
Cinta dan kebahagiaan menyelimuti rumah tangga Benny dan Fina. Sejak dinyatakan hamil oleh dokter Hana, ayah dari Elzayin itu semakin perhatian dan lebih menjaga Fina. Dia mengurangi banyak aktivitas di pabrik karena ingin menjadi suami siaga bagi istri yang sedang hamil muda itu. Kejadian di masa lalu, membuatnya bertekad untuk menjaga Fina dengan ketat.
"Silahkan diminum susunya, Tuan Ratu," ucap Benny saat menyerahkan segelas susu berwarna cokelat kepada Fina.
"Terima kasih, Pangeran tampan," jawab Fina ketika menerima gelas pemberian Benny.
Elza menatap ayah dan ibunya itu dengan tatapan aneh. Dia sampai bergidik ngeri melihat sikap yang ditunjukkan orang tuanya, "Mama sama Papa kok jadi aneh begitu sih?" protes Elza sambil menatap kedua orang tuanya.
Fina terkekeh melihat ekspresi wajah putra sambungnya itu. Ya, sama halnya dengan Elza, dia pun merasa geli melihat perubahan sikap suaminya selama dua minggu ini. Ada secuil rasa bahagia yang menjalar dalam hati ketika mendapatkan perhatian dari sang suami.
"Loh Papa ini harus memperhatikan Mama, El. Kata dokter, Mama itu tidak boleh setres ... harus bahagia terus," jelas Benny seraya menatap Elza.
"Memang Mama suka ya diperhatikan Papa seperti itu?" tanya Elza langsung pada ibu sambungnya, "Mama enggak geli gitu kah? Soalnya aku geli, Ma." Lagi dan lagi Elza bergidik ngeri ketika bertanya hal ini.
Benny dan Fina tertawa lepas setelah mendengar pertanyaan yang keluar dari seorang anak berusia enam tahun itu. Mereka tidak menyangka jika pemikiran Elza sampai di sana. Mereka tak segera menjawab karena belum bisa menahan tawa.
"Ih, semakin gak jelas. Lebih baik aku masuk ke kamar saja deh. Orang dewasa semakin aneh!" gerutu Elza ketika melihat sikap kedua orang tuanya.
Sepasang suami istri itu kembali tertawa sambil menatap kepergian Elza menuju lantai dua. Kini, di sana hanya tinggal mereka berdua saja dengan ditemani hiburan di layar kaca.
"Lucu ya, Mas, si Elza. Apa mungkin dia cemburu melihat kita mesra gitu?" tanya Gina setelah berhenti tertawa.
"Mungkin bisa begitu. Jadi, dia tidak rela jika kamu aku perhatikan. Wah ... anakku tipe-tipe pria gak romantis tapi posesif ini. Harus kuat tuh pacarnya nanti," celetuk Benny sambil menatap Fina.
"Kenapa mikirnya sejauh itu sih, Mas? Udahlah kita tidak perlu membahas masalah asmara anak kita. Biarkan dia menjadi dirinya sendiri di masa depan. Untuk saat ini aku hanya ingin menikmati masa-masa kecilnya yang lucu, Mas, karena beberapa tahun lagi kita tidak akan menemukan momen seperti ini ketika umurnya semakin bertambah," jelas Fina sambil menepuk paha suaminya.
"Ya ... ya ... ya. Kalau sang ratu sudah bicara, maka raja hanya bisa nurut," jawab Benny seraya tersenyum kecut.
Fina menjulurkan lidah ke arah suaminya karena berhasil mematahkan argumen tersebut. Tak ada pembahasan mengenai perihal apapun lagi karena mereka fokus menyaksikan film yang sejak tadi menemani mereka.
__ADS_1
"Sayang, kira-kira kamu pengen anak laki-laki atau perempuan?" tanya Benny seraya menoleh ke samping.
"Aku tidak terlalu fokus ke jenis kelamin sih, Mas. Aku hanya berdoa semoga anak kita nanti lahir dalam keadaan normal, sehat jasmani, rohani dan akal. Jika lahir perempuan, jadilah perempuan yang sesungguhnya, jika lahir laki-laki jadilah laki-laki yang sesungguhnya. Sesuai kodrat gitu loh, Mas," jelas Fina dengan diiringi senyum manis.
"Semoga kali ini tidak ada halangan apapun." Benny mengusap perut yang masih rata itu.
Rasa takut tentu masih menghantui ayah dari Elzayin itu. Pikirannya dipenuhi hal-hal negatif akibat kehilangan di masa lalu. Untuk kehamilan kedua ini dia benar-benar protektif kepada Fina demi menghindari kejadian buruk atau sesuatu yang tidak diinginkan.
...๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ...
Hari yang ditunggu semua orang telah tiba. Setelah melewati hari-hari sibuk yang menguras tenaga, akhirnya mereka bertemu dengan hari minggu. Langit gelap telah berubah menjadi terang setelah sang penguasa sinar hadir di cakrawala. Burung-burung liar mulai meninggalkan sangkar, terbang tinggi mencari kebahagiaan.
Kilau cahaya sang surya menerobos masuk ke dalam kamar dengan tirai yang dibiarkan terbuka. Sinar hangat menembus jendela kaca di kamar itu hingga membuat tidur nyenyak seorang wanita harus terganggu.
