Pengasuh Idaman

Pengasuh Idaman
Paket Salah Alamat


__ADS_3

Semilir angin pengantar senja menerpa sosok yang sedang bersantai di teras belakang yang terlihat asri. Beberapa tanaman yang tertata rapi di sekitar kolam koi terlihat segar setelah disiram. Suasana di sana terasa nyaman dan tenang, apalagi ditambah dengan suara gemericik air di kolam tersebut.


"Ma, di mana pakan ikannya? Ini habis," tanya Elza saat menemukan wadah pakan ikan kosong.


"Biasanya ada di laci meja dapur, El. Coba cari dulu," ucap Fina tanpa menghentikan kegiatannya. Dia sedang memindahkan tanaman dari polibag ke dalam pot.


Tak berselang lama, Elza kembali dari dapur dengan membawa satu bungkus pakan ikan koi. Dia kembali ke tepi kolam untuk memberi makan ikan hias yang sudah tumbuh besar itu. Elza sangat suka jika sudah berhubungan dengan ikan dan air, sampai di dalam kamarnya pun ada aquarium air laut. Ada beberapa ikan nemo beserta hewan laut lainnya yang menghuni aquarium kecil itu.


"Bu Fina, ini ada paket atas nama Bapak," ucap Jumiatin ketika menghampiri Fina yang baru menyelesaikan tanamannya.


"Oh iya, Mbok. Tolong ditaruh di meja ruang keluarga saja, setelah ini saya masuk," ujar Fina sambil membersihkan tangannya.


Setelah menyelesaikan kegiatan sore di belakang. Elza dan Fina bergegas masuk ke dalam rumah. Tangan dan kaki pun sudah dibersihkan dari tanah. Mereka berjalan menuju ruang tengah dan menghempaskan diri di sana.


"Tumben ya El, Papa pakai beli barang online," gumam Fina sambil mengambil kotak hitam itu dari meja, "coba telfon Papa pakai handphonenya Mama," titah Fina sambil menunjuk handphone yang tergeletak di sofa.


"Pa, disuruh Mama turun. Ada paket," ucap Elza saat panggilan terhubung. Setelah selesai dia meletakkan kembali handphone itu di atas meja.


Tak berselang lama, suara derap langkah kaki Benny terdengar di sana. Ayah dari Elzayin itu menapaki satu persatu anak tangga hingga sampai di ruang keluarga.


"Paket apa itu? Buka aja." Benny mengernyitkan keningnya karena lupa jika sudah memesan barang lewat toko online.


"Papa bagaimana sih, beli barang kok lupa," celetuk Elza.


"Aku buka ya, Mas," ucap Fina sebelum mengeluarkan gunting dari laci meja.


Ibu sambung Elzayin itu sibuk membuka paket yang ada di atas pangkuannya. Mereka semua penasaran, apa kiranya isi paket tersebut. Benny menautkan ujung alisnya karena ternyata isi paket tersebut adalah underwear.


"Mas gak salah pesan celdam ukuran segini? Terlalu besar lah untuk Elza!" protes Fina setelah mengeluarkan celdam putih bergambar robot itu dari plastiknya.

__ADS_1


"Iya nih. Papa bagaimana sih? Masa aku pakai itu? Terlalu besar Papa!" Elza ikut protes setelah melihat segitiga berwarna putih untuk pria bergambar robot itu.


Sementara Benny hanya diam saja sambil mengamati barang yang ada di atas pangkuan istrinya. Dia mencoba mengingat kapan dan untuk apa membeli barang-barang itu.


"Ini juga kenapa pakaiannya kecil sekali, Pa? Ini cocok untuk anak-anak. Bisa buat main suster dan dokter. Papa mau beli untuk siapa? Ini kan kecil, masa iya Mama mau pakai baju seperti ini," cecar Elza setelah Fina membuka kemasan pakaian yang lain.


"Mas gak salah beli 'kan?" tanya Fina sambil menatap Benny penuh arti. Dia membolak-balikkan beberapa pakaian yang ada di atas pangkuannya.


Benny terbelalak setelah teringat tentang ide yang pernah muncul di kepalanya dua minggu yang lalu. Ternyata barang yang dia pesan baru datang saat ini, mengingat kala itu dia memesan design khusus di toko online.


"El, sekarang udah terlalu sore. Mandi dulu, Nak!" titah Benny seraya menatap putranya dengan intens.


