Pengasuh Idaman

Pengasuh Idaman
Antara Fina Dan Aris


__ADS_3

Hari demi hari terus berganti mengikuti alur alam dan waktu yang tak pernah berhenti. Siang dan malam telah terlewati, tanpa bisa menghindar ataupun berlari. Panas dan dingin telah dirasakan semua insan penghuni alam.


Begitu juga dengan pertumbuhan janin, seiring berjalannya waktu. Ia akan berkembang dalam rahim seorang ibu dan proses pun akan dialami tanpa bisa meminta. Perubahan besar tentu terjadi kepada wanita tersebut dan salah satunya adalah Fina.


Ya ... ibu sambung dari Elzayin itu mengalami beberapa perubahan dalam diri. Tubuhnya semakin berisi karena nafsu makan terus bertambah. Usia kandungannya saat ini telah memasuki bulan ke enam. Bentuk tubuhnya pun sangat berbeda dari kehamilan pertama. Dia sering insecure saat bertemu seseorang, bahkan di depan Benny saja dia tidak percaya diri. Akan tetapi aura kecantikannya justru semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu.


"Sayang, aku berangkat dulu ya. Hati-hati selama aku pergi," pamit Benny seraya menatap istrinya. Ada rasa tidak tega meninggalkan istri dan anaknya di rumah, "jika urusannya selesai dalam kurun waktu sehari, aku pasti langsung pulang," ucapnya.


"Hati-hati ya, Mas. Jangan terlalu lama ninggalin aku dan Elza. Aku bisa mendem kangen marang sliramu," ucap Fina dengan manjanya.


Mendengar hal itu, berhasil membuat Elza melengos. Perasaan sedih karena tidak ingin ditinggal pergi ayahnya, kini berubah menjadi geli hingga membuatnya bergidik ngeri.


"Ih! Mama aneh banget!" batin Elza sambil sesekali melirik ke arah orang tuanya.


Bocah kecil itu hanya diam saja karena tidak mau ikut campur dalam pembicaraan orang dewasa. Dia lebih memilih untuk menatap beberapa temannya yang sudah tiba di halaman rumah, karena malam ini ada jadwal latihan.


"Elza," ucap Benny hingga sang pemilik nama mengalihkan pandangan ke arahnya, "jaga Mama dan adek bayi selama Papa pergi. Nanti malam boboknya sama Mama ya, biar gak kesepian," tutur Benny seraya mengusap rambut tipis putranya.


"Siap, Pa! Papa tidak lama 'kan perginya?" tanya Elza tanpa melepas pandangan dari wajah ayahnya, "aku sebenarnya gak suka kalau Papa pergi, apalagi naik pesawat. Aku takut Papa jatuh." ucap Elza dengan sorot mata sedih.


"Hei, Papa ini mau pergi karena urusan pekerjaan. Lagi pula cuma dua hari saja di Bandung. Setelah urusan selesai, Papa langsung pulang kok," jelas Benny saat memberikan pengertian kepada Elza.


Benny harus pergi ke Bandung karena harus bertemu dengan seseorang. Dia berencana membesarkan usahanya dengan mencari distributor baru sesuai dengan keinginannya. Tentu dia tidak berangkat sendiri ke kota kembang itu. Dia berangkat bersama kepala marketing. Jika urusan penjualan produk, pria tampan itu tidak mau sampai ketinggalan, apalagi tidak tahu mengenai kolega barunya.


"Hati-hati ya, Pa. Bye!" Elza dan Fina melambaikan tangan saat mobil yang menjemput Benny sampai di sana. Mereka berdua menatap kepergian mobil tersebut hingga hilang dari pandangan.

__ADS_1


"Mama duduk di sini saja. Lihat aku latihan bersama teman-teman. Nanti kalau di dalam Mama bisa kesepian," ucap Elza sambil menunjuk kursi yang ada di teras.


"Oke deh. Mama mau lihat Elza latihan di sini. Kalau latihannya gak semangat nanti Mama jewer ya!" Fina mengembangkan senyum manis saat mengatakan hal ini.


"Siap, Bos!" Elza menegakkan badan sambil memberikan penghormatan kepada Fina.


Tak lama setelah itu, latihan bela diri akhirnya dimulai. Fina mengamati latihan yang dipimpin pelatih senior wanita dari padepokan Syakur. Ada rasa rindu yang hadir di hati ketika melihat gerakan-gerakan pencak silat. Sejak menikah dengan Benny, dia benar-benar vacum dari dunia bela diri. Bahkan, di rumah pun tidak sempat latihan karena terlalu sibuk mencintai anak dan ayah itu. Wanita berbadan dua itu lebih sering olahraga bersama anak dan suaminya dengan bersepeda atau lari keliling komplek di pagi hari.


"Aduh! Kenapa dia pakai hadir di saat Mas Benny gak ada di rumah sih! Mana terlanjur duduk di sini lagi," gerutu Fina ketika melihat Aris tiba di sana.


