Pengasuh Idaman

Pengasuh Idaman
Buka puasa,


__ADS_3

Siluet jingga terbentang dengan indah di cakrawala. Burung-burung mulai berterbangan mencari sarang yang ditinggalkan. Suara kicauannya membuat suasana semakin syahdu apalagi ditambah dengan semilir angin di kala senja.


"Papa kok lama sekali ya, Mbak Fina!" Terlihat jika Elza sudah tidak sabar untuk berangkat ke tempat yang sudah dijanjikan oleh ayahnya.


"Sabar, El. Paling sebentar lagi Papa juga keluar." Hanya itu yang mampu diucapkan Fina untuk menenangkan anak asuhnya itu.


Mereka duduk di teras rumah saat menunggu Benny yang masih bersiap di dalam. Entah apa saja yang sedang dilakukan duda satu anak itu hingga Fina dan Elza harus menunggu lama di sana.


"Ayo kita berangkat!" ucap Benny setelah berada di teras rumah. Dia sibuk memasang arloji di tangannya.


Aroma parfum maskulin serta penampilan yang sangat rapi dan modis melekat di tubuh jangkung pria tampan itu. Fina sampai tak berkedip ketika melihat penampilan Benny yang berbeda dari biasanya. Untuk beberapa detik lamanya, Fina sibuk mengamati penampilan majikannya itu dari atas sampai bawah.


"Wah. Jangan-jangan pak Ben mau mengajak pacarnya juga nih! Ih tau gitu aku cari alasan gak ikut saja, biar mataku gak ternoda ketika melihat mereka mesra. Ih males banget!" gerutu Fina dalam hati setelah mengamati penampilan Benny saat ini.


Sementara Benny hanya bisa menahan senyumnya setelah sempat melihat jika Fina sedang mengamati penampilannya saat ini. Ada perasaan bangga yang tumbuh dalam hati setelah menilai sorot mata pengasuh putranya itu, seperti mengaguminya.


"Pasti dia kagum dengan penampilanku. Sore ini penampilanku kan seperti anak muda. Keren dan mempesona!" batin Benny saat membanggakan dirinya sendiri.


"Papa! Ayo cepat!" teriak Elza yang sudah berdiri di sisi mobil Xpander putih yang sudah disiapkan Benny sebelumnya. Duda tampan itu sengaja memilih mobil yang tidak seberapa besar untuk pergi ke Mall setelah ini.


"Elza di depan sama Papa! Biar Mbak Fina yang di belakang!" ujar Fina saat melihat Elza bersiap membuka pintu mobil belakang.


"Kalian berdua duduk di depan saja," ucap Benny sambil membukakan pintu untuk Fina dan Elza.


Agar tidak terjadi perdebatan panjang yang membuat tenaga terkuras, akhirnya Fina menuruti perintah yang diucapkan oleh Benny. Dia masuk bersama Elza di kursi depan dan mengatur posisi yang lebih nyaman.


"Let's go, Papa!" teriak Elza setelah Benny menghidupkan mesin mobil.

__ADS_1


"Siap, Bosku!" Benny mengacungkan jempolnya setelah mendengar teriakan putranya.


Perjalanan menuju pusat perbelanjaan di kota Surabaya akhirnya dimulai. Benny tak henti mengembangkan senyumnya ketika berinteraksi dengan putranya. Tentu kedekatan ayah dan anak ini berhasil membuat Fina mengembangkan senyum manisnya. Dia bahagia saja atas apa yang dilihatnya saat ini. Sementara Benny sesekali mencuri pandang ke samping. Paras cantik yang dimiliki Fina ternyata mampu membuat perasaannya tak karuan. Sikap tenang yang ditunjukkan Fina nyatanya mampu membuat duda tampan itu merasa penasaran dengannya.


"Ternyata si Fina sabar banget saat menanggapi pertanyaan-pertanyaan tidak penting dari Elza." Benny bergumam dalam hati saat mendengarkan percakapan dua orang yang ada di sampingnya.


Setelah menempuh waktu kurang lebih dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Mereka segera keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk melalui basemen.


"Sebentar lagi kan magrib, Fin. Kamu ingin buka puasa di mana?" tanya Benny setelah mereka masuk ke dalam mall tersebut.


"Tidak perlu, Pak. Saya sudah membawa roti dan air mineral untuk buka puasa kok. Kita langsung masuk ke time zone saja. Biar Elza gak terlalu lama menunggu," tolak Fina dengan mengatasnamakan Elza sebagai alasannya.