"Iya, Pa. Akan tetapi aku gak mau ya kalau disuruh pakai celdam itu. Kebesaran, Pa. Aku bisa kedodoran!" ujar Elza seraya beranjak dari tempatnya.


Benny menatap kepergian Elza hingga hilang dari pandangan. Suara pintu yang tertutup dari lantai dua membuat mantan duda itu mengalihkan pandangan ke arah Fina. Dia berpindah tempat di sisi Fina untuk menjelaskan isi paket yang dia pesan.


"Mas, ini sepertinya salah alamat deh. Refund aj, Mas," ucap Fina sambil menatap barang-barang tersebut.


"Hah? Untuk apa?" Fina terperangah setelah mendengar pengakuan suaminya. Dia belum mengerti maksud Benny membeli semua ini.


Benny menghela napas yang berat setelah mendengar pertanyaan dari Fina. Dia mendadak salah tingkah dan bingung harus menjelaskan dari mana. Dia menggaruk kepala dengan ekspresi wajah kikuk.


"Untuk kita. Nanti malam pakai ini ya," ucap Benny sambil menunjukkan pakai custom baby sitter two piece itu.


"Hah? Untuk kita? Tunggu ... tunggu, aku belum paham." Fina semakin terperangah setelah mendengar penjelasan suaminya.


"Jadi begini, aku pernah menemukan ide ... itu ... em." Benny tak melanjutkan ucapannya. Dia memastikan jika tidak ada siapa pun di sekitar mereka.


"Beberapa minggu yang lalu aku tuh teringat saat kamu masih menjadi pengasuhnya Elza. Aku tuh mau cosplay jadi Elza. Dulu aku sering lihat Elza pakai celdam gambar robot waktu mau tidur sama kamu. Nah, nanti malam aku ingin seperti Elza, maka dari itu aku pesan celdam ini. Terus kamu pakai baju ini, kita main suster-susteran gitu," jelas Benny dengan suara yang lirih. Wajah menantu Badiah itu terlihat merah padam, karena malu telah memiliki ide konyol seperti itu.

__ADS_1


Fina membekap mulutnya setelah tahu fungsi pakaian yang ada di atas pangkuannya itu. Dia menggeleng beberapa kali karena tidak percaya jika Benny memiliki ide konyol seperti itu. Tak lama setelah itu Fina tertawa lepas karena tidak kuat lagi menahan geli akibat kekonyolan suaminya.


"Jangan tertawa seperti itu! Nanti kalau Elza mendengar, dia pasti penasaran!" ujar Benny sambil membekap mulut Fina.


"Ha ... ha ... ha ... ha, kamu kok lucu banget sih, Mas! Ya ampun, gak kebayang bagaimana itu nanti kalau sampai kita melakukannya pakai baju ini. Makin ke sini kamu itu makin ngawur, Mas!" ujar Fina setelah berhasil menjauhkan tangan Benny dari mulutnya.


"Ayo lah! Sesekali kita mencoba hal lain. Aku udah sering lihat kamu pakai ling3ri. Sekarang aku pengen lihat kamu pakai yang lain," rayu Benny sambil tersenyum penuh arti. Dia sangat berharap jika Fina mengabulkan keinginannya.


"Jangan aneh-aneh deh! Malu ih!" tolak Fina sambil memukul paha suaminya itu.


"Ayolah, Sayang. Nanti malam mau ya." Sekali lagi Benny merayu Fina agar bersedia mengikuti fantasi liarnya.


"Jangan nanti malam lah, ini belum dicuci, Mas," tolak Fina.


"Ya sudah cuci sekarang aja. Nanti malam pasti kering, orang tipis juga," ujar Benny dengan diiringi senyum yang manis, "udah buruan dicuci sekarang!" Benny sampai menarik tangan Fina agar segera beranjak dari tempatnya.


Suara gelak tawa Fina menggema di sana. Dia beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju ke bagian belakang rumahnya. Wanita cantik itu tak henti tertawa karena kekonyolan Benny semakin menjadi.


"Duh, gak kebayang kalau aku pakai baju ini!" gumam Fina di sela-sela tawanya. Dia mengamati pakaian itu sebelum dimasukkan ke dalam mesin cuci.


...🌹To Be Continued 🌹...


...Pernah ngalamin ini gak? Suami minta cosplay aneh anehπŸ˜†...


...βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–...


...Sambil nunggu othor up, yuk baca juga karya author Saputri 90 dengan judul Jodoh Tak Diundang. Jangan sampai gak baca ya😎...


__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2