Pengasuh Idaman

Pengasuh Idaman
Ternyata???


__ADS_3

"Hati-hati di jalan. Ingat pesan dari Ibu tadi," ucap Badiah setelah putrinya pamit kembali ke Surabaya bersama Benny, "Ibu percaya kepada kalian berdua," ucap Badiah lagi sembari mengusap kepala putrinya.


Langit telah berubah menjadi gelap gulita setelah ditinggalkan sang penguasa sinar. Bintang dan bulan masih bersembunyi karena belum tiba saatnya untuk menunjukkan pesonanya. Seusai sholat magrib, Benny membawa Fina pulang ke Surabaya.


"Fina pasti akan menjaga diri dengan baik, Bu. Meski nanti ada setan yang mengganggu Fina." Mungkin saja ini adalah sindiran Fina untuk Benny karena duda tampan itu sedang mengulum senyum.


Setelah selesai berpamitan, keduanya masuk ke dalam mobil dan tak lama setelahnya mobil itu pun akhirnya melaju meninggalkan halaman luas rumah sederhana milik Badiah. Setelah ini, perjalanan panjang akan dimulai, perlu waktu kurang lebih dua jam untuk sampai di Surabaya.


"Bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Benny untuk memecah keheningan di dalam mobil yang sudah sampai di jalanan kota Mojokerto.


"Biasa saja. Memangnya saya harus bagaimana?" Fina menatap Benny sekilas.


"Ah masa sih? Pasti bahagia kan karena setelah ini gak jomblo lagi!" tebak Benny dengan antusias.


"Ih, apa sih! Kenapa Pak Benny percaya diri sekali? Ingat ya saya menerima hubungan ini karena ibu dan tentunya karena Elza!" sarkas Fina dengan nada sinis.


Benny hanya mengulum senyum begitu mendengar jawaban dari Fina. Dia tahu jika Fina sedang berbohong kali ini karena malu untuk mengakui perasaannya. Sebagai seorang yang berpengalaman, tentu Benny bisa membaca gestur dan pembawaan gadis yang duduk di sampingnya itu. Apalagi, Benny sendiri sudah mengenal Fina cukup lama. Setidaknya dia tahu bagaimana karakter gadis cantik yang dianggapnya sebagai kedelai hitam malika itu.


"Saya itu sebenarnya takut semua ini bisa melukai Kang Aris," gumamnya dengan tatapan lurus ke depan.


"Kenapa kamu harus takut? Kamu dan Aris itu bukan suami istri. Kalian hanya dua sejoli yang tidak ditakdirkan Allah untuk bersama. Sudah menjadi hal yang wajar, jika harus ada yang mundur dalam hubungan segitiga. Seharusnya kamu sudah tahu tentang hal ini, Sayang," tutur Benny tanpa menatap Fina. Dia fokus pada jalanan kota yang cukup ramai malam ini.


Fina hanya bisa menghela napas setelah mendengar penjelasan dari pria yang akan menjadi suaminya itu. Rasa takut yang begitu besar memenuhi hati karena semua ini. Dia takut jika Aris terluka karena dirinya ingkar dengan komitmen yang dulu sudah diucapkan.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan Aris. Dia pasti masih punya banyak gadis untuk dijadikan istrinya. Tenang saja, meski dia patah hati karena gagal memilikimu, tetapi semua itu tidak akan berlangsung lama," tutur Benny seraya menatap Fina sekilas.

__ADS_1


"Jangan sok tahu deh, Pak!" Fina berdecak kesal karena sering mendengar Benny menuduh Aris bukan pria baik-baik.


"Loh emang seperti itu kebenarannya, Fin," ujar Benny dengan yakin, "kamu sudah pernah melihat media sosial dia kah?" tanya Benny tanpa menatap Fina.


"Saya tidak tahu akun kang Aris. Kami hanya berhubungan lewat chat saja," jawab gadis itu.


Benny manggut-manggut setelah mendengar jawaban Fina. Sekali lagi dia dibuat takjub dengan kepribadian gadis yang ada di sisinya itu, "kenapa kamu tidak bertanya kepada dia? Apa kamu percaya begitu saja kepada dia?" tanya Benny.


"Ya, karena dia juga tidak memberitahu saya, Pak. Kalau Bapak kan memfollow saya duluan, jadi saya terima. Kalau kang Aris tidak begitu. Lalu untuk apa saya tanya kepada dia. Nanti dikira saya kepo," jelas Fina seraya menatap Benny sekilas.


"Fin, sebentar lagi kita akan menikah. Jadi, jangan panggil Bapak lah. Panggil Mas, Sayang atau Beb mungkin, biar hubungan kita gak kaku," protes Benny setelah mendengar Fina berkali-kali memanggilnya dengan sebutan 'Bapak', "jangan terlalu formal juga lah," lanjutnya.


