membantu suaminya duduk bersandar di tempat tidur.
ย
"Gimana, Gus?", tanyanya sambil membenarkan letak bantal di punggung suaminya. Gus Aham hanya mengedipkan mata dan mengangguk. setelah memastikan suaminya benar-benar nyaman dengan posisi duduknya barulah Aisyah meraih segelas air hangat di atas meja samping tempat tidur.
Di dekatkannya gelas itu dibibir suaminya, hingga suaminya minum sedikit sebelum Aisyah menyuapinya. bibir tipis itu mulai terbuka, menerima suapan demi suapan dari tangan Aisyah. walaupun sedikit-sedikit tapi Aisyah cukup senang perut suaminya bisa menerima makanan lagi.
Sesekali Aisyah menyibakkan rambut suaminya yang panjang sebahu itu ke telinga, agar tidak menggangu suaminya makan dan ikut masuk ke mulut.
Kening yang lebar, alis hitam yang tebal, kedua mata hitam yang tajam, hidung yang mancung seperti perosotan anak TK, bibir yang tipis juga dagu yang sedikit lancip. indah memang, Gus Aham terlihat sempurna. kulit putihnya dan bulu halus yang tumbuh di sekitar pipi serta janggutnya melengkapi predikat sempurna yang di sandangnya.
Aisyah diam-diam mengaguminya, tapi hanya sebatas kagum karena meskipun dia berhak mencintai dan memiliki Gus Aham sepenuhnya, tapi hak itu tidak menjadi miliknya. ya, suaminya tidak mencintainya.
Baru beberapa suap, Gus Aham minta sudahan makannya.
"Kenapa, Gus?". tanyanya, ketika suaminya meng kode Aisyah untuk tidak menyuapinya lagi.
"Eneg". jawabnya singkat. Aisyah segera mengambil gelas berisi air hangat dan meminta Gus Aham untuk meminumnya lagi, agar perutnya membaik, sehingga makanan yang sudah masuk tidak dimuntahkan lagi.
"Minum dulu, Gus!. setelah ini minum obat". ucapnya meminta suaminya minum.
Gus Aham meminum airnya sedikit lalu Aisyah memberikan obat. segera Gus Aham meminum obat dari dokter Fadhli tadi, dan sesudahnya memberikan gelas itu pada Aisyah untuk di bawa ke dapur.
ย
Aisyah memasuki kamarnya setelah membawa semua peralatan makan ke dapur. dia juga membawa baju-baju kotor ke belakang untuk dicuci tadi. setelahnya, baru menemui suaminya yang berada di kamar. saat Aisyah mendekati tempat tidur, ia baru sadar Gus Aham sudah tertidur pulas. segera di raihnya selimut yang berada di kaki Gus Aham, di benarkannya posisi kaki dan posisi tidur Gus Aham lalu Aisyah menyelimuti tubuh suaminya, di susul dengan mematikan lampu dan Aisyah beranjak ke tempat tidurnya.
ย
Aisyah terlelap, tertidur pulas menyambut mimpi dengan lelah di badannya hingga adzan subuh berkumandang.
__ADS_1
ย
Aisyah terbangun. begitu terkejut saat melihat tempat tidur suaminya kosong. "dimana Gus Aham?". pikirnya. Aisyah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dia menoleh ke kanan dan kiri mencari sosok suaminya.
ย
"Gus...", panggilnya saat sosok itu tak terlihat di setiap ruang kamar. tidak ada sahutan.
Aisyah mulai menyibakkan selimutnya, dan turun dari tempat tidurnya. rambutnya yang panjang dibiarkan terurai sambil terus mencari dan memanggil suaminya.
"Gus...", panggilnya lagi. tapi tetap tak ada sahutan. sampai akhirnya Aisyah meraih kerudungnya dan berlari kecil menuju pintu kamarnya. tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, Aisyah menoleh. ternyata Gus Aham keluar dari kamar mandi.
"Gus...", panggilnya sambil berjalan ke arah suaminya.
"Njenengan, ndak apa?", tanyanya-
"kok, dari tadi di panggil ndak jawab?!", kata Aisyah. kalimatnya penuh kekhawatiran.