Benny sudah bisa menebak jika pengasuh putranya itu pasti akan menolak ajakannya. Tanpa banyak bicara Benny mengangkat Elza dalam gendongannya dan setelah itu dia berbisik kepada Elza, "kita makan dulu sebelum main. Oke?"


Sementara Elza hanya mengacungkan jempolnya ke arah Benny setelah mendengar bisikan dari ayahnya. Benny berjalan di depan Fina menuju resto yang ada di sana. Ayah Elzayin itu mengamati deretan resto dan cafe yang berjajar rapi hingga dia menemukan tempat yang pas untuk Fina berbuka puasa. Resto yang menyediakan khusus aneka olahan bebek telah dipilih duda satu anak itu.


"Ayo ikut masuk!" titah Benny setelah membalikkan tubuh dan melihat Fina hanya diam saja.


"Pesan apapun yang kamu inginkan, Fin. Tidak perlu sungkan. Tolong pesan sekalian makanan untuk Elza, karena kamu yang lebih tahu makanan kesukaannya," ucap Benny setelah seorang waiter menyerahkan buku menu.


"Baik, Pak," ucap Fina saat menerima buku menu dari Benny.


Mata indah gadis cantik itu terus membaca menu-menu yang tertera di buku menu tersebut. Sebagai kalangan menengah ke bawah, Fina cukup terkejut setelah melihat harga bebek goreng di sana.


"Bebek goreng apaan sih ini harganya sampai lima puluh ribu. Bebeknya utuh atau gimana kok ya mahal banget!" gerutu Fina dalam hati.


Pada akhirnya Fina memilih bebek goreng saja untuk dirinya dan Elza. Untuk menu yang lain, Benny lah yang memesan, "kamu sudah lapar kah, Fin?" tanya Benny setelah waiters berlalu dari tempatnya.

__ADS_1


"Belum, Pak. Lagi pula baru masuk waktu magrib, Pak," jawab Fina setelah melihat waktu yang ada di ponselnya.


"Ternyata kamu kuat juga ya. Hebat kamu," puji Benny dengan diiringi senyum tipis.


Fina mengembangkan senyum yang manis untuk menanggapi pujian kecil dari majikannya itu. Lantas dia mengalihkan perhatiannya kepada Elza yang sedang sibuk bermain game di ponsel yang dia bawa, karena terlalu lama memandang Benny saat ini bukanlah pilihan yang tepat.


"Pacarnya pak Ben kok belum datang ya," batin Fina setelah sekian lama menunggu tetapi tak ada wanita yang datang ke mejanya.


Hingga beberapa menit kemudian, seorang waiter mengantar pesanan ke meja tersebut. Meja berbentuk persegi yang semula kosong tak berpenghuni pun akhirnya penuh dengan makanan.


"Mbak Fina aku mau makan sendiri! Aku gak mau disuapin!" ujar Elza setelah teringat rencana yang sudah disusun Benny tadi siang. Sepertinya ayah dan anak itu bekerja sama dalam hal ini.


"Tapi Elza nanti gak bisa misahin daging sama tulangnya," ucap Fina seraya menatap Elza dengan lekat.


"Udahlah, Fin. Biarkan saja. Lagi pula itu tulang lunak. Elza gak bakal menelan tulangnya juga. Sekarang mendingan kamu makan dulu, udah kelewat magrib ini," ujar Benny seraya menatap Fina untuk sesaat.


Gadis cantik itu tak segera makan, dia membatalkan puasa dengan minum cokelat dingin yang dia pesan. Setelah itu dia masih menyiapkan makanan di piring Elza.


"Fin," gumam Benny setelah melihat Fin sudah siap menikmati makanannya. Gadis itu pun menatap Benny setelah mendengar namanya disebut, "selamat berbuka puasa," ucapnya dengan senyum yang manis hingga membuat Fina menjadi salah tingkah dibuatnya. Rona merah tergambar jelas di kedua pipi mulus itu.


...🌹To Be Continue 🌹...


...Acie cie cie ... mbak Fina malu ih🀭...


...βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–...


...Rekomendasi karya untuk emak-emak baca nih🀭Kuy intip juga karya keren dari author Cimai dengan judul Janda Kembang Pilihan CEO Duda. Nah, dari judulnya aja udah bikin kepo kan? Kuy capcus!!!...

__ADS_1



...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2