"Nanti saja kalau sudah menikah. Sekarang kenyataannya saya kan masih jadi pengasuhnya Elza, bukan istri Bapak," jawab Fina dengan entengnya.


"Ya ... ya ... ya. Terserah kamu saja lah kalau begitu." Pada akhirnya Benny mengikuti keinginan gadis cantik yang akan menjadi pengganti Nurmala itu.


"Buka, Fin! Sandinya angka nol empat kali," ujar Benny sambil menyerahkan ponsel tersebut.


Fina mengernyitkan keningnya karena tidak paham dengan keinginan Benny. Tanpa banyak bertanya, dia segera melakukan apa yang diucapkan oleh Benny. Kedua sudut bibirnya tertarik ke dalam ketika melihat wallpaper ponsel tersebut adalah foto dirinya bersama Elza saat sedang liburan. Entah mengapa melihat hal kecil seperti ini saja berhasil membuat hatinya berbunga-bunga.


"Sekarang buka media sosial berwarna biru dan ping kekuningan! Entah yang mana dulu yang ingin kamu buka," ujar pria yang sedang sibuk mengemudi itu karena mobil yang dikendarainya sudah memasuki tol Mojokerto-Surabaya.


"Sudah," jawab Fina setelah membuka aplikasi berwarna biru.


"Sekarang ketik nama Arisandi Al-Falah," ucapnya sambil mengeja hurufnya agar Fina tidak salah ketik, "Nah itu buka yang di kolom nomor dua. Itu adalah akun milik Aris," ucap Benny setelah sempat menatap sekilas layar ponsel yang dalam genggaman tangan Fina.

__ADS_1


Gadis cantik itu fokus melihat isi akun atas nama pemuda manis yang pernah mengisi hari-harinya itu. Fina menggeleng beberapa kali karena menemukan beberapa foto mesra Aris bersama seorang wanita cantik. Mungkin karena terlanjur penasaran, Fina pun membuka akun wanita yang sering ditandai oleh Aris itu. Akun bernama Miranda telah dibuka Fina.


"Astagfirullah, ternyata kang Aris seperti ini? Dia punya pacar tapi ngajakin aku nikah? Ini bagaimana konsepnya sih!" gumam Fina setelah membaca beberapa postingan wanita bernama Miranda itu.


Fina mengakhiri stalking kedua akun tersebut. Sudah cukup dia mengetahui semua ini, setidaknya bukti yang ditunjukkan Benny berhasil mengikis rasa bersalahnya kepada Aris. Setelah layar ponsel tersebut mati, Fina memberikannya kepada Benny.


"Bagaimana? Apa dia sesuai dengan apa yang kamu lihat selama ini?" tanya Benny.


"Entahlah. Saya tidak tahu harus berkomentar bagaimana. Satu hal yang pasti, saya tidak suka dengan sikapnya. Kenapa harus berkomitmen dengan saya jika sudah ada wanita lain yang menemani?" Fina tidak habis pikir dengan pemikiran Aris.


"Karena dia tidak mau rugi, Fin," jawab Benny asal hingga membuat Fina penasaran dibuatnya, "ah sudahlah. Tidak perlu diperjelas lagi, percuma pikiranmu tidak akan paham ke arah yang ku maksud." Benny tak berniat memperjelas ucapannya.


"Ngeselin banget sih jadi orang!" Fina berdecak kesal setelah mendengar ucapan Benny dan setelah itu dia membuang muka ke arah lain. Gadis cantik itu mengerucutkan bibirnya karena tidak suka dengan sikap Benny.


Sementara Benny hanya tertawa lepas setelah melihat bagaimana sikap Fina. Dia fokus pada jalanan yang ada di hadapannya setelah pembahasan tentang Aris selesai. Kecepatan mobil hitam itu pun semakin bertambah, agar segera sampai di rumah sakit tempat Elza dirawat.


"Akhirnya misi mendapatkanmu selesai. Ada hikmah di setiap kejadian yang menimpa akhir-akhir ini." Benny bergumam dalam hati.


...๐ŸŒนTo Be continued ๐ŸŒน...


...Nah loh ... Aris ternyata eh ternyata๐Ÿ˜† Buaya darat yang lagi nyamar๐Ÿคฃ...


...โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–...


...Hallo semua๐Ÿ˜Sambil nunggu othor up, kuy baca karya author IngFlora dengan judul Author And The Baby. Jangan sampai gak baca ya๐Ÿ˜...

__ADS_1



...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


__ADS_2