"Bicara apa dia sama Elza?" Fina bermonolog ketika melihat Aris menghampiri Elza, "lah, kenapa malah berjalan ke sini!" Fina merasa tidak tenang ketika Aris semakin dekat dengannya.


Ingin pergi, tetapi terlanjur duduk manis di sana. Lagi pula tidak ada kesempatan bagi Fina untuk berdiri karena langkah Aris terlalu cepat, adik ipar Renata itu berdiri tepat di hadapannya.


"Aku ingin bicara mengenai kompetisi yang akan diikuti Elza," ucap Aris seraya menatap Fina, "tolong, panggilkan Pak Benny," ucap Aris.


Aris segera duduk di sana sambil menatap Fina dari samping. Dia tersenyum tipis karena masih saja kagum dengan Fina meski istri Benny itu sedikit berisi. Semakin Aris berusaha melupakan Fina, semakin kuat ingatannya tentang wanita bersuami itu.


"Ada KEJURKAB dua bulan lagi di GOR Majapahit. Rencananya Elza akan diikut sertakan mewakili padepokan dengan yang lain. Apa kamu sebagai orang tuanya mengizinkan dia ikut lomba?" Aris menjelaskan semuanya tanpa melepaskan pandangan dari wajah cantik itu, meski hanya dari samping.


"Aku sih mengizinkan, tetapi aku tidak bisa memutuskan semua ini sendiri. Aku akan bicara dulu dengan ayahnya, kalau memang setuju, biar Mas Benny yang menghubungi pak Syakur," jawab Fina seraya menatap Aris sekilas.


"Kenapa bukan kamu saja yang menghubungiku?" tanya Aris hingga membuat Fina menatap ke arahnya dengan tatapan suka.


"Kenapa harus aku? Jika memang terpaksa aku yang harus menghubungi, maka aku tetap menghubungi Pak Syakur, bukan kamu," jawab Fina dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi lomba ini aku yang menangani, bukan ayah," jawab Aris sambil menatap wajah Fina dengan lekat.


"Ya sudah kalau begitu biar Mas Benny yang menghubungimu tentang keputusannya." Fina mulai kesal menghadapi pelatih putranya itu.


"Apa salahnya jika kita sekadar berbalas chat membahas tentang Elza? Kenapa kamu seperti menjauhiku, Fin? Bukankah kita sama-sama memiliki pasangan? Lalu apa yang ditakutkan jika kita berkomunikasi?" cecar Aris.


Mata indah itu terbelalak sempurna setelah mendengar rentetan pertanyaan dari Aris. Tentu konsep pemikiran Aris dan dirinya sangatlah berbeda.


"Justru itulah yang menjadi alasan, kenapa aku tidak mau menghubungimu. Kita sudah memiliki pasangan dan kehidupan rumah tangga masing-masing. Tidak ada yang perlu dibahas dalam komunikasi antara pria dan wanita yang memiliki pasangan. Saling menjaga perasaan jauh lebih baik daripada sibuk memperhatikan pasangan orang lain. Paham 'kan?" jawab Fina dengan tegas atas pertanyaan dari Aris.


"Kamu bahagia dengan pernikahanmu, Fin?" tanya Aris tanpa melepas pandangan dari Fina.


"Pertanyaan macam apa ini? Tentu saja aku bahagia dengan pernikahan ini. Setiap hari aku hidup bahagia bersama Mas Benny dan Elza. Kenapa bertanya seperti itu? Apa aku terlihat tidak bahagia selama ini?" Fina bertanya balik kepada Aris.


"Ya, aku bisa melihat dengan jelas jika rumah tanggamu bersama pak Benny harmonis, bahagia, tenang dan penuh kehangatan. Bukan seperti rumah tanggaku yang kacau dan tidak menyenangkan," ujar Aris tanpa bisa menatap ke arah lain. Dia terpaku pada objek indah yang tak jauh darinya.


Fina mulai tidak nyaman dengan situasi ini. Dia tidak suka dengan pembahasan Aris karena sudah mengarah ke hal yang tidak baik. Adik ipar Renata itu tengah mencari simpati darinya. Fina beranjak dari tempatnya karena tidak mau meneruskan pembicaraan ini.


"Rumah tangga terasa tidak nyaman itu bukan karena satu belah pihak saja. Seharusnya pasangan suami istri saling melengkapi dan mengalah. Jika keduanya sama-sama mementingkan ego dan tidak ada yang mau mengerti, maka akan muncul ketidaknyamanan. Jika memang rumah tanggamu terasa seperti itu, cobalah introspeksi diri, jangan menyalahkan istri. Mungkin kamu yang harus berbenah diri dengan tidak melihat masa lalu dan membandingkan pasangan dengan yang lain. Permisi," tutur Fina sebelum meninggalkan Aris di sana.


...🌹To Be Continued 🌹...


...βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–...


...Hallo ada rekomendasi karya keren untuk kalian nih😍Kuy baca karya author Zafa dengan judul Suamiku Bukan Milikku. Jangan sampai gak baca!!...

__ADS_1



...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2