"Maaf. tadi mau jawab, cuma masih lemes. takut kamu gak denger", jawabnya.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
ย
ย
Dua hari sakit kemarin, membuatnya mengabaikan pekerjaan dan laporan-laporan dari rumah makan, panti anak jalanan, show room dan bengkel otomotif miliknya. membuatnya hari ini bekerja lebih giat dan tidak lupa mengecek laporan-laporan yang telah dikirim oleh anak buah dan juga karyawannya lewat email.
"Tok....
"Tok....
"Tok....
Suara pintu kamar di ketuk, lalu Ummi masuk. Aisyah segera menghampiri Ummi dan mengajaknya duduk di dekat Gus Aham yang masih duduk di ranjang nya sambil terus fokus ke laptop. sementara Aisyah kembali merapikan baju-baju mereka ke dalam koper sambil sesekali mengecek apa-apa saja yang kurang?.
"Le...," panggil Ummi seraya menyentuh lutut Gus Aham.
"Ya, Ummi", jawabnya sambil terus menatap laptopnya.
__ADS_1
"Udah enakan?",
"Udah, mi",
"Emang besok jadi pergi?",
"Jadi dong, mi".
"Biiar di sopiri kang Mu'idz, ya!", bujuk Ummi.
"Bawa mobil sendiri, mi. soalnya kan mampir juga, dan lagi..., kalau di sopiri kang Mu'idz nanti aku malah mabuk kendaraan, soalnya gak biasa jadi penumpang".
"Tapi kan, le...., kamu baru sembuh. ummi khawatir". jelas Ummi. Gus Aham mengalihkan pandangannya pada Ummi, lalu meraih kedua tangannya.
"Ummi, do'ain aja ya!. aku beneran udah sehat kok. lagian kan berangkatnya besok, jadi malam ini aku bisa istirahat dulu. tidur pules, jadi besok udah seger, fresh. siap buat berangkat". Gus Aham berusaha meyakinkan Ummi bahwa dia sudah sehat agar Ummi tidak terlalu khawatir.
Pada akhirnya, Ummi setuju dan mengizinkan Gus Aham pergi membawa mobil sendiri besok. Ummi pun segera pamit dan undur diri dari kamar Gus Aham. Aisyah segera mengantarkan Ummi ke luar dari kamarnya, begitu ummi sudah tidak terlihat Aisyah segera menutup pintu kamar dan pergi ke tempat tidur untuk istirahat.
ย
Pagi mulai menunjukkan dirinya. sinar matahari mulai menerobos memasuki setiap tempat dan tumbuhan yang di terpanya, hari ini Gus Aham dan Aisyah bersiap pergi ke luar kota. terlihat kang Mu'idz yang sibuk menyiapkan dan mengecek serta memasukkan segala persiapan untuk Aisyah dan suaminya pergi.
ย
"Hati-hati di jalan ya, le...!, jangan ngebut nyetirnya. begitu sampai nanti jangan lupa kabari Ummi". ucap Ummi mengingatkan, ketika Aisyah dan Gus Aham pamit.
" Iya, Ummi". jawab Gus Aham sambil terus berjalan menuju teras rumah di ikuti Ummi dan Aisyah.
"Nduk, jaga suamimu, ya!!. ingat dia baru sembuh. makan dan minum obatnya jangan lupa di ingetin. kamu juga ya, nduk?!, pokoknya harus saling jaga ya!". ucap Ummi mengingatkan lagi ketika mereka telah sampai di teras. Aisyah tersenyum dan mengangguk.
"Le, kalau capek. istirahat dulu, cari rest area. pokoknya jangan capek-capek, jangan di paksain". ucap Ummi menasehati putranya
"Iya, mi". jawabnya tersenyum melihat dan mendengar Ummi yang tidak ada habisnya mengingatkan mereka.
Aisyah dan suaminya pamit. mencium tangan Ummi, lalu berjalan ke mobil. ummi mengikuti mereka sampai Aisyah naik duluan lalu di susul Gus Aham.
Setelah pintu mobil tertutup dan mesin mulai di nyalakan, Ummi segera naik ke teras dan melambaikan tangan pada mereka sampai mobil itu keluar dari halaman ndalem dan menghilang di balik gapura.
๐บTO BE CONTINUED ๐บ
__ADS_1