Pengabdian (Karena Mu)

Pengabdian (Karena Mu)
Chapter 116


__ADS_3

Dokter memeriksa dengan seksama dan teliti. karena, ibu mengatakan bahwa ia melihat Aisyah menggerakkan jari, dan mengerutkan keningnya.


"Kondisinya semakin membaik, Bu. hanya saja, pasien masih lemah. jadi, saya rasa pasien tidak akan sadar secepat itu.", ucap dokter, menjelaskan kondisi Aisyah yang semakin membaik dan stabil, setelah memeriksanya.


Gus Aham yang baru saja selesai menyapu musholla, melihat dokter di ruangan istrinya. segera ia memakai alas kakinya, dan terlihat tergesa-gesa berjalan ke kamar rawat Aisyah.


"Ada apa, Bu?!.", tanya Gus Aham. ia terlihat memasuki ruang rawat istrinya, dan mendekat pada ibu mertua yang sedang berbincang dengan dokter.


"Iya. terimakasih.", ucap ibu, pada dokter. yang membuat dokter itu pamit undur diri dan keluar dari ruang rawat Aisyah.


"Ada apa, Bu?.", tanya Gus Aham, pada ibu mertuanya.


"Tadi, ibu lihat Aisyah gerakin jari. keningnya juga berkerut. ibu pikir, dia mau bangun. jadi, ibu panggil dokter.",


"Tapi, kata dokter. mungkin, karena tenaganya terlalu lemah. jadi, Aisyah belum kuat buka mata.", sambung ibunya, bercerita.


Gus Aham menatap istrinya. apakah, semua omongannya bisa di dengar oleh Aisyah?!. sehingga, ia berusaha untuk bangun?!.


"Ibu, sholat Dhuha dulu nggeh, Gus?!. tadi belum sempat.", ucap ibu, meminta izin. lalu pergi meninggalkan Gus Aham dan Aisyah.


Gus Aham mendekat. ia duduk di samping ranjang istrinya. di usapnya pelan wajah istrinya, yang mulai terlihat cerah setelah beberapa hari Gus Aham merawat nya.


Ia menggeletakkan kepalanya di samping kepala istrinya. tangannya masih terus mengusap wajah dan rambut Aisyah.


"Dengar!. tidak apa-apa, pelan-pelan saja. jangan terlalu memaksakan diri.", bisiknya, di telinga Aisyah.


Gus Aham beralih meraih tangan istrinya. ia menggenggamnya, lalu menempelkan tangan putih bersih itu pada pipinya.


"Janji, mas ndak akan kemana-mana. mas, tetap disini. kita akan pulang sama-sama.", ucapnya lagi. dan diluar dugaan Gus Aham. Aisyah merespon dengan menggerakkan jarinya yang menempel di pipi suaminya.


Tidak hanya sekali, gerakan itu berulang beberapa kali. dan Gus Aham hanya tersenyum. rasa bahagia dan haru menyelimuti nya.


Ia menempelkan tangan Aisyah lebih erat di wajahnya. agar ia bisa merasakan gerakan jari Aisyah lagi.


Ia merindukan hal sekecil ini. sangat rindu, hingga saat mengetahui bahwa istrinya bisa merespon, membuatnya tersenyum bahagia.

__ADS_1


Gus Aham mulai lebih sering mengajak istrinya berbicara. walau tidak semua ucapannya di respon oleh istrinya.


...----------------...


Hari kesepuluh Gus Aham merawat Aisyah dirumah sakit...


Seperti biasa, begitu subuh berkumandang. Gus Aham sudah membersihkan diri dan pergi ke mushola. ia menyapu dulu, sembari menunggu imam datang.


Setelah selesai sholat jama'ah, dan doa bersama. Gus Aham bergegas kembali ke ruang rawat istrinya.


Seperti hari-hari sebelumnya, Gus Aham menyeka tubuh Aisyah. membersihkannya dari keringat yang menempel di tubuh istrinya. agar badan Aisyah terasa segar.


Setelah nya, Gus Aham mengganti baju istrinya. tidak lupa, setelah menyelesaikan semuanya, Gus Aham membawa ember berisi air hangat untuk menyeka istrinya tadi, ke kamar mandi. dan segera menjemur handuk, yang tadi di gunakan untuk mengelap tubuh Aisyah.


Karena tadi ia melihat musholla kotor, ketika sholat subuh. Gus Aham berencana mengepelnya, setelah menyelesaikan tugas nya merawat sang istri.


