
Cerita awal yang disampaikan oleh Benny berhasil membuat Fina tercengang. Dia menggeleng pelan karena tidak percaya jika wanita berstatus janda yang selama ini dianggapnya sebagai kakak itu, tega menggoda calon suaminya.
"Lalu apa yang membuat Mas merasa jijik dengan dia?" tanya Fina dengan helaan napas yang berat.
"Kamu yakin ingin mendengarnya?" tanya Benny.
"Iya, Mas. Aku penasaran banget," jawab Fina.
Pada akhirnya Benny membuka cerita yang dikubur beberapa minggu terakhir ini. Tidak ada yang ditutupi lagi dari istrinya. Dia menceritakan dengan detail bagaimana hal menjijikkan yang dilakukan Dewi demi bisa menarik hatinya.
Kala itu setelah pulang dari bekerja, lebih tepatnya pukul sepuluh malam Benny baru sampai di rumah. Kondisi rumah terasa sunyi sepi karena Elza pun sudah tidur nyenyak di kamarnya. Seperti biasa, sebelum naik ke lantai dua menuju kamarnya, benny selalu mengambil segelas air putih untuk dibawa ke kamar.
Namun, pria yang saat itu masih menyandang status duda itu, dikejutkan dengan kehadiran Dewi yang keluar dari kamar mandi tanpa memakai busana. Wanita itu dengan tak tahu malunya bersandar di dinding dapur seraya menatap Benny dengan tatapan menggoda. Tak dapat dihindari, hawa panas seketika hadir dalam diri ayah Elzayin itu. Sebagai pria normal tentu dia merasakan getaran aneh dalam diri. Akan tetapi semua itu tak berlangsung lama, karena Benny segera pergi dari dapur. Wajah bidadari cantik yang akan dinikahinya seketika hadir untuk menyadarkan pikiran liar pria tampan itu.
"Astagfirullah ... astagfirullah ... astagfirullah," ucap Fina sambil mengusap dadanya. Dia tidak menyangka jika Dewi akan senekat itu, "berarti Mas udah lihat bentuk tubuhnya mbak Dewi gitu?" tanya Fina.
"Ya lihat. Tapi gak lama, aku gak mengamati satu persatu bentuk tubuhnya lah, Fin," jawab Benny.
"Mas tidak melakukan hubungan apapun kan sama mbak Dewi?" tanya Fina dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Sumpah, demi Allah, aku tidak melakukan apapun. Kamu bisa lihat CCTV kalau tidak percaya," jawab Benny dengan tegas, "masih ada cerita lanjutnya," imbuh Benny. Lantas mantan duda itupun menceritakan apa saja yang dia temukan di kamarnya.
Kala itu setelah kabur dari dapur, Benny bergegas masuk ke dalam kamarnya. Dia menghempaskan diri di sofa dan untuk menetralkan degup jantung yang tak beraturan. Setelah dirasa cukup, Benny bersiap membersihkan diri sebelum tidur. Dia berniat mandi, tetapi dia harus mengurungkan niatnya itu karena mencium aroma wewangian bunga di air yang ada dalam bak kamar mandi. Pria tampan itu pun curiga, jika ada sesuatu yang tidak beres di dalam kamar. Malam itu akhirnya dia memeriksa keadaan seisi kamar untuk memastikan keamanannya. Dia semakin terkejut setelah menemukan serpihan garam di atas tempat tidur dan tak hanya itu, ternyata di kolong tempat tidurnya pun ada serbuk bunga yang sangat harum.
"Malam itu aku memutuskan tidak tidur di kamar. Aku pindah ke kamarnya Elza. Paginya aku memanggil Kyai untuk membersihkan rumah ini dari hal-hal seperti itu. Ternyata memang benar, ada seseorang yang berusaha untuk menggangguku. Siangnya aku langsung memecat Dewi. Aku tidak peduli meski saat itu dia sudah minta maaf dan memohon untuk tetap bekerja di sini. Ya ... tapi aku tidak mau, karena aku takut dia menjadi penghancur rumah tangga kita nanti. Maka dari itu sekarang aku mencari ART yang sudah berumur dan tentunya tidak menginap di rumah kita," jelas Benny setelah selesai menceritakan semua tentang Dewi.
Fina terperangah setelah mendengar semua cerita itu. Lagi dan lagi dia tidak menyangka jika Dewi tega melakukan semua ini. Fina bergidik ngeri ketika membayangkan bagaimana momen itu terjadi. Sungguh, sebagai sesama wanita dia merasa malu sendiri.