"Mas Benny kemana? Kenapa aku gak dibangunin?" gumamnya setelah melihat tempat tidur yang ada di sisinya tak berpenghuni.
Seketika bibir tanpa polesan makeup itu mengerucut sempurna. Entah mengapa dia merasa jika Benny tidak sayang lagi kepadanya. Mimpi buruk yang sempat dialami serta keadaan yang dia hadapi setelah membuka mata, membuat wanita berbadan dua itu merasa sedih. Bulir air mata mulai membasahi pipi mulus itu.
Fina menegakkan kepala saat mendengar pintu kamar terbuka. Sosok pria yang dianggap tidak menyayanginya itu hadir di sana sambil menenteng kresek putih. Bisa dipastikan jika isi kresek tersebut adalah makanan.
"Bangun dari tadi kah?" tanya Benny dengan wajah sumringah. Dia duduk di tepian ranjang yang ada di sisi Fina. Ekspresi wajah ceria mendadak hilang setelah melihat mata merah sang istri.
"Ada apa? Kenapa kamu menangis? Apa perutmu sakit?" cecar Benny. Dia mendadak khawatir karena hal itu.
"Mas habis dari mana?" tanya Fina dengan suara yang bergetar. Sepertinya dia sedang berusaha menahan tangisnya.
"Aku tadi habis ngantar Elza ke taman depan. Dia minta beli jajan. Ini aku belikan pukis Sidoarjo kesukaanmu," jelas Benny sambil menunjukkan kantong kresek berwarna putih yang ada di tangannya.
"Kenapa Mas gak bangunin aku? Kenapa aku gak diajak? Mas gak sayang lagi ya sama aku? Pasti tadi di taman ketemu cewek-cewek cantik 'kan!" Fina mencecar sekaligus menuduh Benny sambil menangis. Wanita berbadan dua itu sedang meluapkan emosinya.
__ADS_1
Benny tertegun setelah mendengar rentetan pertanyaan dari istrinya. Dia belum paham kemana arah pembicaraan istrinya itu. Sungguh, Benny bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan Fina.
"Jawab! Ngaku aja! Mas pasti ketemu cewek-cewek ganjen itu 'kan!" Sekali lagi Fina menuduh suaminya tanpa alasan yang jelas.
"Kamu ini kenapa, Fin?" tanya Benny dengan heran, "siapa sih cewek ganjen yang kamu maksud?" tanya Benny sambil mengamati wajah yang basah karena air mata.
"Ya ... cewek yang ada di mimpiku! Tadi aku mimpi ada tiga cewek pakai rok mini datang ke rumah ini. Mereka menggoda Mas dan ternyata Mas malah akan menikahi mereka bertiga sekaligus! Dasar serakah! Pasti Mas tadi ke taman bertemu dengan cewek kan! Maka dari itu gak mau ngajak aku!"
Fin semakin tergugu setelah menceritakan mimpi buruk yang dialaminya. Perasaan sedih di alam mimpi terbawa hingga dia kembali ke alam nyata. Tentu korban dari perasaan aneh itu adalahโBennyโPria tampan yang hanya bisa diam dan melongo setelah mendengar penjelasan tersebut.
"Sayang, kamu ini masih tidur atau udah sadar sih?" Benny berusaha sabar menghadapi istrinya, "aku tadi sudah berusaha membangunkan kamu, tetapi kamu tidak mau bangun. Justru kamu sempat marah karena aku sudah mengganggu tidur nyenyakmu. Jadi, aku memutuskan pergi berdua saja dengan Elza. Gak sampai satu jam kok di sana. Setelah Elza mendapatkan jajan sesuai keinginannya, kami langsung pulang." Benny menjelaskan apa yang terjadi pagi ini.
"Beneran begitu ceritanya? Mas benar-benar gak ketemu cewek ganjen 'kan?" Fina masih menuduhkan hal yang sama.
"Astagfirullah haladzim ... mana mungkin aku berbuat seperti itu. Udah lah kamu jangan berlebihan. Mimpi adalah bunga tidur, jadi jangan dibawa dalam kehidupan nyata," tutur Benny sambil menatap istrinya. Dia berusaha keras menepis amarah yang bergemuruh dalam dada.
"Ya sudah sini pukisnya! Aku lapar!" Fina merebut kantong berisi pukis legendaris yang terkenal di daerahnya itu.
Benny mengernyitkan kening setelah melihat perubahan Fina. Dia bingung saat menghadapi sikap Fina yang mendadak labil dan menguji kesabarannya itu. Benny terus mengamati sosok yang sedang sibuk menikmati pukis tanpa membasuh wajah terlebih dahulu.
"Kenapa dia jadi aneh begini? Apa iya karena hormon kehamilan? Aduh kalau benar iya, jangan sampai keterusan deh. Bisa puyeng aku!" batin Benny tanpa mengalihkan pandangan dari wajah Fina.
...๐นTo Be Continued ๐น ...
...Jujur ya, othor geli sendiri saat nulis episode ini๐Yaa hampir sama kek Elza lah๐คฃ...
...โโโโโโโโโโโโโโโโ...
...Rekomendasi karya super keren untuk kalian baca๐Kuy tengok karya author Melisa dengan judul Syakir dan Syakira. Jangan sampai ketinggalan ya๐...
__ADS_1
...๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท...