Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
10. Mengadukan Ririn pada Angkasa


__ADS_3

Setelah meninggalkan Sarah, Andra keluar dari kamar itu dan memilih berdiri di balkon menenangkan dirinya.


Entah kenapa, tapi dia merasa sangat gerah setelah menyiksa Sarah.


Lama berdiri membiarkan angin malam menerpa tubuhnya, Andra merasakan bahwa dia tidak menjadi lebih tenang.


"Sebaiknya aku tidur..!" Ucapnya menghela nafas lalu kembali meraba untuk pergi ke kamarnya.


Memasuki kamar, Andra bisa mencium aroma sabun Sarah.


"Kau masih berani berada di kamar ini?! Cepat keluar...!" Teriak Andra dengan kemarahan memenuhi dirinya.


Sarah yang sedang berada di meja rias langsung berdiri dan berlari keluar dari kamar itu sembari menutup pintu kamar.


'Dasar setan terkutuk..!' geramnya dalam hati.


"Perempuan sialan..!" Gerutu Andra segera berjalan ke tempat tidur dan membungkus dirinya dengan selimut.


Sementara Sarah yang keluar dari kamar itu perempuan itu memegangi ponselnya di depan kamar.


'Aku harus minta tolong pada ayah supaya dia yang memberitahu Andra tentang identitasku yang sebenarnya. Hah,, padahal ini direncanakan sebagai kejutan spesial untuk Andra. Sebagai hadiah pernikahan kami, mengapa jadi begini?' Gumam Sarah menekan layar ponselnya.

__ADS_1


Namun dia belum menelpon ayahnya saat ponselnya tiba-tiba berdering dengan sebuah nomor baru.


'Siapa ini?' Sarah mengedit, namun dia tetap mengangkat panggilan itu.


"Mm?" Jawabnya.


"Halo Sarah? Sudah kuduga kau akan mengangkat panggilanku karena malam pertamamu tidak berjalan dengan lancar bukan?


"Oh ya, aku ingin bertanya lebih dahulu Apakah kau baik-baik saja? Apakah tidak ada luka padamu atau mungkin kau sudah kesulitan bernapas?" Tanya seorang perempuan dari seberang telepon yang dikenali Sarah sebagai suara Ririn.


"Ahaha,, Aku sampai lupa kalau kau adalah orang bisu hingga membuatku membuang-buang waktu ku menunggu jawabanmu. Oya, aku cuma mau memberitahumu, kalau aku sudah mengatakan pada Andra bahwa Putri yang ia kenal telah meninggal di tangan ayamu.


"Jadi, meski kau memberitahunya bahwa kau adalah Putri, tapi Andra tidak akan pernah percaya. Karena dari semua orang ada di dunia ini dia hanya mempercayaiku sebagai cinta pertamanya!


Dengan air matanya yang sudah membanjiri pipinya, Sarah tersungkur di lantai.


'Jadi,, Ini semua karena perempuan itu?! Dasar ular...! Lihat saja, aku akan mengadukanmu pada ayahku..!' gumam Sarah terus menitikkan air matanya lalu mengambil ponselnya dan mengetik pesan.


*Ayah,, hariku berjalan dengan buruk. Sekretaris Andra yang bernama Ririn itu mendahuluiku berbicara dengan Andra dan dia mengatakan sesuatu yang bohong pada Andra.


*Dia bilang kalau Putri sudah meninggal di tangan Ayah, bahkan dia juga bilang kalau dia adalah cinta pertama Andra dan pernikahan kami tidak akan berakhir bahagia!* Ketik Sarah lalu mengirimkan pesan itu pada Angkasa dengan air mata terus berderai.

__ADS_1


Setelah mengirim pesannya, Sarah menunggu sangat lama namun pesannya tidak dibalas oleh ayahnya karena pria itu sudah tidur bersama istrinya.


'Ayah pasti sudah tidur. Lalu,, lalu apa yang harus kulakukan sekarang?' gumam Sarah menghapus air matanya dan berusaha memaksa dirinya untuk berpikir.


Di rumah Andra, ada banyak sekali kamar. Namun tidak ada satupun kamar yang diisi dengan perabotan karena ketika dia dan Laila mengatur rumah itu, Laila tidak mau membiarkan siapapun datang menginap di rumah mereka dan mengganggu mereka.


Lama terus berpikir, Sarah akhirnya memutuskan membuka pintu kamar.


Dilihatnya Andra sudah tertidur dengan pulas, bahkan sangat pulas.


'Dia tidak akan pernah menyadari bahwa aku tidur di sampingnya.' gumam Sarah lalu dia memasuki kamar dan berjalan ke arah tempat tidur.


Mengecek apakah Andra sudah lelap atau tidak, Sarah kemudian naik ke sisi lain tempat tidur dan membungkus dirinya dengan selimut yang sama dengan yang digunakan oleh Andra.


'Tidur begini, aku kembali ingat momen-momen kami berdua di negara Mr. Hah, memori itu langsung menghilangkan semua rasa sakit di tubuhku.' gumam Sarah mengelus kepalanya.


@Interaksi



Hmmm, bully gak ya? 👀 udahlah gak usah, kasian pendatang baru. mental kerupuk..🤭🤭

__ADS_1


Oya guys,, kakak Kumi kimut sala satu otor terbaik NT, kalo kalian kehabisan bacaan, kalian bisa ngepoin profilnya ya...👍👍👍🥰


__ADS_2