"Mas, pergi ke mushola sebentar ya?!.", pamitnya. ia lalu mengecup kening istrinya lama. sebelum akhirnya keluar menuju musholla.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Di tinggal Gus Aham ke mushola. ganti ibu yang menjaga Aisyah.


Ya. setelah sholat subuh, sehari-hari ibu adalah tadarus, mengaji. sambil menunggu waktu sholat sunah tiba. bila, waktu sholat Dhuha sudah masuk, ibu akan segera melakukan sholat itu.


Selesai nya, pasti berdoa dan di lanjutkan dengan mengaji dalail. setelah selesai, ibu biasanya beristirahat sambil menunggu waktu masuk sholat dhuhur.


Terkadang, di waktu itu, saat berada di panti. ibu, harus menemui tamu dan donatur yang datang.


Ibu baru saja menyelesaikan tadarusnya. ia bergegas menutup Qur'an nya, lalu menggelar tikar dan kemudian menggelar sajadah.


"Allahu Akbar.", ucap ibu, setelah membaca niat sholat Dhuha.


Ibu tidak meminta apa-apa dalam doanya. kecuali di berikan kuat iman, Islam pada ia dan kedua anaknya.


Dua rokaat selesai. ibu mengucapkan salam, pertanda mengakhiri sholat sunah nya.

__ADS_1


Selanjutnya, ibu mulai menengadahkan tangan. berdoa seperti biasanya. tapi, saat ibu selesai berdoa dan menoleh pada ranjang Aisyah.


Ibu melihat putrinya sudah membuka mata. ya, Aisyah sadar. tepat saat ibu melaksanakan sholat Dhuha nya. dan ia hanya diam, karena tidak ingin mengganggu sholat ibunya.


Bukannya, segera berdiri dan menghampiri putrinya. ibu malah menangis dan tetap duduk di tempatnya. sujud syukur ia lakukan seketika. begitu lama, di iringi bacaan sujud syukur serta isakannya.


"Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah Allahu Akbar.", suara ibu terdengar bergetar di sertai isakan.


Setelah menyelesaikan sujud syukur nya, ibu lantas bangun. ia menghampiri Aisyah, yang masih terlihat lemas.


Aisyah menatap ibunya, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. ia ingat, saat ia tidak sadar Gus Aham selalu memanggilnya. tapi, saat bangun ia tidak melihat suaminya. apakah ia bermimpi?!, pikirnya.


"Ibu, panggil dokter ya, nduk?!.", ucap nya pada Aisyah. dan ia hanya mengedipkan matanya, memberi isyarat setuju pada ibunya.


Ibu pergi mencari dokter, untuk memberi tau bahwa putrinya sudah sadar. dan meminta dokter untuk memeriksa lanjutan keadaan putrinya.


Aisyah, yang masih baru sadar dari koma nya. masih mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. benarkah suaminya tidak disini?!, tapi saat ia tertidur, ia yakin suaminya selalu berada di sisinya.


Tak berapa lama kemudian, ibu sudah kembali menemui Aisyah dengan seorang dokter.


Tanpa basa-basi, dokter itu segera memeriksa kondisi Aisyah. seorang perawat mengecek tekanan darahnya juga.


"Alhamdulillah. kondisinya bagus, Bu. hanya saja, perlu perhatikan lukanya, karena belum kering benar.",


"Dan kondisinya masih lemas. maklum selama ini tidak ada asupan yang masuk ke tubuhnya.",


"Biarkan, istirahat dulu. kalau mau makan, lebih bagus. badannya akan segera pulih dan bertenaga lagi.", ucap dokter, menjelaskan hasil pemeriksaan nya. ibu tersenyum dan mengangguk paham.


Selesai memeriksa, dokter dan perawat itu pamit undur diri. ibu, mendekat pada Aisyah setelah kepergian dokter dan perawat tadi.


"Ada yang di rasa tidak nyaman?!.", tanya ibu. Aisyah menjawab dengan gelengan. membuat ibu tersenyum, melihat responnya.


"Mau coba makan sesuatu?!.", tanya ibu lagi. lagi-lagi Aisyah menggeleng.


"Apa Gus Aham, disini?!.", itu adalah pertanyaan pertama dari Aisyah setelah bangun. ibu tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


🌺 TO BE CONTINUED 🌺


__ADS_2