"Sudahlah tidak usah dibayangkan lagi. Besok pagi akan aku tunjukkan rekaman CCTV di rumah ini. Biar kamu percaya jika aku benar-benar tidak melakukan hal itu," ucap Benny sambil menepuk paha istrinya, "kita lanjutkan beberes ini dulu deh, biar bisa istirahat," lanjut Benny seraya membuka paper bag yang masih utuh itu.
"Aku percaya sama Mas kok," ucap Fina seraya menatap suaminya. Dia pun melanjutkan kegiatannya lagi.
"Perasaan aku gak beli kain ini deh. Apa sih ini kok ya macam saringan ampas tahu," gerutu Fina saat mengamati dua pakaian berbeda warna itu, "Mas ini punya orang kali, kasirnya pasti salah masukin barang," gerutunya lagi seraya menatap Benny penuh tanda tanya.
"Bukan. Itu tadi aku yang sengaja beli untuk kamu pakai," ucap Benny dengan senyum penuh arti, "kalau kita nginep di Bali, pakai ini aja ya kalau tidur," lanjutnya.
"Hah? Tidur pakai ini? Yang benar saja, Mas! Masuk angin lah aku, mana nerawang begini." Fina menggerutu saat Benny memintanya untuk memakai pakaian itu, "oh aku tahu, mungkin ini seperti gamis gitu kali ya. Dalamnya pakai inner polos lengan panjang. Eh, tapi kok aneh kalau pakai inner sama baju ini. Mana modelnya sexy begini," gerutu Fina saat memikirkan bagaimana model pakaian yang sengaja dibeli Benny untuknya.
Tentu hal ini membuat Benny menepuk keningnya. Dia tidak habis pikir saja kenapa Fina sepolos itu. Padahal pakaian ini sering dijumpai di toko pakaian. Akan tetapi Fina tidak paham apa kegunaan dari pakaian yang dianggapnya sebagai saringan ampas tahu itu.
__ADS_1
"Lebih baik kamu cek di internet saja, apa kegunaan pakaian itu. Ketik saja di internet L-I-N-G-E-R-I. Pasti kamu paham nanti. Kalau bisa cari tips-tips terkait yang itu tadi," pungkas Benny karena tidak tahu lagi harus menjelaskan bagaimana. Setelah semua pakaian baru selesai di unboxing, Benny merebahkan diri di atas tempat tidur, "aku istirahat dulu deh. Capek seharian habis kerja keras nyangkul sawah perawan," pamit Benny sambil berseloroh.
"Mas Ben!" teriak Fina sambil melempar Benny dengan bantal karena malu mendengar ucapan suaminya itu.
Fina turun dari tempat tidur untuk memindahkan pakaian baru itu di keranjang, karena besok harus dicuci terlebih dahulu sebelum dibawa ke Bali. Setelah itu dia kembali lagi ke atas tempat tidur. Merebahkan diri di sisi sang suami yang sudah terlelap. Mungkin pria itu benar-benar kelelahan karena baru memejamkan mata tetapi sudah terdengar dengkuran halus.
"Lebih baik aku buka internet saja. Aku mau nyari artikel tentang pakaian kurang bahan tadi," gumamnya sambil meraih ponsel yang ada di atas nakas. Wanita cantik itu mulai mengetik kata kunci yang diajarkan Benny.
"Oh ternyata ini kegunaannya," gumam Fina lagi setelah membaca artikel teratas yang ditampilkan internet, "aih, tapi pasti rasanya malu banget lah kalau pakai baju seperti ini. Ada-ada sih ini orang!' gerutu Fina seraya menatap Benny sekilas.
Wanita cantik itu mulai membaca setiap artikel yang berhubungan dengan kehangatan suami istri, karena selama di pondok dulu hanya ada kitab yang mempelajari tentang inti dari hubungan tersebut. Untuk variasi seperti yang ada di artikel internet belum pernah dia dengar dari ustadzahnya.
"Aku harus banyak belajar tentang masalah ini. Aku gak boleh sampai lengah dalam menjaga keutuhan rumah tangga ini. Jangan sampai ada Dewi yang lain. Amit-amit jabang bayi," batin Fina setelah mengamati wajah tampan suaminya. Dia sadar jika banyak wanita di luar sana yang tertarik dengan kesempurnaan suaminya itu.
...πΉTo Be Continued πΉ...
...Nah ... gitu dong, Fin! Jangan terlalu polos! Biar pak Ben makin sukaππ...
...π·π·π·π·π·π·...
__ADS_1