Pengasuh Idaman

Pengasuh Idaman
Ungkapan Cinta (END)


__ADS_3

Hembusan angin malam menerpa sosok yang sedang mengepulkan asap rokok di balkon kamar. Berdiri di tepi pagar pembatas sambil menikmati kesunyian malam. Rasa kantuk dan lelah mendadak hilang setelah drama di antara Shazia dan Elza dimulai. Benny sampai heran karena kedua anaknya berebut perhatian dari Fina.


"Mas, ngapain di sini? Enggak masuk?" tanya Fina tatkala menghampiri Benny di balkon kamar.


Ayah dua anak itu tak segera menjawab karena masih menyesap rokok terakhir. Dia membuang putung rokok tersebut dan tak lama setelah itu asap rokok mengepul di sana.


"Nyari angin dulu. Anak-anak sudah tidur kah?" tanya Benny seraya menatap Fina.


"Udah, Mas. Shazia juga sudah aku pindahkan di matras bawah," jawab Fina seraya menatap Benny sekilas. Lantas, dia mengalihkan pandangan ke arah depan ... menatap jalanan komplek yang sepi.


"Rasanya malam ini berat banget beban kita. Shazia dan Elza sama-sama rewel pas tengah malam begini," keluh Benny tanpa menatap Fina. Pandangan lurus ke depan sama seperti yang dilakukan oleh Fina.


"Gak ada yang berat, Mas. Buktinya sekarang semuanya sudah kita lalui bersama," ucap Fina seraya menepuk bahu Benny.


Jawaban singkat itu berhasil membuat Benny mengembangkan senyum tipis. Dia beralih menatap Fina yang sedang tersenyum manis di sisinya. Dia sangat bangga memiliki istri seperti Fina yang memiliki kesabaran seluas samudra menghadapi dirinya dan kedua anaknya.


"Kok bisa sabar banget sih? Aku makin jatuh cinta deh," celetuk Benny seraya menatap Fina dengan sorot mata penuh kasih.


"Kalau semakin cinta itu wajib, Mas! Masa iya makin lama makin pudar! Minta dihajar kalau sampai terjadi!" ujar Fina seraya membalikkan badan. Ibu dua anak itu sedang bersandar di pagar pembatas balkon.


Sementara Benny pun ikut mengubah posisinya. Dia berdiri di hadapan Fina dengan kedua tangan diletakkan di pinggang Fina. Tatapan keduanya saling bersirobok dengan bibir sama-sama mengembangkan senyum.

__ADS_1


"Terima kasih karena sudah menjadi istri dan ibu yang baik untuk kami. Tetaplah bersabar seperti saat ini hingga tua nanti. Kamu memang diciptakan menjadi wanita hebat yang hanya mendampingiku yang memiliki banyak kekurangan ini. Aku sangat mencintaimu, Istriku," gumam Benny dengan ekspresi wajah serius.


Fina terharu setelah mendengar langsung pernyataan suaminya. Meski dia tahu bagaimana perasaan pria yang ada di hadapannya itu, tetap saja dia kagum setelah mendengar ungkapan perasaan tersebut.


"Kita akan menghadapi semuanya bersama, Mas. Mari kita belajar lebih sabar lagi dalam menghadapi anak-anak karena semakin hari mereka bertambah besar dan banyak pengetahuan yang akan didapat dari luar. Aku tidak bisa berdiri tegak jika tidak ada kamu bersamaku, Mas," ucap Fina seraya meletakkan kedua tangannya di atas bahu Benny.


"Kamu itu bukan hanya jadi istri saja ternyata. Akan tetapi jadi pengasuh idaman bagiku, Elza dan Shazia. Bagaimana kalau setelah ini kita nambah anak lagi? Mungkin tiga lagi gitu," ungkap Benny tanpa melepas pandangan dari wajah cantik itu.


Fina hanya tersenyum mendengar pernyataan itu. Dia tak mau menjawab tentang permintaan menambah momongan karena dia ingin menikmati dulu masa-masa tumbuh kembang Shazia. Tentu tak semudah membalikkan telapak tangan jika menambah momongan meski nanti bisa saja memanggil jasa baby sitter. Banyak hal yang harus dipikirkan setiap harinya.


Fina menghambur dalam pelukan hangat suaminya. Rasa nyaman mulai terasa di sana dan berhasil membuat Fina menutup kelopak matanya. Wanita cantik itu tengah merasakan detak jantung suaminya yang berdegup tak karuan.


Berawal menjadi pengasuh seorang anak yang super aktif dan menguras emosi, kini dia mendapatkan segalanya. Tentu semua ini adalah buah kesabaran yang sudah dia tanam di masa lalu. Berawal dari rasa tak suka karena Benny sering berganti pasangan, kini ... dia serasa tak mau kehilangan. Sekuat tenaga dia akan menjaga keutuhan rumah tangga dari segala macam bahaya, termasuk orang ketiga.


Suka dan duka telah dilewati bersama hingga buah cinta hadir di antara keduanya. Air mata kesedihan dan senyum kebahagian telah mereka rasakan saat menjalani hari-hari sebagai pasangan suami istri. Tak ada masalah besar yang membuat cinta mereka retak atau bahkan sampai hancur. Semua dihadang dengan dua hati yang bersatu.


"Hidup itu lucu ya, Mas. Berawal jadi pengasuh anaknya eh gak tahunya dapat bapaknya. Ibarat beli barang itu, buy one get two," seloroh Fina setelah mengurai tubuhnya. Dia tersenyum bahagia sambil menatap Benny dengan penuh perasaan.


Mungkin kita bisa mengubah nasib menjadi lebih baik, tetapi mengubah takdir yang dituliskan Tuhan sepertinya tidak mungkin terjadi selain mendapat keajaiban.


...🌹TAMAT🌹...

__ADS_1


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Ahh akhirnya sampai juga di episode terakhir❤️


Terima kasih untuk reader setia Pengasuh Idaman yang sudah memberikan dukungan penuh untuk karya receh ini. Maaf bila cerita ini tamat dan kalian masih berharap lanjut. Cerita tidak bisa dilanjutkan lagi karena kehidupan Fina dan Benny sudah bahagia dan tentunya tidak ada pengembangan alur lagi. Othor mau beristirahat sejenak karena tak lama lagi akan menyambut hari raya idul fitri. Pasti semuanya pada sibuk nyiapin nastar ya😎


Jika nanti othor menemukan ide, maka akan ada cerita baru tentang kehidupan Elza. Akan tetapi masalah waktunya kapan, othor belum bisa memastikan. Bagi kalian yang ingin ngobrol langsung sama othor gemoy ini, yok lah kita bikin group WA. Silahkan masuk ke GC Othor atau follow othor dan setor nomor WA kalian😍


Jangan lupa follow akun sosmed othor ya


IG: @tie_tik


FB: Titik Pujiningdyah (Kalau add jan lupa inbox juga ya, agar nanti othor konfirmasi. Masalahnya banyak yg add dan gak semua bisa di konfirmasi karena itu FB pribadi)


Sampai bertemu di buku selanjutnya ya😍 Sebagai salam perpisahan, othor mengucapkan:


MINAL AIDZIN WALFAIDZIN, mohon maaf lahir dan batin. Bila ada salah kata atau salah dalam penulisan, othor mohon maaf yang sebesar-besarnya.


Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh


...🌹Titik Pujiningdyah 🌹...

__ADS_1


__ADS_2